Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Dragon War II : Awakening


__ADS_3

Jinn Seraft. Dia penyihir peringkat A tipe User.


Wujud Magic Arm Jinn berupa armor yang berada di tangan kanannya bernama Armi.


Lahir dari ayah seorang penyihir dan ibu seorang bukan penyihir, kemampuan sihir Jinn bisa dibilang tak sekuat dan secepat penyihir lain.


Penyihir bisa menggunakan sihir di usia 4-5 tahun, tapi Jinn baru bisa menggunakan sihir di usia 12 tahun.


Karena itulah, Jinn belajar di sekolah orang biasa sampai berusia 12 tahun. Sedangkan belajar di sekolah sihir saat berusia 12 tahun.


Kehidupan Jinn di sekolah sihir bukanlah suatu pengalaman yang menyenangkan. Dia selalu dihina dan dicemooh karena sihirnya yang terlalu lemah.


Peringkat E. Itulah ranking yang dia dapat saat memasuki sekolah sihir. Mendapatkan perlakuan sebagai terlemah membuat dia selalu dikucilkan di sekolah. Bahkan tak ada yang mau berteman dengan Jinn.


Lemah. Ya. Itulah Jinn. Saat teman sekelasnya sudah bisa menggunakan Magic Arm atau Magic Beast, hanya dia satu satunya yang belum bisa menggunakannya.


Meskipun begitu, dia tak menyerah. Dia memutuskan untuk menjadi kuat dan mengatasi kelemahannya itu.


Demi siapa?


Demi adik perempuannya. Jinn mempunyai seorang adik perempuan yang 3 tahun lebih muda darinya. Tak seperti Jinn, adiknya merupakan murni seorang bukan penyihir.


Itulah kenapa, setiap kali menunjukkan sihir, meskipun itu sihir sederhana, adik Jinn sangat senang dan kagum dengan Jinn. Adik perempuannya bahkan menganggap Jinn adalah seorang pahlawan.


Mungkin karena itulah, adik Jinn sangat membanggakan fakta Jinn adalah seorang penyihir, meskipun di zaman seperti ini, keberadaan penyihir adalah suatu yang biasa.


Tapi adik tetaplah seorang adik yang akan kagum dengan sosok kakaknya dan menjadi panutannya. Rasa bangga adik Jinn mulai sedikit berlebihan dan mulai melampaui batas.


Dia bercerita kepada teman temannya bahwa Jinn dapat melakukan hal yang luar biasa dan penyihir biasa tak mampu melakukan hal seperti kakaknya. Tentu itu sebuah kebohongan belaka karena fakta Jinn adalah seorang penyihir lemah tetaplah tak berubah.


Kebohongan ini terus berlanjut. Tapi berkat hal ini adik Jinn mendapatkan teman yang cukup banyak, tapi faktanya mereka hanya ingin mendengarkan dan menikmati kebohongan yang adik Jinn katakan.


Teman palsu. Itulah yang adik Jinn dapat dari kebohongannya. Dan teman palsu suatu saat akan pergi setelah merasa bosan.


Dan tak dibutuhkan waktu lama sampai hal itu terjadi.


Teman adik Jinn yang sejak awal menyadari perkataan adik Jinn hanya kebohongan belaka mulai memberitahu fakta bahwa sebenarnya Jinn hanyalah penyihir lemah.


Seorang kakak yang dianggap sebagai pahlawan dan dikagumi kini sosok itu menghilang.


Berkat kebohongan itupula, teman adik Jinn mulai meninggalkannya satu persatu. Mereka tak ingin berteman dengan seorang pembohong. Tapi sejak awal mereka bukanlah seorang teman. Tak perlu sedih.


Sayangnya pemikiran ini hanya dipikirkan orang dewasa dan bukanlah pemikiran anak kecil. Adik Jinn menganggap semua temannya adalah teman sejati yang tak akan meninggalkannya.


Hasil dari semua ini adalah sebuah kesedihan yang teramat sangat. Adik Jinn tak tersenyum lagi dan orang tua Jinn juga tak bisa berbuat banyak.


Kau menuai apa yang kau tanam. Peribahasa itu sangatlah cocok untuk menggambarkan keadaan adik Jinn saat itu, tapi ada satu orang yang tak menerima keadaan ini.


Orang itu adalah Jinn.


Karena dia lemah, semua ini terjadi kepada adiknya. Senyuman adiknya menghilang dan kini hanya kesedihan yang bisa dilihat Jinn.


Dia harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan senyuman adiknya. Tapi apa?


Semua ini terjadi karena dia lemah. Mungkin inilah alasan kenapa adik Jinn berbohong.


Bukankah ini semua salahnya?


Apa yang dia bisa lakukan untuk menebus kesalahannya?


Itu sederhana. Dia cukup mengubah kebohongan adiknya menjadi sebuah kenyataan.


Jika dia melakukannya, semua kebohongan adiknya tak bisa disebut kebohongan lagi. Teman adiknya juga tak akan menganggap adiknya seorang pembohong lagi.


Dia harus menjadi kuat.


Itulah alasan terbesar kenapa dia bisa sampai seperti ini.


Dia berlatih lebih keras daripada penyihir lainnya. Tak hanya melatih sihir, tapi dia juga melatih tubuhnya sehingga menjadi lebih kuat daripada penyihir seusianya.


