Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Name


__ADS_3

Hari kedua setelah naik kapal udara. Ruko dan lainnya tiba di kota Manika. Kota Manika menandakan mereka sudah dekat dengan kota tujuan mereka, kota Gehenna.


Laila dan kelompok Charlmilia sarapan bersama sambil menjaga Riku dan Lic. Mereka makan di restoran kapal yang diperuntukan untuk penumpang biasa. Tentu mereka bisa saja menggunakan kantin untuk penumpang VIP, tapi mereka tak suka karena tak bebas.


Mereka putri seorang jendral dan bisa dibilang bangsawan tingkat tinggi, tapi mereka tak terlalu peduli dengan status.


"Riku benar benar manis saat makan. Ah... Aku jadi ingin cepat punya anak. Tentu dengan Ruko."


Ucapan Charlmilia yang terpesona Riku bisa dibilang juga sebuah tantangan, tapi Laila sama sekali tak peduli dan terus menyuapi Riku dengan makanan balita yang dia siapkan sendiri.


Sekilas Laila tak begitu peduli ucapan Charlmilia. Dan itu benar. Dia sudah memberitahu kalau mengizinkan Ruko menikah lagi. Dengan kata lain, jika ingin melakukannya mereka cukup merebut hati Ruko. Itupun jika bisa.


Tantangan yang terdengar mudah, tapi ini cukup sulit mengingat karakter Ruko. Selain itu pemikiran seorang manusia tak bisa begitu saja diubah.


"Mereka pasti juga tak akan kalah dengan Riku. Tentu kau juga Lic."


"Terima kasih Bibi. Aku yakin itu akan terjadi jika pa-mama benar benar melakukannya. Sayang, aku pikir itu butuh waktu lebih lama daripada yang Bibi pikirkan."


"Bibi?!"


Fila terkejut dan syok. Ini pertama kalinya dia disebut sebagai Bibi secara terang terangan. Dia baru berusia 18 tahun. Itu sudah dalam usia pernikahan, tapi bukan berarti dia sudah menjadi bibi.


Sikap yang ditunjukan Lic adalah tanda dia tak terlalu senang dengan keputusan Laila.


"Aku bisa mengerti kenapa Lic memanggilmu Bibi, Fila. Kau yang paling tua di antara kami."


"Aku tak senang dengan kenyataan itu, Charl."


Secara teknis umur paling tua adalah Lic. Untuk mental, Laila yang paling tua karena memiliki ingatan Alice ditambah dengan kehidupannya sekarang.


Suasana sarapan begitu meriah sehingga menjadi perhatian penumpang lainnya. Selain pemandangan yang begitu hangat, mereka adalah gadis gadis cantik kelas tinggi yang jarang bisa terlihat di tempat umum. Lalu meskipun Laila menjadi seorang ibu, masih banyak yang setuju kalau dia tak kalah cantik dari tuan putri (dia memang masih muda, jadi itu kenyataan).


Kelompok dengan tanpa lelaki juga kenapa mereka menjadi pusat perhatian. Penumpang pria kelas tinggi ada yang berpikir untuk mendekati salah satu dari mereka, tapi hanya orang bodoh yang tak tahu kalau mereka bukan gadis biasa.


Akhirnya sarapan berlalu dengan tanpa gangguan sedikitpun.


"Kota Manika terkenal dengan hasil susunya. Bagaimana kalau kita mencoba belanja?"


"Tunggu Laila. Aku tahu kau antusias ingin belanja, tapi kau tahu kita tak bisa membawa banyak barang. Kau pasti ingat saat di kota Auria kan?"


Saat mereka membelanjakan barang untuk Ku-Ruko, mereka sekali lagi kehilangan kendali. Wajah Ruko memang terlihat biasa saja, tapi pakaian apapun cocok dengannya seolah pakaian itu menyesuaikan dengan Ruko.


Total uang yang mereka habiskan bisa mereka gunakan untuk makan 6 bulan. Saat menyadari itu, mereka menyesal. Tapi Laila dengan tenangnya membayar semua itu. Dengan uang Ruko.


"Jangan kawatir. Aku sudah tahu kalau mungkin akan banyak belanja, jadi aku membawa kantung dimensi yang sanggup menyimpan barang 100 ton."


