Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
21. True Power


__ADS_3

"Tch... bagaimana bisa kau-"


"Selamat? Itu sangat mudah. Aku cuma melompat di antara jebakanmu dan sihir milikmu. Mungkin jika bukan aku, orang lain sudah mati tahu. Jangan menggunakan sihir berbahaya!"


Kuro menjawab dengan nada santai sambil duduk di dahan pohon. Di tangannya ada sebuah kayu sebesar lengan sepanjang satu meter yang tadi digunakan untuk menyerangnya. Dia memutarnya seperti sebuah pensil dan menggunakannya sebagai mainan.


(Yang benar saja. Dia bisa melakukan hal itu dalam sekejap, tidak. Ini sudah di prediksikan oleh Knox. Itulah alasan kenapa aku dipilih untuk menguji kecepatan Kuro dengan menggunakan sacred magic art.)


Ash tersenyum.


"Menarik. Kau benar benar cepat, Kuro. Hal ini membuatku tak akan meremehkanmu meskipun kau bukan penyihir."


Semuanya masih berjalan sesuai rencana Knox, jadi Ash tak terlalu kawatir saat Kuro berhasil selamat, yang menjadi masalah adalah....


(Perlawanan apa yang dilakukan Kuro. Dia bukan penyihir, jadi semua serangannya pasti bukanlah sihir. Terus terang dia curang dalam latihan ini.)


Hal ini karena Kuro tak bisa menggunakan sihir, namun mempunyai kemampuan seperti seorang penyihir, dengan kata lain kecepatan yang ditunjukkan barusan juga bukan sihir.


Apa yang terjadi jika kecepatan seperti tadi digunakan untuk berlari di latihan ini? 100 km bagaikan 100 meter bukanlah kebohongan bagi Kuro. Itu adalah fakta.


(Ini benar benar buruk..)


Ash merasakan bahwa kemampuan Kuro masih banyak yang belum dia tunjukkan. Hal itu membuat Ash merasakan firasat buruk.


"Oh ... jadi kalian sudah tahu tentangku rupanya. Ya sudahlah, itu tidak penting. Yang terpenting saat ini aku harus pergi dulu. Sampai jumpa lagi.. "


"?!"


Kuro dengan cepat berdiri dan sosoknya langsung tak terlihat lagi. Dia benar benar cepat, tapi-


Ash memejamkan matanya dan berkonsentrasi. Dia menajamkan pendengarannya untuk menemukan Kuro.


"......?!"


(Di sana kau rupanya.)


Ash menemukan Kuro 500 meter di depannya. Kuro melompat dari pohon ke pohon dengan kecepatan tinggi sambil membawa kayu di tangan kirinya.


Daripada manusia, saat ini Kuro terlihat bagai kera.


"Kau memang cepat, tapi bukan hanya kau yang bisa berlari dengan cepat, Brengsek!!"


Ash lalu mengaktifkan magic art Leap.


Kedua kakinya bercahaya biru hingga ke lutut dan muncul percikan percikan listrik kecil.


Magic art Leap adalah sihir yang hampir sama dengan Burning Dash milik Laila. Sihir ini memungkinkan untuk bergerak dan melompat dengan kecepatan tinggi, namun tidak semua penyihir bisa melakukan sihir ini.


Dia lalu melompat di tanah dan mengejar Kuro. Di kedua tangannya dua pistol siap menyerang Kuro.


Pistol Ash adalah pistol yang mampu menembakan 150 peluru sihir per 10 detik. Dua pistol berarti 300 tembakan. Inilah senjata Ash yang diberi nama Spiria.


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk menyusul Kuro. Ash menengok ke arah atas dan melihat Kuro melompat dari pohon ke pohon lain tepat di atasnya.


"...hm?"


Kuro yang menyadari Ash akan menyerangnya hanya tersenyum.


Lalu puluhan hingga ratusan tembakan terdengar di hutan. Semua tembakan itu menyerang Kuro dengan kecepatan yang tak bisa dilihat mata, tapi-


"?!"


Ash terkejut saat Kuro menghindari semua tembakannya dengan mudah. Kuro melompat dan bergerak 3 dimensi dengan menggunakan pohon dan ranting.


Peluru Ash hanya mengenai pohon dan membuat lubang. Daun daun juga berguguran.