Latihan dan kerja kerasnya kini telah membuahkan hasil. Dia kini berperingkat A saat masuk Kuryuu Academy.


Adik perempuannya kini sudah bisa tersenyum lagi dan tak disebut pembohong oleh temannya. Teman dia juga sudah mulai bertambah.


Kebagagiaan adik perempuannya adalah prioritasnya saat ini dan Jinn akan melakukan apapun agar adiknya tetap bahagia.


Tapi setelah bertarung dengan Kuro, seorang bukan penyihir yang bisa dikatakan seorang monster yang bahkan berperingkat Master jika seorang penyihir, Jinn menyadari satu hal.


Menjadi kuat saja tidaklah cukup.


Kuro bertarung dengan musuh dalam pertarungan sungguhan. Itu adalah pertarungan yang jauh berbeda dengan sebuah duel atau pertandingan untuk menentukan pemenang.


Pertarungan sebenarnya tak mengenal ampun dan aturan. Bahkan kehormatan tak berguna selama bisa mengalahkan musuh.


Menang atau kalah. Hidup atau mati. Mendapatkan atau kehilangan. Itulah pertarungan yang sesungguhnya.


Tapi hal yang membuat Jinn sadar sepenuhnya adalah saat melihat Seta, partnernya pingsan karena terkena pedang yang merupakan Magic Arm milik Ishi.


Bagaimana jika Seta mati?


Bagaimana jika yang terkena pedang adalah keluarga atau adiknya yang berharga?


Sementara itu dirinya tak bisa berbuat banyak karena terlalu lemah.


Mereka semua mati. Mati karena dirinya tak bisa melindungi mereka.


Disaat yang sama, dia menyadari Kuro adalah orang yang pernah mengalami hal itu. Kuro pernah kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya. Berkali kali.


Dia menderita, marah, sedih. Tapi berkat itu dia menjadi kuat.


Tapi apakah kekuatan selalu diiringi dengan penderitaan?


Tidak. Kuro hanya tak beruntung. Kuro hanya lemah. Kuro tak bisa melindungi orang yang berharga baginya. Dan itu sekarang menjadi penyesalan dan penderitaan Kuro.


Itu adalah kutukan. Kutukan yang tak pernah hilang sebelum kematian menjemput.


Tapi berkat itulah kini Kuro berusaha melindungi semua yang berharga bagi dirinya meskipun harus membunuh dua ratus Knight. Meskipun harus membuat seluruh dunia menjadi musuhnya. Kuro akan melindungi apa yang berharga baginya.


Jinn menghormati Kuro karena itu. Jinn menganggap Kuro sebagai panutan karena bisa melakukan semua itu.


Bagi Jinn, Kuro sekarang adalah seorang pahlawan.


Tapi dia tak akan menjadi seperti Kuro.


Dia tak akan menjadi seseorang yang menjadi kuat karena rasa penyesalan dan kebencian.


Dia mengakui Kuro kuat, tapi itu tak bisa disebut kekuatan sejati.


Kekuatan sejati berasal dari tekad, cinta dan kerja keras serta dengan usaha untuk tak pernah menyerah atau putus asa dalam menyelesaikan masalah.


Dia akan menjadi kuat. Tapi dia tak alan menggunakan cara yang sama dengan Kuro.


Dia akan melindungi, tapi bukan dengan kebencian, tapi cinta dan kerja keras.


Dia akan menang. Dia akan berhasil melindungi. Dia tak akan kalah dengan siapapun yang dia lawan.


Dia sudah memutuskan hal itu.


Dan dia akan menang dalam perang ini.


"HAAAAAAAAAAA......."


Jinn berteriak sambil menyerang Necrodra yang kini menjadi musuhnya.


Armi, Magic Arm Jinn bersinar dan huruf sihir berputar mengelingi Armi dengan kecepatan tinggi.


Serangan Jinn merupakan sihir yang sebenarnya dia rahasiakan dan akan dia gunakan dalam Triball, tapi untuk mengalahkan Necrodra tanpa menggunakan Sacred Magic Art, Jinn tak punya pilihan lain.


Sihir Jinn adalah menghancurkan musuh dari dalam. Tapi Jinn harus melakukan kontak terlebih dulu dengan musuh melalui pukulan.


Necrodra hanya bisa dibunuh jika 70% tubuhnya hancur atau memenggal kepalanya. Bagi Jinn yang memiliki Magic Arm tak bertipe senjata tajam, menghancurkan tubuh Necrodra adalah satu satunya cara untuk mengalahkan musuh.


Jinn berhasil memukul bagian punggung Necrodra. Disaat itulah huruf sihir langsung menyebar ke seluruh tubuh Necrodra.


Setelah berhasil menanamkan sebuah bom, Jinn melompat dan menjauh dari tubuh Necrodra yang tiba tiba meledak dan hancur berkeping keping menjadi bongkahan daging hitam.


Jinn mendarat. Nafasnya terengah engah dan keringat bercucuran dengan deras di seluruh tubuhnya.


Sihir Jinn adalah sihir yang mempunyai kekuatan penghancur yang dahsyat, tapi dia juga harus menerima akibat berupa tubuhnya yang mengalami kelelahan.


