
[Semuanya, akhirnya dimulai juga momen yang ditunggu oleh kita semua. Battle War tahun ini akan segera dimulai sebentar lagi. Aku Yuri, idola seluruh kekaisaran akan memberikan semua kabar tentang Battle War tahun ini.]
Dari alat sihir proyeksi yang tersebar di seluruh kekaisaran, seorang gadis memandu acara. Meskipun memakai kacamata, dia begitu ceria sehingga orang yang melihatnya bersemangat.
[Aku yakin semuanya sudah tahu seperti apa jalannya pertarungan Battle War tahun ini. Tetapi di sini aku akan menjelaskannya lagi. Oh.. sebelum itu, aku akan memperkenalkan sosok yang menemaniku memberikan komentar pada Battle War kali ini. Seorang cantik dan dikatakan gadis yang memiliki otak paling cerdas di kekaisaran, siapa lagi kalau bukan tuan putri Norn.]
{Salam kenal semuanya}
[Seperti yang bisa kalian lihat sendiri, dia sungguh cantik. Aku ingin seperti anda. Ngomong ngomong, apakah benar tujuan anda belajar ke luar negeri adalah untuk memperbaiki sistem sekolah sihir di kekaisaran?]
{Bisa dibilang seperti itu. Hanya saja ini masih rahasia. Aku harap semuanya bersabar sampai saat itu tiba}
Putri Norn mengedipkan salah satu matanya. Sederhana, tapi itu membuat pesonanya semakin dikenal.
[Aku sungguh menantikannya. Aku juga penasaran bagaimana dengan sistem sekolah sihir nanti. Sayangnya, kita bahas semua itu nanti jika saatnya tiba. Sekarang, izinkan aku menjelaskan aturan dan format pertarungan kali ini.]
Proyeksi berganti menjadi sebuah gambar pulau melayang Avalon. Tak lupa berbagai macam tanda di berbagai tempat.
[Format pertarungan kali ini adalah Battle Royale. Siapa yang berdiri paling terakhir adalah pemenangnya. Putri Norn, tentu bukan hanya itu saja, benarkan?]
{Benar sekali. Meskipun Battle Royale dikatakan sebagai format sederhana, tapi ini juga format yang paling efektif untuk menentukan pemenang, dan tentu saja yang terkuat.}
[Kemarin malam semua peserta sudah diperkenalkan. Tidak, lebih tepatnya masih ada satu pasangan lagi dari Rairyuu Academy yang belum menunjukan sosoknya. Tampaknya pihak sekolah tak ingin identitas peserta diketahui oleh publik. Apakah ini termasuk wajar?]
Putri Norn mengangguk.
{Semuanya diperbolehkan selama tak melanggar aturan. Menggunakan cara seperti ini juga mengurangi pihak yang ingin mencari informasi peserta terlebih dahulu. Dalam babak kedua peserta memang dituntut untuk menganalisa dan mencari informasi sebaik mungkin. Dan tentu menutupi informasi.}
[Begitu rupanya. Aku mengerti. Aku mengerti. Selanjutnya, dalam Battle War kali ini setiap peserta memiliki sebuah kristal. Kristal itu akan menjadi emblem dan juga sekaligus tanda pemimpin. Eh...? Kalian tak mengerti? Aku tahu kalian tak sabar, jadi aku akan membiarkan putri Norn menjelaskannya.]
{Setiap pasangan akan memiliki seorang pemimpin. Peserta akan langsung tersingkir jika pemimpin dikalahkan. Untuk emblem sendiri, itu digunakan untuk penanda barang yang akan dikirimkan nanti.}
[Dengan kata lain, peserta tidak perlu mengalahkan dua peserta untuk menang?]
Putri Norn mengangguk membenarkan.
[Lalu apa yang dimaksud dengan barang yang dikirimkan?]
{Seperti yang semua tahu, di pulau Avalon sangat sedikit jumlah hewan dan tumbuhan yang bisa dimakan. Lalu mengingat Battle War sendiri bisa berlangsung beberapa hari, peserta akan kesulitan mendapatkan bahan makanan. Apalagi di musim sekarang ini. Untuk masalah inilah peserta akan mendapatkan kiriman barang dari pihak luar. Tapi tentu saja barang tak akan diberikan secara langsung.}
[Begitu rupanya. Emblem di sini juga digunakan untuk mengenali barang yang dikirim. Tetapi bukankah peserta diperbolehkan membawa barang dalam pertarungan?]
{Barang yang bisa dibawa maksimal berjumlah 5. Senjata berupa pedang atau senjata api akan dihitung.}
[Bukankah itu tak akan menguntungkan peserta non penyihir?]
