
"Setelah mengetahui kalau itu adalah Trident, kepala keluarga Azure berencana menyerahkannya pada pihak kekaisaran. Bagaimanapun juga benda seperti itu sesuatu yang tak bisa kami tangani. Kami semua setuju dengan keputusan itu. Hari itu pihak keluarga Azure memang mengalami kehilangan, tapi jika dibandingkan dengan pencapaian mereka, itu sepadan."
Di kekaisaran, pencapaian adalah hal paling penting selain kekuatan. Meskipun kuat, jika tak memiliki pencapaian, orang di kekaisaran sama saja dengan sampah.
Pencapaian dalam berhasil mendapatkan Cursed Arm pasti akan mendapatkan imbalan besar. Tak hanya itu, posisi keluarga Azure akan naik dan itu berarti kehilangan mereka akan cepat pulih. Tidak, akan lebih besar daripada sebelumnya.
"Tapi entah karena alasan apa, tiba tiba kepala keluarga mengurungkan niatnya dan memilih menggunakan Trident untuk keluarga Azure."
Ekspresi Sebas begitu tak berdaya dan penuh dengan penyesalan.
Riku tak bisa mengalahkan Sebas. Sebagai pelayan keluarga, Sebas tak memiliki kekuatan untuk menghentikan niat kepala keluarga.
"Aku mengerti kalau situasi sekarang terkait dengan Trident, tapi aku masih tak mengerti sejauh apa situasi buruk yang terjadi. Bisakah kau mendelaskan lebih lanjut?"
Riku tahu kalau Cursed Arm merupakan eksistensi pembawa masalah, tapi dia masih tak begitu mengerti sejauh mana masalah yang bisa ditimbulkan.
Sejak kecil dia sering disuruh untuk membaca buku oleh ayah dan ibunya, sayang dia lebih suka menghabiskan waktu dengan Lunaris dan itu membuat pengetahuannya tentang sejarah jauh tertinggal.
Jika dia pulang, mungkin dia sebaiknya membaca buku.
"Tentu.." Jawab Sebas sambil mengangguk.
Dia lalu melanjutkan.
"Berbeda dengan Cursed Arm seri Sins lainnya, Trident bisa dibilang salah satu yang paling kuat dan unik. Apalagi jika digunakan di waktu dan tempat yang tepat. Karena itulah, bisa dibilang Trident yang ditemukan oleh keluarga Azure saat itu adalah sebuah hadiah besar yang tak ternilai. Ini tak aneh kalau pada saat itu kepala keluarga memutuskan untuk tak memberikan Trident pada kekaisaran."
Riku tak cukup bodoh untuk tak mengerti yang Sebas maksud.
"Kecocokan elemen kah?"
Sama seperti Arm dan Beast normal, Cursed Arm juga memiliki elemen yang sesuai dengan kekuatan mereka. Skullia Crystal yang muncul 15 tahun yang lalu berelemen api.
Trident berlawanan dengan Skullia Crystal, elemen Trident adalah air yang cocok dengan elemen sihir keluarga Azure.
"Lalu apa kalian akan menggunakan Trident secara langsung? Tidak mungkin kan?"
"Tentu saja tidak. Kami tak sebodoh itu. Trident dikenal sebagai Cursed Arm bukan hanya karena memiliki kekuatan untuk meningkatkan sihir penggunanya saja." Sebas mendesah kecil. "Ada legenda yang menyebutkan kalau Trident adalah Cursed Arm yang tak tertandingi di lautan, itu bukanlah legenda kosong, tapi kenyataan. Tapi legenda itu juga menyebutkan hal lain tentang kekuatan Trident. Salah satunya adalah meningkatkan kapasitas kolam mana seorang penyihir."
"!?"
Mendengar itu Riku langsung serius dan di saat yang sama tak percaya.
Tapi jika itu benar, itu menjelaskan kenapa keluarga Azure bisa pulih dengan cepat dan menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.
"Anggota yang kami pilih berlatih di sebuah ruangan dengan formasi sihir khusus. Dengan cara itu anggota keluarga kami meningkatkan kekuatan dengan cepat seperti yang sekarang ini. Selain itu, tak ada efek samping dari latihan ini. Kau bisa membayangkan jika keluarga kami terus mengandalkan hal ini untuk meningkatkan kekuatan keluarga kami."