"Sepuluh kali kah, ....aku masih belum menjadi kuat rupanya..."


Jinn sudah menggunakan sihirnya sebanyak 10 kali. Itu jumlah yang sama dengan Necrodra yang sudah dia bunuh.


Bagi seorang penyihir biasa, mampu mengalahkan 10 Necrodra sendirian adalah suatu yang luar biasa.


Tapi saat Jinn mengingat apa yang dilakukan Kuro kemarin, dia sadar dia masih lemah.


"?!"


Saat sedang berpikir mengenai kelemahannya, Jinn merasakan tekanan mana yang tak biasa. Dia langsung menoleh ke arah tekanan mana itu dan melihat cahaya hitam yang menelan semuanya dan tanpa meninggalkan bekas.


"Apa itu?"


Jinn tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, tapi dia lebih dikejutkan oleh sosok manusia beramor sebesar dua meter. Tapi setelah berapa saat, cahaya ungu kehitaman menyebar dan membuat Necrodra raksasa muncul.


Setelah itu, Jinn menerima panggilan radio dari Kuro dan mengetahui bahwa semua masih berjalan seperti yang direncanakan.


Knox menyelidiki bagian istana dengan berpura pura tersesat. Lairo dan Aldest menyelidiki keganjilan mengenai naga misterius yang membantai keluarga Deon. Charlmilia dan Laila bersama Diana untuk mengawal sekaligus menyelidiki keberadaan benda yang menjadi incaran musuh. Dirinya sendiri membantu mengalahkan Necrodra dari jauh sendirian.


Sementara semua sedang melaksanakan rencana, Kurolah yang akan menghadapi Deon jika sudah saatnya tiba.


Dan itu tak butuh waktu lama.


Jinn mendengar pedang beradu dan percikan orange dari atas salah satu Necrodra. Pertarungan dengan kecepatan tinggi dan kekuatan dahsyat terjadi antara Deon dan Kuro.


Bagi Jinn, dia seperti sedang melihat dua monster bertarung dan saling membunuh.


Sayangnya Kuro menerima serangan Deon dan terpental ke puing puing dengan cukup keras. Salah satu Ultimate Necrodra juga menyerang Kuro, tapi naga merah, Ruby telah menghancurkan Ultimate Necrodra dengan Laser Breath.


Jinn sadar telah berada di antara para monster. Sedangkan dirinya, pasukan Knight Gear, Dragon Knight hanyalah semut kecil yang bisa hancur dengan mudah.


"Bisakah aku selamat?"


Sekarang Jinn lebih kawatir terkena serangan Kuro dan Deon daripada mati saat melawan Necrodra, tapi dia tak bisa berbuat banyak karena sejak awal mungkin hanya Kuro yang mampu mengalahkan Deon.


Dia masih lemah. Dia sekarang menyadari itu.


"Tidak. Masih ada yang bisa dilakukan orang lemah sepertiku."


Sambil berpikir dengan keras, Jinn menyingkir dari panggung para monster. Dia menyadari bisa mati jika terus berada di tempat itu.


Tapi apa yang bisa dia lakukan?


Dia bersandar di bangunan yang hancur dan beristirahat untuk memulihkan tenaganya, tapi dia tak bisa lengah karena serangan Ultimate Necrodra yang menghancurkan segalanya bisa mengarah kepadanya kapan saja.


"Haa... ini menggelikan. Pada akhirnya aku tak bisa berbuat apapun."


Jinn tersenyum tipis di antara ledakan dan kota yang hancur dan terbakar. Untuk kedua kalinya dia merasa lemah dan tak bisa berbuat apapun.


"Tapi masih terlalu awal menyerah. Aku pasti dapat melakukan sesuatu dengan pertempuran ini."


Tapi apa?


Pertanyaan itu sekali lagi menghantui Jinn.


Jinn lalu melihat sekelliling dan melihat pertempuran yang bagaikan neraka.


Dragon Knight masih bertarung dengan sengit melawan Ultimate Necrodra. Meskipun jumlah Dragon Knight lebih banyak, yaitu sekitar 1 banding 10 ditambah pasukan Knight Gear, namun untuk mengalahkan satu Ultimate Necrodra terlihat sulit.


Meskipun jumlah Ultimate Necrodra sudah berkurang berkat Ruby, namun jumlah Ultimate Necrodra yang cukup banyak membuat Ruby kesulitan menghabisi mereka semua.


Yang lebih gawat naga para Dragon Knight yang mati mulai berubah menjadi Necrodra. Hal ini membuat jumlah Necrodra bertambah sekali lagi.


Pertempuran yang mustahil dimenangkan. Pemikiran ini sempat terpikir di benak Jinn.


"Jadi inikah yang dinamakan perang?"

__ADS_1


Perang. Ya. Saat ini dia berada di dalam sebuah perang.


Dia pernah membaca dan mendengar tentang perang, tapi dia tak menyangka akan ikut dalam sebuah perang itu sendiri.


Jinn melirik pertarungan Kuro dan Deon. Itu adalah pertarungan sengit dan berat sebelah.


Kuro terlihat kesulitan dan kewalahan menghadapi Deon meskipun menggunakan Accell Art. Itulah kekuatan musuh mereka kali ini.


