
--Beberapa menit sebelum Battle War dimulai.
"Dengan ini semuanya aku serahkan padamu. Kau ingat dengan semua instruksi yang aku berikan?"
"Jangan remehkan aku. Apa kau lupa siapa aku?"
Electra tersenyum dengan penuh percaya diri. Dia terkenal sebagai seorang yang paling cepat, tapi dia juga terkenal dengan ahli membuat rencana licik.
Jika dikombinasikan dengan otak Kuro yang tak bisa ditebak, hasilnya adalah sebuah mimpi buruk yang tak bisa dipikirkan oleh orang lain.
"Tapi apakah kau yakin akan menggunakan rencana itu?"
Kuro tak langsung menjawab dan menoleh ke arah Laila untuk mengkonfirmasi.
"Ini sedikit beresiko, tapi ini diperlukan."
"Aku masih tak percaya kau membuat rencana seperti itu, tapi yang bisa aku lakukan hanyalah percaya pada kalian. Hanya saja aku tetap penasaran setelah semua yang terjadi, apakah kau baik baik saja? Yah.. meskipun aku bisa menebak bagaimana kau bisa merayu Laila."
Dia melirik Laila yang berbunga bunga. Mengingat apa yang terjadi tadi malam, ini pemandangan yang cukup membuat orang terkejut.
Hanya ada satu penjelasan kenapa dia seperti ini. Dengan kata lain, Kuro sudah melakukan sesuatu pada Laila.
"Aku hanya sedikit kelelahan. Memang jika Laila cemburu dia akan sedikit merepotkan. Tapi semuanya baik baik saja setelah aku memanjakannya."
"Kau sungguh suami pengertian."
Di saat itulah salah satu panitia memberikan tanda kalau sudah saatnya.
"Kami pergi dulu."
"Semoga berhasil. Akan gawat jika kalian tak memang."
Kuro hanya tersenyum kecil dan pergi bersama Laila ke tempat yang disediakan.
Sebuah tempat dengan lingkaran sihir yang tak begitu rumit dan langsung bisa ditebak fungsinya. Untuk menghindari salju, lingkaran sihir dilindungi oleh sihir.
"Laila..."
"Aku tahu. Serahkan padaku."
Laila memejamkan matanya berkonsentrasi. Dia bersiap menggunakan sihir.
Menggunakan sihir sebelum Battle War dimulai memang melanggar aturan, tetapi yang dilakukan Laila hanyalah bersiap. Lagipula hanya kurun waktu hitungan detik sebelum Battle War dimulai.
Akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Hitungan mundur dimulai dan sihir teleportasi diaktifkan.
Dalam sekejap mata Laila dan Kuro tiba di pulau Avalon. Melihat dari dekat, pulau Avalon sungguh luar biasa. Tetapi mereka tak punya waktu untuk menikmati pemandangan itu.
"Scarflare, Exploflare."
Laila memanggil puluhan Scarflare dan langsung saja membentuk mereka menjadi sebuah tombak. Tepatnya 7 buah tombak besar yang masing masing terdiri dari 5 Scarflare.
Setelah selesai, maka ini adalah giliran Kuro.
Kedua matanya langsung berubah menjadi putih. Ini adalah saat di mana Kuro mengaktifkan kekuatan Eyes of Origin secara penuh. Selain itu, dia juga menggunakan Brain Burst.
Kombinasi Eyes of Origin dan Brain Burst adalah salah satu teknik paling curang di dunia karena kurang dari satu detik, dia bisa mendapatkan semua informasi yang dia butuhkan. Dia juga masih memiliki waktu untuk membuat rencana.
Tetapi saat ini yang dibutuhkan Kuro hanyalah lokasi masing masing peserta.
"Imaginer Accell"
Kuro menggunakan teknik selanjutnya. Ini adalah teknik tingkat lanjut setelah Triple Accell. Semua yang dia lihat kini berhenti bergerak seolah waktu tak berjalan.