Dia bisa, tapi tak ingin membayangkannya.
Di dunia ini hal sulit bagi penyihir bukanlah menciptakan sihir baru. Bahkan sihir baru selalu muncul setiap tahun. Hal sulit itu adalah meningkatkan kolam mana milik penyihir.
Kolam mana menentukan seberapa banyak energi sihir yang dimiliki oleh penyihir. Semakin besar kolam mana, semakin banyak dan kuat sihir yang bisa mereka gunakan. Dan tentu saja potensi yang dimiliki akan lebih besar daripada penyihir dengan kolam mana yang lebih kecil.
Meskipun sulit, meningkatkan kapasitas kolam mana bukanlah suatu yang mustahil dilakukan. Tapi cara itu dikenal sebagai cara ekstrim dan menghabiskan waktu yang tak sedikit.
Jika Trident bisa meningkatkan kapasitas kolam mana dalam waktu singkat tanpa menimbulkan efek samping, itu akan membuat pemilik Trident tak hanya tak tertandingi di lautan, tapi juga akan sanggup membangun kekuatan besar yang tak tertandingi.
Jangankan menjadi keluarga nomor satu di kekaisaran, jika terus berlanjut, keluarga Azure mungkin bisa saja menguasai kekaisaran.
"Kami begitu senang dengan hasil yang didapat. Kami mengerti kenapa kepala keluarga saat itu memilih menyimpan Trident daripada menyerahkan ke kekaisaran. Kami benar benar diberkahi oleh surga."
Sebas begitu emosional dan menunjukkan kebahagiaan yang begitu murni. Tapi dengan cepat ekspresi itu berubah menjadi kesedihan mendalam.
"Sayangnya, kami terlalu naif. Trident disebut sebagai salah satu Cursed Arm bukan tanpa alasan. Memang tak ada efek samping bagi penyihir yang berlatih menggunakan Trident, tapi Trident membuat hati yang berlatih jatuh ke dalam kegelapan. Mereka tak bisa berhenti berlatih dan terus ingin meningkatkan kekuatan mereka. Hal ini juga berlaku pada putra putri keluarga Azure yang paling banyak menerima kekuatan dari Trident. Keinginan itu akhirnya memicu keinginan lainnya dan akhirnya membuat keluarga Azure terpecah belah."
Riku tak menyembunyikan keterkejutannya. Ini baru pertama kalinya dia mendengar tentang konflik di dalam keluarga Azure.
Konflik dari salah satu keluarga besar di kekaisaran pasti akan mengundang perhatian, tapi tak ada kabar apapun membuat Riku sadar kalau ada pihak yang ingin hal itu tersembunyi.
Pertanyaanya, siapa?
"Keluarga Azure saat ini masih sanggup menjalankan tugas di kekaisaran tanpa ada masalah, tapi di balik semua itu, saat ini keluarga Azure terpecah belah. Pihak yang ingin tetap melanjutkan latihan, pihak yang ingin menghentikan latihan karena sadar bahaya akibat Trident dan pihak yang ingin mengendalikan kekuatan Trident. Jika situasi ini terus berlanjut, tak butuh waktu lama hingga akhirnya keluarga Azure akan hancur."
Riku tak begitu peduli apakah keluarga Azure hancur atau tidak. Di kekaisaran keluarga seperti Azure tidaklah sedikit.
Satu hal yang membuat Riku tertarik.
"Mengendalikan Trident? Mengendalikan Cursed Arm? Apa orang orang itu bodoh?"
Sebas tak menjawab dan hanya membuat senyuman pahit.
"Mengendalikan Cursed Arm memang terdengar bodoh, tapi hal itu tak terjadi karena tanpa alasan. Trident yang membawa masalah akhirnya diputuskan untuk disegel selamanya. Hal yang terjadi juga membuat kepala keluarga Azure sadar kalau dia telah membuat keputusan bodoh. Dia sadar tak akan bisa menghindari hukuman dari kekaisaran, tapi lebih baik daripada melihat anak anaknya saling membunuh."