Lalu tak berapa lama kemudian Ash melihat cahaya terang tak jauh di depannya.


(Sial.)


Ash menggertakkan giginya sambil terus menembak Kuro, tapi dari ratusan peluru yang dia tembakan tak ada satupun yang mengenai Kuro.


(Dia terlalu cepat.)


Ini sangat mustahil jika orang normal yang melakukannya, tapi Kuro dapat melakukannya dengan mudah.


Cahaya di depan mereka adalah tanda bahwa mereka akan melewati hutan yang hanya seluas sekitar 5 km. Setelah melewati hutan mereka akan kembali berlari di padang rumput.


Dalam sekejap dua bayangan manusia melompat dari hutan dengan kecepatan tinggi. Kuro melompat di atas, Ash berlari di rerumputan.


(Ini kesempatanku!)


Ash tak menyia nyiakan kesempatan. Dia mengincar Kuro yang masih di udara dan tanpa ragu menekan kedua pelatuk pistolnya.


(Kali ini pasti kena. Berbeda dengan di hutan, dia tak bisa menggunakan apapun sebagai perisai. Tunggu dulu.-)


Dugaan Ash benar. Kuro menggunakan potongan kayu sebagai perisai dengan memutarnya di udara.


Ash bahkan melihat Kuro sedang tersenyum senang.


"Tch!"


Ash terus menembak. Memang Kuro bisa menggunakan kayu sebagai perisai, tapi sampai kapan kayu itu bisa bertahan?


Kraaak... Kraaakk......kraak..


Kayu Kuro akhirnya mulai retak dan mulai terpotong menjadi beberapa bagian. Di saat yang sama Kuro mendarat di tanah rerumputan.


Ash menyadari Kuro sudah tak memiliki perisai tanpa ragu mengincar tepat saat Kuro mendarat. Dia bahkan sudah bersiap untuk menggunakan sacred magic art untuk mengakhiri pertarungan ini.


"...?"


Tapi sebelum dia sempat menggunakan sihirnya, Kuro dengan cepat menendang potongan kayu yang belum sempat terjatuh ke tanah. Potongan kayu itu melesat tepat menuju ke arah Ash.


Secara reflek Ash menghindar dengan bergerak memiringkan tubuhnya. Dia masih mengaktifkan magic art Leap jadi ini hal yang mudah baginya.


Namun serangan Kuro masih belum berakhir. Dia menendang potongan kayu lainnya dan akhirnya salah satu mengenai perut Ash.


"Guhhh!"


Ash mengerang kesakitan. Magic art Leap Ash langsung tak aktif dan serangan Kuro ternyata tak hanya sebatas itu.

__ADS_1


Kuro dengan cepat menyerang Ash yang masih dalam kesakitan. Dia memukul perut Ash yang sebelumnya terkena potongan kayu sehingga rasa sakit Ash menjadi 2 kali lipat, tidak, lebih dari itu. Bahkan 10 kaki lipat karena Kuro memukul Ash berkali kali.


"GUAAHHHHH!!!"


Ash merasakan sakit yang luar biasa untuk pertama kali dalam hidupnya. Pandangannya memutih dan untuk sesaat dia kehilangan kesadarannya.


Tapi serangan Kuro masih berlanjut.


Dia berputar dan langsung menendang Ash di dadanya.


"Guuuu...... ah..!!"


Ash dapat mendengar suara tulang patah yang berasal dari tubuhnya. Dia juga merasakan angin yang berhembus kencang karena tubuhnya terbang ke arah belakang.


"Ughh!!"


Tubuh Ash akhirnya terhenti oleh pohon besar dan dia kehilangan kesadarannya. Dia belum mati. Dia hanya pingsan.


Spiria di kedua tangannya berubah menjadi partikel kecil dan akhirnya menghilang.


Sementara itu, Kuro yang melihat Ash pingsan hanya menaruh tangannya di belakang kepalanya.


"Apa aku terlalu berlebihan?"


Dia sama sekali tak merasa bersalah karena mematahkan tulang dan membuat Ash pingsan. Dia merasa wajar karena ini adalah pertarungan.


Ada yang kalah ada yang menang. Hanya itu.