Dia lalu melempar satu persatu tombak Scarflare ke arah peserta yang dia temukan. Dengan jarak kurang lebih 2 km dari tempatnya, melempar sejauh itu cukup mustahil dilakukan.
Sayangnya, hal ini tak berlaku bagi Kuro. Dia menggunakan Ki untuk memperkuat kekuatan lengannya, dia juga melapisi tombak Scarflare dengan Ki dengan tujuan untuk mempermudah membelah angin.
Dan dari semua itu, dia tak lupa melemparnya dengan Accell Art.
Hasil dari semua kombinasi teknik itu adalah Kuro melempar 7 buah tombak secara bersamaan ke arah yang berbeda.
Yang dilakukan hanyalah menunggu. Ini adalah serangan kejutan yang tak mungkin terpikirkan oleh manusia biasa.
Tetapi ini adalah Battle War di mana setiap peserta adalah orang terpilih di antara yang terpilih. Mengharapkan semuanya mengenai target adalah pemikiran naif.
"Kita akan beruntung jika berhasil menyingkirkan 2 peserta."
Ledakan keras terjadi di sepanjang penjuru pulau. Selain tombak, Laila juga menambahkan sihir tingkat tinggi Explosion pada tombaknya. Jadi meskipun menghindar, mereka akan tetap terkena dampaknya.
Tak berapa lama kemudian, pengumuman terdengar. Hasilnya cukup mengejutkan, mereka berhasil menyingkirkan peserta lebih banyak daripada yang mereka duga.
"Bukankah mereka terlalu lemah?"
"Jangan samakan mereka dengan standarmu, Laila. Kita diuntungkan dalam hal ini karena sesuai dengan rencana kita."
Kuro membatalkan Kami No Me. Salah satu matanya kembali hitam.
"Ini saatnya fase 2."
Kuro menarik perang dari sarungnya dan menebas ke arah sekitarnya.
♦️♦️♦️
Tiba tiba gambar yang menunjukan Laila dan Kuro menghilang. Kejadian ini membuat orang bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.
[Putri Norn, bisakah anda memberi penjelasan apa yang sebenarnya terjadi?]
{.....Ini hanya tebakanku, tapi Kuro melakukan serangan kejutan dan berhasil menyingkirkan peserta lain dengan memanfaatkan saat mereka lengah karena pertarungan belum dimulai.}
[Ini luar biasa. Tak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya di Battle War. Hanya saja, teknik yang dia gunakan apakah bisa dilakukan oleh murid sekolah sihir?]
Semua yang melihat itu pasti berpikiran sama. Tetapi bagi Norn yang tahu latar belakang Kuro, dia hanya tersenyum kecil.
{Apa yang mereka berdua lakukan memang mustahil bagi orang normal, jadi jangan berharap bisa melakukan cara yang sama seperti mereka.}
[Sebegitukah?]
{Benar sekali. Daripada itu, aku pikir sebaiknya memberikan penjelasan kenapa mereka menghancurkan Insectmera yang digunakan untuk mengawasi mereka.}
[Oh.. benar. Mereka luar biasa sampai aku lupa dengan hal lainnya. Tunggu sebentar, apakah tak apa apa menghancurkan perlengkapan?]
Kuro dan Laila secara sengaja menghancurkan Insectmera yang merekam mereka. Hal ini cukup mengganggu karena tak bisa mengetahui apa yang mereka lakukan.
{...memang kita tak bisa mengetahui apa yang terjadi, tapi ini adalah salah satu bukti kalau Laila dan Kuro tahu betul kunci dalam Battle War kali ini. Kita bisa menganggap ini salah satu taktik yang mereka gunakan.}
[Kalau seperti itu, maka kita tak punya pilihan lain selain menunggu mereka muncul lagi. Baiklah, sampai saat itu tiba, aku akan memberitahu seberapa dampak dari serangan tiba tiba pasangan Kuro dan Laila. Selain berhasil menyingkirkan 5 peserta, serangan itu juga diarahkan pada 7 arah yang berbeda. Dengan kata lain, ada 4 pasangan yang berhasil menghindar dengan baik. Hanya saja, saat melihat kondisi Doll mereka, serangan Laila dan Kuro ternyata cukup memberikan kerusakan.]
