
Rim melakukan pukulan beruntun. Victoria menghindar dan melakukan serangan balik dengan tusukan.
Rim bertahan, lalu dia memukul bagian samping Longinus ke atas. Victoria terpukul mundur dan hampir melepaskan Longinus. Dia menguatkan genggamannya dan menyerang dengan tangan kiri.
"Tch!!"
Serangan Victoria mengenai Rim, tapi sebelum menyentuh tubuhnya, serangannya ditahan oleh sebuah energi.
Rim tersenyum dan melakukan tendangan.
Victoria menghindar lalu menjaga jarak.
"Kau sungguh keras kepala."
"Seharusnya aku yang bilang seperti itu. Apa sampai di sini saja, tuan putri?"
"Tentu saja tidak."
Energi sihir kembali meluap dari tubuh Victoria. Rim juga tak mau kalah. Energi ki meluap dari tubuhnya.
(Aku harus bisa menghancurkan pertahannya atau aku dalam masalah)
Dia lalu memusatkan energi pada bilah tajam Longinus. Dengan ini Longinus memiliki kekuatan untuk menembus pertahanan Rim.
Cara ini harus berhasil. Meskipun sekilas dia memiliki energi sihir besar saat ini, tetapi energi yang dia miliki terbatas karena sihir dalam area Holy World akan habis.
Sebelum saat itu tiba, apapun yang terjadi dia harus mengalahkan Rim.
Victoria yang pertama kali menyerang dengan teknik tebasan secepat kilat.
"Holy Flash!!"
Tak mengejutkan semua serangan berhasil dihindari, tetapi semuanya sudah dalam prediksi Victoria..
Dia melakukan akselerasi dan melakukan pukulan. Serangan itu tak begitu memiliki efek, tapi itu sama sekali tak masalah. Dia lalu menyerang dengan Longinus.
Serangan terakhir Victoria mengenai Rim dan berhasil menembus pertahannya. Jika dalam kondisi biasa, mungkin Rim sudah mati. Hal itu tak terjadi karena berkat efek Doll.
"Serangan barusan seharusnya menghancurkan Doll milikmu. Bagaimana mungkin?"
"Tidak. Kau memang berhasil menghancurkan Doll milikku, tapi itu belum cukup untuk menyingkirkanku dari Battle War."
"...begitu..."
Kalau begitu Victoria hanya perlu melakukan serangan lagi hingga Rim tersingkir. Sayangnya, itu tak semudah yang dia pikirkan.
Energi ki meluap dari Rim. Kali ini lebih kuat daripada sebelumnya.
(Aku tak menyangka dia masih bisa menggunakan energi sebesar ini)
Memang pengguna ki memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan penyihir. Tetapi bukan berarti semua kekuatan itu tak memiliki resiko dan batas.
Sama seperti sihir, jika energi dalam tubuh melebihi batas, itu akan menyebabkan efek negatif hingga menyebabkan tubuh pengguna mengalami kerusakan. Efek ini akan lebih cepat terutama bagi pengguna ki.
Bahkan Kuro sendiri juga sering mengalami efek samping akibat kekuatannya yang begitu besar. Rim saat ini seharusnya juga mengalami hal yang sama, tetapi dia tak menunjukkan tanda itu.
Ini tak normal.
(....jangan bilang....?)
Dalam Battle War kali ini semua dampak yang diterima oleh tubuh akan dialihkan pada Doll. Bukankah itu berarti juga dampak yang diterima oleh menggunakan teknik secara berlebihan?
Tiba tiba Rim tersenyum.
"Seperti yang kau pikirkan, aku bisa menggunakan semua teknik ini berkat efek dari Doll. Tetapi bukan hanya itu saja."
"Kau..."
Bagaimana mungkin bisa berfikir sejauh ini? Dia ingin menanyakan itu, tapi mengurungkan niatnya.
Victoria tahu dan mengerti kalau kadang dibutuhkan sebuah pengorbanan dan tekad demi sesuatu. Tidak. Lebih tepat jika memikirkan semua kemungkinan dan cara untuk meraih kemenangan, meskipun itu cara gila.
"Sejujurnya aku bukanlah seorang yang bisa menggunakan ki sehebat yang kau pikirkan. Teknik ini aku bisa gunakan berkat dirimu. Aku pikir tak perlu menjelaskannya."
"!?"