Sebagai seorang yang memiliki banyak saudara, Riku cukup sering membuat konflik dengan mereka. Tapi itu hanya sebatas perkelahian antara saudara. Dia tak pernah bisa membayangkan hal apa yang membuat seseorang membunuh saudara mereka sendiri.
"Tapi malang, seolah tuhan tak ingin dia selamat, hal yang paling tak diinginkan terjadi. Trident memilih tuan muda Adam sebagai wadahnya."
"!?"
Riku tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ini hal yang paling tak dia duga.
Awalnya dia berpikir hal yang paling buruk adalah keluarga Azure ingin membawa benda pembawa masalah ke kota Panese secara diam diam, tapi dia tak menyangka kalau benda itu berada di sesuatu yang lain.
"Katakan kalau itu hanya candaan!!"
Riku benar benar serius. Dia juga marah karena tak menyangka anak kecil seperti Adam akan bernasib buruk karena terlibat dengan Cursed Arm.
"Aku lebih memilih hal itu menjadi sebuah candaan, tapi itu kenyataan. Berkat Trident memilih tuan muda Adam, kini seluruh saudaranya berniat membunuhnya. Kepala keluarga yang tak tahu harus berbuat apa akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan pada orang yang dia percayai, dan karena itulah kami kota Panese secara diam diam. "
Riku akhirnya bisa melihat titik yang mulai tersambung satu sama lain.
Keluarga Azure yang seharusnya berada di wilayah lautan kekaisaran pergi ke wilayah daratan yang jauh dari tempat mereka berasal. Hanya anak kecil dengan pengawalan dua orang pelayan.
__ADS_1
Jika dipikirkan, itu suatu yang aneh dan tak wajar.
Kepala Riku langsung pusing saat sadar terlibat dengan masalah besar. Dia mendesah dalam dan mencoba untuk tenang. Setidaknya situasi saat ini masih terkendali.
"Baiklah. Aku mengerti. Yang penting sekarang, di mana Adam?"
Masalah mengenai Trident bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting adalah keselamatan Adam.
"Setelah serangan wyvern, aku mengirim dia ke kota Panese dengan sihir teleportasi instan bersama Ana. Kau bisa tenang. Ana seorang maid yang kuat dan bisa dipercaya."
Mata Riku berkedut. Dia ingin sekali memukul Sebas setelah mendengar itu.
Mereka dalam misi pengawalan orang yang menjadi benih bencana suatu hari nanti (mungkin) dan Sebas membiarkan orang itu pergi? Apakah otakmu waras?
Tapi sekarang sudah jelas. Sihir teleportasi instan yang Riku temukan bukanlah milik musuh. Lalu mengingat setiap kota ada penghalang yang mencegah sihir teleportasi, teleportasi instan yang mereka gunakan sudah dibuat khusus.
Sepertinya semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.
Di saat itulah kapal udara kembali bergetar karena serangan dari naga angin.
Kapten panik dan hampir jatuh karena guncangan hebat. Dan tak hanya itu saja yang membuat dia panik.
"Gawat. Energi pelindung tiba tiba berkurang dengan cepat. Jika naga itu menyerang lagi, kita hanya akan bisa menahan dua serangan lagi."
Sebas dan Riku masih tenang. Meskipun perisai kapal hancur, mereka berdua memiliki kekuatan untuk mengalahkan naga itu tanpa harus melukainya.
Yang menjadi masalah sekarang adalah menyelesaikan masalah tentang penyusup itu.
(Lunaris, aku percaya padamu.)
Riku lalu beranjak dari tempatnya pergi.
"Mau kemana kau?"
"Hanya berbicara."
Sayap api berbentuk sayap naga muncul di punggung Riku dan membawanya terbang ke luar dari pelindung kapal.
"..."
Melihat sayap muncul di punggung Riku membuat Sebas terkejut. Penyihir elemen api, petir, dan angin bisa dikatakan sebagai penyihir yang bisa menggunakan sihir terbang dengan mudah selama energi sihir mereka cukup dan mempelajari sihir terbang.
Tapi saat melihat Riku terbang. Sebas sama sekali tak merasakan energi sihir yang kuat. Dia merasa sayap Riku seolah suatu yang menjadi bagian dirinya yang bisa dia gunakan sesuka hati.