{Apakah yang kau maksud adalah pasangan Laila? Dia memang dirugikan dalam aturan ini, tapi jika tak bersiap dalam segala kemungkinan, dia tak pantas menjadi peserta.}
[Ohhh.. aturan ini memang sedikit keras, tapi ini membuat Battle War tahun ini semakin menarik. Aku sungguh tak sabar. Ngomong ngomong, dalam Battle War kali ini menggunakan sistem pengganti dampak dengan menggunakan Doll. Seperti seragam sekolah, dampak pertarungan selama dalam Battle War akan diubah menjadi serangan psikis, lalu dampak itu akan disalurkan pada Doll. Kondisi peserta kalah adalah Doll mengalami kerusakan berat dan pemimpin dikalahkan. Menyerah juga akan langsung tersingkir. Aku pikir semuanya cukup jelas untuk Battle War kali ini. Putri Norn, apakah Anda ingin menambahkan?]
{Aku ingat kalau ada sebuah kondisi yang diberikan pada suami Laila. Jika dia gagal menjadi pemenang, dia akan menikah dengan Riana .Karena aku tak ingin adik manisku memiliki suami seperti dia, aku minta agar kau berusaha keras.}
[...]
Suasana yang ramai langsung berganti menjadi sunyi oleh bom yang diberikan putri Norn.
Lalu tak berapa lama kemudian keramaian terdengar lebih dari sebelumnya. Bukan karena tak sabar untuk segera dimulainya Battle War, tapi teriakan kutukan pada orang yang akan merebut malaikat suci mereka.
♦️♦️♦️
"Tch!! Apakah dia belum cukup memiliki istri nona Laila?"
"Aku mengerti perasaanmu, Theo. Tapi kau harus bisa menahan emosimu di sini. Ungkapkan semuanya setelah ini dimulai."
Seorang pemuda dengan rambut hijau gelap tak bisa menyembunyikan rasa tak senangnya setelah mendengarkan bom dari putri Norn.
Theo Cornad seorang penyihir dengan peringkat SS dan juga merupakan peserta Battle War yang mewakili Kinryuu Academy. Dia adalah seorang putra dari salah satu menteri di kekaisaran. Dengan latar belakang seperti itu, tak mengherankan jika dia memiliki bakat yang besar sebagai seorang penyihir.
Tak jauh darinya, seorang pemuda dengan rambut merah sibuk mengasah pedang besarnya. Dia adalah pasangan Theo. Sama seperti Theo, dia adalah penyihir peringkat SS.
Keduanya adalah penyihir tipe User. Karena itulah menggunakan senjata selain Magic Arm terbilang cukup unik, tetapi dalam dunia sihir, banyak kejadian di mana wujud Magic Arm tak sesuai dengan bakat yang dimiliki oleh seorang penyihir. Dalam situasi seperti inilah penyihir kadang lebih mengutamakan menggunakan senjata lain.
"Diam!! Aku tahu itu Zengrid. Tapi tetap saja aku sama sekali tak bisa menerima hal ini. Kenapa dia yang selalu mendapatkan wanita kelas tinggi?"
Mendengar ocehan kecemburuan dari Theo, Zengrid hanya bisa tertawa kecut.
Sebagai seorang putra menteri, Theo memiliki harga diri yang besar. Dia bahkan seringkali membuat ulah karena alasan kekanak kanakan.
Sebagai pasangannya, menghadapi sifat buruk Theo bisa dibilang pekerjaan tambahan untuk Zengrid, tetapi bukan berarti dia tak mengerti alasan Theo bersikap seperti itu.
Di kekaisaran memiliki kekuatan yang besar juga akan mendapatkan hal yang besar pula. Entah apakah itu kekayaan, jabatan, wilayah, ketenaran dan wanita. Semua hal akan datang dengan sendirinya pada orang yang memiliki kekuatan.
Contoh yang paling bisa terlihat adalah para jendral yang merupakan minimal seorang penyihir dengan peringkat Master.
Seorang jendral tak hanya akan memiliki gaji yang besar, tapi juga akan memiliki wilayah yang bisa diatur seperti seorang bangsawan di negeri lain.
Lalu yang paling menggiurkan adalah pajak yang diberikan pada kekaisaran hanyalah 20 persen dari semua pajak yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Selain hal itu, banyak hal lain yang bisa didapatkan selama memiliki jabatan yang besar.
Sebagai seorang anak menteri, Theo mengetahui hal itu. Hal itu membuatnya memiliki ambisi yang besar dan terus berambisi untuk menjadi yang terkuat. Ambisi itulah yang membuatnya memiliki pemikiran kalau dia adalah orang yang terpilih.