Meskipun begitu, Kuro terlihat menikmati pertarungan itu dengan sebuah senyuman lebar. Itu adalah ekspresi seseorang yang tak kenal takut akan mati atau menyesal.


Kenapa dia bisa seperti itu?


Apakah karena dia memang tak kenal takut?


Atau karena dia yakin akan menang?


Tidak. Dia hanya gila.


Tapi jika kegilaan yang dibutuhkan dalam pertempuran ini, maka itu tak salah. Mungkin dengan kegilaan, dirinya tak akan takut lagi bertarung atau kehilangan nyawanya seperti Kuro.


"...Khhh..."


Jinn menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga.


Dia marah. Marah karena menyadari tak bisa melakukan hal itu. Lagipula tak ada alasan kuat untuk mempertaruhkan nyawanya dalam pertempuran ini. Ini adalah negara lain. Bukan negara yang dia tinggali atau harus dia lindungi. Tak ada kewajiban untuk melakukan semua ini.


Jadi apa yang harus dia lakukan?


Lari dan bersembunyi seperti seorang pengecut?


Ya. Itu mungkin yang harus dilakukan Jinn agar bisa selamat dan kembali bertemu dengan keluarga dan temannya.


Tak akan ada yang akan menyalahkan dirinya karena dia lari. Dia tak berbuat salah. Lagipula dia hanya murid kelas 1 sekolah sihir.


"Tapi apakah tindakanku benar? Lari dan bersembunyi?"


Lemah. Sekali lagi dia merasakan perasaan saat adiknya disebut pembohong karena dirinya lemah. Tapi itulah kenyataannya. Dia lemah.


"Ini benar benar membuatku kesal."


Jinn frustasi dan bercampur dengan kemarahan. Dia ingin menangisi kelemahannya, tapi air mata tak mau keluar.


Saat itulah seekor Necrodra datang menyerang Jinn dengan Dragon Breath hitam. Jinn tak bergerak dan menerima serangan telak.


Api hitam menyelimuti Jinn dan membakar puing puing hingga menjadi debu, tapi setelah beberapa saat, api memudar dan memperlihatkan sosok Jinn yang mengeluarkan asap panas dari tubuhnya.


Tapi Jinn belum mati. Tubuhnya masih utuh dan hanya mengalami luka bakar sedikit.


Necrodra yang melihat Jinn selamat tampak keheranan karena tak mati setelah menerima serangan mematikan itu.


"Jika lemah, aku akan menjadi lebih kuat!"


Jinn selamat setelah bertahan dengan menyilangkan tangannya dan menggunakan sihir pertahanan yang diperkuat dengan Magic Arm miliknya.


"Menjadi lebih kuat dari sebelumnya."


Lengan kiri Jinn bersinar terang.


"Menjadi lebih kuat. Lebih."


Perlahan cahaya menghilang, setelah itu sebuah armor muncul di lengan kiri Jinn. Dari bentuknya, armor itu sama seperti yang berada di tangan kanan Jinn.


"Aku akan menang. Aku akan melindungi."


Jinn mengepalkan tangannya dan bersiap dalam posisi memukul.


Kedua armornya dikelilingi huruf sihir berwarna merah terang seperti darah segar dan berputar.


"Aku akan selamat. Aku akan kembali. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah, aku tak akan lari ataupun bersembunyi!"


Jinn melompat dan berakselerasi. Dia menyerang Necrodra dengan pukulannya, tapi Necrodra menyadari serangan Jinn dan langsung mengeluarkan Dragon Breath hitam sekali lagi tepat ke arah Jinn.


"Ooouuuuhh...."


Itu adalah teriakan dari keputusan dan tekad Jinn. Dia lemah, tapi tak ingin terus menjadi lemah.


Jika Utnin seperti Kuro bisa sekuat itu, kenapa dirinya tidak bisa seperti itu?


Jinn tak berhenti. Dia maju dan menerjang Dragon Breath itu dengan tinjunya.


(Aku akan menang.)


Dengan mengeluarkan kekuatan penuh, Jinn melesat dan menghancurkan Dragon Breath. Saat menyentuh armor Jinn, Dragon Breath itu menghilang seolah diserap oleh armor Jinn.


"Terimalah kematianmu, Sacred Magic Art, Fire Fist Breaker"


Tinju Jinn tepat mengenai kepala Necrodra. Lingkaran sihir merah langsung muncul dan membesar. Setelah membesar, lingkaran sihir itu menyebar dan menghancurkan tubuh Necrodra tanpa sisa.


Kedahsyatan serangan Jinn tak hanya menghancurkan Necrodra dalam sekali serang, tapi bangunan di belakang Necrodra menjadi sebuah debu.


Serangan Jinn juga membuat sebagian Dragon Knight melirik Jinn karena merasakan tekanan sihir yang luar biasa kuat.


Tapi Jinn juga menerima efek samping dari serangannya itu.


Dia tersungkur. Tubuhnya tak mau bergerak dia sudah kehabisan tenaganya. Keringat juga bercucuran seperti sungai. Bajunya kini juga compang camping dan sedikit terbakar.


"Ha.. ha.. ha..."


Nafas Jinn terengah engah.


