Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Chris True Power


__ADS_3

Di tengah pulau melayang Avalon, terdapat sebuah bukit tinggi yang menyerupai gunung kecil. Bukit itu dikelilingi oleh pohon pohon rindang menyerupai hutan. Hanya saja di bagian barat pohon tumbuh begitu jarang seperti hutan yang belum lama tumbuh.


Di hutan itulah salah satu peserta dari Shiryuu Academy, Merlin dan Mitra. Mereka berdua juga melakukan hal yang sama seperti Fila dan Charlmilia, yaitu berusaha mendapatkan bahan makanan.


Hanya saja, usaha mereka tak begitu berjalan mulus karena tak ada satupun hewan yang muncul. Ini bukan masalah karena mereka sudah dilatih untuk menahan lapar. Hanya saja, jika mereka tak berusaha mendapatkan makanan, mereka cepat atau lambat mereka akan kesulitan.


"Merlin, kau menemukan sesuatu?"


"Tidak. Masih sama. Tak ada satupun binatang kecil yang terlihat. Jika seperti ini terus, kita hanya bisa berharap pada makanan yang akan dikirim."


Sebenarnya mereka bisa membawa makanan dari barang yang diperbolehkan dibawa, tapi karena terbatas, mereka menggunakannya untuk hal lain.


"Untuk sekarang kita fokus pada langkah ke depan kita terlebih dahulu. Karena Helen sudah keluar, maka kita tak bisa menggunakan rencana semula. Kita juga harus membuat rencana cadangan jika jumlah kita berkurang lagi."


Mitra merogoh kantung yang dia bawa. Di dalamnya terdapat benda penting yang mereka butuhkan untuk memenangkan Battle War.


"Bagaimana dengan putri Victoria?"


"Dengan mata sihirku, aku bisa melihat kalau dia sama sekali tak bergerak."


Merlin adalah salah satu pemilik mata sihir, Dragon Eyes. Dragon Eyes tak sekuat Eyes of Truth, apalagi mengalahkan Spirit Eyes. Tetapi bukan berarti kemampuan Dragon Eyes kalah jauh dari mata sihir lainnya jika digunakan dengan tepat.


Salah satu kekuatan Dragon Eyes adalah bisa mengetahui kekuatan lawannya dengan menggunakan ukuran angka. Lalu kekuatan mata itu tak memiliki batas. Bahkan dia bisa mengetahui jumlah kekuatan meskipun terhalang oleh gunung.


Tentu saja penggunaan Dragon Eyes tidaklah semudah itu. Pertama yang dilakukan Mitra harus mengingat jumlah kekuatan lawan. Semakin banyak lawan, maka semakin banyak jumlah yang harus dia ingat. Syukurlah Merlin adalah orang cerdas. Mengingat banyak angka suatu yang mudah baginya.


"Seperti yang kita perkirakan, putri Victoria tak akan memburu para peserta. Sungguh, dia memang pantas mendapatkan gelar terkuat."


Angka untuk kekuatan Victoria lebih dari 500.000. Itu adalah angka yang sangat Merlin jarang lihat. Apalagi pada penyihir muda yang belum matang.


"Tetapi bukan hanya dia saja yang harus kita perhatikan. Kau ingat dengan Arisa?"


"Kau bilang kalau jumlah kekuatannya sama sekali tak bisa kau tebak?"


Merlin mengangguk dengan wajah cemas.


"Tak hanya dia, Laila dan Kuro juga seorang yang sama sekali tak bisa aku tebak. Bagi mereka, kekuatan yang mereka miliki seperti memiliki tombol saklar."


"Jadi rumor kalau dia berhasil mengalahkan Maria itu benar huh.."


Pertarungan di ibukota memang terkenal, tetapi pertarungan itu tak banyak disebarkan. Yang beredar saat ini hanyalah rumor yang dilebih lebihkan seperti Charlmilia berhasil mengalahkan Maria setelah membuat kontrak dengan Dragon King.


"Yah.. meskipun begitu. Jika rencana kita berhasil, sekuat apapun mereka, mereka tak akan bisa mengalahkan kita."


"Kau benar. Kita sebaiknya mulai bersiap. Kau hubungi Denada dan dua lainnya untuk segera memulai rencana."


Merlin mengangguk dan mulai mengaktifkan sihir komunikasi.


***


Mengetahui Byakko dengan mudahnya dihancurkan oleh Chris, Charlmilia sama sekali tak terkejut. Dia bahkan sudah menduga hal ini karena tahu betul kekuatan sejati Chris.