Dia ingat bagi seorang penyihir, menggunakan ki bukanlah suatu yang mustahil dilakukan. Tetapi mempelajari teknik ki bukanlah suatu yang mudah dilakukan untuk para penyihir.
Ki dan sihir bisa diibaratkan tangan kanan dan kiri seseorang. Seorang penyihir sudah biasa menggunakan tangan kanan. Apa yang terjadi jika penyihir tiba tiba harus menggunakan tangan kiri?
Inilah kenapa Rim menyebutkan 'terima kasih'. Dalam area Holy World, sihir akan menghilang kecuali sihir milik Victoria. Dengan kata lain, energi sihir yang dimiliki Rim telah hilang dan membuatnya bisa fokus menggunakan energi ki.
(....sungguh...mereka orang...)
Dia selalu berpikir tekad yang dia miliki lebih besar daripada semua peserta di dalam Battle War kali ini. Tapi untuk sekarang dia memang harus mengakui kalau dia kalah.
Karena itulah...
(Tak ada alasan untuk menahan diri lagi)
"Longinus, bentuk kedua!!!"
Longinus bercahaya dan mulai bertranformasi. Dari sebuah tombak dengan bilah, kini menyusut menjadi sebuah bilah kecil yang lancip.
"Longinus Breaker!!!"
Semua kekuatan kini dia fokuskan pada Longinus. Sebagai ganti kekuatan itu, kini dia tanpa pertahanan. Mungkin ini sejauh tindakan ceroboh dan bodoh. Tetapi itu tak masalah.
Ini sebuah serangan terakhir.
Victoria melesat maju ke arah Rim. Rim juga sama.
Dengan Brain Burst, Victoria bisa melihat gerakan Rim, tapi Rim kali ini lebih cepat. Kecepatannya terus meningkat hingga seolah menciptakan sebuah bayangan.
(Tetap tenang. Dia hanya bergerak lebih cepat daripada sebelumnya)
Longinus Breaker dikhususkan untuk menghancurkan pertahanan apapun. Meskipun begitu, semuanya tak ada artinya jika dia meleset.
Dan itu juga berarti akhir baginya karena dia tak memiliki pertahanan apapun.
(Aku harus lebih cepat! Lagi. Lebih cepat!)
Brain Burst yang dia gunakan saat ini bisa dibilang sudah sempurna, tetapi di saat yang sama belum. Teknik Brain Burst yang dikuasi Kuro adalah murni teknik yang memanipulasi kerja otak, tetapi apa yang dilakukan Victoria hanyalah memaksa kerja otak dengan sihir.
Karena itulah, meskipun memiliki efek yang sama, perbandingan keduanya begitu besar.
(Tak perlu ragu. Kerahkah semuanya)
Dia mengalirkan energi sihir dalam tubuhnya menjadi lebih cepat dari yang selama ini dia lakukan. Dia merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan cepat, tetapi di saat yang sama dia merasakan tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa.
Tak diragukan lagi tubuhnya mencapai batas. Tetapi dia tetap melakukannya.
(Lebih cepat dan kuat)
Lampaui semua batas yang dia miliki.
Jangan pikir kau akan gagal.
Pikirkan semuanya nanti.
"Aaaaaaaaa!!!!! Holy Breaker!!!"
Usaha kerasnya membuahkan hasil. Di detik terakhir dia akhirnya bisa melihat Rim dan melakukan serangan terakhir.
"!?"
Tetapi musuh kembali membuatnya terkejut. Sosok yang dia serang lenyap menjadi bayangan.
Apa yang menantinya setelah itu adalah sebuah kepalan tangan yang penuh dengan energi ki yang besar.
(Begitu. ...Aku kalah)
Dia merasa sedih karena akhirnya tak bisa memenuhi janjinya dengan Sei, tapi entah mengapa tak ada rasa penyesalan.
"..."
Tetapi, kepalan tangan yang mengarah kepadanya tak kunjung datang.
Apakah Rim meleset?
"....ya ampun. Aku tak menyangka akan seperti ini."
"!?"
Apa yang menyebabkan serangan Rim tak sampai padanya akhirnya terjawab.
Tubuh Rim menjadi cahaya sebagai pertanda Doll yang dia memiliki sudah mencapai batas kerusakan.
Victoria tak cukup bodoh untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku ingin melakukan permintaan Arisa dengan baik, tetapi tampaknya aku masih belum apa apa. Yah.. mungkin ini sudah dalam perkiraannya."