Sebas sadar, dia bertemu dengan orang yang mengejutkan.
Sementara itu, Helen dan lainnya tak sanggup melihat saat Lunaris terkena serangan musuh. Mereka sadar kalau musuh mereka lebih kuat daripada yang mereka pikirkan.
Jika Lunaris saja tak sanggup menang, bagaimana mereka bisa?
"Hm.... Itu mengejutkan... "
Tapi seolah kekhawatiran Helen dan lainnya tak begitu penting, Lunaris bangkit kembali dengan wajah datar. Dia merasa apa yang terjadi barusan bukanlah suatu yang berbahaya.
"!?"
Tak hanya mereka, musuh juga terkejut.
Sebagai pembunuh, menggunakan Arm dan Beast adalah sebuah jalan terakhir karena akan langsung menunjukkan jati dirinya. Itu sama saja dengan bunuh diri.
Untuk mencegah hal itu, para pembunuh biasanya menggunakan senjata yang dibuat dengan kekuatan setara dengan Arm atau lebih.
Tubuh penyihir sendiri memiliki pelindung sihir yang membuat mereka tak mudah terluka oleh senjata biasa. Tapi menerima serangan tanpa luka dari senjata khusus, dibuat dari apa kulit Lunaris?
"Aku malas bermain main lagi."
Lunaris dengan santainya membuang pedang Riku ke lantai. Tangan kanan Lunaris mengeluarkan aura hitam dan perlahan membentuk cakar dan sisik seperti milik naga.
"Akhirnya dia mulai serius."
Helen tak begitu terkejut dengan perubahan yang terjadi pada Lunaris.
Sebagai salah satu murid paling terkenal di Flame Academy, kekuatan Lunaris cukup terkenal.
Dragon Transformation itulah kekuatan milik Lunaris.
Rumor mengatakan kalau dengan kekuatan itu Lunaris sanggup berubah menjadi naga. Tapi sejauh ini tak ada yang bisa memastikan kebenaran rumor itu karena Lunaris jarang sekali menggunakan kekuatannya.
Merasa dalam bahaya, tekanan sihir musuh mulai meningkat. Dia juga menciptakan pelindung di sekelilingnya.
"Dragon Slicer!!"
Lunaris melesat dan kembali muncul di belakang musuh. Gerakannya begitu cepat sehingga tak ada yang tahu apa yang terjadi.
Tak berapa lama kemudian, pelindung musuh tiba tiba lenyap. Bersamaan dengan itu, tubuh musuh terbelah menjadi potongan daging.
Helen dan lainnya merasa mual dan ingin muntah melihat apa yang baru saja mereka lihat. Membunuh bukanlah suatu yang aneh di kehidupan para penyihir, tapi ini pertama kalinya Helen dan lainnya melihat pembunuhan secara langsung dan begitu kejam.
"Dia lebih lemah daripada yang aku duga."
Tak seperti mereka, Lunaris terlihat begitu biasa. Dia bahkan mendekati mayat musuh dan mencari sesuatu di tengah gumpalan daging sisa musuh.
"A-apa yang kau cari?"
Helen mendekat. Meskipun mual tak tertahankan, dia menahan diri karena merasa apa yang dilakukan Lunaris sama sekali tak biasa.
"Sebuah petunjuk. Mungkin kalian tak tahu, meskipun terlihat lemah, tapi orang ini bisa membunuh seorang penyihir peringkat A dengan mudah."
Helen bergidik. Jika apa yang dikatakan Lunaris benar, maka jika Helen dan lainnya yang melawan orang itu, mereka sama saja bunuh diri. Helen sadar kalau telah berhutang nyawa pada Lunaris.
"Orang yang melakukan misi pembunuhan seperti ini pasti bukanlah orang biasa. Dia tahu kalau Adam dikawal oleh seorang Master, tapi tetap melakukannya. Jika dia tak bodoh, berarti ada kemungkinan lain, yaitu mereka memiliki keyakinan untuk berhasil."
__ADS_1
Seperti menemukan apa yang dia cari, Lunaris mengambil sesuatu dari mayat. Itu adalah sebuah medali bergambar tengkorak dari tembaga.