".....Kenapa kami tak terkejut saat kau memiliki benda semacam itu?"


"Tapi entah kenapa aku merasa kau semakin lama mirip dengan Ruko?" Tambah Fila.


Kantung dimensi merupakan artifak yang hanya bisa ditemukan di reruntuhan kuno dan labirin. Jumlah mereka terbatas dan mahal tergantung jumlah dan berat yang bisa dimasukkan ke kantung dimensi.


Sejauh ini banyak yang mencoba membuat ulang atau meniru kantung dimensi, tapi tak ada yang berhasil secara sempurna. Tentu kantung yang memiliki fungsi yang sama juga ada (seperti yang digunakan Laila saat melawan Alice di Dragonia). Sayangnya, kantung seperti itu hanya bisa membawa beberapa kilo barang.


Bagi mereka yang mengenal Ruko, mereka bisa menebak Ruko mendapatkan kantung dimensi dari saat dia menjelajahi reruntuhan kuno atau bisa juga menggunakan uangnya yang berlimpah untuk membelinya.


Semua itu tak penting. Pada intinya Laila bisa memiliki itu karena ada Ruko.


"Itu hanya perasaan kalian saja. Ngomong ngomong, apa kalian punya ramuan itu lagi?"


"..."


"..."


Tak perlu berpikir keras, keduanya tahu Laila merencanakan untuk menyerang Ruko lagi. Laila itu berbahaya. Dalam artian lain.


✡️✡️✡️


"!?"


Di jalanan kota Manika, seorang gadis tiba tiba merasakan bulu kuduknya berdiri. Cuaca memang dingin dan bisa membuat orang membeku, tapi dia merasa suatu yang lebih menakutkan.


Agar tak menjadi mimpi buruk, dia melupakan apa yang baru saja dia rasakan. Dia melanjutkan langkah kakinya yang bisa dibilang cukup pelan dan kecil.


Sering kali orang orang disekitarnya menatapnya dengan tatapan penuh perhatian. Mungkin karena dia aneh? Tidak. Pada kenyataannya, penampilan gadis itu bisa dikatakan normal. Memakai mantel bulu dan penutup wajah yang membuat seluruh tubuhnya hangat.


Meskipun begitu, orang orang bisa merasakan ada 'sesuatu' pada gadis itu.


Di dunia ini sihir atau yang dikenal Magic Art merupakan suatu yang umum dan menjadi bagian kehidupan sehari hari. Gadis itu mungkin memiliki sihir yang begitu unik sehingga menjadikan dirinya pusat perhatian.


Gadis itu kemudian berhenti pada sebuah bar yang tutup. Dengan ketukan berirama semacam kode, tak berapa lama kemudian pintu terbuka.


Seorang pria paruh baya membukanya. Dan pria itupun terkejut karena dia tak menyangka siapa tamunya.


"Maaf, kami masih tutup. Silahkan datang nanti malam."


"Aku hanya ingin bertemu dengan teman lama di sini. Aku dengar dia bekerja di tempat ini."


"Kalau begitu silahkan."


Gadis itu masuk dan pria itu menutup pintu. Sebuah sihir dan langsung aktif dengan tujuan agar tak ada tamu lain yang datang.


"Heri, bisakah kau membuatkanku teh panas?"


"Nona, apakah aku mengenalmu? Ini aneh, aku akan ingat jika mengenal nona secantik dirimu."


Gadis itu semakin jengkel.


"Sungguh, aku akan membunuhmu jika kau tak berhenti. Cepat buatkan teh. Tolong antar ke tempat biasa."


Gadis itu mengabaikan rayuan gombal Heri dan melangkahkan kakinya menuju sebuah dinding. Itu jalan buntu, atau dibuat agar terlihat seperti itu.


Dia menggeser ukiran pada dinding kayu. Kemudian, sebuah pintu terbuka di bagian sebuah lantai. Benar. Itu adalah sebuah pintu rahasia menuju ke tempat persembunyian bawah tanah.


Heri yang melihat itu sadar kalau gadis itu merupakan seorang Shadow Knight. Tapi tak peduli berapa kali mencoba mengingat identitas gadis itu, Heri tak bisa mengingatnya.


Pada akhirnya Heri memutuskan untuk tak begitu peduli.