"Tch!!! Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?"
Victoria sama sekali tak senang. Meskipun secara teknis dia menang. Menang dari hasil seperti ini membuatnya tak puas.
"Apa kau kesal karena menang karena keberuntungan?"
"Benar. Aku sudah siap untuk kalah. Seharusnya kau yang menang. Tetapi karena peraturan ini.."
Rim mendesah.
"Aku tak mengerti kenapa kau kesal. Tapi menang tetaplah menang. Kau harus bangga akan hal itu."
"..."
__ADS_1
"Hanya saja jika kau kesal karena merasa ini adalah sebuah keberuntungan, kau salah besar. Menang dariku bukanlah sebuah keberuntungan."
Rim melihat ke arah tempat yang jauh.
"Sebentar lagi tempat ini akan menjadi tempat pertengkaran antara sepasang kekasih. Ini akan menjadi pertengkaran paling buruk dalam sejarah. Aku tak bisa menjamin apa yang akan terjadi."
"..."
Akhirnya Victoria berhasil menghubungkan semuanya.
Rim menyingkirkan semua peserta bukan karena dia ingin menang, tapi karena tak tahu apa yang akan terjadi jika mereka terlibat dalam pertempuran yang akan datang.
Sekilas Doll memang membuat peserta aman, tetapi setelah merasakannya sendiri. Victoria tahu betul kalau sistem dalam Doll masih banyak kelemahan.
"Aku rasa mereka akan segera mulai. Keduanya pasti sudah puas dengan apa yang mereka sampaikan masing masing."
Bersamaan dengan itu, gelombang sihir menghantam Victoria. Kekuatan gelombang itu begitu kuat dan berat. Ini pertama kalinya Victoria merasakan gelombang seperti itu.
Kemudian, cahaya hitam dan putih memenuhi seluruh pulau Avalon. Kedua cahaya beradu dan setelah itu, pulau Avalon hancur menjadi bongkahan.
...Intermission 02...
Ini akan menjadi pertarungan yang tak ada duanya tahun ini. Itu bukan pemikiran yang aneh jika melihat siapa saja yang menjadi peserta Battle War.
Electra juga memikirkan hal yang sama.
Sebagai kepala sekolah, dia cukup memiliki banyak tugas. Salah satunya memberikan saran dan strategi yang bisa digunakan untuk melawan peserta lain.
Setiap saran yang dia berikan berbeda setiap pasangan. Mau bagaimana lagi, setiap pasangan memiliki cara dan ciri khas bertarung sendiri.
Dalam Battle War kali ini, hal yang menjadi titik penting adalah adanya barang yang bisa dikirim. Mungkin sekilas terlihat hanya untuk membantu peserta karena lokasi yang cukup ekstrim, tapi sebagai seorang yang tahu alasan sebenarnya, Electra hanya bisa tertawa dalam hati.
Tak diragukan lagi ini adalah kesempatan emas untuk membantu peserta sebanyak mungkin.
"Tapi aku tak menyangka dia memintaku untuk mengirim barang yang tak perlu. Yah.. mengingat dia, ini bukan hal yang aneh."
Electra mendesah dalam ketika mengingat kembali barang yang dia kirim untuk Kuro. Sekilas bukan barang penting seperti susu kotak, boneka beruang dan beberapa barang aneh yang sama sekali tak ada hubungannya dengan Battle War.
Sejauh ini Electra bisa menebak tujuan Kuro. Ini adalah semacam kode yang berhubungan dengan lokasi dan aturan lain yang tak bisa ditemukan dari sudut pandang peserta.
Sebagai orang yang ahli mendapatkan informasi, mencari hal yang diinginkan Kuro bukanlah masalah besar. Bahkan Electra merasa tindakannya tidak diperlukan mengingat Kuro memiliki mata sihir terkuat di dunia.
Electra benar benar tak tahu apa yang Kuro pikirkan.
Waktu berlalu dan pertarungan antara peserta mulai memasuki tingkatan baru. Charmilia dan Fila bertarung dengan lawan tangguh di awal Battle War, tetapi mereka masih bisa mengalahkan mereka.
Untuk Kuro sendiri, setelah mengalahkan beberapa peserta dengan serangan kejutan, dia dan Laila menghilang sampai waktu pengiriman barang.
Momen ini menjadi kesempatan emas para peserta. Entah apakah untuk menyingkirkan lawan atau hanya menunggu peserta saling tersingkir.
