Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Smell of Troubles


__ADS_3

Raungan keras memecah kesunyian. Tak berapa lama kemudian, kapal udara berguncang dengan keras dan suara ledakan terdengar di salah satu sudut kapal udara.


Para kru dan penumpang kapal udara mulai panik. Termasuk Helen, Guy dan Milia. Mereka bahkan berjawah pucat seolah melihat kematian mereka sendiri.


Mereka hanyalah penyihir peringkat B, menghadapi wyvern saja bisa membuat mereka kehilangan nyawa, mana mungkin bisa menghadapi naga angin, naga yang sesungguhnya. Kedua makhluk itu sangat berbeda jauh.


Kapal udara mencoba melarikan diri dengan kecepatan penuh, tapi kecepatan naga angin dengan mudah menyusul dan menyerang dengan semburan api.


Perisai kapal dikerahkan secara penuh. Masih sanggup menahan serangan, tapi semua tahu itu hanya mengulur waktu.


Guy yang panik langsung saja menemui satu satunya orang yang menjadi harapannya.


"Nona Lunaris, apakah kau tak bisa melakukan sesuatu pada naga itu seperti pada wyvern semalam?"


Tindakannya yang memohon terlihat sungguh tak tahu malu, tapi semua tahu kalau dalam situasi ini hanya Lunaris yang bisa diandalkan.


Tidak. Masih ada satu orang lagi. Satu satunya penyihir peringkat master di kapal udara itu.


Tetapi dia adalah klien, tak mungkin meminta perlindungan langsung kecuali Sebas mau bertindak sendiri.


Lunaris yang masih begitu tenang menjawab.


"Bukannya aku tak bisa melakukan sesuatu, tapi itu sulit. Kecepatan terbangku kalah jauh dengan naga itu. Meskipun aku menyerang, akan mudah dihindari."


Lunaris mendesah kecil seolah tak berdaya dalam situasi ini.


Mendengar itu tak hanya Guy, tapi lainnya juga semakin putus asa.


"Sungguh, apakah tak ada yang bisa kita lakukan?"


"Tidak juga. Jarak kota Panese sudah dekat. Jika kita bertahan dengan kecepatan kita sekarang, kita akan sampai kira kira setengah jam lagi."


"...tidak mungkin..."


Setengah jam mungkin waktu yang singkat, tapi dalam pertarungan yang setiap detik berharga, setengah jam bagaikan selamanya.


"Lupakan. Aku akan meminta bantuan tuan Sebas. Kita tak punya pilihan karena ini masalah darurat."


Helen tak punya pilihan. Dengan meminta bantuan Sebas, itu membuat misi mereka sama saja dengan gagal.


Tapi apakah itu lebih penting dari nyawa mereka?


Sayangnya, saat belum sempat pergi, Helen sudah dihadang oleh bola api Lunaris.


"Apa maksudmu dengan ini? Aku sama sekali tak memiliki waktu untuk meladenimu."


Di saat nyawa teman temannya terancam, dia tak mungkin membiarkan Lunaris memprovokasi dirinya.


Lunaris tersenyum kecil.


"Aku hanya ingin memberitahu kalau apa yang kau lakukan tak diperlukan. Saat ini Riku sudah melakukan sesuatu untuk membuat naga itu menjauh dari kita. Sebaiknya percaya padanya."


"..."


Helen terkejut. Bagaimana mungkin Riku sudah bergerak padahal serangan belum lama terjadi?


Mungkinkah Riku sudah tahu kalau akan ada naga yang menyerang? Bagaimana dia melakukannya?


"Daripada memikirkan naga itu, lebih penting kalau kita sebaiknya melakukan sesuatu pada tikus yang menyusup."


Tiba tiba Lunaris melesat ke arah salah satu kru kapal yang panik dengan pedang api.


Tindakan Lunaris yang tiba tiba membuat tak ada yang sempat bereaksi. Selain itu kecepatan Lunaris sebagai penyihir SS sangat berbeda jauh, tak ada yang bisa menghentikannya menyerang kru yang tak lebih kuat dari penyihir peringkat B.


Mengingat perbedaan kekuatan, tentu saja hasil dari serangan itu bisa dengan mudah ditebak.


