Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
25. Serious Mode


__ADS_3

Di tempat lain, Kuro berlari menuju daerah bebatuan. Ini adalah satu satunya daerah berbatu di pinggir danau Limph. Dan disinilah Knox, Ken dan Suburo menunggu Kuro dengan senyuman licik.


Mereka sangat percaya diri dengan rencana yang mereka buat untuk menghentikan Kuro.


Mereka bisa saja bertarung 3 lawan satu seperti yang dilakukan Jinn, Ishi dan Seta, tapi mereka tahu itu akan percuma jika Kuro tak berniat melawan mereka dan hanya lewat.


Selain itu mereka tak terlalu yakin akan menang melawan Kuro dengan cara biasa. Hal itu tentu saja karena Kuro memiliki kecepatan dan kekuatan abnormal.


Tapi, kecepatan dan kekuatan abnormal Kuro di dunia sihir sebenarnya adalah hal yang biasa.


Penyihir bisa mempercepat lari mereka dengan menggunakan magic rt Leap dan berbagai macam jenis magic art bertipe kecepatan lainnya. Untuk kekuatan, penyihir cukup menggunakan magic art bertipe kekuatan seperti milik Jinn.


Tapi tak hanya Kuro, sebenarnya ada banyak orang biasa (non penyihir) yang memiliki kecepatan dan kekuatan seperti Kuro dan mampu bertarung seimbang atau bahkan menang melawan penyihir.


Tapi orang seperti itu kebanyakan adalah orang dewasa atau tua yang berpengalaman bertarung dan berlatih teknik khusus seperti teknik pedang (Blade Art) atau ilmu bela diri (Martial Art).


Itulah alasan kenapa peringkat F begitu spesial dan unik.


Peringkat F. Sebuah peringkat yang diberikan kepada remaja yang memiliki kekuatan setara penyihir dan mampu menang melawan penyihir.


Knox menoleh ke arah Ken yang terletak di sampingnya.


Ken mengangguk tanda mengerti maksud Knox.


Mereka berdua lalu bergandengan tangan seperti kekasih, meskipun begitu, sebenarnya mereka berniat akan menggunakan magic art gabungan.


Teknik itu salah satu yang kesulitan tingkat tinggi dan tingkat keberhasilan kecil, tapi mereka tetap harus melakukannya. Mereka harus.


"Knox, apa kau yakin kita bisa melakukan ini?"


Ken terlihat gugup karena ini baru pertama kalinya dia akan menggunakan teknik tingkat tinggi, namun tampaknya berbeda dengan Knox yang terlihat biasa saja.


"Jangan kawatir, kita bisa melakukannya. Aku dulu pernah berhasil, dan setelah itu ternyata teknik ini tak begitu rumit, hanya saja membutuhkan syarat tertentu agar teknik ini berhasil."


Awalnya Ken tak mengerti, tapi setelah berpikir sebentar, dia tahu maksud syarat yang dimaksud Knox.


"..... Begitu rupanya, jadi alasan kenapa kau mengajakku karena kita memiliki banyak kesamaan."


Knox mengangguk.


Mereka berdua adalah penyihir bertipe Contractor dan sama sama peringkat A. Ditambah elemen mereka juga sama, yaitu bumi/tanah.


Meskipun Jinn juga berelemen tanah, namun dia berbeda dengan Knox dan Ken.


Jika Jinn adalah tipe orang yang mudah bersemangat seperti Kuro, sementara itu Knox dan Ken adalah tipe yang tenang dan menganalisa situasi sebelum bertindak.


"Baiklah, kita akan mulai!"


"Ya!"


Mereka berdua lalu menatap ke depan.


Mereka menatap Kuro yang berlari ke arah mereka dengan berlari santai. Meskipun terlihat santai, kecepatan lari Kuro lebih cepat dari kelihatannya.


"....."


Sementara itu, Suburo yang melihat dua orang lelaki bergandengan tangan hanya tersenyum pahit. Ini pemandangan yang menggelikan sekaligus menjijikkan.


Pada akhirnya, Suburo hanya bisa mendesah dalam dan berdoa agar tak melakukan teknik rumit sekaligus menjijikkan itu.