Dalam momen ini pula Kuro dan Laila bertarung dengan lawan yang cukup tangguh, tetapi mereka bukan tandingan keduanya. Bahkan sekali lagi Kuro membuat orang terkejut dengan apa yang bisa dia lakukan.
Electra bisa tenang karena kekuatan murid sekolah Kuryuu Academy melebihi ekspektasinya. Atau lebih tepat jika ini wajar mengingat mereka memang bukan eksistensi biasa.
Tetapi masalah yang tak diduga terjadi.
Saat Fila dan Charmilia bertarung untuk kesekian kalinya dengan peserta Kinryuu Academy, pertarungan mulai berjalan menjadi aneh.
Lawan mereka adalah salah satu nominasi yang dijagokan. Dalam Battle War tahun lalu, peserta itu bahkan menjadi juara kedua.
Geze Atlas. Penyihir peringkat SS dengan kekuatan Soul yang disebut Fortress. Kekuatan itu membuat tubuhnya memiliki pertahanan absolut yang tak akan mudah ditembus oleh serangan apapun.
Bahkan dalam Battle War tahun lalu, alasan kenapa Geze kalah adalah satu satunya serangan yang sanggup melukainya hanyalah serangan Victoria.
Selain Fortress, Geze adalah tipe petarung tangan kosong yang dikatakan sebagai salah satu yang terbaik dalam bidang ini. Lalu dikombinasikan dengan pertahanan absolut dari Fortress, Geze memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan peserta lain meskipun tanpa menggunakan magic arm.
Fila dan Charmilia dibuat repot dengan kemampuan Geze. Bahkan setiap serangan dan pertahanan keduanya dapat dipatahkan dengan mudah.
Dalam situasi ini, Charmilia dan Fila terdesak, tapi bukan berarti mereka akan kalah.
(Jika bisa menggunakan Dragon Gear lagi, mereka masih memiliki kesempatan)
Masalahnya musuh mereka juga menyadari hal ini. Mereka sama sekali tak membiarkan Charmilia menggunakan Dragon Gear dengan mudah.
Sebagai seorang mantan Queen, Electra tahu betul kalau penggunaan Dragon Gear tidaklah semudah yang terlihat. Pertama mereka harus membuat hubungan batin dengan Dragon King yang mereka kontrak. Dan setelah hubungan batin tercipta, mereka bisa menggunakan Dragon Gear.
Bagi Kuro yang bisa menggunakan Brain Burst, cara ini bisa dilakukan dengan mudah dan dilakukan dalam sekejap mata. Tetapi bagi Charmilia, dia setidaknya butuh waktu beberapa detik dalam kondisi berkonsentrasi secara penuh.
Sebagai pasangannya, Fila mengetahui perannya dengan baik dan selalu berusaha untuk memberikan waktu untuk Charmilia.
Sekali lagi sayang, semua strategi itu tak bisa mereka gunakan pada lawan mereka kali ini.
Lalu yang menjadi masalah bukan hanya Geze. Tapi juga pasangannya.
Pasangan Geze adalah pemuda murid kelas satu yang bernama Airs Dawn. Sejauh ini kekuatan yang dimiliki Airs begitu misterius. Hanya saja ada rumor yang menyebutkan kalau dia memiliki kekuatan untuk mengganggu konsentrasi lawannya.
(Entah mengapa aku memiliki firasat buruk dengan pemuda itu)
Berganti pasangan adalah suatu yang jarang terjadi di Kuryuu Academy, tetapi hal ini tak berlaku di sekolah sihir lain. Lalu di antara semuanya, Kinryuu Academy memiliki rekor paling banyak pergantian pasangan.
Ada keuntungan dalam tindakan ini. Salah satunya adalah bisa lebih beradaptasi dengan berbagai penyihir. Tetapi bukan hanya keuntungan saja, ada kerugian yang didapat seperti kurangnya ikatan dan kepercayaan.
Lalu jika dipikirkan kembali, kombinasi merusak konsentrasi, kekuatan perusak yang besar dan pertahanannya absolut sangatlah cocok dalam pertarungannya seperti sekarang ini.
Sadar mereka tak memiliki kesempatan untuk menang jika bertarung dengan cara biasa, Fila memutuskan untuk menghadapi Geze dan Airs sendirian dan memberikan waktu untuk Charmilia.