Dari 14 target, 5 berhasil disingkirkan, dan 5 mengalami dampak. Untuk sisanya sama sekali tak mengalami luka.
Dari dua yang tanpa luka adalah Charlmilia dan Fila. Mereka berhasil menghindar dengan mengandalkan kecepatan Charlmilia.
__ADS_1
Lalu dari semuanya, Denada dari Shiryuu Academy satu satunya yang kehilangan pasangannya akibat serangan itu. Dia masih bisa melanjutkan, tapi semua sekarang tahu dia adalah pemimpin.
{Meskipun begitu, serangan itu tampaknya bagaikan pedang bermata ganda. Kita bisa mengetahui itu dari Doll milik Kuro yang mengalami retak.}
[Mungkinkah ini alasa kenapa mereka menghancurkan Insectmera?]
{Mungkin saja. Tetapi dengan serangan ini, semua tahu ancaman dari mereka berdua. Lalu situasi ini tampaknya juga dimanfaatkan oleh peserta lain untuk memburu peserta yang terluka.}
Di salah satu layar, dua pasangan peserta kini saling berhadapan satu sama lain.
[Tak diragukan lagi Battle War kali ini ternyata lebih menarik daripada tahun sebelumnya.]
♦️♦️♦️
"Sial, aku tak menyangka Kuro dan Laila merencanakan serangan seperti itu. Selain itu, dia seolah tak peduli apakah kita kawannya atau lawannya."
"Tenang, Charl. Aku tahu kau marah, tapi cobalah untuk mendinginkan kepalamu. Saat ini ada hal lain yang perlu kita lakukan."
Charmilia sadar apa yang dibilang Fila benar. Dia lalu menghela nafas panjang untuk menenangkan diri.
Mereka sekarang berada tak jauh dari lokasi serangan Kuro. Lebih tepatnya di dekat sebuah batu besar yang diselimuti oleh salju tebal.
"Maaf."
"Tidak apa apa. Sekarang, bisakah kita fokus pada Battle War?"
Charmilia mengangguk.
"Dari pengumuman sebelumnya, kita tahu 5 peserta berhasil disingkirkan. Dari informasi yang kita dapatkan, mereka bukanlah peserta yang tak perlu kita waspadai, jadi masih banyak peserta yang cukup kuat."
Charmilia mengangguk.
Mereka mewaspadai beberapa nama peserta yang muncul dalam Battle War kali ini. Yang paling utama tentu saja Victoria. Lalu selanjutnya adalah Kuro dan Laila.
Sayangnya, mereka harus membuat daftar ulang karena peserta yang muncul melebihi prediksi mereka. Terutama seorang yang berhadapan dengan Laila tadi malam, Arisa Himegami.
Dari tekanan sihir bisa dikatakan kalau dia seimbang dengan Laila. Tetapi mereka bisa merasakan kalau Arisa memiliki kekuatan lebih dari itu.
"Untuk sekarang, yang kita harus lakukan pertama kali adalah menemukan masing masing peserta. Bisakah aku mengandalkanmu."
"Tentu saja."
Charlmilia lalu memejamkan matanya untuk berkonsentrasi. Sihir yang dia gunakan ini cukup sulit karena dia belum menguasainya.
Sihir itu sebenarnya milik Electra yang dia gunakan untuk menemukan siapapun di seluruh penjuru kota dengan menggunakan dasar sinyal listrik yang dikeluarkan oleh setiap makhluk hidup. Alasan kenapa Charlmilia bisa menggunakannya karena dia belajar langsung dari Electra.
