
Seminggu kemudian, Kuro, Laila, Charlmilia, Fila dan dua orang lainnya pemenang dari grub C berkumpul di ruangan kepala sekolah.
Dua orang pemenang itu adalah murid kelas tiga yang tahun lalu menjadi perwakilan Kuryuu Academy dalam Battle War. Keduanya adalah penyihir peringkat A. Dari segi pengalaman pertempuran mereka tak kalah dengan Laila maupun Kuro.
"Aku rasa kalian sudah mengerti kenapa aku memanggil kalian, tapi sebelum itu aku ucapkan terima kasih karena kalian mewakili sekolah kita dalam Battle War tahun ini."
Nada bicara Electra begitu serius. Wajahnya juga begitu tegang.
Dia melirik ke dua orang kelas tiga.
"Franco, Juuno... Ini ketiga kalinya kalian mengikuti Battle War. Jujur saja aku sangat bangga dengan kalian berdua."
Franco Jorte dan Juuno Hamia. Keduanya murid kelas 3-1. Kekuatan mereka tak kalah dengan penyihir peringkat S dan juga mendapatkan peringkat S untuk kategori pasangan. Dengan kata lain, kekuatan mereka yang sebenarnya berasal dari kerja sama yang baik.
Dalam Battle War tahun lalu, keduanya berhasil bertahan hingga akhir. Sayangnya, keduanya kalah oleh Victoria.
"Terima kasih, bu Electra." Jawab pemuda dengan rambut merah. "Kami berjanji akan membalas kekalahan kami tahun lalu."
"Kami sudah semakin kuat sejak tahun lalu. Akan kami tunjukkan kalau sekolah kita bukanlah yang terendah."
Seorang yang memakai kacamata berambut hitam adalah Juuno. Selain tenang, dia memiliki aura yang kuat. Juuno juga dikenal sebagai salah satu murid terbaik kelas tiga yang memiliki nilai tinggi dalam akademik maupun praktek sihir.
Lalu berbeda dengan Juuno, Franco lebih terlihat seperti berandalan. Tetapi dia juga salah satu murid terbaik.
"Bagus. Aku mengharapkan banyak dari kalian berdua. Satu pertanyaanku, bagaimana pendapat kalian tentang peserta lain?"
Keduanya tak langsung menjawab. Keduanya mengerti inti pertanyaan Electra.
"Untuk kekuatan kami mengakuinya, tapi aku tak suka dengan sikap mereka."
"Selama mereka bisa diandalkan, identitas mereka bukanlah hal penting." Jawab Juuno. "Lagipula seisi sekolah tahu kalau mereka adalah murid yang sengaja Anda masukkan ke sekolah. Ini pasti ada alasan tersendiri. Jika bisa kami ingin tahu."
Electra memasang wajah rumit.
"Ah.. sebenarnya aku ingin memberitahu kalian, tapi aku hanya akan membuat kalian merasa terbebani, karena itulah aku hanya ingin kalian berusaha sekuat tenaga untuk menang. Kuro, Laila, Charlmilia dan Fila, aku juga berharap banyak pada kalian."
"Kami mengerti."
Berbeda dengan lainnya, Kuro justru menguap lebar dengan wajah bosan. Kapan pidato ini selesai, semua itu terlukis di wajahnya.
Juuno dan Franco yang melihat itu menunjukan wajah tak senang.
"Baiklah, aku pikir tak perlu menjelaskan panjang lebar lagi. Alasan lain kenapa aku memanggil kalian adalah untuk memberikan pemberitahuan mengenai Battle War."
Semua menjadi serius. Mereka mengerti apa arti dari perkataan Electra.
"Ya, benar. Battle War sudah dimulai."
✡️♦️♦️♦️✡️
Kemudian, setelah menerima surat dari Electra dan mendapatkan penjelasan tentang aturan Battle War, mereka keluar dari ruang kepala sekolah.
"Akhirnya dimulai kah... "
"Kuro, mungkinkah ini yang dimaksud tahap penyisihan?"
"Lebih tepat jika ini hanyalah pertunjuk tempat lokasi Battle War tahun ini. Tapi bisa juga disebut seperti itu."
Kuro dan Laila membuka isi surat pemberitahuan. Tak hanya isi ucapan selamat, namun juga berisi sebuah petunjuk lokasi Battle War dalam bentuk tulisan.
[Tanah yang tak pernah terkekang dengan sayap terbuat dari pelangi.
Orang orang menyebutnya sebagai tanah surga.
Tetapi tanah itu tak akan pernah menjadi surga.]