Pada saat inilah Fila menunjukkan kekuatan yang tak pernah dia tunjukkan.
Dalam pertarungan sebelumnya, Pandora berwujud musang dengan jumlah ekor yang banyak. Semua tahu itu hanyalah taktik yang digunakan Fila untuk menyembunyikan wujud asli Pandora.
Dalam momen itulah Fila menunjukkan wujud Pandora yang sebenarnya. Sebuah kotak persegi berwarna hitam berukuran 12 cm.
Sekilas tak ada yang aneh atau spesial dari wujud sihir Fila, tetapi semua ekspektasi itu sirna saat Pandora menunjukkan kekuatan sejatinya.
Pandora membelah diri menjadi puluhan kotak berukuran kecil dengan ukuran sama besar. Kotak kotak hitam itu lalu berpencar ke berbagai arah dan di saat itulah makhluk makhluk hitam yang terbuat dari besi mulai terwujud.
Ada yang berupa binatang buas, golem, senjata berupa pedang, tombak dan masih banyak lagi. Bahkan ada sosok yang berbentuk menyeramkan seperti serigala dengan 3 ekor kepala.
Electra dibuat terkejut dengan apa yang bisa dilakukan Fila. Ini membuatnya harus memikirkan kembali bakat besar yang dimilikinya. Tapi ini wajar mengingat kedua orang tuanya adalah penyihir elemen besi terbaik di kekaisaran.
Di saat yang sama Electra mengerti kenapa selama ini Fila tak pernah boleh belajar di sekolah sihir. Kekuatannya terlalu curang.
(Tidak masalah selama dia bisa mengendalikan kekuatan sedahsyat itu, sayangnya...)
Itu tak semudah yang terlihat.
Berbeda dengan Laila yang menggunakan pecahan Scarflare membentuk benda atau senjata yang dia inginkan, prinsip yang digunakan Fila adalah kebalikannya.
Fila memecah kekuatan Pandora dan menggunakannya sebagai sebuah inti benda yang dia ciptakan. Cara ini membuat Fila harus berkonsentrasi mengendalikan setiap benda yang dia ciptakan secara terpisah.
Jika dalam kondisi normal, mungkin Fila setidaknya akan bisa melakukan sesuatu, tapi lawannya ada yang bisa memecah konsentrasi lawan.
Satu persatu benda yang diciptakan Fila hancur menjadi debu besi. Bukan karena Geze bisa menghancurkannya dengan mudah, tapi karena konsentrasi Fila seringkali hilang.
Meskipun begitu, tujuan Fila untuk mengulur waktu telah tercapai. Charmilia sudah memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan Dragon Gear dan berhasil mengenakannya. Hanya saja hanya sebatas Dragon Gear tingkat pertama.
Meskipun hanya sebatas itu, itu membuat mereka memiliki kesempatan untuk menang.
Tetapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Tiba tiba Charmilia tumbang tanpa sebab. Dragon Gear yang Charmilia kenakan perlahan menghilang menjadi partikel cahaya.
Fila tak mengerti apa yang terjadi padanya. Tetapi saat melihat bibir Airs tersenyum lebar, Fila mengerti kalau ini adalah momen yang sudah ditunggu oleh musuh.
Fila tak cukup bodoh untuk tak menyadari siapa yang menjadi dalangnya. Tetapi apapun yang terjadi, dia harus tenang dan membuat strategi untuk menghadapi keduanya sendirian.
Yang pertama Fila lakukan adalah mengamankan tubuh Charmilia dengan salah satu ciptaannya.
Kemudian dia mengumpulkan ciptaannya di sekelilingnya. Mereka perlahan berubah dan saling menyatu membentuk sebuah kubah hitam yang keras yang melindungi keduanya dari serangan musuh.
"Dia mengerti tak mungkin mengalahkan keduanya sendirian. Dia memilih bertahan dengan menunggu kesempatan atau membiarkan peserta lain menghadapi Geze dan Airs. Entah mengapa dia senang sekali bertaruh."
Strategi Fila cukup bagus, tapi juga memiliki resiko yang besar. Misal, apa yang terjadi jika peserta lain bergabung dengan Geze untuk menyerang Fila?
Resiko lainnya adalah pertahanan Fila tak cukup kuat dan hancur. Tetapi untuk masalah ini, sepertinya tak perlu dipikirkan ketika melihat serangan Geze tak mempan.