Saat ini jarak diantara mereka bertiga dan Kuro 250 meter lebih. Ini jarak yang bisa dibilang dekat.


Dan di jarak inilah Knox dan Ken akan memulai magic art gabungan.


""......""


Mereka berdua memejamkan mata dan berkonsentrasi. Setelah itu mereka berdua jongkok bersamaan dan menaruh salah satu tangan mereka ke tanah.


Knox tangan kiri, dan Ken tangan kanan. Sementara itu tangan mereka yang lain masih bergandengan tangan sebagai penghubung.


Aura coklat kekuningan terpancar dari tubuh mereka sebagai tanda mereka mengaktifkan magic art.


Suburo berkeringat dingin saat merasakan tekanan mana yang luar biasa dari mereka berdua.


""Sacred element art ... Labirinth""


Mereka berteriak dan di saat yang bersamaan, lingkaran sihir muncul di bawah kaki mereka dan membesar menjadi 2 meter.


Setelah itu, lingkaran sihir itu berubah bentuk menjadi seperti kilat dan bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Kuro.


Kilat itu bergerak seperti ular yang merayap dan berhenti tepat di bawah kaki Kuro.


"!!"


Menyadari ada yang aneh, Kuro berhenti berlari.


Di saat itulah lingkaran sihir tiba tiba muncul di bawah kakinya dan membesar hingga berdiameter 50 meter.


"?"


Namun tiba tiba lingkaran sihir menghilang bagai asap dan tak ada apapun yang terjadi.


Hal itu membuat Kuro bingung sekaligus heran. Apakah mereka akan menggunakan sihir jebakan tak berguna seperti tadi?.


Pertanyaan itu sempat muncul di benak Kuro, karena itulah dia memutuskan untuk berlari lagi dan tak peduli.


Dua langkah maju, dia dikejutkan oleh tanah yang tiba tiba bergetar seperti gempa bumi.


"?!"


Lalu tiba tiba dinding mucul dari tanah bebatuan dan menghalangi pandangannya. Tak hanya dari depan, dari belakang dan samping juga mucul dinding yang sama.


Kuro pernah mengalami ini sebelumnya saat bertarung dengan Jinn, tapi ada yang berbeda.


Di atas tak ada dinding yang mucul, di belakangnya juga tak ada dinding dan tikungan tikungan terlihat.


Kuro menyadari kalau ini adalah sebuah labirin.


"........."


Lalu Kuro terdiam untuk waktu yang lama. Setelah itu dia mendesah dalam.


Kenapa?


Ini memang magic art yang hebat dan membutuhkan mana dalam jumlah yang besar untuk membuat labirin.


Tapi sekali lagi ini adalah teknik percuma dan sia sia belaka jika dihadapkan dengan Kuro, tapi kenapa mereka tetap melakukannya?


"..hmmm"


Kuro berjalan untuk melihat apakah labirin yang menghalanginya ada sebuah jebakan atau tidak. Dan akhirnya dia tak menemukan jebakan apapun.


Jika dipikirkan lagi, itu wajar. Penyihir elemen tanah dengan kemampuan tinggi sanggup menciptakan labirin dengan berbagai macam jebakan rumit untuk mengalahkan musuh. Tapi saat ini Knox dan Ken hanyalah penyihir muda yang masih belum berpengalaman.


Jika melihat sekarang, ada kemungkinan suatu saat nanti mereka bisa membuat labirin yang lebih baik.


Kuro berjalan beberapa langkah, dia menoleh ke atas langit. Lalu dia mengecek lapisan dinding yang menghalanginya.


Keras. Itulah yang dipikirkan Kuro.


Tapi dengan beberapa pukulan, dia pasti bisa menghancurkannya, tapi itu hanya buang waktu dan tenaga saja.


Tapi jika berjalan untuk mencari jalan keluar, itu akan sama saja, jadi hanya ada satu pilihan, yaitu lewat atas.


Dia lalu melompat ke atas menggunakan dinding sebagai pijakan.


Meskipun dinding labirin lumayan tinggi, yaitu sekitar 10 meter, tapi itu mudah bagi Kuro. Yang menjadi masalah adalah dia tak menemukan jebakan apapun di dinding labirin.