"Aku tahu kau masih belum terima lamaranmu ditolak oleh Laila."
__ADS_1
"Guh!!"
"Tapi Theo, sekali lagi aku ingatkan untuk berhati-hati memilih lawan. Sudah berapa kali kita mendapatkan masalah karena hal itu."
"Jangan bilang kalau itu semuanya adalah salahku. Itu salah mereka karena tak tahu di mana tempat mereka."
Di kekaisaran juga selalu diajarkan 'siapa yang memiliki kekuatan besar, maka memiliki tanggung jawab yang besar pula'. Karena prinsip inilah maka tak heran jika kekaisaran menjunjung tinggi kekuatan.
Hanya saja, Theo tampaknya lupa apa yang terjadi jika orang yang menggunakan kekuatannya untuk kejahatan, maka tak ada ampun untuknya.
Selama ini seringkali Theo hampir melanggar garis batas itu. Jika dia bukan seorang anak menteri, mungkin dia sudah mati saat ini.
Sayangnya, perlindungan yang diberikan orang tuanya membuat Theo semakin arogan.
"Ya ya.. daripada itu, sebaiknya kita mulai bahas strategi kita dalam pertarungan ini."
"Kenapa harus melakukan hal merepotkan itu? Dengan kekuatanku, semuanya akan beres."
Zengrid mendesah dalam hati.
Sebagai pasangan Theo, dia tahu kekuatan Theo akan sangat berpengaruh dalam pertarungan kali ini.
The Puppeter. Itulah nama kedua yang dimiliki oleh Theo. Dia memiliki kekuatan untuk mengendalikan orang di sekitarnya dengan sihir. Siapapun lawannya, dalam sekejap mata akan menjadi kawan.
(Yah... Jika dia bisa menggunakan sihirnya pada lawan terlebih dahulu, maka semuanya akan baik baik saja)
Tetapi dalam hati yang terdalam Zengrid tahu itu hanyalah pemikiran naif. Battle War sendiri mengumpulkan semua murid paling kuat dari masing masing sekolah dan mengadu mereka untuk menentukan siapa yang terbaik. Kekuatan yang dimiliki Theo memang spesial, tapi biasa saja di antara para spesial.
"Lagipula dengan kekuatan meramal masa depanmu, bukanlah kita tak akan terkalahkan? Seperti yang biasa kita lakukan, kita akan menjadi pemenang."
Theo menunjukan senyuman yang tak bisa menyembunyikan pemikiran busuknya. Sudah berulang kali Zengrid melihat Theo penuh nafsu saat melihat Laila. Tak sulit mengetahui apa yang dia rencanakan ke depan dengan kekuatannya.
"Sudah berulang kali untuk tak terlalu mengandalkan kekuatanku. Masa depan bukanlah suatu yang bisa dikendalikan."
"Kau terlalu banyak berpikir. Intinya, lakukan seperti yang biasa kita lakukan. Jangan mencoba untuk melakukan hal yang mengganggu kesenanganku."
"Baiklah..."
Zengrid mendesah dalam hati. Sebenarnya ada banyak faktor yang menjadi perhitungan dalam Battle War kali ini, tapi jika seperti ini percuma saja mencoba membicarakannya.
(Untuk berjaga jaga, aku akan meminta saran pada Sien Think)
♦️♦️♦️
Di ruangan lainnya, peserta lain yang mendengar bom dari putri Norn memiliki reaksi yang berbeda.
"Entah mengapa aku merasa putri Norn memiliki dendam padanya. Apa yang dia lakukan?"
"Entahlah. Mana mungkin kita tahu. Tetapi bukankah ini menarik?"
Yang satu adalah gadis dengan rambut panjang biru muda yang mengeluarkan aura kuat seorang yang penting dan berpengaruh.
Yang duduk tak jauhnya adalah gadis berambut hitam dengan gaya rambut pony tail. Selain aura misterius, dia mengeluarkan aura yang tajam.
"Sejak kita mencari tahu tentang dirinya, kita sudah tahu kalau dia menarik. Untuk apa membahas itu lagi."
"Ahaha.. kau benar. Hanya saja, mungkinkah putri Norn berada di pihaknya?"
"..."
Gadis yang memiliki rambut panjang biru tak langsung menjawab. Saat ini dia berpikir keras karena apa yang dikatakan pasangannya masuk akal.
"Maaf, nona Meika. Aku tak ingin membuat anda cemas. Hanya saja dengan memberitahukan hal itu pada publik, peserta yang tak mudah mengendalikan emosinya akan langsung mengincar Laila dan Kuro."
Meika hanya tersenyum kecil.