Ini cukup mengejutkan. Bagaimana Fila membuat pertahanan yang begitu kokoh hanya dengan menggunakan pasir besi?
"Daripada disebut bertaruh, mereka lebih tepat jika disebut percaya dengan orang yang menolong mereka."
Electra tahu betul siapa yang mereka andalkan.
Lalu karena pertarungan orang itu sudah selesai, mereka pasti akan segera menuju tempat Fila dan membantunya.
Electra merasa lega dan mulai tenang.
"!?"
Tetapi ketenangan itu langsung menghilang saat melihat ada yang aneh dengan kondisi Fila, lebih tepatnya kubah yang mengelilinginya.
Kubah yang kuat tiba tiba kembali menjadi pasir. Tapi tak seperti sebelumnya, pasir pasir itu bergerak secara tak beraturan. Kadang menyatu, kadang berpisah dan menyatu kembali.
Jika dilihat dengan teliti, semua pasir besi itu berubah menjadi semacam ranting atau tentakel yang memiliki kehidupan. Hanya saja begitu menakutkan.
"Tch!!!"
Jika melihat secara langsung, Electra akan langsung paham apa yang terjadi di sana. Tetapi itu tak mungkin.
Melihat apa yang terjadi di layar sihir saja tidak cukup, tetapi melihat reaksi orang di tempat itu, suatu yang tak diharapkan akan segera terjadi.
Tak butuh waktu lama hingga itu menjadi kenyataan. Pasir pasir besi Fila menjadi liar dan tak terkendali. Pasir pasir itu terus bertambah dan menyebar ke segala arah hingga membuat seluruh itu menjadi hutan pasir besi yang menakutkan.
Tanpa pikir panjang Electra berubah menjadi kilat dan pergi menuju ke tempat kaisar Sei menonton di tempat bangku khusus.
Saat tiba dia langsung dihadang oleh Holy Knight.
"Ini darurat, aku tak punya waktu meladeni kalian!"
__ADS_1
Electra menambah tekanan dengan mengeluarkan percikan di seluruh tubuhnya. Dia tahu kalau ini tidak pantas. Sedekat apapun dirinya dengan kaisar, ada hal yang boleh dilakukan dan tak boleh.
"Biarkan dia mendekat."
Beruntung, kaisar Sei segera memerintahkan Holy Knight untuk membiarkan dia masuk.
Setelah masuk, dia membungkuk memberi hormat. Sikap sopan dan hormat yang dia tunjukkan saat ini tak lebih dari formalitas karena di depan umum.
"Maaf atas kelancangan hamba, paduka kaisar. Tapi aku ada hal yang harus aku sampaikan padamu."
"Apakah ini berkaitan dengan salah satu muridmu?"
Electra tak tahu apakah kaisar Sei tak tahu atau hanya pura pura tak tahu.
"Benar. Seperti yang anda lihat sendiri ini situasi yang tidak bagus."
"..."
Kaisar Sei tak langsung menjawab dan termenung. Dia sesekali melirik ke arah layar sihir.
"Apa maksudmu dengan tak bagus?"
"!?"
Ini suatu yang tak terduga. Kenapa kaisar bisa mengatakan seperti itu setelah melihat apa yang terjadi?
"Maaf karena mungkin ini sedikit lancang. Tapi aku bisa melihat kalau saat ini sihir salah satu peserta telah kehilangan kendali. Aku ingin menyarankan untuk segera menghentikan Battle War untuk sementara waktu sampai masalah ini selesai."
"Aku mengerti kecemasanmu, tapi sayang kita tak mungkin menghentikannya."
"!?"
Sekali lagi Electra dibuat terkejut. Ini bukanlah suatu yang biasa dilakukan kaisar Sei. Apalagi ini bukanlah masalah sepele yang bisa dibiarkan saja. Meskipun pertarungan dahsyat, tapi Battle War juga mengutamakan keamanan para peserta.
Mereka bahkan tak mengetahui kondisi Charmilia saat ini. Satu satunya petunjuk yang ada hanyalah kondisi Doll yang masih belum mengalami perubahan.
"..Bisakah aku mendengarkan alasannya?"
Di saat itulah tiba tiba sebuah sihir aktif. Sihir Silence yang membuat seluruh pembicaraan mereka tak bisa didengarkan oleh pihak ketiga.
Electra langsung paham kalau ini bukanlah masalah sepele seperti yang dia kira.