Aneh.


Knox pasti menyadari bahwa teknik itu sebenarnya percuma menghadapi Kuro. Dengan kata lain Knox menciptakan labirin untuk tujuan tertentu, tapi apa?


Kuro lalu melihat pemandangan dari atas dinding labirin. Dia hanya berdiri di dinding yang tak lebar, tapi dia tak kesulitan mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan badannya.


"Ini mengingatkanku saat terjebak di labirin 4 tahun yang lalu di Foresia. Tapi labirin ini benar benar payah.."

__ADS_1


Kuro merasa bernostalgia. Dia sedang mengingat masa lalunya saat berpetualang mengelilingi dunia.


Ya. Dia pernah berkeliling dunia selama 1,5 tahun lebih.


Saat itu dia hanya baru 11/12 tahun, tapi dia memutuskan pergi dari hutan Rukia dan berkeliling dunia. Dia melakukan itu untuk menyempurnakan teknik yang digunakan saat melawan Jinn. Dengan kata lain itu adalah waktu dimana kekuatannya belum sempurna.


Untuk bocah normal, mengelilingi dunia yang dipenuhi monster dan penyihir jahat merupakan tindakan bodoh dan tak terpikirkan di benak mereka, tapi Kuro bukan bocah normal.


Dia spesial.


Saat kecil dia sudah berpikir seperti orang dewasa dan memiliki kekuatan setara dengan orang dewasa normal. Banyak orang yang berpikir bahwa dia orang dewasa yang bertubuh bocah, tapi mereka juga tahu bahwa Kuro spesial.


Lalu, pada suatu hari ada kejadian yang merubah seluruh hidupnya.


Sebenarnya itu adalah kenangan yang tak ingin Kuro ingat, tapi itu adalah alasan kenapa dia seperti sekarang ini.


Menyesal sudah terlalu terlambat bagi Kuro, karena itulah dia memutuskan untuk memperoleh kekuatan agar tak perlu merasa menyesal lagi.


Itulah sumber kekuatan Kuro. Kekuatan yang bersumber dari penyesalan dan kebencian.


Karena itulah dia tak akan pernah ragu atau takut. Dia membunuh jika itu memang diperlukan. Dan dia tak akan menyesalinya.


"................"


Jadi apa yang harus dia lakukan sekarang?


Tentu saja terus maju.


Dia memejamkan untuk beberapa saat. Dia sedang berkonsentrasi dan merasakan hembusan angin yang cukup kuat.


Rambut hitam kelamnya terurai dan menjadi berantakan, tapi karena rambutnya lembut, maka rambutnya dengan cepat kembali seperti semula.


Dan akhirnya dia membuka matanya.


Dia menunjukkan tatapan seperti saat keluar dari dalam kotak yang diciptakan Jinn. Dengan kata lain itu adalah tatapan yang menjadi tanda dia siap akan bertarung.


Dia mengepalkan kedua tangannya dan berlari.


Dia berlari dengan kecepatan tinggi dan berkali kali melompat.


Berkat keseimbangan yang luar biasa dia tak kesulitan berlari dan melompat di dinding yang kecil dan tipis.


Dan pada akhirnya dia sampai di ujung labirin dan melompat tinggi.


Lompatannya bahkan setinggi 25 meter.


"Sacred magic art Spear Cannon"


Suburo adalah penyihir bertipe User berperingkat C. Dia berelemen air seperti Ishi dan magic arm miliknya adalah sebuah meriam.


Suburo menembakkan meriamnya dengan kekuatan penuh, tapi targetnya bukan Kuro.


Hal itu karena setelah mengamati kekuatan Kuro, Suburo tahu bahwa Kuro bisa menghindar meskipun di udara.


Selain itu, sacred magic art Suburo tak harus mengenai target.


Cahaya biru ditembakkan Suburo dari meriamnya tepat ke atas Kuro, tapi cahaya itu tak lurus ke atas dan langsung menghilang bagai asap.


Di saat itulah lingkaran sihir sebesar 25 meter muncul.