"Kita harus ke tempat yang dideskripsikan dalam waktu 3 minggu. Kuro, apa kau tahu tempat yang dimaksud?"
"Hmm... Biarkan aku berpikir sebentar. Charl, bagaimana dengan petunjuk kalian?"
Tak jauh dari mereka, Fila dan Charlmilia membuka isi pemberitahuan dengan konten yang hampir mirip.
Tetapi tak ada tanda kalau Charlmilia ingin berbagi pada keduanya.
"Maaf Kuro, Laila. Menurut aturan kita harus memecahkan petunjuk untuk mengetahui lokasi Battle War tahun ini, karena itulah kami ingin menyelesaikan masalah ini sendiri. Bukan berarti kami tak ingin bekerja sama, tapi ini adalah sebuah ujian bagi kami."
Tahap pertama dalam Battle War bukanlah pertarungan, namun lomba untuk menuju lokasi diadakannya Battle War.
Dalam hal ini peserta diberikan waktu 3 minggu untuk menuju lokasi yang berada entah di mana. Bisa juga di ibukota, bisa juga di ujung wilayah kekaisaran. Ini terdengar sederhana, tapi ini juga situasi yang cukup rumit.
Hal yang membuat Battle War berbeda dengan pertarungan (kompetisi) lainnya adalah tak ada aturan spesial dalam Battle War kecuali peserta harus mengikuti alur Battle War.
Dengan kata lain, meskipun petunjuk sudah didapat dan mengetahui keberadaan lokasi, namun bukan berarti itu sudah selesai. Itu baru dimulai.
Dalam waktu 3 minggu itulah peserta boleh mencari petunjuk lokasi atau bertanya pada orang yang mengetahui lokasi. Satu satunya yang tak bisa mereka tanyai adalah kepala sekolah, dengan kata lain Electra.
Dalam waktu itu pula peserta lain bisa saja mencuri pencapaian atau menyesatkan petunjuk untuk membuat peserta lain ke arah yang salah. Lalu jika dalam waktu yang tak ditentukan peserta tak hadir, maka peserta itu dianggap gagal.
Tetapi bukan berarti bekerja sama tidak diperbolehkan. Setiap peserta boleh memilih cara apa yang mereka anggap paling cepat dan efisien.
Dalam hal ini, bekerja sama adalah cara yang paling cepat.
__ADS_1
"Begitu rupanya. Aku mengerti apa yang kalian rasakan. Setelah ini, kalian ke mana?"
Kuro menyerah. Jika keduanya sudah memutuskan seperti itu, itu berarti mereka benar benar berusaha. Bagi mereka ini juga merupakan sebuah latihan.
"Kami akan ke perpustakaan sekolah. Aku sepertinya pernah mendengar tempat dengan deskripsi yang ada di surat ini. Tapi aku tak terlalu ingat."
"Aku akan membantu Charl." Tambah Fila.
"Baiklah, tapi jika kalian kesulitan, jangan takut untuk meminta bantuan. Aturan Battle War tidaklah rumit, tapi di situlah yang menarik dari Battle War."
"Kami akan mengingatnya."
Kemudian, Fila dan Charlmilia pergi menuju ke perpustakaan.
"Laila, apa yang ingin kau lakukan?"
Kuro menoleh ke arah Laila yang terlihat sedang berpikir keras.
"Sebelum itu, aku ingin tahu apakah kau sudah mengetahui lokasinya?"
Mengingat siapa Kuro, kemungkinan besar dia sudah tahu.
"Kurang lebih begitu. Saat ini aku tahu ada tiga tempat yang memiliki deskripsi yang mirip seperti itu, tetapi hanya dua yang berada di wilayah kekaisaran. Aku berencana mengeceknya bersama Guila."
"Lagi? Kapan kau akan mengajakku?"
Tatapan Laila penuh dengan kecemburuan. Dia masih terlihat tak senang karena Guila pernah memonopoli Kuro selama hampir satu minggu.
"Ini hanya akan memakan beberapa jam sama. Setelah selesai, aku akan mengajakmu. Lagipula ada banyak hal yang harus kita pikirkan."
Menurut aturan saat sudah mencapai tempat lokasi Battle War, peserta akan ditemui oleh panitia yang mencatat peserta sudah hadir. Lalu saat waktu Battle War dimulai, panitia akan memeriksa peserta yang sudah dicatat sebelumnya ikut berpartisipasi atau tidak.
Dengan kata lain, datang pertama atau terakhir akan sama saja. Selama waktu itu pula peserta akan mencoba menyingkirkan lawan mereka.