Setelah itu, Kuro berniat melanjutkan larinya. Tapi saat dia menoleh ke arah depan dan membelakangi Ash,-


"Sacred magic art [Beast Claw]."


Kazt tiba tiba di belakang Kuro. Dia juga sudah bersiap menyerang Kuro dengan sacred magic art sambil menggunakan magic art Leap dari atas.


Sacred magic art Kazt adalah serangan jarak dekat yang menggunakan dua cakar sebagai senjata utama. Cakar yang awalnya sepanjang 30 cm kini berubah menjadi 1,5 meter dan bercahaya putih.


Sayangnya, Kazt hanya bisa menggunakan satu cakar pada saat menggunakan Sacred Magic Art.


Serangan Kazt yang tiba tiba tak membuat Kuro panik. Dia justru hanya tersenyum.


"Heh.. akhirnya kau muncul juga!"


"?!"


Ya. Kuro sejak awal sudah mengetahui kalau Kazt sudah bersembunyi dan bersiap menyerangnya dengan sacred magic art.


Kuro bergerak ke samping dan dalam sekejap menendang cakar Kazt dari samping saat masih di udara.


"Apa?!"


Cakar Kazt meleset dari target dan langsung menuju ke tanah.


Tanah rerumputan langsung terpotong hingga sepanjang 10 meter karena terkena serangan Kazt. Apa yang terjadi jika Kuro terkena serangan semacam itu?


Seragam sekolah Kuryuu Academy dibuat khusus untuk menahan serangan sihir. Tapi serangan sihir akan diubah menjadi serangan psikis. Dengan kata lain tubuh tak akan mengalami luka, tapi mereka merasakan sakit yang sama jika terkena serangan.


Namun hanya 90% saja yang diubah menjadi serangan psikis. Sisanya masih berupa serangan fisik yang mampu menggores kulit dan menghancurkan seragam sekolah.


Sekali lagi hal ini menguntungkan Kuro yang hanya mempunyai serangan bukan sihir. Tak heran jika tulang Ash langsung patah di beberapa bagian, namun Kuro juga akan mengalami rasa sakit jika terkena serangan sacred magic art.


Yang membedakan hanyalah jenis luka yang dirasakan. Kuro hanya akan mengalami luka psikis, namun teman temannya yang terkena serangannya akan mengalami luka fisik (dalam waktu yang lama).


Untung saja sihir penyembuh berguna disaat seperti itu.


Kembali ke topik.


Kuro berhasil menghindari serangan Kazt dan membuat serangan Kazt mengenai tanah rerumputan. Setelah itu, sekali lagi Kuro menendang, tapi kali ini dia menyerang tubuh Kazt yang mengalami hilang keseimbangan dengan menendang tubuhnya ke atas di bagian perut.


"Guhh!"


Tubuh Kazt terbang ke atas karena tendangan Kuro yang mempunyai tenaga luar biasa. Lalu di ketinggian 7 meter tubuh Kazt melambat dan mulai jatuh karena gaya gravitasi.


Kazt tak terlalu merasakan sakit, namun dia tak sadar untuk sesaat.


Cakarnya saat ini kembali seperti semula sebagai tanda sacred magic art sudah tak aktif. Lalu di saat jatuh, dia melihat ke tanah rerumputan dan tak menemukan siapapun.


Dia juga tak melihat Kuro kabur setelah menyerangnya.


"?!"


Namun dia melihat dua bayangan hitam di rerumputan. Yang satu pasti adalah miliknya, berarti yang satu adalah milik Kuro.


(Jangan bilang kalau-)


Dia melirik ke atas dan melihat Kuro sudah bersiap menendangnya sekali lagi dengan tendangan berputar tepat mengenai punggung Kazt.


"Ugh!"


Rasa sakit yang luar biasa terasa saat Kuro menendangnya, tapi itu tak sebanding saat tubuhnya membentur tanah dengan kecepatan tinggi.


Booom!!


Tanah berserakan hingga ke segala arah dan debu berterbangan.


"Gu- Gaaaaahh"


Dia sekarang merasakan sakit berkali kali lipat karena Kuro tak hanya menendangnya hingga membentur tanah dengan kecepatan tinggi, tapi Kuro juga mendendangnya lagi saat tubuhnya membentur tanah. Kazt kehilangan kesadaran dan akhirnya tak berdaya lagi. Seperti Ash, dia hanya pingsan untuk waktu yang lama. Senjatanya juga menjadi partikel kecil dan menghilang.


