
Hutan Rukia. Hutan yang dikenal sebagai hutan paling berbahaya di kekaisaran Houou ini menjadi simbol kematian bagi siapa saja yang memasukinya. Entah penyihir atau bukan, peringkat tinggi atau rendah, jika ingin memiliki niat untuk hidup, jangan pernah sekalipun memasuki hutan ini.
Tetapi ada sebuah pengecualian.
Di hutan itu, terdapat sebuah desa kecil yang tersembunyi. Hanya ada beberapa kepala keluarga di desa itu, tapi jika dibandingkan dengan penduduk desa biasa, mereka jauh berbeda.
Setiap orang di desa itu memiliki kemampuan tempur yang bisa disetarakan dengan penyihir peringkat S bahkan peringkat Master. Tak hanya penyihir, tapi orang biasa di desa itu juga memiliki kemampuan tempur.
Berkat mereka mempelajari memanipulasi energi Ki, kemampuan tempur mereka tak bisa diremehkan. Hanya saja, jika menyangkut bakat, tak ada satupun sosok yang bisa menyamai seorang yang pergi dari desa demi melindungi dari sosok monster yang dikenal sebagai Lightning Paladin.
Depan pintu masuk desa klan Blad.
"Ayah, aku pergi dulu."
Seorang gadis melambaikan tangannya ke arah keluarga dan teman temannya sesama klan Blad.
Gadis itu saat ini sedang menunggangi naga merah sebesar 3 meter.
Naga merah itu adalah jenis dari Fire Dragon Class yang mempunyai ciri berwarna merah terang. Naga itu merupakan jenis yang paling umum dan paling banyak di dunia.
Naga merah itu masih remaja dan baru berusia beberapa tahun, tapi tak membutuhkan waktu lama hingga naga itu menjadi naga dewasa sebesar 10 meter lebih.
__ADS_1
"Yui, berhati hatilah!"
"Tentu saja, Miranda."
Gadis yang benama Yui itu memakai pakaian yang di dominasi warna merah mencolok. Meskipun terlihat biasa, tapi pakaian Yui terbuat dari kulit monster kelas tinggi. Tak hanya memiliki pertahanan yang tinggi, tapi nyaman dipakai sehingga Yui bisa leluasa bertarung.
Tapi semua itu tak sebanding dengan belati kembar yang disarungkan di pinggangnya. Belati itu dibuat dari taring naga yang dikenal sebagai bahan material paling berkelas.
Dia juga memakai aksesoris berupa kalung, sarung tangan dan juga pita merah kecil yang mengikat rambutnya menjadi twintail.
Manis, muda, cantik dan imut. Jika tumbuh beberapa tahun lagi, tak diragukan lagi dia menjadi salah satu gadis paling cantik.
Seorang lelaki beruasia 30an kekar maju. Lelaki itu adalah ayah Yui.
"Jangan lupa untuk menyuruh Kuro kembali. Bagaimanapun ada yang harus aku bicarakan dengannya."
"..........."
Perkataan ayahnya membuat Yui tak bisa berkata apa apa, namun Yui kemudian tersenyum dan menjawab.
"Tentu saja ayah, aku adalah tunangannya. Mana mungkin dia menolak ajakanku."
__ADS_1
Tak hanya ayahnya yang merasa senang, teman temannya juga ikut senang mendengar perkataan Yui.
"Kalau begitu, tunggu aku kembali Ayah. .............aku pergi dulu."
Setelah mengatakan itu, dia menghadap ke depan. Dia memegang erat naga merah miliknya dan bersiap untuk pergi.
"Rubya, ayo kita pergi. Tujuan kita adalah kota Areshia!"
Rooooar..
Naga bernama Rubya meraung kecil, lalu membentangkan sayapnya selebar 7 meter lebih.
Angin berhembus kencang dan akhirnya Yui terbang menuju kota Areshia.
Butuh waktu 2 hari untuk mencapai kota Areshia dengan menaiki naga, tapi Yui ingin singgah di beberapa tempat sebelum ke tujuan utama.
"Tunggu aku, kak Kuro. Aku akan menjemputmu."
Rubya sekali lagi meraung kecil pertanda dia senang. Sudah lama mereka tak bertemu.
Sebaiknya kejutan apa yang mereka berikan?
__ADS_1