Bagi Kuro yang terbiasa dalam pertempuran seperti itu, ini bukanlah masalah besar. Yang paling dia pikirkan saat ini adalah anak anaknya.
"Mari kita pikirkan hal ini di lain tempat."
"Aku setuju."
Keduanya lalu berjalan untuk pulang. Meskipun sekolah masih sibuk seperti biasa, namun ini pengecualian bagi peserta Battle War seperti mereka.
"Tunggu sebentar. Bisakah kita bicara?"
Di saat itulah Franco dan Juuno datang.
✡️♦️♦️♦️✡️
Battle War juga dikenal sebagai pertempuran antara 7 sekolah sihir yang ada di kekaisaran Houou. Itu benar, namun di saat yang sama juga merupakan hiburan terbesar tahunan kekaisaran Houou.
Battle War terbagi menjadi beberapa tahap.
Tahap pertama adalah seleksi. Setiap sekolah wajib mengirimkan tiga pasangan terbaik mereka untuk menjadi perwakilan atau peserta. Cara pemilihan bebas dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi harus adil dan terbuka.
Cara yang digunakan Kuryuu Academy adalah cara yang paling umum digunakan. Tetapi ada pula yang memilih peserta dengan suara terbanyak seperti pemilihan.
Tahap kedua merupakan perlombaan. Disebut seperti itu karena setiap peserta harus menuju tempat yang menjadi lokasi Battle War nanti. Lokasi bisa di mana saja, apakah itu hutan atau perkotaan.
Dalam tahap ini perserta sudah diperbolehkan untuk bersaing. Entah apakah itu menghalangi lawan untuk hadir atau menggunakan cara yang lebih licik seperti tekanan politik.
Hal yang diperbolehkan adalah menggunakan organisasi kriminal dan melibatkan warga yang tak bersalah. Jika ketahuan, sekolah akan mendapatkan pinalti dan peserta otomatis didiskualifikasi.
Lalu tahap ketiga dan terakhir. Tahap ini merupakan puncak utama Battle War.
Puncak Battle War tak selalu harus bertarung. Setiap tahun Battle War akan memiliki jenis pertarungan yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Dengan kata lain, peserta tak akan tahu jenis pertarungan apa yang akan mereka lakukan sampai panitia memberitahu.
Tapi satu hal yang pasti, pemenang akan mendapatkan semuanya. Dan juga sebuah permintaan yang terkabul.
✡️♦️♦️♦️✡️
"Apakah ada yang bisa aku bantu, Senior?"
Kuro tak terlalu senang, tapi dia berusaha tetap menghormati mereka.
"Sebelumnya aku minta maaf jika ini membuatmu tak senang, tapi bolehkah kami melihat petunjuk yang kalian miliki?"
"..."
Kuro terkejut. Ini suatu yang tak dia duga sebelumnya.
Sejak mengetahui pemenang Grub C, Kuro sudah mencaritahu siapa mereka dan kemampuan mereka. Jika melihat itu, seharusnya memecahkan petunjuk bukanlah suatu yang sulit bagi mereka.
"Jangan salah paham, kami bukannya tak bisa memecahkan petunjuk. Tapi memperoleh petunjuk tambahan akan lebih baik. Lagipula kita diperbolehkan bekerj-"
"Senior Juuno, bisakah kau katakan apa maumu?"
Juuno tersenyum tipis. Ekspresinya berbeda dengan yang tadi terlihat polos.
"...Sepertinya reputasimu sesuai untukmu. Kau tampaknya orang yang cukup tajam."
Benar. Itu hanyalah sebuah tes kecil. Tapi kenapa?
__ADS_1
"Kalau begitu langsung saja, bisakah kau memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada sekolah ini?"
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Sekolah iki baik baik saja."
Kuro tahu apa yang mereka inginkan. Bagaimanapun juga setelah mendengar perkataan Electra, tak mungkin mereka tak berpikir seperti itu.
Di saat itulah Franco mendekat.
"Haha.. itu pertanyaan yang lucu. Apa kau lupa kalau kami lebih lama berada di sini daripada kalian? Lalu kami menjadi perwakilan Battle War selama 3 tahun berturut turut. Itu alasan yang cukup membuat kami berdua dekat dengan bu Electra"
"Seperti yang kau dengar sendiri. Jika sekolah tak mengalami hal buruk, maka bu Electra tak akan bertingkah aneh akhir akhir ini. Selain itu aku juga mendengar kabar yang tak sedap seperti 'jika Kuryuu Academy tak bisa menang Battle War, sekolah akan ditutup'. Sebagai murid sekolah ini, aku tak mungkin berdiam diri, apa kau mengerti?"
