Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Mysterious Enemy


__ADS_3

"Aku tahu kau kesal karena kalah dari Fila, tapi menyebutnya iblis aku rasa terlalu lancang. Ini adalah salah satu alasan kenapa kau tak memiliki kekasih sampai sekarang."


"Tinggalkan aku sendiri untuk masalah itu." Ucap Roby dengan wajah kesal. "Aku sendiri mengerti tak baik menyebut seorang gadis dengan sebutan seperti itu. Hanya saja, aku tak memiliki kata lain yang tepat untuk menyebutnya."


"..."


Chris terdiam setelah mendengar itu.


Dia tahu Roby memang seorang yang jarang menggunakan otaknya, tetapi dia bukanlah orang yang bodoh jika menyangkut masalah pertempuran.


Lalu melihat kembali hasil pertarungannya dengan Fila, kekalahannya bukanlah suatu yang mengejutkan atau aneh jika tahu betul bagaimana menghadapi Roby.



Tetapi bagaimana jika bukan itu masalahnya?



Entah mengapa Chris memiliki firasat buruk mengenai hal ini.


"Chris, aku berpengalaman dalam menghadapi orang yang bisa melihat gerakanku selanjutnya. Karena itulah aku tak terkejut saat mereka bisa menghindar atau membuat serangan balik, tetapi pernahkah kau berhadapan dengan orang yang mematahkan setiap serangan yang kau buat dan memutus jalan yang akan kau ambil?"


Karena tak terlalu fokus dengan pertarungan Fila dan Roby, maka Chris tak bisa begitu mengerti apa yang Roby rasakan. Lalu jika melihat dari sisi lain pertarungan, maka yang mereka lihat hanyalah Fila mendominasi Roby dan akhirnya mengalahkannya.


Fila begitu menakutkan karena berhasil membuat semua orang berpikir seperti itu. Dan karena itulah tak ada sebutan yang cocok selain yang Roby deskripsikan.


"Tetapi bukan itu saja yang terburuk. Saat menghadapinya, aku tak bisa menggerakkan seluruh tubuhku dengan bebas. Seolah ada semacam yang mengekang gerakanku. Dan entah mengapa, itu begitu menakutkan."


"..."


"Chris, apa kau mengerti apa yang aku maksud setelah mengatakan semua ini?"


Fila adalah gadis yang berbahaya. Dia seolah bagaikan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.


Lalu yang terpenting dari semua itu, Charlmilia seolah sama sekali tak menyadari hal ini.


(...)


Rasa cemas langsung menghampiri Chris.


Charlmilia tampaknya tak tahu hal ini dan apa yang akan terjadi jika mereka terus bersama?


"Meskipun begitu, tak ada yang bisa kita lakukan. Akan lain ceritanya jika kita belum tersingkir."


"Tenang tenang. Aku tahu kau cemas. Aku juga tak ingin terjadi sesuatu pada adik temanku yang seorang siscon."


"..."


"Aku rasa Fila sangat menyembunyikan kekuatan yang dia miliki. Entah itu karena dia tak bisa mengontrolnya, atau karena alasan lain. Satu hal yang pasti, jika ada yang memojokkan dirinya, aku rasa Battle War kali ini akan menjadi bencana yang tak pernah diperkirakan oleh siapapun."


Roby begitu serius dengan apa yang dia katakan. Hal ini membuatnya bagaikan orang lain.


Sebagai teman, Chris sempat berpikir kalau Roby yang dia kenal kini telah menghilang. Tetapi dia tahu betul kalau Roby memiliki pengamatan yang luar biasa pada lawannya. Roby menjadi peserta bukan hanya karena dia adalah teman Chris, tapi juga karena memiliki kekuatan di atas rata rata murid sekolah sihir.


Dengan mempertimbangkan semua itu, Chris hanya bisa berharap apa yang dikatakan Roby tak menjadi kenyataan.


"Ah.. sial. Sepertinya apa yang aku khawatirkan langsung terjadi."


"..."


Di layar proyeksi, mereka melihat Charlmilia dan Fila dikepung oleh peserta. Tak hanya satu atau dua, tapi puluhan.


💠💠💠


"Tch!"


Charlmilia tak bisa menahan diri untuk menunjukan rasa tak senangnya. Dia kesal karena apa yang menjadi ketakutannya menjadi kenyataan.