Lunaris tersenyum lalu melempar medali itu ke Helen.
Helen kaget dan merasa jijik karena medali itu penuh dengan darah dan daging. Tapi saat memperhatikan kembali medali itu, dia langsung pucat pasi.
"Apa itu...?"
Guy mendekat dan ikut melihat medali di tangan Helen.
"Ini adalah simbol anggota Hades Hall."
"Hades Hall? Apa kau tak salah?"
Helen menggelengkan kepalanya.
Guy langsung pucat pasi dan kehilangan semangat yang selalu terlihat padanya.
Hades Hall dikenal sebagai organisasi pembunuh terbesar dan paling ditakuti di Orladist. Anggota mereka terdiri dari penyihir dengan kekuatan besar yang kejam dan rela melakukan apapun untuk melaksanakan misi mereka.
Tak banyak informasi tentang Hades Hall kecuali mereka terbagi menjadi tiga kelas. Yang paling rendah dan terlemah adalah Copper, kedua Silver, tertinggi dan terkuat adalah Gold.
Medali di tangan Helen adalah simbol anggota mereka. Dari bahan dan warna, bisa diketahui kalau musuh mereka hanyalah anggota paling lemah dari Hades Hall. Anggota paling lemah saja sanggup membunuh penyihir peringkat A. Apa jadinya jika mereka melawan anggota Silver atau Gold?
"Kalian tak usah begitu cemas dengan apa yang belum terjadi. Yang paling penting sekarang adalah memastikan kalau misi kita berjalan dengan baik."
Perkataan Lunaris menyadarkan mereka. Memang latar belakang musuh cukup menakutkan, tapi karena memastikan identitas musuh, maka ini bukanlah suatu yang perlu dicemaskan oleh murid sekolah penyihir seperti mereka.
"Ahaha.. Nona Lunaris benar. Karena musuh sudah dihabisi, maka kita tak perlu cemas lagi dengan keberadaan musuh."
Guy kembali ceria seolah semua yang takutkan tadi sama sekali tak pernah ada.
Banyak yang berpikir kalau Guy bodoh. Hades Hall terkenal bukan karena mereka memiliki anggota kuat saja, tapi karena sekali menjadi target Hades Hall, maka nyawa target akan dihabisi. Hari ini mereka melawan anggota tingkat Copper, tapi besok mungkin mereka akan melawan Silver atau Gold.
Satu satunya cara untuk bisa bebas dari Hades Hall adalah segera melaksanakan misi. Tapi saat tahu anak kecil seperti Adam menjadi target Hades Hall membuat Helen sakit. Dia ingin melakukan sesuatu, tapi melindungi diri saja sulit, apalagi melindungi orang lain.
Andai saja dia memiliki kekuatan lebih.
Dia melirik ke arah Lunaris. Pasti menyenangkan memiliki kekuatan besar. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau.
Sementara itu, Riku berhadapan dengan naga angin yang mengamuk. Dia berhasil menjauhkan naga angin itu dari kapal udara, tapi dia sama sekali tidak senang.
"Kenapa kau melakukan semua ini?"
Riku tak berbicara sendiri, tapi dia berkomunikasi dengan naga angin.
Kemampuan berkomunikasi dengan naga adalah salah satu kemampuan unik Dragonoid yang dia miliki. Selain itu dia juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan naga sejauh 50 kilometer lebih. Inilah alasan kenapa dia tahu kalau ada naga angin yang mencegat kapal udara mereka.
Tapi itu hanyalah kemampuan kecil dari sosok yang dikenal sebagai satu satunya Dragonoid di Orladist.
Sebagai seorang yang mendapatkan berkah dari salah satu dewa naga tertinggi, dia memiliki posisi setara dengan Dragon King di mata para naga biasa. Dengan kata lain, naga selain Dragon King akan patuh dan hormat padanya.
Tanpa memberikan perintah, naga biasa akan merasa takut dan tunduk pada Riku, tapi naga angin yang berhadapan dengannya saat ini sama sekali tak memberikan rasa hormat atau takut.