"Kau seharusnya paham kalau Battle War kali ini adalah panggung untuk para Queen dan King. Dengan kekuatan yang di luar nalar manusia itu, apa kau pikir kita bisa melaksanakan Battle War tanpa bantuan pihak ketiga?"
"?!"
"Melihat ekspresimu, sepertinya kau sama sekali tak menyadari hal ini kah?"
Meskipun begitu, Electra akhirnya berhasil menghubungkan misteri yang dia rasakan tentang Battle War kali ini.
Panggung yang tak biasa untuk peserta tak biasa. Bagaimana bisa itu berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan sama sekali?
Beberapa peserta adalah seorang yang memiliki kekuatan di luar nalar manusia. Mana mungkin bisa menghentikan mereka dengan kekuatan manusia. Untuk melakukan itu, mereka harus menggunakan kekuatan di luar nalar pula.
"Itu hanyalah salah satu alasan kenapa aku tak mungkin bisa menghentikan Battle War apapun yang terjadi. Tapi mempertimbangkan keamanan para peserta, kita bisa melakukan sesuatu."
"...dia kah..."
Keduanya memikirkan orang yang sama.
"Jika dia, dia bisa menggunakan salah satu kekuatannya untuk mengendalikan sihir yang tak terkendali itu. Yang menjadi masalah, apakah dia mau atau tidak melakukannya?"
"Kenapa anda terlihat ragu?"
Normalnya Kuro akan tanpa ragu menolong temannya. Tetapi melihat ekspresi kaisar Sei, sesuatu pasti harus dilakukan jika ingin melakukannya.
Dan di saat itulah Electra paham apa yang ingin dikatakan kaisar Sei selanjutnya.
"Kuro harus membuka salah satu Authority. Dengan tubuhnya yang sekarang, apa dia akan melakukannya?"
💠💠💠
Ini suatu yang sama sekali tak Electra duga.
Kekuatan yang dimiliki oleh seorang King, Authority merupakan kekuatan yang tak bisa dimengerti oleh akal manusia.
Sejauh ini Kuro menggunakan semua kekuatan itu tanpa ada masalah berarti, tapi Electra tahu beban yang diterima Kuro setiap kali menggunakannya begitu besar.
Tak ada hal yang gratis di dunia ini. Menggunakan kekuatan sedahsyat itu pasti ada bayarannya.
Mengingat kembali bagaimana Ao menghilang, menggunakan Authority bukanlah sebuah keputusan yang tepat.
(Yang menjadi masalah apakah Kuro rela untuk mengorbankan nyawanya demi Fila? Tidak. Ini terlalu awal mengatakan kalau Kuro harus menggunakan Authority untuk menghentikan Fila)
Panik bukanlah hal yang sering terjadi padanya. Mungkin karena ini menyangkut King, Electra menjadi tak sabar.
(Pertama aku harus tahu kenapa Fila bisa kehilangan kendali)
Kasus kehilangan kendali pada sihir sendiri merupakan kasus yang sangat jarang. Kasus seperti ini biasanya terjadi karena faktor dari luar seperti menggunakan Cursed Arm atau sihir terlarang.
Tetapi melihat kasus di masa lalu, Fila kehilangan kendali karena dirinya sendiri.
Electra mengingat insiden yang membuat seluruh kekaisaran terkejut, namun di saat yang sama berduka.
4 tahun yang lalu, sebuah insiden terjadi di rumah keluarga Jenderal Irho Ariant. Istri Irho, Flair meninggal dalam insiden ini. Sejak saat itu pula Irho berhenti menjalankan tugasnya dan memilih melindungi satu satunya keluarga yang tersisa, Fila.
Insiden itu begitu terkenal. Tak hanya karena membuat istri Irho terbunuh, tapi insiden ini melibatkan banyak korban dari pihak Knight.
Mengingat kembali insiden ini, kehilangan kendali pada Fila terjadi karena faktor psikologis.
Tetapi bagi Electra yang tahu kebenaran insiden itu, ini hanyalah alasan tambahan kenapa Fila kehilangan kendali.
(Bakat yang terlalu berlebihan hanya akan melukai diri sendiri kah...)
Kemampuan sihir Fila sebenarnya sudah terlihat sejak kecil. Dalam hal bakat, dia bahkan bisa dibilang melebihi Laila dalam segi kekuatan dan kreativitas. Sayangnya, sama seperti Laila saat kecil, kekuatan yang dimiliki Fila sulit terkendali.