Jika manusia biasa, tentu mereka mungkin akan mati, tetapi penyihir hanya akan tak sadarkan diri. Inilah perbedaan penyihir dan orang biasa.


Kuro bangkit dan berdiri setelah memberikan serangan terakhir kepada Kazt.


"Apa hanya ini kekuatan mereka? Monster di hutan Rukia lebih baik. Haaaa... syukurlah aku menahan diriku."


Kuro tak senang karena lawannya begitu lemah. Mereka berdua hanya mengandalkan sihir mereka dan tak memberikan perlawanan berarti kepada Kuro.


"Kurasa aku akan menemukan lawan menarik di depan sana!"


Kuro tersenyum lalu berlari dengan kecepatan yang sama saat kejar-kejaran dengan Ash.


Setelah beberapa menit, dia mungkin sudah berlari sekitar 8 km. Dia tahu karena dia melihat hutan bambu yang berada 8 km dari hutan sebelumnya.

__ADS_1


Berbeda dengan hutan sebelumnya, hutan bambu yang akan Kuro masuki ini adalah hutan yang memanjang sepanjang pinggir danau. Panjang 10 km dan lebar 1-2 km.


Sementara itu Knox, Ken dan Suburo mengawasi Kuro dari tempat yang sangat jauh. 21 km dari tempat Kuro saat dia mengalahkan Ash dan Kazt. Saft tak ada di sekitar mereka.


Seperti sebelumnya mereka bertiga menggunakan teropong yang terbuat dari es dan tanah, namun kali ini lebih besar.


Mereka saat ini berada di tanah luas yang semuanya kering. Tanah di tempat mereka saat ini hanyalah tanah bebatuan, jadi hal ini sangatlah wajar.


"Heiii.. Knox, bukankah ini mustahil?"


"Apanya?"


Suburo tak percaya karena melihat Ash dan Kazt di kalahkan Kuro dengan sangat mudah.


Namun tampaknya Knox hanya terdiam dan tak merasa terkejut sama sekali seolah olah sudah tahu hal itu akan terjadi.


"Tentu saja mereka berdua dikalahkan Kuro dengan sangat mudah."


"Ohh... kau tak usah terkejut. Aku tahu hal ini akan terjadi. Yang membuatku terkejut adalah dia sangat tahu kelemahan senjata sihir mereka. Padahal ini baru pertama kali mereka bertarung."


"Ya mungkin karena dia lebih berpengalaman daripada kita." ucap Ken menyambung pembicaraan Knox dan Suburo.


Knox mengangguk sementara itu Suburo hanya terbengong karena tak mengerti.


"Kuro berasal dari klan Blad, jadi mungkin dia adalah orang paling berpengalaman dalam pertarungan nyata daripada kita semua. Mengetahui kelemahan senjata sihir kita bukanlah hal yang sulit."


"Hei.. heii klan Blad? Kalian tak bercanda kan?"


Suburo menunjukkan wajah pucat dan tak percaya. Hal itu wajar mengingat klan Blad adalah klan yang hidup di tengah hutan Rukia yang dikenal paling berbahaya di kekaisaran Houou. Monster kelas tinggi dan berbagai macam roh berbahaya serta iblis sangatlah banyak di hutan Rukia.


Hanya penyihir peringkat tinggi dan orang kuat saja yang mampu keluar dari hutan Rukia dengan selamat. Klan Blad adalah satu satunya klan yang mampu hidup dan bertahan dari para monster tersebut. Mereka juga menjual berbagai bahan sihir dari monster yang mereka bunuh.


Kesimpulannya, jika Kuro berasal dari klan Blad, maka bertarung merupakan kesehariannya. Dan karena dia masih hidup dan bersekolah merupakan bukti bahwa dia selamat dari semua pertarungan itu. Dengan kata lain Kuro kuat. Tapi seberapa kuatkah dia?


"Tidak. Awalnya aku tak memikirkan sampai sejauh itu, namun aku ingat kalau asal Kuro adalah hutan Rukia, jadi aku dapat menyimpulkan bahwa dia berasal dari Klan Blad."