Lalu air muncul dan membentuk ratusan tombak es. Tombak es itu turun dengan kecepatan tinggi tepat ke arah Kuro.


".........."


Tanpa sepatah kata, dia menoleh ke atas dan tak mempedulikan Ken, Knox dan Suburo yang sudah terengah engah karena kelelahan. Ini normal mengingat mereka sudah menggunakan teknik terkuat mereka.


Kuro dalam situasi terdesak. Dia di udara dan menjadi target ratusan tombak es.


Dia pasti akan mati jika terkena dua atau tiga tombak es.


Ini benar benar gawat.


........Tapi jika terkena tombak.


"..........."


Lalu puluhan tombak pun datang ke arah Kuro, tapi sebelum tombak itu mengenai tubuhnya, dia berputar di udara dan menendang tombak hingga terpental ke atas dan menghalangi tombak lainnya untuk menyerang dirinya.


Krak .. crashhh.....


Suara retakan dan tombak pecah terdengar di kedua telinga Kuro.


Sayangnya itu belum berakhir.


Ada puluhan tombak lagi yang menyerangnya di saat dia terjatuh karena tombak terus berjatuhan tepat ke arahnya.


"............."


Dengan tenang Kuro menangkap dua tombak es di udara saat hampir mengenai tubuhnya, lalu dia menggunakan dua tombak itu untuk menghancurkan sisa puluhan tombak yang mengenainya.


Dia berhasil selamat, tapi dia mengalami luka di seluruh tubuhnya berupa goresan kecil. Seragamnya sobek disana sini dan wajahnya juga tersayat hingga berdarah.


Tapi luka yang paling lebar adalah luka di kedua tangannya akibat memegang tombak es yang tajam.


Tombak di tangannya kini menjadi tombak berdarah dan ikut hancur berkeping keping.


"Apa!!"


Suburo melebarkan matanya saat melihat Kuro melakukan semua itu di udara.


Bagaimanapun tindakan Kuro adalah tindakan yang hampir mustahil dilakukan manusia.


"............."


Tapi bagi Kuro ini adalah tindakan yang mudah meskipun dia harus mengalami banyak luka sayatan. Luka lebih baik daripada mati.


Dan setelah selamat dari Suburo, ini adalah saatnya serangan balik.


Mereka bertiga sudah tak berdaya, jadi Kuro pasti akan mudah mengalahkan mereka, atau setidaknya mematahkan salah satu tulang mereka.


Tapi, entah mengapa Knox justru tersenyum saat melihat Kuro berhasil selamat dan berniat menyerang balik.


Menyadari keanehan itu, Kuro menengok ke tempat dia mendarat.


"....?!"


Dia melihat tombak es menancap cukup dalam ke lapisan tanah yang keras, ini tidak normal.


Kraakkk...... Kraakkk.. Krakk


Lalu tanah tempat pijakan Kuro retak dan hancur berkeping keping bagai kaca. Dan setelah itu munculah lubang selebar 35 meter di tanah dan berkedalaman 50 meter.


Tak hanya itu, di bawah lubang itu ada lumpur yang terlihat lengket seperti lem. Itu lumpur yang dibuat dari gabungan sihir elemen air dan tanah.


"Begitu rupanya..-"


Kuro mengerti bahwa ini adalah rencana sebenarnya mereka.


Kuro akhirnya jatuh ke dalam lubang yang penuh lumpur.


Sementara itu, Ken, Knox dan Suburo tersenyum puas karena Kuro tak bisa menghindari lubang jebakan mereka.


Mereka saat ini berdiri tepat di pinggir lubang dan melihat Kuro terjatuh ke bawah.


(Tujuan labirin bukanlah untuk mengurung atau menyesatkanmu, Kuro, namun bertujuan untuk membuatmu melompat ke atas. Setelah itu Suburo akan menyerangmu dengan sacred magic art sehingga membuatmu berpikir bahwa tak ada jebakan lain, tapi jebakan sesungguhnya adalah lubang lumpur yang kami buat dengan memanfaatkan waktu yang diulur oleh semuanya.)


Dan dengan element art yang detail, Knox menciptakan lapisan tanah tipis agar Kuro mengira bahwa tanah yang menjadi tempat mendarat adalah tanah padat.