Shadow Knight merupakan organisasi yang menyelidiki dari balik bayangan, tapi di saat yang sama mereka adalah organisasi yang begitu memiliki banyak rahasia. Menyembunyikan salah satu anggota suatu yang begitu mudah.


Gadis itu lalu turun dan memasuki ruang bawah tanah. Ruangan tak begitu luas dengan beberapa perabotan yang sederhana seperti kursi dan meja usang.

__ADS_1


Di tempat itu seorang wanita sudah duduk terlebih dahulu dengan ditemani botol dengan aroma alkohol yang cukup kuat. Wanita itu memiliki tubuh tinggi dengan tubuh yang begitu ramping. Rambutnya hitam dengan mata yang sama dengan rambutnya.


Meskipun saat ini musim dingin, wanita itu hanya mengenakan pakaian kulit yang cukup mengekspos bagian tubuh. Pakaian itu sudah ditambahkan dengan sihir penghangat tubuh, jadi tak perlu kawatir di cuaca seperti sekarang.


"Aku cukup terkejut saat ada gadis yang menemuiku. Ini aneh, padahal aku mengundang seorang pemuda."


"Jangan bercanda denganku, Tomo. Kau pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan tubuhku. Lagipula ini bukan pertama kalinya aku menjadi seorang gadis."


Tomo tertawa kecil saat mengingat kejadian dulu yang terjadi sewaktu Ruko masih menjadi anggota Shadow Knight.


Sama seperti sekarang, Kuro menggunakan ramuan sihir untuk mengubah jenis kelamin dan akhirnya menjadi Ruko. Semua itu dilakukan hanya demi menjalankan misi menyusup ke tempat yang hanya para wanita yang diperbolehkan masuk.


Misi itu bukan misi yang begitu sulit, tapi butuh kehati hatian.


Yang menjadi masalah, sebagian besar anggota Shadow Knight adalah laki laki. Dan saat mereka melihat sosok Ruko, mereka semua menjadi binatang buas. Ruko bahkan hampir kehilangan kesuciannya pada hari itu.


Jika Ruko anggota biasa, dia sudah menjadi santapan mereka.


"Lupakan masalah itu, apakah ada hasil?"


"Ini lebih sulit daripada yang kita perkirakan."


"Begitu rupanya."


Ruko tak bertanya lebih lanjut. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Di saat itulah Heri datang dan menyiapkan minuman untuk Ruko. Kemudian dia pergi karena tak ingin mengganggu pembicaraan keduanya.


"Maaf, ide menggunakan kalian sebagai pusat perhatian memang berhasil, tapi kami hanya bisa menemukan sedikit barang yang mencurigakan. Kita seperti menghadapi seorang yang tahu setiap langkah kita."


"Seorang yang berada di balik semua ini tipe yang paling kita benci."


"Mengenai masalah itu, kita masih belum tahu dari mana semua barang itu berasal. Kita memiliki banyak kandidat, tapi semuanya hanya kemungkinan saja."


"Artinya masih nihil kah."


Masalah yang mereka bahas merupakan masalah lama yang sampai sekarang belum ada penyelesaiannya.


Masalah Anticrystal.


Sebelum bertemu dengan Laila di ibukota, Ruko dan semua anggota Shadow Knight sudah berhadapan dengan masalah yang melibatkan Anticrystal.


Keberadaan Anticrystal yang semula langka dan menjadi barang terlarang mulai beredar luas di dunia gelap. Dan dengan Anticrystal itulah banyak organisasi penentang penyihir mulai berani menggunakan cara kasar untuk bertindak.


Salah satu alasan kenapa organisasi seperti Red Crow bertindak juga karena keberadaan benda yang membuat mereka bisa melakukannya.


"Meskipun begitu, pengamanan kita sudah diperketat dan sebagian besar anggota kita digunakan untuk menuntaskan masalah ini. Berkat itu masalah yang disebabkan Anticrystal sedikit berkurang."


"Aku harap begitu. Hanya saja tolong jangan sebutkan aku masih anggota kalian. Aku di sini hanya membantu. Jika melibatkan keluargaku dalam masalah ini, aku harap kalian bersiap dengan konsekuensinya."


Tomo tertawa kecil.