(Aku terlalu berlebihan rupanya, tapi-)


Jinn tak menyesal. Dia bahkan tersenyum lebar karena senang membangkitkan kekuatan baru dan Sacred Magic Art baru.


"[Tampaknya kau semakin bertambah kuat.]"


Tiba tiba Jinn mendengar suara Kuro dari radio.


Jinn terkejut dan sekaligus heran karena Kuro masih sempat berbicara dengan dirinya meskipun di tengah pertarungan sengit.


"[Entahlah. Dia semakin kuat saja, sedangkan aku semakin melemah. Hmm.. mungkin aku akan kalah.]"


"Jangan bercanda. Jika tahu akan kalah, kau terlalu santai. Aku tahu kau masih belum bertarung sungguh sungguh, jadi cepat kalahkan dia, Bodoh!"


Kuro tersenyum kecil sambil menahan pedang Deon.


Aura hitam yang menyelimuti Deon perlahan mulai semakin membesar dan kuat. Disaat yang sama kekuatan dan kecepatan Deon juga meningkat. Jika Kuro tak mempunyai Accell Art, dia sudah lama mati.


Pertanyaannya adalah, sampai kapan tubuh Kuro mampu bertahan menggunakan Accell Art?


"[Ya begitulah, aku masih punya beberapa Trump Card yang belum kugunakan. Tapi sebaiknya kau cepat pulih, masih banyak Necrodra yang masih hidup. Kau tahu kan?]"


"Ahaha.. apa kau bermaksud aku harus menghabisi mereka semua? Itu sama saja menyuruhku mengantarkan nyawa. Kau tahu itu kan?"


"[Yeah, tapi anggap saja sebagai latihan untuk membangkitkan Magic Arm milikmu sepenuhnya.]"


Mata Jinn melebar setelah mendengar itu.


"Kuro, jangan bilang kau sejak awal sudah tahu kalau Armi belum bangkit sepenuhnya?"


Ini adalah salah satu rahasia terbesar Jinn. Magic Arm miliknya, Armi belum bangkit sepenuhnya. Mungkin hal ini dikarenakan perkembangan sihir Jinn lebih lambat dari penyihir seusianya.


Lalu bagaimana dia bisa mendapatkan peringkat A?


Itu semua berkat latihan dan kerja kerasnya.


"[Ya begitulah. Kau sama seperti Laila, penyihir yang belum membangkitkan wujud sebenarnya dari Magic Arm. Kau pikir kenapa aku mengizinkan kalian ikut denganku? Kau tak berpikir aku hanya mengajak kalian karena kalian berguna untukku kan?]"


Jinn semakin tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Selain mengetahui rahasianya, Kuro ternyata juga sudah memikirkan cara membangkitkan kekuatan Jinn yang tersembunyi. Meskipun sedikit kasar, namun itu berhasil.


"Apa kau benar manusia? Tapi aku tak menyangka Laila juga sama sepertiku. Mungkinkah ini alasan kau mengincarnya?"


"[Apa yang kau katakan? Itu tak ada hubungannya. Yahh... sudahlah, aku sedang sibuk, jadi kita akhiri saja. Oh iya, sebaiknya kau cepat lari, ada Necrodra yang menuju ke arahmu.]"


"Eh?"


Sambil terkejut, disaat yang sama sambungan radio terputus.


Jinn lalu mendengar gemuruh yang semakin mendekat. Jinn langsung melihat ke arah gemuruh itu dan menemukan seekor Necrodra menuju ke arahnya.


"Apa ini lelucon?"


Jinn langsung tertawa kering. Dia tahu harus segera lari, tapi tubuhnya tak mau digerakkan.


"Sial!!"


Jinn melirik Necrodra itu sekali lagi, tapi setelah memperhatikan sekali lagi, Jinn menyadari ada yang aneh dengan Necrodra itu.


Necrodra itu memang ke arahnya, tapi Necrodra itu bergerak seolah sedang bertarung dan lari dari sesuatu.


......dan dugaan Jinn benar.


Dua sosok berwarna keperakan sedang terbang di sekitar Necrodra itu dengan kecepatan tinggi. Itu adalah pasukan Knight Gear.


Knight Gear menyerang menggunakan sihir seperti Dragon Breath, tapi ukuran dan kekuatan yang lebih kecil. Meskipun begitu, mereka berhasil mengalahkan Necrodra.


Tak hanya serangan sihir menyerupai Dragon Breath, tapi pedang, tombak dan berbagai senjata lainnya juga mereka gunakan untuk melawan Necrodra.


"Luar biasa...."


Jinn kagum dengan kekuatan yang ditunjukkan Knight Gear. Meskipun Knight Gear adalah Dragon Gear tiruan, namun tak bisa dianggap remeh.


Tiba tiba 2 Knight Gear mendarat di dekat Jinn.


"Apa kau baik baik saja?"


Salah satu pemakai Knight Gear membuka armor kepalanya dan menunjukkan wajah dibalik Knight Gear. Wajah lelaki yang terlihat ramah dan bersahabat terlihat.


Orang itu mengulurkan tangannya dan memberikan bantuan kepada Jinn untuk bangkit kembali.


"Aku baik baik saja. Aku hanya kelelahan saja."


Jinn menerima uluran tangan dan berdiri meskipun tubuhnya masih sulit berdiri.