Dalam Battle Royale, yang menakutkan bukanlah tak bisa mengalahkan lawan, tetapi apa peserta yang memanfaatkan pertarungan peserta lain untuk mengalahkan lawan. Ini adalah taktik yang cukup licik, tapi begitulah pertarungan sesungguhnya. Tak ada licik atau jujur, yang ada adalah menang atau kalah.


Akibat efek balik dari penggunaan Valkryie Gear, kekuatan Charlmilia berkurang drastis. Tak hanya energi sihirnya berkurang banyak, tapi juga tubuhnya yang terasa lemas seolah tak memiliki tenaga.


Jika dibandingkan dengan apa yang dia rasakan setelah melawan Maria, maka apa yang dia rasakan saat ini tak begitu berarti. Dia bahkan bisa pulih hanya dalam berapa jam saja.


Yang menjadi masalahnya saat ini, ada pihak yang mengetahui kelemahan itu dan memanfaatkannya dengan baik.


(Mereka mengepung kami dengan jumlah huh?)

__ADS_1


Tak hanya itu, dari apa yang dia rasakan dengan sihir pendeteksi, mereka semua bukanlah manusia. Lalu entah apakah karena efek alat sihir, sihir pendeteksi Charmilia tak begitu jelas membedakan mereka. Hanya saja, karena mereka mengenakan jubah dan topeng, maka ada kemungkinan peserta menyamar menjadi salah satu dari mereka.


"Mereka berencana mengepung kita dengan golem. Charl, biarkan aku yang menghadapi mereka."


Seperti dirinya, Fila juga sudah menyadari siapa lawannya kali ini. Dia langsung memanipulasi pasir besi mengelilingi mereka seperti sebuah pelindung yang bergerak seperti gelombang.


"Maaf, jika aku tak bertarung dengan Chris, maka kita tak akan mengalami hal ini."


"Tenang, kita tak memiliki pilihan lain. Hanya saja, aku sedikit merasa kurang beruntung."


Diserang dua kali secara beruntun cukup menjadi bukti kalau mereka kurang beruntung.


"Hanya saja, bukanlah mereka terlalu meremehkan kita?"


Sebuah senyuman penuh percaya diri muncul di bibir Fila. Di saat yang bersamaan, dari setiap musuh muncul pedang di kedua tangan mereka. Lalu mereka semua menyerang Fila dan Charlmilia dari semua arah.


Fila sama sekali tak takut. Dia langsung menggunakan sihir untuk melawan mereka.


"Black Torn!!"


Pasir besi yang semula tak memiliki wujud berubah menjadi cambuk yang dipenuhi oleh duri. Cambuk itu menyerang semua musuh secara bersamaan dengan melilit, menusuk, bahkan meremas tubuh mereka hingga hancur.


"Aku tak tahu siapa yang berani menggunakan cara pengecut seperti ini, tapi mereka harus tahu siapa yang mereka lawan."


Semuanya dikejutkan oleh Fila yang untuk pertama kalinya menggunakan kekuatan yang tak bisa diduga oleh siapapun.


"Sampai sekarang aku selalu berpikir kalau kekuatan yang kau miliki itu curang, Fila."


Fila hanya tersenyum, tetapi apa yang Charlmilia katakan memang cukup tepat.


Keahlian Fila memanipulasi pasir besi begitu menakutkan. Tak hanya bisa menggunakannya untuk pertahanan yang kuat, tapi juga bisa menggunakannya menjadi senjata dalam bentuk apapun.


Tetapi sebagai pasangan dan teman, Charmilia tahu Fila bisa melakukan hal lebih gila lagi jika menggunakan Pandora. Taktik yang digunakan untuk melawan Roby sebelumnya adalah salah satu bukti bagaimana Fila menggunakan kekuatan dan karakteristik Pandora dengan sangat baik.


Tetapi meskipun begitu, mereka kembali ingat kalau lawan mereka adalah peserta yang terpilih di antara yang terpilih. Sama seperti mereka.


Musuh yang Fila hancurkan perlahan kembali bergerak dan mulai bergabung menjadi satu kembali. Dan pada akhirnya kembali menjadi sosok berjubah dengan senjata di tangan mereka.


"..."


Keduanya sama sekali tak terkejut.


Itu adalah taktik yang sering digunakan dan mudah ditebak. Tentu saja Fila juga menyadari tujuan lawan dan karena mengingat mereka menyerang di saat Charmilia lelah, maka tak diragukan lagi itulah tujuan musuh.