(Tapi aku tak menyangka dia berhasil selamat dari ratusan tombak saat di udara, dia benar benar monster.)


Ya. Itu luar biasa karena Kuro melakukannya tanpa menggunakan sihir.


Tapi itu adalah sesuatu yang normal bagi seorang penyihir karena mereka bisa menggunakan magic art Shield untuk bertahan dari serangan Suburo.


(Saft, jangan kecewakan kami karena aku tak tahu bisa berapa lama menahan monster itu)

__ADS_1


Knox tersenyum dan akhirnya tersungkur ke tanah karena terlalu lelah.


Hari ini dia menggunakan sacred element art dua kali, yaitu untuk menciptakan lubang dan membuat labirin. Jadi ini normal.


Dia sudah mencapai batasnya dan hanya bisa berdoa kalau Saft bisa melaksanakan bagian paling penting dalam rencana mereka, yaitu lebih dulu finish dan mendapatkan tiket sebelum Kuro.


Inilah alasan kenapa Saft berlari tanpa menggunakan sihir.


Jika memakai sihir akan mendapatkan tambahan 50 km, jadi itu mustahil dilakukan oleh 11 laki laki yang telah memakai sihir, tapi aturan ini tak berlaku kepada Saft yang tak memakai sihir.


Dari kecepatan rata rata berlari Saft, Knox bisa menebak Saft sudah berlari sejauh 65 km. Itu berjarak 26 km dari tempat mereka saat ini.


Terima kasih kepada semua yang telah berkorban demi rencana Knox.


(Tapi aku tak mengira kami semua hanya bisa menahan Kuro dan memberikan jarak 25 km kepada Saft.)


Tapi sekarang Kuro terjebak di dalam lumpur yang seperti lem. Seberapa cepat dan kuat Kuro, dia tak akan berhasil keluar dengan mudah.


"Baiklah sekarang kita beristirahat untuk me- kh!!"


Disaat itulah mereka bertiga merasakan hembusan angin yang kuat dari dalam lubang, sekilas ini sama seperti badai.


Lalu mereka bertiga dikejutkan oleh sosok yang tiba tiba melompat tinggi ke atas dari tengah lubang.


"Apa!!"


Suburo tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Kuro melompat ke atas setinggi 50 meter.


Tapi dia dikejutkan lagi saat Kuro bergerak maju secara zig zag di udara.


"Dia menendang udara!!?"


Kali ini Ken dikejutkan oleh teknik yang bahkan penyihirpun sulit melakukannya.


Menendang udara.


Itu adalah teknik yang Kuro kuasai saat berkeliling dunia, tapi dia bisa melakukan teknik ini hanya saat sudah melepas beban di tubuhnya.


"Aku terkesan dengan jebakan kalian, jujur aku tak menyangka kalian akan membuat jebakan serumit itu, karena itulah akan kutunjukkan teknikku kepada kalian sebagai hadiah, semoga kalian masih hidup setelah menerima ini!"


Kuro tersenyum bagai iblis lalu berhenti menendang udara dan melayang tak jauh dia atas Knox di ketinggian 25 meter.


Setelah itu dia berputar 4 kali di udara dan menendang udara ke arah Knox, Suburo dan Ken.


"Jangan bilang..."


"ku ku.."


Tebakan Knox benar, Kuro menciptakan sabit yang terbuat dari angin dengan menendang udara.


Ini tak berbeda dengan sabit angin yang biasa menjadi serangan penyihir berelemen angin.


Tapi serangan Kuro bukanlah sihir, dan seragam mereka hanya mampu menetralkan sihir, jadi jika terkena sabit angin Kuro, mereka benar benar akan terpotong menjadi bongkahan daging.


Menyadari bahaya dari serangan Kuro, Knox langsung mengaktifkan magic art Earth Wall.


"Ken, Suburo, cepat ke belakangku jika kalian ingin hidup!!"


Mereka berdua langung menuruti Knox dan berlindung di belakangnya.


Di saat bersamaan dia menaruh tanganya ke tanah dan lingkaran sihir muncul. Dan dari lingkaran sihir itulah muncul dinding tanah yang melindungi mereka dari sabit angin Kuro.