Tetapi apa yang terjadi mengejutkan semua orang. Kru kapal itu dengan mudahnya menahan serangan dengan dua buah belati yang disilangkan.


"Bagaimana kau tahu?"


"Perasaan!!"


Kru kapal itu menyerang balik dengan serangan mematikan mengincar bagian vital, tapi Lunaris masih bisa menahan serangan.


Bersamaan dengan pedang api, Lunaris menciptakan panah api di udara dan menyerang dari segala arah.


Kru kapal itu terkejut, tapi dia tak panik. Kru kapal itu lalu menjaga jarak dari Lunaris untuk menghindar.


Lunaris tak membiarkan begitu saja dan menyerang, tapi seolah sudah menunggu Lunaris melakukan itu, tiba tiba sosok menghilang dan menebas punggung Lunaris dari belakang.


----


-----


Sementara itu, Riku masih menginterogasi Sebas. Tentu saja itu tak semudah mengatakannya.


"Aku tak mengerti apa maksudmu."


Sebas masih saja berpura pura tak tahu.


Riku mendesah.


"Keluarga Azure merupakan keluarga yang seluruh keturunan mereka adalah pengguna sihir elemen air. Dengan karakteristik unik mereka, pihak kekaisaran membuat mereka menjadi salah satu keluarga yang menangani masalah laut. Tak butuh waktu lama hingga keluarga mereka berkembang dengan pesat dan akhirnya menjadi salah satu keluarga paling besar dan kuat di kekaisaran."


Sebagai salah satu keluarga besar, tak aneh jika Riku tahu seluk beluk keluarga lain.

__ADS_1


Sayangnya, apa yang Riku katakan masih sebatas hal umum saja.


"Tetapi sekitar 10 tahun yang lalu, keluarga Azure tiba tiba mengalami kemunduran besar akibat sebuah badai besar yang menewaskan beberapa anggota keluarga penting di samudra Sirena. Kemunduran ini tak berlangsung lama, dengan cepat keluarga Azure bangkit dan menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Sungguh mengesankan...."


Riku tersenyum lebar seolah memberikan ucapan selamat dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Sebas masih diam.


"Sebagai pelayan kepercayaan keluarga Azure, tuan Sebas pasti tahu rahasia, tidak, lebih tepat jika anda adalah salah satu yang bertugas menjaga rahasia itu. Entah dari luar kekaisaran atau kekaisaran itu sendiri. Aku salah?"


"Apa kau ingin mengatakan kebangkitan keluarga Azure suatu kejanggalan?"


"Aku tak pernah mengatakannya, kau yang mengatakannya, tuan Sebas."


Sebas terkejut karena akhirnya sadar kalau dia masuk dalam jebakan.


Tapi ini aneh, Sebas adalah orang yang berpengalaman dalam berbicara, tak mungkin dia tak menyadari kalau ada pancingan.


"!?"


Saat itu dia menyadari suatu yang aneh. Meskipun samar, dia merasakan sebuah energi sihir tersebar di udara.


(Bagaimana mungkin aku terpengaruh oleh sihirnya?)


Sebagai penyihir master, Sebas memiliki ketahanan sihir yang membuat dirinya kebal terhadap sihir tingkat rendah.


(Bagaimana mungkin sihir Illusion Word bisa bekerja padaku?)


Meskipun sadar sudah terjebak, tapi tak ada yang bisa Sebas perbuat. Sudah terlambat menarik kata katanya.


"Aku tak ingin mengungkit lebih dalam. Lebih tepat jika aku sama sekali tak peduli dengan apa yang direncanakan oleh keluarga Azure."


Tiba tiba aura Riku menjadi dingin seolah membekukan apapun. Sebas yang seorang master bahkan bisa merasakan ketakutan muncul di hatinya.


Pemuda ini terlalu aneh.


"Tapi kau membuat satu kesalahan. Di keluargaku, seluruh anggota kami diajarkan kalau 'satu orang yang berharga lebih penting dari seribu orang asing'. Apa kau mengerti?"


"!?"


Sebas langsung berkeringat dingin. Dia sadar siapa sosok yang berada di depannya.


Di kekaisaran, selain keluarga kaisar, ada tujuh keluarga yang paling berpengaruh. 5 di antara keluarga itu adalah keluarga para paladin, sedangkan dua lainnya adalah keluarga yang memiliki peran penting dalam kekaisaran.