"...."
Kuro menyipitkan matanya.
Memang kabar penutupan sekolah ada benarnya, tapi menurut Electra, kabar itu hanya beberapa orang yang mengetahui. Bahkan Kuro harus bertanya pada kaisar Sei untuk mengetahuinya.
"Dari ekspresimu kabar itu ternyata benar kah?"
Kuro masih memasang wajah datar, bahkan dia menunjukan reaksi tak berlebihan. Tapi hanya dengan itu Juuno sudah mengetahui apa yang Kuro pikirkan.
"Juuno, ini benar benar gawat. Jika seperti itu, kita harus menang apapun yang terjadi."
"Kita memang tak memiliki pilihan. Selain itu ini adalah kesempatan terakhir kita. Franco, jangan coba untuk main main."
"Iya iya.."
Keduanya menunjukan reaksi yang tak diduga Kuro. Sepertinya mereka sudah siap dengan hal itu.
"Senior bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Laila-, tentu kami akan senang menjawab pertanyaanmu." Jawab Franco.
"Bolehkan aku tahu apa yang kalian rasakan terhadap kami?"
Franco dan Juuno melirik satu sama lain.
"Aku pikir kau ingin bertanya hal yang lebih penting, tapi ternyata ini. Haha.. yah.. aku mengerti kenapa kalian ragu dengan kami. Bagaimanapun juga kami adalah senior kalian."
"Sama seperti di ruang kepala sekolah, jawaban kami tetap sama. Memang banyak yang tak senang dengan pencapaian kalian berdua dan putri Charlmilia. Tetapi kami berdua tidaklah bodoh." Jawab Juuno sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan mereka masing masing. Bagi yang mampu mengembangkan bakat dan kemampuan akan menjadi yang terkuat. Aku melihat itu dari kalian. Tapi cerita akan lain jika kalian tak menggunakan kekuatan kalian demi orang lain."
"Apa kalian sudah puas? Kita mungkin saingan dalam Battle War, tapi situasi ini membuatku berpikir untuk bekerja sama dengan peserta lain. Bagaimana? Demi sekolah ini, aku rasa itu bukan keputusan yang buruk?"
Kuro tak langsung menjawab, namun dia akhirnya mengerti kalau mereka berkata jujur dan tulus ingin menyelamatkan sekolah.
"Aku mengerti. Aku akan bekerja sama dengan kalian. Aku juga akan memberitahu Charl dan Fila mengenai hal ini."
"Terima kasih. Itu sangat membantu."
Setelah keputusan dibuat dan disepakati, Kuro menunjukan petunjuk apa yang ada di pemberitahuan. Begitu pula dengan Juuno dan Franco.
Dengan petunjuk di Franco dan Juuno, akhirnya Kuro bisa memastikan tempat mana yang paling benar.
Kemudian mereka berpisah dengan keduanya.
"Mereka orang yang baik."
"Begitulah. Dengan ini kita bisa memastikan kalau mereka benar benar menyukai sekolah ini. Tetapi ada satu masalah besar yang harus hadapi."
"Ini tentang rumor itu kan?"
Kuro mengangguk.
"Kita tak tahu siapa yang menyebarkan rumor itu, tapi satu hal yang jelas. Battle War tampaknya sudah dimulai lebih awal daripada yang kita perkirakan."
✡️♦️♦️✡️
Sementara itu, di perpustakaan. Charmilia dan Fila sedang mencari buku tentang geografi kekaisaran.
Petunjuk yang mereka terima adalah...
[Taman surga yang mencoba untuk bebas dari duniawi.
Memisahkan diri dengan sayap keajaiban.
Tetapi taman surga itu terikat oleh rantai yang tak terlihat dan mencegahnya untuk meninggalkan duniawi]
"Petunjuk tak dibuat begitu sulit. Kita bisa memecahkannya dengan mudah."
"Benar, Charl. Aku juga pernah merasa mendengar tempat itu."
"Sayangnya meskipun kita tahu, entah mengapa kita tak bisa membayangkan tempatnya."
"Mungkin karena kita belum pernah ke tempat itu sebelumnya. Jika perasaanku benar, tempat pertarungan kali ini sangat spesial."
Keduanya mencari beberapa buku, tapi belum menemukannya. Hingga saat Fila membuka sebuah halaman tentang tempat yang sangat spesial dalam kekaisaran.
"Kita sependapat mengenai hal ini?"
"Aku juga langsung ini tempatnya saat menemukannya."
__ADS_1
Tak diragukan lagi, tempat Battle War tahun ini adalah...
""Pulau melayang Avalon""