"UGHHH...!" "Kkhhh." "Sial..."


Mereka bertiga menerima puluhan sabit angin Kuro hingga tangan berdarah dan baju mereka robek. Mereka sadar jika bukan berkat Knox, mereka bertiga mungkin sudah mati.


Setelah beberapa saat serangan Kuro berhenti dan mereka mendengar suara benda jatuh di belakang mereka.


Itu adalah Kuro yang berdiri membelakangi mereka bertiga.


Secara refleks, mereka bertiga menoleh ke arah Kuro dan melihat senyuman iblis Kuro yang menoleh ke arah mereka bertiga.


Buuukkk.


"?!"


Dari belakang, mereka mendengar dinding tanah Knox terpotong rapi dan hancur menjadi bongkahan bongkahan kecil.


Ini tidak normal mengingat dinding tanah seharusnya tak mudah terpotong oleh sabit angin.


Tapi Kuro tak menyerang asal asalan. Itulah yang menyebabkan sabit anginnya mampu memotong dinding tanah.


(Dia menyerang di titik yang sama, ....ini mustahil.)


Knox menyadari serangan Kuro juga memiliki keakuratan tinggi, itulah yang menyebabkan dinding tanahnya terpotong rapi.


Tapi dia juga menyadari kalau ini bukan saatnya untuk memikirkan itu.


Situasi mereka saat ini lebih gawat dari yang mereka pikirkan.


Kuro masih terlihat segar meskipun dia banyak mengalami luka dan penuh dengan sayatan, tapi Knox tahu kalau masih banyak teknik pembunuh yang belum Kuro keluarkan.


Dan tentu saja semua tekniknya bukanlah sihir.


Knox sadar bahwa jika Kuro berniat membunuh mereka bertiga, dia bisa melakukannya dengan mudah karena mereka bertiga sudah mencapai batas.


Selain itu, tatapan Kuro adalah tatapan yang tak menunjukkan belas kasihan dan begitu dingin. Dia lebih mirip iblis daripada manusia atau monster.


"Huhh.. kalian masih hidup rupanya, syukurlah aku tak berlebihan menggunakan kekuatanku. Kalau begitu sampai jumpa."


Setelah itu Kuro berlari dan meninggalkan mereka bertiga. Dia bahkan melambaikan tangannya yang penuh darah.


"Kau pasti bercanda kan?"


Ken melebarkan matanya karena baru saja mendengar suatu yang mustahil.


"...Dia bilang kalau dia masih belum mengeluarkan semua kemampuannya?"


".........."


Knox hanya terdiam, namun dia tahu kalau Kuro tak berbohong.


Dia lalu mendesah dalam dan bersyukur karena menyadari semua usahanya tidaklah sia sia. Dia sekarang memiliki banyak data yang memberitahukan seberapa kuat Kuro.


Jadi dia memutuskan untuk beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka.


Tapi saat dia melangkahkan kakinya.


Kraaaaak.


"eh?"


Lalu dia merasakan tubuhnya terjatuh ke bawah.


Tak hanya Knox, Ken dan Suburo juga bernasib sama.


Mereka saat ini terjatuh ke dalam lubang jebakan yang mereka buat.


"Ahhh... sial!"


Knox hanya bisa pasrah karena dia menyadari bahwa dia juga terkena tipuannya sendiri.


Sejak awal Kuro tak berniat menyerang mereka bertiga.


Dia menyerang agar mereka berkumpul di satu tempat dan dia memotong tanah tempat mereka berdiri, yaitu di tepi lubang.


Dan itulah akhir dari mereka bertiga.


Mereka bertiga selamat, namun mereka tak bisa bergerak.


Mereka bisa mudah meloloskan diri dengan menggunakan element art, tapi mereka bertiga sudah kehabisan mana.


Jadi akhirnya mereka hanya bisa bersabar hingga tenaga mereka pulih.


Di dalam lumpur yang lengket.

__ADS_1


Namun yang paling menderita adalah Knox karena dia membenci hal hal kotor.


(Akan kubalas kau!!)


__ADS_2