"Tentu saja. Itu sudah menjadi bagian perjanjian kita. Aku juga sudah mengirim anak buahku menjaga mereka dari jauh. Tapi jujur saja kami kesulitan mendekat. Mereka terlalu kuat."


"Mereka memiliki kekuatan setara Master, jangan remehkan mereka. Lupakan masalah itu, bagaimana dengan respon Sei dalam masalah ini?"


Menyebut nama kaisar dengan santainya merupakan sebuah kelancangan, tapi hubungan Ruko dengan Sei sudah tersebar luas. Tomo juga bukanlah orang yang terlalu memikirkan status. Dia tahu kapan harus bersikap formal dan kapan harus santai.


"Ya. Lagipula ini bukan cara baru."


Dalam sejarah kekaisaran sudah berulang kali perang terjadi. Untuk menghadapi militer kekaisaran yang dikenal sebagai yang terkuat, banyak cara dilakukan untuk melemahkannya walau hanya sedikit.


Salah satu cara yang paling sering adalah menggunakan obat obatan narkotika berbahaya. Yang paling terkenal adalah kasus Milkyrose yang terjadi 120 tahun yang lalu.


Dengan menggunakan riwayat itu, kekaisaran memiliki aturan yang sangat ketat terhadap barang yang masuk dari negara lain. Lalu untuk mengatasi daerah kekaisaran tak dijadikan tempat untuk membuat obat obatan berbahaya, maka pengawasan untuk daerah terpencil selalu dilakukan.


"Yang menjadi masalah saat ini adalah kita kekurangan orang untuk mengawasi setiap wilayah. Kekaisaran memiliki wilayah yang luas dan butuh waktu untuk melihat seluruh perbatasan."


Masalah bukan hanya itu saja. Selain kriminal, monster juga menjadi masalah yang cukup merepotkan. Sampai sekarang banyak wilayah kekaisaran yang belum tersentuh oleh manusia. Yang paling terkenal adalah hutan Rukia. Lalu banyak pegunungan yang dikuasai oleh naga dan masih banyak lagi monster tingkat tinggi.


Jika pihak yang menyebarkan Anticrystal menggunakan salah satu tempat seperti itu untuk memproduksi Anticrystal, maka mereka akan kesulitan menemukannya.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menggunakan sudut pandang yang berbeda untuk menyelesaikan masalah ini."


"Seperti biasa kau selalu memiliki ide."


Itu sebuah kenyataan, bukan hanya sebuah pujian kosong.


"Kita tahu pihak musuh memiliki sumber yang cukup untuk membuat Anticrystal dalam jumlah besar. Pertanyaannya, bagaimana mereka melakukannya?"


"Kau punya poin. Aku pernah mendengar kalau Anticrystal dibuat dari darah monster langka, Kribullus. Karena itulah Anticrystal menjadi barang yang sulit ditemukan. Aku salah?"


Ruko mengangguk membenarkan.


Sebelum melanjutkan, dia meneguk teh. Dingin, tapi manis.


"Kribullus monster yang ganas dan mereka juga penyendiri. Mereka tak sekuat naga, tapi menjadi ancaman bagi penyihir peringkat Master ke bawah. Sebenarnya aku tahu tempat tinggal 7 Kribullus yang ada di kekaisaran. Aku akan memberitahu lokasinya. Bisakah kau menyelidikinya?"


"Itu mudah. Lalu apakah sebaiknya kita menangkapnya?"


Ruko menggelengkan kepalanya.


"Itu bukan ide yang buruk. Dengan itu kita memang bisa mengamankan sumber Anticrystal dari pihak musuh. Tapi aku ingin kau melihat keadaan apakah mereka ada di tempatnya atau tidak."


"Aku mengerti. Dengan melakukan itu kita mungkin akan menemukan petunjuk siapa musuh kita sebenarnya."


"Jangan senang dulu. Kau tahu cara ini banyak celah. Aku hanya menambahkan ide saja dalam masalah ini."


"Aku tahu. Tapi ini lebih baik daripada tak ada."


Kemudian Ruko meminta sebuah peta dan memberi tanda pada 7 titik. Semua titik berada di wilayah yang berbahaya, tapi bagi Shadow Knight, wilayah itu bukan masalah besar.


"Setelah melihat ini, aku baru tahu kalau Kribullus benar benar langka."