"Syukurlah, tapi kau benar benar luar biasa. Meskipun penyihir muda, namun bisa mengalahkan Necrodra itu sendirian."


"Tak seperti kami, kami harus menggunakan Knight Gear untuk bertarung. Penyihir itu benar benar luar biasa. Um? Aku tak pernah melihatmu. Mungkinkah kau salah satu teman tuan Kuro?"


Mata Jinn melebar karena menyadari suatu yang tak dia sangka. Tidak. Dia tak menyangka apa yang dia ketahui tentang Dragonia benar.


"Kalian mengenal Kuro?"


"Yeah, semua orang di Dragonia mengenal tuan Kuro. Dia seorang pahlawan yang menyelamatkan negri ini."


".....kasus 6 bulan lalu kah? Aku tahu dia membantu mengalahkan Necromancer, tapi aku tak menyangka dia begitu terkenal."


"Eh?" Salah satu lelaki terlihat terkejut. "Kau temannya tuan Kuro kan?"


Jinn mengangguk.


"Aku teman sekelasnya. Memangnya ada masalah?"


"Kau tak tahu kalau sebenarnya tuan Kuro sering datang ke Dragonia dan membantu menyelesaikan masalah. Hmm.. kira kira sejak 4 tahun yang lalu. Benarkan?"


"Ya. Kami sangat berterima kasih kepadanya dan sekaligus kagum bahwa orang biasa seperti dia mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dia menjadi panutan orang biasa seperti kami, kau tahu itu."


".........."


Jinn terdiam karena mendengar suatu yang sulit dipercaya. Setahu Jinn, Kuro datang ke Dragonia secara tidak sengaja, tapi setelah mendengar dua orang itu, ternyata Kuro sudah datang ke Dragonia sejak 4 tahun yang lalu.


4 tahun yang lalu, itu artinya saat Kuro mengelilingi dunia sendirian.


Tapi menurut perkataan dua orang itu, Kuro sering datang ke Dragonia dan membantu menyelesaikan masalah. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa hubungan Dragonia dan Kuro?


(Tidak. Sekarang justru masuk akal kenapa Kuro dipercaya meskipun dia orang luar sepertiku. Tak hanya itu, inilah alasan sebenarnya kenapa putri Diana meminta bantuan Kuro.)

__ADS_1


Jinn sekarang mulai paham apa hubungan Kuro dengan Dragonia, tapi ada satu misteri yang menghantui benak Jinn, kenapa Kuro sering ke Dragonia?


(Sepertinya itu misteri lain dari Kuro. Ya ampun, sebenarnya siapa dia?)


Tapi masih ada satu masalah lagi yang menjadi pemikiran Jinn.


"Jadi berita itu benar. Dragonia mengembangkan senjata agar orang biasa bisa bertarung layaknya penyihir."


Mereka berdua langsung terdiam dan tak langsung menjawab pertanyaan Jinn.


"Haa... apakah seperti itu kami di mata kalian?"


"Orang luar memang tak mengerti apa yang kami rasakan menjadi negara kecil yang selalu dihantui peperangan."


"......."


Sekarang Jinn yang terdiam. Dia tak bisa membalas perkataan mereka.


Knight Gear adalah armor buatan yang dibuat khusus untuk para orang biasa. Dengan Knight Gear, orang biasa akan memiliki kekuatan dan pertahanan seperti penyihir, tidak, bahkan lebih kuat.


Meskipun serangan monoton dan terbatas karena kurang pengalaman bertempur, namun kekuatan yang ditunjukkan Knight Gear dalam pertempuran ini tak bisa dianggap remeh.


"Maaf, aku tak bermaksud seperti itu."


Jinn meminta maaf karena merasa telah menyinggung perasaan mereka.


"Tidak apa apa. Jika kami seperti itu di mata kalian, mau bagaimana lagi. Lagipula itulah kenyataanya, tapi satu hal yang harus kau tahu, Bocah. Kami sebagai penduduk Dragonia dan sebagai orang biasa merasa bangga karena mampu bertempur dan melindungi negara kami dengan tangan kami."


"Meskipun dengan bantuan alat dan bisa dibilang kekuatan palsu, namun apa yang salah dengan itu? Kami para orang biasa adalah orang lemah, tapi dengan Knight Gear, kami menjadi kuat dan bisa bertarung. Kami tak ingin selamanya bergantung kepada penyihir. Itulah kebanggaan kami sebagai pemakai Knight Gear. Sekarang apa kau mengerti?"


Tentu Jinn mengerti. Itu karena dia pernah merasakan apa yang disebut lemah.


Hal yang sama juga dirasakan orang biasa di Dragonia. Mereka paham betul ketidak berdayaan sebagai orang biasa.


"Maa... sudahlah. Sebaiknya kita tak membahas masalah ini. Bocah, sebaiknya kau beristirahat di tempat yang aman."


"Yeah. Serahkan sisanya pada kami. Kau sudah bekerja keras, tapi kami tak bisa memintamu bertarung lebih dari ini. Kau memang teman tuan Kuro, tapi kau bu- gahh..."


Tiba tiba orang itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan tersungkur. Tak hanya itu, Knight Gear yang dia kenakan bersinar dan perlahan menghilang menjadi partikel.