Chris adalah seorang penyihir peringkat SS dengan kekuatan khusus yang disebut Arm of Destruction. Tak hanya kekuatan tangannya saja yang luar biasa, tapi kekuatan tangannya mampu menghancurkan segala hal yang terbentuk dari sihir seperti magic arm dan magic beast.


Mengetahui hal ini, Charlmilia berusaha menyerang Chris dengan serangan jarak jauh, sayangnya itu tak semudah yang dia perkirakan.


(Aku bisa membuat Byakko menjadi Byakkura, hanya saja jika seperti tadi, aku akan dirugikan)


Kekuatan utama Byakko adalah serangan jarak dekat. Dia juga memiliki serangan jarak jauh, hanya saja itu kurang efektif mengingat kekuatan magic beast Lancelot yang luar biasa.


Tak hanya kekuatan, kecepatan dan teknik pedang yang digunakan Lancelot tak kalah dari teknik pedang Kuro. Charlmilia tahu ini karena dia beberapa kali berhadapan dengan Kuro.


Selama pertarungan itu, Charlmilia tak pernah sekalipun menang. Hanya saja, perlahan tapi pasti dia bertambah kuat. Bukti dari hal itu adalah sekarang bisa berani mengatakan kalau setidaknya seimbang dengan Kuro dalam hal teknik pedang.


Sayangnya, sebelum mengalahkan Kuro, kini dia terdesak oleh kekuatan dan teknik pedang dari magic beast.


(Ini sangat tidak lucu)


Charlmilia mempercepat aliran mana dalam tubuhnya. Di saat yang sama tubuhnya terasa lebih ringan dan lebih mudah bergerak daripada sebelumnya. Dia juga menambahkan sihir penguatan pada hal lainnya.


Lalu dengan semua itu, dia menyerang Lancelot.


Tebasan, tusukan, tendangan, tusuk ke kanan dan ke kiri. Serangan dari bawah ke atas. Tebasan melintang. Semua teknik yang dia gunakan sanggup ditahan oleh Lancelot.


"..."


Charlmilia mulai panik. Dari semuanya, ini adalah hal yang paling tak dia perkirakan.


Bagaimana bisa magic beast memiliki kekuatan seperti ini?


"Apakah ini hanya kemampuanmu, ....putri Charlmilia? Jika iya, aku pikir semua orang bisa menjadi tuan putri atau pangeran hanya dengan kekuatan seperti ini."


"Jangan sombong. Aku belum mengeluarkan kekuatan yang aku miliki."


"Kalau begitu tunjukan. Kau tak akan bisa menyerangku jika kau tak bisa mengalahkan Lancelot."


"Aku tahu itu, karena itulah aku akan serius. Byakko!!"


Harimau putih kembali muncul. Lalu halilintar menyambar tubuh Byakkura dengan keras.


"Incarnation, Byakkura. Thunder God Form!!"


Byakko berubah wujud menjadi humanoid dengan dua belati di tangannya. Pakaian pelindung berwana emas muncul menambah kegagahan sosok harimau yang dikenal sebagai penguasa hutan. Beberapa gendang dengan gambar koma.


Byakkura meraung keras mengumandangkan wujud barunya. Lalu dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata, dia melesat ke arah Chris.


"Masih lambat!!"


Tetapi, bagi seorang penyihir sekelas Chris, dia bisa melihat gerakan Byakkura dengan mudahnya karena penglihatan kinetiknya lebih baik dari penyihir biasa.


Sekali lagi Chris berusaha menyerang, lebih tepatnya menangkap Byakkura. Dengan itu dia akan menghancurkannya sekali lagi.


"Change!!"

__ADS_1


"!?"


Chris dikejutkan saat tiba tiba sosok Byakkura berubah menjadi sosok Charlmilia. Sihir yang digunakan sebelumnya adalah sihir yang membuat Charlmilia dan Byakkura berganti tempat.


Dulu ini adalah sihir yang tak bisa dia gunakan, tapi berkat kontrak dengan Lapis Lazuli, dia bisa menggunakan sihir tipe dimensi tingkat rendah.


Bisa dibilang ini keputusan yang tepat. Magic beast melawan magic beast. Ini suatu yang sederhana, tapi sangat cocok dengan situasi sekarang.


Lalu tak seperti sebelumnya, kecepatan Charlmilia meningkat pesat sehingga tangan yang semula berniat menangkap Byakkura, kini berhadapan dengan rapier.


Dengan suara benturan logam, serangan Charlmilia berhasil ditahan dengan pedang yang dipegang oleh tangan kiri.


Sekali lagi Charlmilia dibuat terkejut dengan refleks dan kekuatan Chris. Dengan tangan non dominan, dia sanggup menahan serangan Charlmilia yang sudah diperkuat.