Dengan energi sihir yang masih tersisa banyak, bertarung di telapak tangan musuh mungkin akan menarik, tetapi Fila memikirkan keadaan Charmilia yang tak stabil dan memiliki untuk menggunakan cara yang lebih aman.


(Kami bisa memilih lari dari mereka)


Tetapi Fila langsung membantah ide itu.


(Musuh juga mengincar hal itu. Melarikan diri itu lebih melelahkan daripada bertarung secara terang terangan)


Karena itulah Fila memilih jalan yang memungkinkan mereka keluar dari situasi sulit itu.


(Aku hanya perlu menghancurkan Core mereka)


Golem musuh menyerang, dan Fila kembali menyerang balik dengan memanipulasi pasir besi. Tetapi tak sebelumnya, dia membentuknya menjadi tombak tombak tipis menyerupai jarum. Dengan jumlah mencapai ribuan dan di arahkan ke semua arah.


Serangan Fila dengan telak mengenai tubuh golem. Tak seperti serangan sebelumnya, Fila kali ini benar benar serius.


Hasilnya bisa ditebak, semua golem tertusuk tombak di bagian seluruh tubuhnya.


Jika dilihat dari jauh, mungkin saat ini Fila bagaikan ratu neraka yang menyiksa korbannya dengan kejam.


"!?"


Tetapi tiba tiba Fila membuat ekspresi bingung.


"Fila, ada apa?"


"...aku menyerang dengan tujuan menghancurkan Core milik mereka, tetapi aku sama sekali tak merasakan mengenai satupun Core"


"Apa?"


Charmilia juga terkejut.


Dalam pembuatan golem, ada sebuah jantung yang disebut sebagai Core. Core itu adalah sumber kekuatan dan juga letak formula sihir yang membuat Golem bergerak. Sama seperti jantung pada manusia, Core adalah kelemahan besar bagi golem.

__ADS_1


Tergantung keahlian pembuat, ukuran Core bisa bermacam macam. Dan karena merupakan titik vital golem, Core biasanya dilindungi oleh bahan khusus atau sihir pelindung.


Untuk lawan mereka, karena berbentuk menyerupai manusia, kemungkinan Core terletak di bagian tengah dada karena itu adalah tempat yang paling stabil untuk memasang Core. Meskipun tidak, tidak banyak tempat lain yang bisa menjadi kandidat.


Serangan Fila tak hanya mengenai tengah dada, tapi juga seluruh tubuh. Tak peduli di mana Core itu terpasang, seharusnya Fila menghancurkan mereka semua. Atau paling tidak dia mengenai salah satu dari Core itu.


Tetapi jika tidak mengenai satupun Core. Penyebab hal itu hanya ada satu kemungkinan.


"Mungkinkah mereka bukan golem?"


"Entahlah.."


Jika bukan golem, lalu apa?


Keringat menetes di pelipis Fila. Mengetahui identitas lawan yang mereka hadapi saat ini begitu berpengaruh dengan apa yang terjadi jika mereka terus bertarung.


Lalu hal yang paling tak mereka inginkan terjadi di depan mata mereka. Golem (?) kembali bergerak dan maju seolah menembus tombak pasir besi Fila.


"Tch!! Charl, kita mundur dulu."


"Un."


Charmilia langsung memegang tubuh Fila. Seluruh tubuhnya dipenuhi halilintar dan mereka melesat ke langit dan terbang dari tempat itu.


Meskipun energi sihirnya tinggal sedikit dan tak stabil, dia tak punya pilihan lain. Ini lebih baik daripada dikalahkan oleh mereka.


Fila dan Charmilia melihat musuh perlahan mulai tak terlihat. Dan karena tak ada tanda mereka mengikuti, mereka mendesah lega.


"Sebenarnya mereka itu apa?"


Charmilia hanya menggelengkan kepalanya. Saat ini yang bisa mereka lakukan hanya lari.


💠💠💠


6 jam berlalu sejak dimulainya Battle War. Matahari mulai tenggelam dan berganti dengan kegelapan malam.


Hujan salju tak begitu lebat sehingga udara tak begitu dingin. Tetapi ini lain bagi para peserta Battle War yang berada di atas pulau melayang Avalon.


Terletak 3 kilometer di langit, udara di pulau Avalon lebih dingin daripada di daratan. Dan meskipun mereka bisa bertahan dengan alat sihir atau sihir yang mereka gunakan untuk menjaga badan tetap hangat, tetapi mereka hanya bisa menggunakan cara itu untuk sementara saja.