Keluarga Kagami adalah salah satu keluarga itu. Jika dibandingkan dengan keluarga lainnya, keluarga Kagami masih sangatlah muda. Tapi salah jika berpikir kalau keluarga Kagami lemah.


Kepala keluarga Kagami adalah seorang yang menikahi dua orang putri kekaisaran dan dua orang putri jenderal. Selain itu ada satu lagi gadis dengan latar belakang yang misterius. Lalu ditambah dia adalah seorang mantan pasukan khusus kekaisaran dengan koneksi yang tak bisa dibayangkan, membuat keluarga Kagami memiliki pengaruh yang begitu besar.


Bahkan ada yang menyebutkan kalau keluarga Kagami lebih kuat dari keluarga jendral Leon. Entah rumor itu benar atau tidak, kebenaran tentang pengaruh keluarga Kagami tak diragukan lagi.


Tetapi memikirkan semua itu, Sebas memikirkan suatu hal yang lebih penting. Anak yang berasal dari keluarga Kagami dikenal sebagai jenius. Meskipun terlihat hanya peringkat B, tapi tak diragukan lagi kalau pemuda ini memiliki kekuatan spesial.


Meskipun dia penyihir peringkat master, bertarung dengan lawan kekuatan yang tak diketahui dan latar belakang besar adalah tindakan bodoh.


"Tuan Sebas, aku menunggumu. Jangan pikir aku adalah orang yang sabar seperti orang tuaku."


Perkataan Riku mengembalikan Sebas dari lamunannya.


"Jadi anda berasal dari keluarga Kagami? Maaf karena tak mengenali anda, tuan muda."


Sebas menunduk memberikan hormat. Tidakan itu membuat kapten kapal terkejut. Lalu setelah mendengar latar belakang pemuda itu, dia akhirnya mengerti kenapa pemuda itu tak kenal takut.


"Tidak masalah. Aku belum lama kembali, jadi banyak orang yang tak mengenaliku."


Bagi Riku tak ada yang mengenalinya adalah hal yang terbaik, tapi dia akan dikenal cepat atau lambat mengingat posisinya.


"Jika kau ragu memberitahukan kebenarannya, aku akan menjamin keamanan keluarga Azure. Bagaimana?"


Itu bukan tawaran yang buruk. Terutama dalam situasi sekarang.


Tapi Sebas masih ragu apakah itu tindakan yang benar mengingat dia bukanlah orang yang berhak memutuskan. Taruhan terlalu besar. Sebas tak boleh membuat kesalahan sedikitpun.


Riku mendesah karena tahu sulit baginya untuk meyakinkan Sebas.


Riku pada akhirnya tak punya pilihan lain selain mengeluarkan benda yang bisa membuat Sebas bicara.


"Tuan Sebas, apa kau tahu arti benda ini?"


Mata Sebas langsung melebar saat melihat belati kecil di tangan Riku. Belati kecil itu tak tajam dan hanya sebatas dekorasi, tapi jangan salah. Belati itu memiliki sebuah sihir khusus yang membuatnya begitu spesial.


"I-itu..."


Sebas tak percaya. Belati itu menjadi sebuah identitas khusus yang hanya diberikan pada beberapa orang saja di kekaisaran. Sejauh ini dia hanya tahu kalau ada 30 orang saja yang diberikan belati itu. Pemuda seperti Riku seharusnya tak mungkin mendapatkannya tak peduli latar belakangnya berasal dari keluarga Kagami.


Kecuali...


"Sebas, sepertinya kau salah paham. Ketika aku memintamu untuk mengatakan semuanya, itu bukanlah sebuah permintaan, tapi perintah. Kau tahu satu hal salah saja bisa membuat keluarga Azure musnah."


Sebas pucat pasi sadar apa yang dikatakan Riku benar. Begitu besar pengaruh pemilik belati itu hingga membuat keluarga Azure tak berdaya di hadapannya.


Jangankan Sebas, jika kepala keluarga menghadapi Riku secara langsung, dia tak akan bisa berbuat apapun karena perbedaan status mereka yang begitu besar.


"Baiklah, saya akan mengatakan semuanya."


"Tuan Sebas, itu..."