Normalnya Electra tak akan mengajari sihir seperti itu karena mengingat bahaya yang terjadi jika disalah gunakan. Tetapi Charlmilia adalah seorang Quuen dan seorang yang memiliki jalan kehidupan yang sama dengannya.
"Electro Pulse!!"
Sesaat setelah sihir itu aktif, dia bisa merasakan gelombang listrik dari seluruh pulau Avalon. Dari 37 peserta yang masih berada di pulau, dia bisa menemukan sekitar 30 saja.
"Charl, bagaimana?"
"Aku menemukan sebagian besar peserta. Ada yang sudah bertarung, tapi lebih banyak yang berdiam diri atau mengamati."
Charlmilia lalu menggambar peta pulau di salju. Dia lalu menambahkan beberapa titik di berbagai tempat.
Dia juga menambahkan titik yang menjadi lokasi mereka saat ini, yaitu berada cukup dekat di bagian ujung barat pulau.
"Jika melihat jarak antara peserta, berarti kita memang diteleportasi dengan masing masing jarak yang sama."
"Apakah ada masalah sehingga kita perlu mengkonfirmasi hal itu?"
"Tidak, hanya saja dengan tahu lokasi kita saat ini, kita bisa menyusun rencana lebih baik. Ayahku sering berkata faktor geografis sangat penting dalam perang. Sayangnya, kita tak bisa menggunakan prinsip itu karena kita berada di wilayah asing."
Charlmilia mengangguk tanda mengerti.
Mereka sebenarnya sudah menyusun berbagai macam strategi yang akan mereka gunakan, tetapi semua itu juga bergantung pada kondisi geografis pulau.
"Lalu meskipun kita memiliki data geografis dari penelitian yang pernah dilakukan, semua itu tak terlalu berguna karena semuanya berubah akibat salju."
"Entah mengapa ada banyak sekali yang harus kita pertimbangkan."
Charlmilia mengeluh, tapi tak ada yang menyalahkannya dalam situasi seperti ini.
"Untuk sekarang, sebaiknya kita cari tempat yang bisa kita gunakan sebagai markas. Yang kedua, kita harus menemukan hal yang lebih penting."
"Kuro dan Laila?"
"Tidak, kita harus menemukan makanan."
♦️♦️♦️
<>
Di saat yang sama pengumuman itu terdengar, Charlmilia dan Fila berhasil mendapatkan buruan mereka yang kedua berupa kelinci putih yang memiliki 3 ekor.
Kelinci itu bukanlah monster, tapi hewan biasa yang dikenal sebagai Tritail Rabbit. Daging mereka lembut dan enak, tetapi mereka sangat lincah sehingga sulit didapatkan. Apalagi di musim sekarang ini.
Sayangnya, bagi Charlmilia yang bisa menggunakan Electro Pulse dan bergerak bagai kilat, menemukan dan menangkap mereka adalah hal yang mudah.
"Dengan ini kita akan aman untuk satu hari. Tapi apakah tak apa apa kita sesantai ini?"
"Dalam Battle Royale memang kita dituntut untuk menyingkirkan peserta lain secepat mungkin, tapi melakukan hal seperti itu dalam situasi seperti ini hanyalah tindakan ceroboh. Bukankah kita sudah membahas hal ini berkali kali?"
Charlmilia menunjukkan ketidak puasannya. Dari semuanya, mungkin dia adalah orang yang paling tak sabar karena dia ingin segera mengalahkan Kuro dan Laila.
Rencana awal yang menggunakan Electro Pulse untuk menemukan Laila dan Kuro kemudian menyerang mereka dengan serangan kejutan gagal oleh serangan tak terduga dari mereka.
Tentu mereka tak terlalu terkejut dengan hal ini karena sudah mempersiapkan berbagai rencana, hanya saja situasi saat ini benar benar di luar perkiraan mereka.