"Leyo, bertahanlah." Ucap orang lainnya sambil berusaha membantu pria bernama Leyo. "Kau sudah tahu apa akibatnya jika terlalu berlebihan kan? Sekarang lihat apa yang terjadi padamu."


Marah dan cemas terlihat di wajah orang itu.


Jinn tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tak bisa berbuata banyak.


"Dia baik baik saja?" tanya Jinn.


Meskipun tubuh lemah, tapi Jinn tetap berusaha membantu pria bernama Leyo.


"Dia terlalu berlebihan menggunakan Knight Gear, ini adalah efek samping yang dia terima."


"Efek samping?"


Sekali lagi Jinn dikejutkan oleh mereka.


"Ya. Kau tak berpikir menggunakan kekuatan seperti tadi tak memiliki efek samping kan? Setahuku penyihir juga mengalami efek samping jika berlebihan menggunakan kekuatan mereka. Kurasa kau paham dengan ini."


"Ta-tapi-"


"Ya. Seharusnya hal ini tak terjadi kan? Kenapa Knight Gear memiliki efek samping padahal Knight Gear terbuat dari teknologi? Itu sederhana, Knight Gear sebenarnya masih belum sempurna."


Leyo mengerang kesakitan dan memuntahkan darah berkali kali.


Jinn hanya bisa melihat miris.


"Dan kalian masih memakainya meskipun mengetahui efek samping itu? .....apa kalian tak sayang dengan nyawa kalian?"


Jinn sadar luka Leyo bukanlah luka sembarangan, tapi luka parah dari dalam.


Jika ada Aldest, Leyo akan mendapatkan perawatan dengan sihir penyembuh, tapi Aldest saat ini tak berada di tempat mereka.


"Sudah kami bilang, kami bangga menggunakan Knight Gear karena mampu melindungi dan bertarung dengan tangan kami sendiri. Mempertaruhkan nyawa bagi kami bukanlah masalah besar."


"Kh..."


Jinn mengerti maksud apa yang disampaikan pria itu, dan Jinn tak bisa mengatakan bahwa pria itu salah, tapi dia juga tak bisa mengatakan bahwa pria itu benar.


"Apakah pangeran bodoh itu tak memberi tahu kalian tentang efek samping jika menggunakan Knight Gear. Meskipun demi kemenangan, ini terlalu ke-"


"Jangan salah paham."


"......"


"Sebelum menggunakan Knight Gear, kami diberi tahu bahwa ada efek samping yang kami terima dan berapa lama kami bisa menggunakan Knight Gear. Tak hanya itu, kerajaan juga sudah menyiapkan tempat perawatan bagi kami yang terluka. Jangan berkata seolah olah kau tahu segalanya, Bocah."


"Jadi berita Dragonia benar benar memperhatikan rakyatnya itu benar."


"Ya. Meskipun negara kecil, kami hidup dengan damai dan tentram. Pajak juga tak terlalu memberatkan kami. Singkatnya kami bahagia menjadi penduduk Dragonia. Dan itulah alasan kenapa kami rela mengorbankan nyawa demi mempertahankan negri ini."


Sebuah fakta yang sedikit mengejutkan. Jinn tak menyangka Louis yang tega membiarkan adiknya hampir terbunuh ternyata peduli dengan rakyatnya.


"Maaf, bukannya aku tak mengerti apa yang kalian rasakan, tapi jika kalian tak sayang dengan nyawa kalian, kalian sama saja dengan orang bodoh. 'Bertarung untuk kembali.' itu adalah kata Kuro. Jujur saja aku tak terlalu mengerti maksudnya, tapi sekarang aku paham. Bertarung mempertaruhkan nyawa, tapi kita tak boleh kehilangan nyawa karena ada yang menunggu kepulangan kita."


"........"


"Itulah kenapa, sebaiknya Leyo segera kita bawa ke tempat perawatan sesegera mungkin."


"Yeah. Aku setuju."


Jinn membantu orang itu memapah Leyo, tapi baru mereka melangkahkan kalinya beberapa langkah, mereka dihadang oleh Necrodra. Tapi bukan Necrodra biasa, itu adalah Necrodra Holy Demonic Class.


"Tch... musuh sepertinya tak membiarkan kita dengan mudah."


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Jinn. "Memanggil bantuan? Kurasa kita bisa mengalahkannya dengan 5 orang pemakai Knight Gear."


Ide Jinn masuk akal. Dia sadar kekuatan Knight Gear mampu membunuh Necrodra Holy Demonic Class hanya dengan 5-8 orang saja.


Karena insiden 4 minggu yang lalu di kota Areshia, Jinn tahu kekuatan dan kengerian Holy Demonic Class. Dan itu bukanlah kabar menyenangkan.


"Kau benar, tapi-"


Pria itu berhenti karena menyadari ide Jinn tak mungkin bisa dilaksanakan.


"Ada apa? Kalian pasti mempunyai sistem komunikasi antar sesama pengguna Knight Gear, kurasa memanggil bantuan tidaklah sulit."


Sekali lagi Jinn benar, tapi pria itu hanya terdiam dan tak menjawab Jinn.


Sementara itu, Necrodra Holy Demonic Class menatap tajam ke arah mereka seperti kucing yang menjebak tikus.


Necrodra itu bisa menyerang kapan saja dan itu artinya mereka tak punya banyak waktu.