Riku sama sekali tidak senang dengan situasi ini. Bukan karena dia merasa tak dihormati, tapi dia sadar kalau naga itu sedang tak dalam kondisi normal.
Ada beberapa alasan kenapa situasi ini terjadi. Yang pertama karena naga itu kemungkinan dimiliki seseorang yang menjalankan perintah pemiliknya. Naga seperti ini biasanya masih bisa diajak berkomunikasi.
Tetapi naga itu sama sekali tak bisa diajak berkomunikasi dan terus mengamuk.
"Khhh!!"
Riku menggerakkan giginya. Dia sadar saat ini naga itu berada dalam situasi yang paling dia benci.
Naga itu dicuci otak dan dikendalikan secara paksa hingga tak memiliki kehendak sekecilpun.
Dia tak memiliki pilihan selain mengalahkannya dengan kekuatan absolut.
"Level 2!!"
Energi sihir berkumpul dari segala penjuru menuju ke arah Riku. Ini adalah salah satu kemampuan naga, tapi sebagai Dragonoid, Riku juga bisa menggunakan teknik itu, bahkan puluhan kali lebih baik dan lebih cepat daripada naga biasa.
Energi sihir itu membentuk cakar di bagian tangan dan kaki, ekor panjang dan tanduk yang seperti dimiliki oleh naga. Pupil Riku juga berubah menjadi mata naga. Jika dilihat dari jauh, sosok Riku saat ini seperti seorang yang berada di tengah aura naga.
Dengan kekuatan barunya, saat ini dia bisa berhadapan dengan seorang Master tanpa kesulitan. Naga angin itu hanya memiliki kekuatan setara dengan penyihir peringkat S, paling besar setara dengan penyihir peringkat SS.
Dengan beberapa hantaman dan pukulan, Riku dengan cepat mengalahkan naga angin itu dan menghempaskannya ke hutan dengan keras.
Naga itu meraung kesakitan. Mencoba untuk bergerak, tapi Riku tak membiarkan itu dan menindihnya dengan keras hingga akhirnya tak sadarkan diri.
Riku mendesah berat karena tahap paling merepotkan akhirnya selesai tanpa masalah. Meskipun dia memukul dengan keras, dia mengontrol kekuatannya hingga tak begitu melukai naga angin itu.
(Sekarang, mari kita lihat...)
Riku mendekati kepala naga dan menyentuhnya. Dia menghubungkan pikirannya dengan naga itu untuk mengetahui apa yang terjadi sehingga naga itu seperti ini.
Riku dibuat terkejut saat dia hanya bisa melihat beberapa ingatan yang tak jelas dan buram. Seolah ingatan naga itu dihapus secara paksa.
Satu hal yang paling jelas saat Riku melihat, naga itu didatangi oleh beberapa orang. Dan setelah itu, ingatannya menjadi hitam kelam.
Setelah tahu tak ada lagi informasi yang bisa dia dapatkan dari naga itu, dia menarik kembali kesadarannya. Apapun yang dia lakukan saat ini tak ada gunanya karena minimnya petunjuk.
Hanya saja dia tak bisa menyembunyikan rasa amarahnya pada sosok yang melakukan semua ini pada naga.
Naga memang dikenal sebagai monster, tapi mereka lebih dari itu. Mereka bisa dibilang salah satu ras paling kuat dan cerdas melebihi manusia. Bahkan, jika mereka memiliki wujud humanoid, mungkin manusia tak akan bisa menguasai dunia seperti sekarang ini.
Sebagai Dragonoid, Riku tahu kalau keberadaan naga memiliki peran yang sangat penting pada dunia. Dia juga mengerti alasan sebenarnya kenapa di kekaisaran keberadaan naga adalah suatu yang tak boleh diusik apapun yang terjadi.
Orang yang melakukan semua ini akan membawa bencana pada manusia jika terus dibiarkan.
Riku lalu berniat pergi menuju Lunaris dan lainnya. Karena mereka dekat dengan kota Panese, dia akan menyerahkan naga itu pada Knight di sana.
__ADS_1
Tapi belum sempat terbang, dia merasakan energi sihir berkumpul pada tubuh naga itu. Kemudian, naga itu meledak dengan hanya menyisakan kawah 30 meter lebih.