"Yah.. tentu saja ada beberapa peserta yang berdarah panas sehingga tak sabar bertarung dengan peserta lain. Untuk sekarang, tenangkan dirimu."
Charlmilia mendesah. Jika Fila sudah berkata seperti itu, dia tak bisa berkata apa apa lagi.
Mereka lalu kembali ke tempat mereka untuk sementara waktu.
Tetapi di saat itulah mereka berdua merasakan hawa kehadiran seseorang.
"Fila..."
"Aku tahu..."
Charmilia menarik rapier orichalcum yang dia dapatkan dari Hakor. Rapier itu sendiri sedikit unik karena begitu kecil menyerupai jarum raksasa yang dipasangi gagang.
Awalnya Charlmilia merasa aneh dengan rapier itu, tetapi setelah mengayunkannya beberapa kali dan mencobanya dalam latihan, dia terkejut karena rapier itu begitu cocok dengan gaya bertarungnya.
Salah satu 5 barang yang diperbolehkan di bawa adalah rapier itu.
Berbeda dengan Charlmilia, Fila hanya bersiap dengan menciptakan pasir besi.
__ADS_1
"Ya ampun, setelah sekian lama tak bertemu, inikah sambutan yang kau berikan pada mantan keluargamu?"
"!?"
Mereka menoleh ke arah sumber suara. Di sana mereka langsung menemukan dua orang pemuda yang bersandar pada pohon dengan santainya.
Tetapi bukan itu yang membuat Charlmilia terkejut. Dia terkejut karena tak menyangka salah satu pemuda itu adalah orang yang dia kenal.
"Chris?"
"Kenapa kau begitu terkejut. Ah.. mungkinkah kau tak menyangka aku akan menemuimu secepat ini?"
Salah satu pemuda memiliki rambut pirang dan mata biru seperti Charlmilia. Tak hanya itu saja, mereka juga memiliki bentuk wajah yang mirip.
Maklum saja, mereka adalah saudara yang terlahir dari ibu yang sama.
"S-semacam itulah..."
Charlmilia sejak awal tahu kalau kakaknya akan ikut dalam Battle War tahun ini. Tetapi ini tetap saja membuatnya terkejut.
"Oh.. iya, sekarang kau adalah tuan putri. Maaf karena lancang."
Chris membungkuk penuh tanda hormat.
Melihat itu wajah Charlmilia langsung memerah. Dia marah sekaligus kesal.
(Sudah aku duga aku sama sekali tak cocok dengan Chris)
Chris hanya dua tahun lebih tua daripada Charlmilia. Meskipun hampir dari semua segi penampilan mereka sangat mirip, tapi sifat mereka saling berlawanan.
Jika Charlmilia adalah gadis yang suka memberontak dan tak ingin dikekang oleh aturan, Chris adalah seorang yang begitu taat pada aturan.
Sayangnya, itu bukan karena dia adalah orang yang taat pada disipilin. Tapi lebih pada orang yang tak ingin mendapatkan masalah.
Singkatnya, dia adalah seorang pemalas.
Tetapi dari sifat jeleknya itu, dia adalah tipe orang yang bisa dikatakan sebagai seorang bangsawan sejati. Dia tahu kapan bersikap dan tahu saat membuat keputusan penting. Dan dari semua itu, dia adalah orang yang selalu melihat ke depan.
Sikap positif yang dia miliki membuat dia begitu populer. Hanya saja dia kurang sadar dengan hal itu.
"Tidak apa apa. Lagipula kita adalah saudara."
"Baiklah..."
Chris langsung memasang wajah malas.
"Hey.. bukankah tak adil kalau kau yang menyapa mereka?"
"Perkenalkan, dia Roby."
"Hanya itu saja?! Sebagai sahabat sebaiknya kau memperkenalkanku lebih serius!!"
"Merepotkan. Bukankah mereka sudah tahu tanpa aku mengenalkan dirimu pada mereka?"