"Paman?"


"Maaf, tapi sepertinya kita tak bisa meminta bantuan kali ini."


Mata Jinn melebar karena terkejut dan bingung.


"Paman, apa maksudmu?"


"Bodoh, lihat sekelilingmu!"


Jinn langsung melihat sekelilingnya.


Pertempuran masih terjadi di mana mana. Dragon Knight dan Knight Gear masih sibuk bertarung dengan Ultimate Necrodra. Tapi bukan itu masalahnya.


Awalnya jumlah Knight Gear mencapai ratusan bagai semut, namun sekarang tak terlihat banyak. Singkatnya jumlah berukang drastris.


Jika mati, kemungkinan itu kecil karena armor Knight Gear bahkan mampu bertahan dari Dragon Breath. Dengan kata lain, ada alasan lain kenapa jumlah Knight Gear berkurang. Dan alasan itu adalah-


"Jangan bilang, mereka semua mengalami hal sama dengan paman Leyo?"


Efek samping. Itulah alasan kenapa jumlah Knight Gear berkurang.


"Tidak. Meskipun mereka mengalami efek samping, namun sebenarnya mereka hanya kembali untuk menerima perawatan dan beristirahat. Si Bodoh ini terluka parah karena terlalu berlebihan dan melebihi batas pemakaian."


Setelah mendengar itu, Jinn menyadari satu hal.


"Jadi, jika paman berlebihan memakai Knight Gear, paman juga akan....."


"Kau tak perlu kawatir. Aku sedikit spesial dan mampu bertahan selama 3 jam karena aku melakukan latihan khusus, tapi dia tidak. Yahh... sudahlah, tak ada gunanya membahas ini. Sebaiknya gunakan waktu untuk membawa si Bodoh ini ke tempat perawatan."


Tiba tiba, pria itu melepas pegangannya dan membuat Jinn memapah Leyo sendirian.


"Kita tak beruntung. Pintu masuk menuju ruang perawatan berada 100 meter di depan kita."


Sebuah senyuman muncul di bibir pria itu.


Senyuman itupula yang membuat Jinn tahu apa yang ada di benak pikiran pria itu. Dan itu bukanlah pemikiran yang bagus.


"Paman, aku tahu apa yang kau pikirkan, tapi aku tahu kau mustahil menang meskipun menggunakan Knight Gear. Sebaiknya kita meminta ban-"


"Bantuan tak akan datang. Prioritas saat ini adalah mengalahkan Necrodra raksasa, Necrodra seperti ini sebenarnya tak terlalu dipedulikan. Karena itulah bantuan tak akan datang."


"Sial."


"Sudahlah. Sebaiknya kau bawa si Bodoh itu ke tempat perawatan. Akulah yang akan menghadapi Necrodra ini."


"Ta-tapi-"


Jinn tahu kemungkinan menang pria itu tak terlalu besar, tapi bukan berarti nol. Pria itu juga mengetahui hal ini dan percaya akan menang menggunakan Knight Gear.


"Jangan kawatir. Bukankah kau sendiri yang bilang 'Bertarung untuk kembali.'? Aku tak akan mati semudah itu."


Tatapan dan tekad terpancar dari kedua mata pria itu.


Jinn akhirnya mengerti dan hanya bisa percaya dengan pria itu.


"Baiklah. Aku mengerti. Aku akan membawa paman Yuya ke tempat perawatan. Sebagai gantinya, paman harus selamat."


Pria itu hanya tersenyum.


Setelah itu, armor kembali menutupi kepala pria itu. Disaat yang sama, pria itu menendang tanah dan maju menghadapi Necrodra Holy Demonic Class.


"HOOOORRYYAAAAA!!!"


Teriakan terdengar bersamaan dengan ledakan dari Dragon Breath. Meskipun terkena serangan, namun tubuh pria itu masih utuh berkat Knight Gear.


Pria itu lalu terbang dan mengeluarkan sebuah pedang keperakan yang sama dengan Knight Gear. Lalu dengan pedang itu pria itu menebas Necrodra sambil terbang dengan kecepatan tinggi.


Tapi Holy Demonic Class juga cepat. Disaat sebelum pedang itu menebas tubuhnya, Necrodra itu menyerang menggunakan ekornya seperti sebuah cambuk.


Pria itu terkena serangan telak dan tubuhnya terpental ke puing bangunan dengan cukup keras.


"Paman?"


"Apa yang kau lakukan, cepat pergi!"


Meskipun cemas, Jinn akhirnya pergi dengan cara memutari pertarungan itu.


Tapi sebelum pergi, rasa cemas tak bisa hilang karena Jinn melihat kelemahan Knight Gear.


-Knight Gear lemah terhadap serangan fisik.


Itulah kenapa, Knight Gear pria itu sedikit hancur setelah menerima serangan dari Necrodra.


"Khh...."


Jinn hanya bisa menggertakan bibirnya.


Sambil memapah Leyo yang kini setengah sadar, dia menahan amarah dan hanya bisa berdoa agar pria itu selamat.


(Paman, jangan sampai kau mati...)


Disaat yang sama, untuk ketiga kalinya dia merasakan kalau dirinya itu-


"Lemah..."

__ADS_1


__ADS_2