"...Apa yang kau katakan benar, Yuko. Hanya saja aku pikir hal ini tak begitu memiliki efek besar karena sejak awal mereka sudah menjadi incaran peserta lain."
Karena menyelidiki peserta lain, maka mereka tahu apa yang sudah dilakukan oleh mereka semua. Kekuatan, kelemahan, kelebihan, daya tarik, kemampuan spesial, wujud magic arm dan magic beast, dan yang paling utama adalah pencapaian.
Dari semua peserta, Kuro adalah seorang yang paling banyak memiliki data dari semuanya. Dan dari semua data itu tak ada satupun yang tak membuat orang tertarik padanya.
Latar belakang dari desa klan Blad, mantan anggota Shadow Knight dan memiliki nama lain Witch Reaper. Orang yang membuat kontrak dengan Dragon King. Memiliki kekayaan dan koneksi yang tak bisa diremehkan. Dan dari semua itu, yang paling mengejutkan dia adalah keturunan Demon King, Shiroyasha.
Dan dari semua hal mengejutkan itu, dia memiliki pencapaian lain seperti gelar King Of Sword dari negara lain. Lalu dalam pertarungan di Dragonia dan ibukota, dia adalah seorang yang memiliki peran penting dalam pertarungan itu.
Dengan semua hal itu, bukanlah hal yang aneh jika Kuro dan Laila dikatakan sebagai salah satu kandidat terkuat yang akan memenangkan Battle War tahun ini. Karena alasan inilah tak peduli apakah putri Norn menambahkan bom lain atau tidak, ini sama sekali tak memiliki pengaruh yang besar.
"Kalau begitu hanya orang bodoh saja yang akan terpancing."
"Benar sekali. Kuro dan Laila memang kandidat kuat dalam Battle War tahun ini, tapi jangan lupa kalau selain mereka, ada tuan putri Victoria. Knight of Hounds dan King of Sword dari Knight Academy. Dan masih banyak peserta kuat yang patut diperhitungkan."
"Nona Meika jangan lupa kalau kita juga masuk dalam daftar itu."
Berbeda dengan sebelumnya, Meika menunjukan senyuman tipis yang membuat aura di sekitarnya berubah drastis.
"Kau benar. Memang dari sekolah kita putri Victoria adalah orang yang paling banyak mendapat perhatian. Dalam Battle War kali ini, aku akan membuat nama kita tertanam dalam ingatan mereka semua."
"Kita akan melakukannya."
♦️♦️♦️
__ADS_1
"Bagaimana dengan pendapatmu tentang ini, Serge? Kau juga berpendapat kalau dia orang yang menarik kan?"
Pemuda yang diajak bicara hanya terdiam memejamkan matanya sambil bersandar dinding ruangan seolah tak peduli.
"Ayolah, aku tahu kau tak peduli semuanya selain pedang. Hanya saja aku harap obsesimu itu sedikit berkurang."
Sekali lagi dia tak menjawab.
Melihat itu pemuda itu hanya tersenyum kecut. Dia sudah tahu betul sifat pasangannya itu, jadi ini suatu yang bisa dia maklumi.
Jika dilihat dari status, tindakan Serge yang terus mengabaikan dirinya sungguh tindakan yang lancang. Tetapi karena semua status tak berarti di dalam kehidupan sekolah, maka menggunakan status sebagai alasan hanya akan mengubur diri sendiri.
"Pria hanya cukup berbicara dengan pedangnya saja."
Akhirnya dia bicara. Dengan penuh semangat bertarung.
"Aku tahu kau ingin segera bertarung, tapi kau harus tahu kalau banyak musuh yang lebih kuat daripada dirinya. Tentu saja jika kita beruntung, kita akan bertarung dengannya terlebih dahulu. Saat itu aku akan berjanji membiarkan kau bertarung sepuasnya."
"..."
Meskipun masih berdiam diri seperti patung, tapi dia bisa melihat kalau pasangannya itu senang.
Kebiasannya yang begitu terobsesi dengan pedang kadang menimbulkan masalah, tetapi kali ini dia akan membiarkannya.
(Lagipula pasti akan menarik pertarungan antara dua orang yang memiliki gelar King of Sword)
Jika orang melihat ekspresinya saat ini, mereka pasti berpikir kalau dia orang jahat.
Sayangnya, mungkin itu benar.
♦️♦️♦️
[Setelah menunggu akhirnya Battle War segera dimulai. Terima kasih pada semuanya yang bersabar menunggu persiapan para peserta dan panitia.]