Untuk mengatasi masalah itu, peserta dituntut untuk menemukan tempat tinggal sementara, atau membuatnya sendiri. Yang menjadi masalah, mereka tak bisa membuat gua atau sesuatu yang melibatkan kondisi tanah dan geografis karena pulau Avalon akan kembali seperti semula pada saat jam tertentu.


Menurut penelitian, proses kembalinya keadaan pulau berlangsung hampir sekejap. Jika mereka berada di dalam gua buatan, dan mereka berada di dalam saat proses kembali, itu sama saja dengan bunuh diri.


Sejak pertarungan terakhir antara Fila dan Charmilia dengan golem (?), tidak ada pertarungan lain antara peserta. Tentu saja ini membuat tontonan paling besar dalam kekaisaran menjadi sedikit membosankan.


Penayangan terus dilakukan selama 24 jam. Dengan kata lain, meskipun tak bisa melihat pertarungan, para penonton masih bisa melihat apa yang dilakukan peserta di pulau Avalon.


Sebagian besar saat ini peserta memilih untuk beristirahat di tempat yang mereka gunakan sebagai markas. Banyak peserta yang memilih membangun bangunan dari sihir yang memanipulasi elemen, Elements Art.


Untuk pengguna elemen tanah, mereka membangun rumah sederhana seperti gubuk. Ada yang membangun iglo dan diperkuat dengan sihir es. Memang lebih aman dari udara dingin, tetapi suhu tak berubah. Untuk itu mereka menggunakan kayu bakar sebagai penghangat.


Untuk peserta lainnya, mereka membangun rumah dengan kayu dan bahan lainnya seperti yang dilakukan Kuro.


[Kita kembali lagi dalam Battle War. Aku Yuri, idola kekaisaran kembali menyiarkan setelah beristirahat dan melakukan hal lainnya. ...tentu saja aku tak memberitahu apa yang aku lakukan hehe.. Kembali ke topik, menurut survei, Battle War kali ini sedikit membosankan. Apakah anda setuju, putri Norn?]


Norn yang duduk di dekat Yuri hanya tersenyum kecil penuh misteri. Sama seperti Yuri, dia juga kembali dari jam istirahat sebagai komentator.


{Aku mengerti kenapa banyak yang memiliki pendapat seperti itu. Jika dibandingkan dengan Battle War tahun lalu atau sebelumnya yang penuh dengan pertarungan, kali ini peserta tak begitu bernafsu untuk segera menyingkirkan peserta lain}


[Apakah itu tanda kalau mereka semua takut kalah atau mereka semua sedang menyiapkan sebuah rencana untuk mengalahkan lawan?]


{Untuk jawaban pertanyaan itu adalah Ya dan Tidak. Tetapi aku bisa memberitahukan kalau saat ini mereka sedang menunggu faktor X muncul.}


[Faktor X?]


{Yang aku maksud adalah faktor yang tak terlihat dari pulau Avalon. Aku pernah bilang kalau pulau Avalon sendiri memiliki sebuah sihir unik yang menyelimuti seluruh pulau. Salah satu efek sihir itu adalah mengembalikan seluruh pulau ke keadaan seperti semula pada saat jam tertentu. Lalu mengingat efek lainnya masih belum diketahui, bertarung tanpa tahu hal itu adalah tindakan yang ceroboh}


[Sekarang aku mengerti kenapa peserta akan mendapatkan kiriman barang dari luar pulau. Sejak awal Battle War sendiri sudah diprediksi akan berlangsung lebih lama dari Battle War yang sudah sudah.]


{Benar sekali. Tetapi jangan salah jika berpikir ini akan membosankan. Satu jam lagi adalah waktu di mana peserta akan mendapatkan barang dari luar pulau. Bukankah itu akan menarik untuk dilihat?}


Kemudian, satu jam berlalu dengan cepat.


Barang yang akan dikirim dimasukan dalam sebuah koper khusus dengan simbol emblem setiap pasangan peserta. Semua itu akan dikirim menggunakan kapal udara khusus yang memang dipersiapkan untuk Battle War kali ini.


Tak butuh waktu lama, peserta mendengar suara lonceng keras dari atas pulau Avalon. Suara itu berasal dari kapal udara yang menjatuhkan barang barang yang perlahan jatuh dengan parasut.

__ADS_1


Dari sihir proyeksi, semua penonton bisa melihat kalau para peserta mulai keluar dari tempat persembunyiannya.


Mereka semua tahu, pertarungan yang dinantikan akan segera terjadi.


__ADS_2