__ADS_1


"Diam!!! Aku akan bertanggung jawab."


Kapten kapal udara terkejut dengan keputusan Sebas, tapi melihat ekspresi dan perintah Sebas, kapten itu sadar kalau situasi sudah tak berada di pihak keluarga Azure.


Situasi mereka saat ini seperti berada di jembatan tali yang tipis. Satu saja membuat kesalahan, itu akan membuat keluarga Azure musnah.


"Itu lebih baik."


Riku tersenyum kecil karena puas. Dia sedikit tak suka karena harus menggunakan belati itu, tapi itu lebih baik daripada memperpanjang masalah.


"Seperti yang tuan muda katakan, keluarga Azure memiliki sebuah rahasia yang membuat keluarga kami menjadi besar, tapi karena rahasia itu pula yant membuat keluarga kami hancur."


Sebas mulai bercerita.


Keluarga Azure sudah menjadi keluarga yang mengurusi masalah laut di kekaisaran beberapa generasi. Tak aneh jika mereka menjadi salah satu keluarga yang berpengaruh di kekaisaran. Meskipun tak masuk tujuh besar, tapi setidaknya mereka masuk dalam daftar dua puluh ke atas.


Selain mengurus masalah kelautan, kekaisaran juga memberikan izin untuk keluarga Azure membangun sebuah bisnis selama tugas mereka tak ditinggalkan. Dengan itu tak hanya pengaruh saja yang semakin kuat, tapi juga kekayaan berlimpah didapatkan keluarga Azure.


Kapal kapal besar milik keluarga Azure bukanlah suatu yang aneh pada masa kejayaan keluarga Azure. Tapi pada suatu hari, kapal keluarga Azure diserang oleh monster dan akhirnya karam. Tentu saja itu sedikit aneh karena kapal kapal milik keluarga Azure merupakan kapal terbaik yang tak akan rusak hanya dengan beberapa serangan monster.


Pada saat itu keluarga Azure sadar kalau ada potensi masalah besar jika mereka berdiam diri. Itu menjadi dasar investigasi besar besaran untuk mencari kebenaran tentang monster itu.


Usaha keras tak berbohong. 2 bulan mencari, mereka akhirnya menemukan monster yang sanggup menenggelamkan kapal. Itu adalah monster yang dikenal sebagai Kraken.


Kraken bukanlah monster yang suka menyerang kapal tanpa alasan jelas. Para Kraken cukup cerdas kalau di setiap kapal ada penyihir yang sanggup membunuh mereka.


Tapi pengecualian terjadi pada Kraken itu.


Tak hanya menyerang kapal, tapi juga tanpa takut menyerang para penyihir. Yang mengejutkan, Kraken itu lebih kuat dan berbahaya daripada Kraken yang pernah direkam dalam catatan sejarah.


Riku sendiri tak begitu terkejut karena dia pernah mendwngar insiden itu. Wajar saja, insiden itu cukup terkenal di kekaisaran mengingat jumlah korban yang jatuh hanya untuk mengalahkan Kraken.


Insiden itu membuat keluarga Azure kehilangan sebagian besar orang orang kepercayaan yang telah mengabdi ke keluarga Azure. Menemukan orang mudah, tapi menemukan orang yang setia sangat sulit.


Kemunduran itu tentu saja butuh waktu untuk pulih. Waktu yang lama.


Tapi yang mengejutkan keluarga Azure mampu bangkit dengan cepat dan memperluas pengaruh mereka daripada sebelumnya.


"Sepertinya insiden itu tak hanya memberikan kemalangan, tapi juga keberuntungan pada keluarga Azure."


Sebas hanya mengangguk tanpa membantah.


"Setelah mengalahkan Kraken itu, keluarga Azure mencaritahu kenapa Kraken menjadi ganas dan begitu kuat."


Sebas berhenti sesaat seolah mengingatkannya pada suatu yang buruk.


"Kami menemukan sebuah trisula yang menancap di tubuh Kraken itu. Awalnya kami berpikir kalau itu adalah sebuah senjata milik nelayan atau penyihir, tapi kami menemukan kalau trisula itu bukanlah senjata biasa, tapi Cursed Arm."


"Itu pasti bukan Cursed Arm biasa karena sanggup mempengaruhi monster sebesar Kraken."