{Dengan aturan yang cukup unik, maka wajar jika peserta membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri. Terutama bagi penyihir elemen api, musim dingin adalah hambatan alami bagi mereka.}
Matahari sudah meninggi, tapi tak ada tanda cuaca terik akan muncul.
Sebagai gantinya, seluruh kekaisaran memanas karena puncak acara tahunan segera dimulai.
[Para peserta akan dikirim menggunakan sihir teleportasi secara bersamaan. Lokasi mereka akan berjarak masing masih 2 kilometer. Setelah sampai, mereka bebas melakukan apapun untuk mengalahkan peserta lain. Hm... Mengingat luas pulau Avalon, bukankah ini terlalu jauh?]
{Jika melihat pulau dari daratan, sekilas pulau Avalon terlihat kecil. Tapi pada kenyataannya pulau Avalon sangat luas. Jarak 2 kilometer antara peserta sebenarnya bisa dibilang jarak yang dekat mengingat peserta bisa memperpendek jarak dengan sihir.}
[Begitu rupanya. Selain bertarung, peserta juga dituntut untuk bagaimana menemukan musuh dan bersembunyi dari musuh. Ini akan sangat menarik. Kemudian, apakah ada alasan lain kenapa pulau Avalon menjadi lokasi Battle War tahun ini?]
{Ini sebenarnya cukup rahasia, tapi karena ini acara spesial, aku akan membagi pada semuanya. Pulau Avalon sendiri memiliki sebuah sihir alami yang begitu unik. Setiap kerusakan yang terjadi di pulau akan pulih setelah 24 jam berlalu. Dengan ini kita bisa melihat mereka bertarung sepuasnya tanpa perlu takut membuat dampak sekitarnya.}
Karena semuanya akan melihat apa yang terjadi di dalam pulau, maka tak perlu dirahasiakan lagi dari publik.
Yang menjadi masalah, apakah ada rahasia lain kenapa pulau Avalon menjadi lokasi Battle War?
[Wow... Jika seperti itu, apakah pulau Avalon akan dijadikan lokasi setiap tahun?]
Norn hanya tersenyum, dia lalu menjawab.
{Tidak. Jika seperti itu, sudah dari dulu lokasi Battle War akan dilakukan di pulau Avalon. Sayangnya, aku tak tahu kriteria apa yang digunakan sebagai pertimbangan memilih lokasi. Lagipula format Battle War tidak selalu sama. Aku berpikir pulau Avalon digunakan karena sangat cocok dengan format Battle War tahun ini.}
[Terima kasih atas penjelasannya. Kembali ke acara, semuanya bisa melihat para peserta sudah memasuki lingkaran sihir yang akan mengantar mereka ke pulau Avalon. Semuanya terlihat bersemangat dan menunjukkan aura persaingan yang kuat. Hmm.. aku tak tahu kenapa, tapi bukankah Kuro sedikit aneh?]
Insectmera yang merekam seluruh pertarungan memfokuskan pada Kuro yang memang terlihat berbeda dari biasanya.
{Aku tak tahu apa yang menyebabkan dia seperti itu, tapi berkebalikan dengan Kuro, Laila terlihat begitu ceria dan penuh dengan ekstasi. ...aku pikir sebaiknya jangan bahas mereka.}
[Entah mengapa aku juga memiliki pemikiran yang sama.]
Karena hubungan percintaan mereka terkenal, tak butuh berpikir lama untuk tahu apa yang terjadi di antara mereka.
[Sekarang semua peserta sudah berada dalam posisinya. Hitungan mundur akhirnya dimulai... ]
5, 4, 3, 2, ...
[Semuanya, siap bertarung!!!]
Di saat yang sama, semua peserta menghilang dari lingkaran sihir. Mereka telah sukses diteleportasi ke pulau Avalon.
[Yah.. meskipun dimulai, bukan berarti peserta akan langsung bertarung tehe... Untuk sekarang kamera sedang berusaha menemukan peser-hm? Apa yang merek-]
Belum sempat menyelesaikan kata katanya, semuanya dikejutkan oleh ledakan besar yang terjadi di hampir seluruh penjuru pulau.
[A-Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi sebentar lagi kita akan mendapatkan gambar dari pulau Avalon. Putri Norn, apakah anda tahu apa yang terjadi?]
{...}
Putri Norn tak langsung menjawab dan hanya melirik ke berbagai tempat, lalu tak berapa lama kemudian terdengar pengumuman yang membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
Bersamaan dengan Doll mereka yang rusak, mereka kembali diteleportasi ke tempat mereka sebelumnya.
Pada hari ini, pertarungan Battle War memecahkan rekor dengan peserta paling cepat tersingkir dengan kurang dari satu menit sejak Battle War dimulai.