Tak jarang Fila melukai orang di sekitarnya. Demi alasan keamanan, tak jarang Fila menggunakan alat pembatas sihir.
Setelah insiden itu kekuatan Fila entah mengapa menjadi tenang, tetapi itu hanyalah sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja.
Tidak. Sekarang sudah meledak di saat yang terburuk.
"Tetapi itu tak mengubah semua yang sudah terjadi. Hanya saja, apakah ini hanya karena faktor psikologis?"
Ini aneh. Kekuatan Fila seharusnya lebih stabil sekarang ini. Bahkan karena alasan inilah Electra mengizinkan Fila untuk ikut dalam Battle War.
Dia ingat kekuatan Airs adalah melakukan semacam gangguan pada pikiran lawan. Tak mungkin hal ini tak ada hubungannya.
"Ini semakin bermasalah..."
Untuk mengetahui data murid sekolah sihir membutuhkan persetujuan kepala sekolah. Meskipun dia juga berstatus kepala sekolah, ini adalah tindakan yang tak bisa dilakukan begitu saja.
Mereka bisa mengklaim Electra berbuat curang. Itu masalah yang lebih rumit untuk diselesaikan daripada masalah sekarang.
Jika terpaksa, dia akan meminta bantuan kaisar Sei untuk diberikan izin atau otoritas untuk melakukannya.
"Untuk sekarang, aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Dia langsung saja mengaktifkan sihir yang membuatnya menjadi halilintar. Dia pergi menuju ke tempat satu satunya orang yang tahu kebenarannya.
###
Kota Areshia.
Sama seperti kota lainnya, saat ini para penduduk sedang menikmati tontonan Battle War tahunan. Tak jarang ada pihak yang menggunakan momen seperti ini untuk membuat sebuah festival.
Malam yang biasanya sepi kini berganti oleh keramaian. Tetapi di salah satu rumah, yang terdengar hanyalah suara pukulan palu pada besi membara.
"Masuk tanpa izin bukanlah suatu yang baik dilakukan, Nyonya Electra."
Sosok Electra muncul dari kilatan yang datang. Hanya butuh kurang dari 30 detik untuk sampai ke kota Areshia dengan sihir perubahannya.
Irho yang seolah sudah tahu apa yang terjadi tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa sekalipun menoleh ke arah Electra.
"Jika kau sudah tahu apa yang aku inginkan, aku pikir sebaiknya kau mulai bicara. Kau pasti sadar semakin kau cepat bicara, semakin cepat pula putrimu selamat."
"Dia sama sekali tak dalam bahaya. Kenapa harus menyelamatkannya?"
"Irho, apa kau serius mengatakan itu?"
Kilatan keluar dari tubuh Electra sebagai bukti kalau saat ini dia sedang kesal.
"Aku adalah ayahnya. Keluarganya. Dalam hal mengenal keadaannya, apakah kau bilang dirimu lebih baik daripada dirimu?"
"!?"
Electra tak bisa membantah.
"Lagipula berbeda dengan dahulu, dia memiliki sahabat yang bisa dia andalkan dan percaya. Setelah mengetahui itu, apakah kau ingin mengatakan aku harus khawatir?"
Irho bukannya tak khawatir, tapi dia tahu kekawatirannya tidaklah diperlukan. Meskipun benci harus mengakui hal ini, dia percaya pada orang orang di sekitar Fila.
Pada akhirnya, Electra paham kalau hanya dirinya saja yang terlalu memperbesar masalah ini.
"Ya ampun, apa aku saja yang salah di sini?"
"Tidak. Anda salah. Tindakanmu adalah bukti kalau kau juga peduli padanya. Terima kasih."
Electra hanya bisa tertawa kecil. Di saat itulah dia menerima pesan dari sihir komunikasi.
Raut wajahnya langsung pucat pasi setelah mendengar kabar yang tak menyenangkan.
"Sayangnya, kita tak bisa mengabaikan begitu saja masalah ini, Irho. Kau ingat dengan kepala pelayanmu? Sepertinya kita memiliki masalah dengan keluarganya."
"!?"
__ADS_1
Tak hanya terkejut, Irho juga menunjukkan tatapan kesedihan seolah mengingat hal yang pahit.
"Aku pikir kau harus ikut denganku untuk menyelesaikan masalah ini, Irho."