"Mereka adalah monster kuno. Umur mereka bahkan bisa mencapai 5000 tahun. Lalu musim kawin mereka adalah 500 tahun sekali. Jangan berharap monster seperti itu akan banyak. Apakah hanya ini saja yang ingin kita bahas? Kau memintaku membantumu pasti bukan hanya itu saja masalah yang terjadi."


Raut wajah Tomo menjadi mendung. Ini adalah sebuah tanda kalau masalah yang lebih berbahaya kini tengah terjadi.


"Aku rasa ini bukan suatu yang perlu kau pikirkan. Tapi kau berhak tahu kalau ada kemungkinan salah satu peserta Battle War tahun ini mendapatkan bantuan dari pihak musuh."


Ruko tak terlalu terkejut. Dia berpikir jika musuh ingin benar benar bertindak, maka dia akan melakukan hal itu.

__ADS_1


"Bolehkah aku tahu siapa orang itu?"


"Aku tak keberatan memberitahu, tapi ini hanya sebatas kemungkinan. Pihak kita masih belum menemukan bukti kuat. Lalu ada kemungkinan kalau bukan hanya dia saja yang mendapatkan bantuan."


"Sekarang aku mengerti kenapa Sei memilih tempat itu untuk panggung tahun ini."


Kemudian, Tomo menyebutkan nama salah satu peserta Battle War.


Mata Ruko langsung melebar karena tak percaya dengan nama itu.


✡️✡️✡️


Ruko keluar dari bar dengan perasaan tak tenang. Dia memikirkan kembali apa yang dia bicarakan dengan salah satu orang yang paling dia percaya itu.


Masalah Anticrystal semakin rumit sejak digunakan untuk menculik Charlmilia dan menggunakannya untuk memancing jendral Magil.


Insiden itu sendiri disembunyikan dari publik. Bagi pihak pemerintah, masalah itu lebih besar daripada sebuah kasus penculikan seorang tuan putri.


Anticrystal sudah dikenal sebagai senjata yang mampu membuat penyihir peringkat Master terbunuh. Kasus Charlmilia merupakan contoh nyata dari itu. Lalu jenis senjata Anticrystal baru yang digunakan juga menjadi masalah.


Apa yang terjadi jika digunakan dalam perang?


Dalam perang kekuatan penyihir menjadi faktor utama yang menentukan menang atau kalah. Tapi keberadaan Anticrystal yang semakin banyak mengubah pengertian umum itu.


Sebagai negara terkuat yang mengandalkan kekuatan penyihir sebagai pasukan utama, keberadaan Anticrystal merupakan sebuah ancaman besar.


Lalu jika masih terus berlanjut. Tak diragukan lagi dalam waktu dekat akan terjadi perang.


Mengetahui masa depan yang suram, Ruko tak bisa menahan diri untuk marah. Bukan pada musuh, tapi pada dirinya sendiri.


Kenapa dia tak menyadari hal ini lebih awal?


Jika dia menyadari hal itu, dia akan memprioritaskan masalah Anticrystal daripada masalah sekolah atau Battle War.


Tapi dia sadar. Percuma saja menyesal. Dia tak bisa memutar waktu untuk kembali. Lagipula dia sangat bersyukur dengan kehidupannya yang sekarang. Diberkahi seorang istri dan anak anak yang baik.


Mengingat itu dia tersenyum, tapi seringkali dia berpikir apakah dirinya telah menjadi orang tua yang baik bagi mereka?


Dia tak bisa menghindar dengan alasan 'ini pertama kalinya bagiku, jadi mau bagaimana lagi'. Sebagai orang tua dia berkewajiban untuk membimbing mereka ke arah jalan yang benar.


Membayangkan apa yang terjadi di masa depan, dia bertambah senang dan senyumannya semakin melebar. Tapi saat sadar masa depan yang indah itu akan rusak oleh perang dan konflik, senyuman menghilang menjadi sebuah wajah masam.


Apa yang terjadi jika musuh menggunakan senjata Anticrystal pada Laila? Membayangkannya saja sudah membuat hati Kuro terbakar oleh kemarahan.


"!?"


Saat sadar dia marah oleh suatu yang belum terjadi, sebuah rasa sakit mengingatkan dirinya kalau kemarahan bukan jalan yang tepat.