Cursed Arm adalah sisa peninggalan perang Paladin. Senjata sihir tiruan arm itu didesain untuk digunakan oleh manusia, jadi aneh kalau monster bisa menggunakannya .


Tentu saja ada pengecualian untuk itu. Hanya ada beberapa Cursed Arm saja yang bisa melakukannya. Melakukan eliminasi, Riku bisa menebak Cursed Arm apa yang ditemukan oleh keluarga Azure.


"Trident kah...?"


"Benar. Awalnya kami tak percaya dengan apa yang kami temukan. Bagaimanapun juga itu adalah salah satu dari seri Sins. Salah satu Cursed Arm yang paling berbahaya yang pernah dibuat."


Sama seperti arm dan beast, meskipun sama sama terwujud dari jiwa sang penyihir, tak ada satupun yang sama. Ada yang kuat dan ada yang lemah. Karena itulah ada semacam peringkat untuk arm dan beast.


Peringkat paling rendah adalah Mortal dan yang paling tinggi adalah Divine.


Peringkat itu dibuat berdasarkan berbagai faktor. Jenis perwujudan, nama sihir, dan penyihir itu sendiri. Tetapi dibuatnya peringkat ini bukan berarti hal yang baik.


Banyak yang tak setuju karena ini sama saja dengan diskriminasi. Hal itu berbanding terbalik dengan prinsip kekaisaran yang mengatakan kalau semua manusia itu sama entah penyihir atau bukan. Selain itu, perbedaan peringkat penyihir saja sudah cukup untuk membedakan kekuatan.


Pada saat ini peringkat arm dan beast sudah hampir tak terdengar lagi. Tetapi ketika berbicara tentang Cursed Arm, maka hal ini tak bisa lepas dari peringkat ini. Terutama saat menyangkut pautkan dengan seri Sins.


Di dunia ini perang terbesar umat manusia yang paling terkenal adalah perang Light. Perang antara umat manusia dengan pasukan iblis yang dipimpin oleh Demon King.


Pada akhirnya Demon King dikalahkan dan tanah yang semua ada pemilik, kini menjadi tanah tanpa tuan.


Inilah awal mula dari perang Paladin, perang yang dimulai karena alasan bodoh dan keserakahan.


Pada masa itu, eksistensi Paladin bisa disamakan dengan seorang raja yang memimpin perang. Tak hanya kuat, tapi juga memiliki banyak pengikut dan pasukan. Mereka semua berambisi untuk menjadi pemimpin sebuah negara di tanah tanpa tuan itu.


Tetapi eksistensi Paladin adalah puncak dari kekuatan. Semua di bawah Paladin adalah semut. Perang di antara dua Paladin selalu hampir berakhir seimbang dan kondisi menjadi jalan buntu antara dua belah pihak.


Inilah asal muasal dari sebuah ide untuk menciptakan sebuah senjata pemecah kebuntuan itu.


Paladin sendiri eksistensi puncak kekuatan. Apa jadinya jika menggunakan senjata yang mampu menambah kekuatan itu?


Dimulai dari kematian satu Paladin, kematian lain mulai menyusul akibat pecahnya kebuntuan yang disebabkan oleh Cursed Arm.


Sebagai senjata, Cursed Arm terbagi menjadi beberapa tingkat kekuatan. Semakin kuat Cursed Arm, semakin kuat pula Paladin yang menggunakannya.


Tetapi di saat yang sama semakin besar pula efek samping yang diterima.


Dari semua Cursed Arm yang diciptakan, yang paling terkenal adalah seri Sins dan Virtues. Kedua seri itu memiliki kekuatan yang paling besar di antara Cursed Arm yang diciptakan.


Setelah perang Paladin, keberadaan kedua seri itu tak diketahui atau hilang. Ada yang mengatakan kalau kedua seri itu sudah dimusnahkan.


Sayangnya, insiden 15 tahun yang lalu di Dragonia dan ibukota kekaisaran mengingatkan kembali kengerian dari Cursed Arm.


Dan sekarang Cursed Arm kembali muncul ke permukaan.

__ADS_1


Riku hanya bisa mendesah dalam hati karena dia bisa mencium aroma masalah.


__ADS_2