"Ka-kalau begitu cepat kita ganti strategi untuk melawan dia. Jika seperti ini terus kita--"


"Tidak. Kita tak perlu merubah rencana kita. Seharusnya kau tahu kalau mengetahui Kuro berasal dari klan Blad tak akan merubah situasi kita. Lagipula rencanaku sudah sangat sempurna. Kau tahu itu kan?"


"........"


Suburo terdiam. Lalu mengangguk sambil menelan ludahnya.


"Satu satunya hal yang mampu menggagalkan rencanaku hanyalah jika Kuro seorang penyihir, namun dia bukan. Dia hanya kuat dan cepat. Kesimpulannya adalah kita akan berhasil menghentikannya!"


Knox telah mengumumkan kemenangan yang sudah pasti di tangannya. Sebagai ahli strategi hal ini sangatlah wajar.


Dia sudah memprediksi 3 langkah ke depan yang terjadi selama menghadang Kuro.


Dia bahkan sebenarnya hanya memanfaatkan temannya hanya untuk mengetahui seberapa kuat Kuro. Ya. Dia sangat penasaran, tapi tentu saja dia tetap akan menghentikan Kuro karena dia adalah ketua GSPFL.


Dia memang licik dan pintar memanfaatkan orang lain, tapi itulah yang membuat dia dihormati.


"Knox, Suburo. Kuro baru saja melewati hutan bambu dan menuju ke kelompok ke 2."


""?!""


Laporan Ken mengejutkan Knox dan Suburo. Mereka berdua tak menyangka kalau Kuro akan cepat sekali melewati 3 teman mereka yang berada di hutan bambu.


"Hei.. bukankah baru sekitar 5 menit?"


"Ya begitulah. Mungkin saja Kuro hanya melewati hutan dan tak bertemu dengan Alex, Dexa, dan Toth."


"Entahlah, namun Kuro tak mungkin mengalahkan mereka bertiga dalam waktu 5 menit." ucap Knox.


Knox berpikir seperti itu karena mereka bertiga adalah penyihir tipe Contractor, dengan kata lain 6 musuh yang menghadang Kuro (3 penyihir + 3 M


magic beast).


Selain itu, waktu 5 menit terlalu singkat.


"Baiklah, hubungi tim 3 bahwa Kuro sudah melewati tim 2 dan akan segera sampai di tempat mereka!"


"Okay."


Ken lalu menghubungi tim 3 dengan sihir tipe komunikasi. Lingkaran sihir kecil berada di tangannya adalah sihir tipe komunikasi yang digambar menggunakan darah sebagai perantara.


Sihir tipe komunikasi seperti yang mereka gunakan hanya bersifat sementara dan akan segera menghilang jika lingkaran sihir di tangan mereka dihapus.


"Suburo, awasi Kuro. Aku akan menghubungi tim dua untuk menanyakan kenapa Kuro bisa lolos dengan mudah."


"I-iya..."


Setelah melihat Suburo mengawasi Kuro lagi, Knox mulai menghubungi tim 2 yang ada di hutan bambu dengan sihir tipe komunikasi.


Dia berkonsentrasi dan mengalirkan mana ke lingkaran sihir di tangan kirinya. Lingkaran sihir itu langsung bercahaya dan berputar. Itu tanda bahwa sihir sudah aktif.


"(Alex. ......Apa kau mendengarku?)"


'..........'


Tak ada jawaban.


Knox tahu bahwa sihir komunikasi aktif, seharusnya Alex akan segera menghubunginya atau menjawabnya, tapi mereka bertiga tak menjawabnya.


Hanya ada satu kemungkinan kenapa mereka tak menjawab.


(Jangan bilang kalau----)


Knox mulai memikirkan kemungkinan terburuk.


Mereka bertiga telah dikalahkan Kuro, tapi bagaimana dia melakukannya dalam waktu 5 menit?


Sementara itu di hutan bambu, 3 orang laki laki tergeletak di tanah yang penuh dengan daun bambu kering.


Mereka semua mengalami luka yang sama, yaitu 2 buah bambu kecil menancap di kedua paha mereka dan 2 bambu kecil menusuk di lengan mereka.


Darah mengalir dari luka mereka, namun tak terlalu deras.


Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?

__ADS_1


__ADS_2