Sebagai King yang memiliki waktu terbatas, kemarahan hanya akan membuat Authority bangkit dan memperpendek umurnya.


Dia tak tahu sampai kapan dirinya bisa bertahan. Tidak sekarang, tidak juga nanti, tapi dalam waktu dekat.


Dia lalu mendesah. Membayangkan apa yang terjadi pada mereka setelah dirinya sudah tiada suatu yang sangat sulit. Jika bisa dia ingin terus bersama dan melihat bagaimana Riku dan Lic tumbuh


Tapi semuanya sudah terlambat.


Sejak dia menjadi King, takdir sudah tertulis pada jalannya. Dia tak bisa memilih jalan lain atau membuat jalan lain. Bahkan dengan Authority yang sanggup membunuh takdir, kekuatan itu tak bisa membunuh takdirnya sendiri.


Udara tiba tiba menjadi dingin saat memikirkan hal itu. Salju turun dengan pelan dan perlahan menetes di sarung tangannya.


(Dingin...)


Pakaian yang membuat dirinya terasa hangat kini menjadi percuma. Dia merasa dingin seolah tel*njang di tengah badai salju.


Tapi ada hal lain yang membuatnya terasa lebih dingin.


Itu adalah nama peserta lain yang Tomo sebutkan.


(Kenapa kau baru muncul sekarang?)


Seorang yang dulu dia cintai kini telah kembali. Dia tak tahu bagaimana dia bisa selamat dari semua kejadian itu, tapi saat dirinya juga selamat, maka ada kemungkinan kalau dia juga selamat. Apalagi kekuatan yang dia miliki adalah regenerasi.


Tentu saja Ruko harus memastikan terlebih dahulu apakah dia hanya seorang yang mirip atau seorang yang menggunakan namanya. Jika dia palsu, Ruko tak memaafkan orang itu apapun alasannya.


(Jika itu benar dirimu. Aku ingin sekali memelukmu seperti dulu)


Merasakan kehangatan satu sama lain dan berbagi kasih sayang. Rasa rindu yang perlahan menghilang kini kembali dan lebih kuat daripada sebelumnya.


Tapi di saat itulah Ruko ingat dengan keluarganya yang sekarang.


Hubungan Ruko dengan Arisa adalah sebuah masa lalu. Semua itu hanyalah kenangan manis bagi Ruko.


Sayangnya, dia tak bisa berbohong kalau dia masih mencintai Arisa.


(Ini tak akan berhasil...)


Jika disuruh memilih antara Laila dan Arisa, dia akan langsung menjawab Laila. Tapi jika ditanya siapa yang paling dia cintai, maka jawabannya adalah...


"..."


Pada akhirnya dia tahu apa yang dia rasakan tentang mereka berdua. Apapun yang terjadi nanti, dia memutuskan untuk menghadapinya dengan segenap kekuatan yang dia miliki.


"Ruko!!!"


Saat memikirkan semua hal itu, seorang memanggil namanya.


Ruko menoleh ke sumber suara dan menemukan para gadis sedang asik membuat boneka salju di sebuah taman.


Taman kota memang diperuntukkan untuk semua umur, tapi tempat yang mereka gunakan lebih diprioritaskan untuk anak anak. Sayangnya, yang terlihat menikmati hal ini adalah orang orang dewasa yang seolah tak pernah merasakan masa kanak-kanak.


"Laila, aku akan ke sana."


Masih ada waktu sebelum kapal udara berangkat ke kota selanjutnya. Sampai saat itu tiba, dia akan menikmati momen membahagiakan itu dengan sepenuh hati.


"Ruko, kau pasti senang. Kami membelikan pakaian lucu lagi untukmu. Kau harus mencobanya nanti saat di kapal. Pakaian di kota ini begitu unik."


"Bagaimana kalau mengenakan pakaian itu sampai di kota Gehenna?" Saran Charlmilia saat hati hati memasang kepala boneka salju. "Dengan begini kita tahu siapa yang paling bagus dalam memilih baju."


"Itu ide yang bagus, Charl Kita juga harus melakukannya pada Lic dan Riku. Aku yakin mereka semakin manis dan lucu."


Atau mungkin tidak.

__ADS_1


__ADS_2