"..."
(Seperti biasa, aku tak tahu apa yang dipikirkan Chris.)
Meskipun terlihat bodoh, tapi Charlmilia tahu kakaknya lebih dari itu.
"Lupakan masalah itu, apa tujuan kalian kemari? Jika bertarung, dengan senang hati aku meladeni kalian."
"Hey.. jangan mengabaikanku!!"
Tak ada yang peduli dengan Roby.
"Yah.. itu akan sangat menarik."
Tekanan sihir Chris meningkat pesat. Begitu pula dengan Roby.
"Jujur saja aku ingin tahu sejauh mana kekuatan sehingga kau menjadi tuan putri. "
Sesosok kstaria dengan jubah besi dan tombak besar muncul di samping Chris. Itu adalah magic beast milik Chris.
"Aku juga... "
Kali ini sesosok rubah muncul. Tetapi tak seperti rubah normal, rubah ini berukuran tiga meter dan memiliki 6 ekor dengan api yang menyelimuti ekornya.
Tak mau kalah, Charlmilia juga ikutan memanggil Byakko. Sementara itu, Fila memanggil Pandora.
Sesosok rubah besi muncul. Rubah milik Fila tak begitu besar dengan ukuran 2 meter.
"Fuuu... Aku pikir ini akan membosankan seperti tadi, tapi aku yakin kalian bisa membuat kami lebih teribur. [Flame Roar]"
Inari mengeluarkan semburan api yang menelan semuanya dalam jangkauan 30 meter lebih. Serangannya dengan mudah melelehkan es dan menghanguskan daratan.
"Lightning Roar!!!"
Dari salah satu sudut mati, Charlmilia membalas serangan setelah menghindar. Tetapi dengan cepat Lancelot menghadang dan menetralkan serangannya.
Lalu dalam sekejap Charlmilia muncul di depan Roby dengan serangan menebas. Dia bergerak dengan kecepatan melebihi suara dengan sihir petir. Serangannya pasti tak akan bisa ditahan oleh Roby.
"Shield!"
Tetapi bukan berarti tak ada yang bisa menahan serangannya. Sosok itu adalah Lancelot.
Charlmilia langsung menjaga jarak. Tapi dengan cepat Lancelot menyusul seolah memiliki kecepatan yang sama dengan Charlmilia. Memang itulah kenyataannya.
Tak punya pilihan lain, Charlmilia harus mengalahkan Lancelot terlebih dahulu. Hanya saja, bukan berarti dia hanya menyerang seperti itu.
(Sekarang!!)
Seperti sebelumnya, Byakko menyerang dari titik buta dengan menggunakan sihir elemen petir untuk mempercepat serangannya. Kali ini mereka pasti berhasil.
Tetapi kenyataan berkata lain.
Dengan tangan kosong, Chris mencengkeram leher Byakko dan meremasnya hingga hancur.
"..."
"..."
Semua yang melihat itu tercengang. Bagaimana bisa dengan mudahnya menghancurkan divine beast hanya dengan tangan kosong?
♦️♦️♦️
[Sekali lagi kita dibuat terkejut oleh apa yang bisa dilakukan peserta. Dia adalah putra jendral Magil kan? Jika sekuat ini, kenapa aku tak pernah mendengar namanya?]
{Aku pikir pasti semuanya berpikiran sama denganmu. Kenapa orang ini tak pernah sekalipun muncul? Yah... Aku juga tak begitu tahu, hanya saja dia cukup pemalas. Mungkin itu alasan kenapa dia tak ingin mencolok}
[Kalau begitu kenapa dia muncul sekarang? Dengan kekuatan seperti itu, dia pasti menjadi saingan berat putri Victoria.]
__ADS_1
{Entahlah. Bahkan bagiku, dia adalah orang yang sulit ditebak. Hanya saja, dengan begini, pertarungan kali ini akan menarik.}