Keduanya lalu beradu pedang berapa saat. Setiap kali mereka beradu, salju dan tanah di sekitar mereka terbelah oleh angin kejut. Disaat inilah Charlmilia berhasil mendesak Chris.


Sayangnya, meskipun terlihat seperti itu, Charlmilia sadar kalau Chris masih belum serius.


Dari segi kecepatan dia lebih unggul, tetapi Chris dengan mudahnya menghindar dengan gerakan minimal dan di saat yang sama menyerang balik.


Dalam hatinya yang terdalam, Charlmilia harus mengakui kalau dalam hal teknik pedang, Chris lebih unggul darinya.


"Tidak buruk, tapi belum cukup."


"Khhh!!"


Charlmilia tiba tiba terdorong oleh kekuatan yang luar biasa. Dia mengerti ini adalah kekuatan Chris yang sesungguhnya.


Tetapi tak hanya itu, Chris yang semula hanya bertarung setengah setengah, kini mulai memasang kuda kuda dengan serius. Chris juga memegang pedangnya dengan dua tangan.


(Ini sungguh buruk, tetapi...)


Entah mengapa dia mengenal kuda kuda itu. Meskipun agak berbeda, tapi tak diragukan lagi itu adalah kuda kuda dengan posisi untuk bersiap menggunakan teknik...


"Cursed Blade Art, Witch Reaper!!!"


Dalam sekejap mata, Chris menghilang.


Dalam pikirannya Charlmilia terkejut. Ini sungguh suatu yang tak pernah dia duga. Tetapi mengingat ada banyak yang bisa menggunakan teknik itu selain Kuro, maka tak heran jika Chris mampu melakukannya.


Dia ingat kembali latihannya dengan Electra.


-Bagi pengguna elemen petir, kecepatan adalah hal yang paling kita kuasai. Karena itulah berbanggalah. Dengan ini setidaknya kau memiliki kekuatan untuk berhadapan dengan Kuro di panggung yang sama.-


'Apa kau bilang kalau menguasai kecepatan saja tidaklah cukup?'


-Tidak. Sangat tidak cukup. Terutama saat kau berhadapan dengan Cursed Art The Reaper atau Accell Art milik Kuro. Kedua teknik itu sekilas hanya mengandalkan kecepatan saja, tetapi itu adalah teknik yang mengandalkan berbagai faktor lain seperti cara kerja otak, kekuatan tubuh, kelima panca indera dan masih banyak lagi.-


Mendengar itu, Charlmilia merasa kagum karena Kuro berhasil menciptakan teknik seperti itu.


'Kalau begitu, apakah aku bisa menggunakan teknik itu untuk melawan Kuro?'


-Yah.. kau berpikir seperti itu tidaklah salah. Tetapi teknik itu bukan sesuatu yang mudah dipelajari. Terutama orang yang tak bisa membaca orang lain seperti dirimu.-



Jangan bersedih. Jika tak bisa mempelajarinya, kau hanya harus mempelajari cara menghalaunya.-



Apa yang dia pelajari memberikan harapan baru.


Harapan itu adalah...


"World Perception"


Dalam sekejap Charlmilia mengetahui seluruh apa yang terjadi di sekitarnya. Meskipun hanya memiliki radius 10 meter, tapi dengan teknik itu dia memiliki pandangan secara 360 derajat.


Dalam waktu itu pula Chris menyerang dari titik buta. Yang dia incar adalah kaki, lalu punggung, dada, leher, lengan, tangan, lalu kepala.


Meskipun tak memberikan dampak secara langsung, tapi serangan itu akan diubah menjadi serangan psikis yang bahkan mampu membuat orang pingsan.


Ya. Setidaknya itulah yang seharusnya terjadi.


"...."


Chris tercengang saat semua serangannya berhasil dihindari.


"Jangan pikir aku akan terkena serangan untuk kedua kalinya. Lighting Accell!!"


Charmilia bertambah cepat. Tak hanya itu, serangannya semakin berat hingga membuat tubuh Chris tak sanggup menahan.


Tentu saja bukan hanya itu saja masalah Chris. Serangan elemen petir memiliki efek lain berupa membuat tubuh kaku. Lalu karena Chris adalah seorang penyihir tipe Contractor, senjata yang dia gunakan terbuat dari logam yang memiliki konduktor baik dengan elemen petir.


Biasanya senjata seperti yang dimiliki Chris sudah memiliki efek berupa mengurangi efek serangan sihir. Sayangnya, itu tak cukup karena sihir Charlmilia lebih unggul setelah membuat kontrak dengan Dragon King.


"Tempest!!"


Chris menciptakan tornado yang mengelilingi dari segala arah.


Karena Charlmilia dulu pengguna elemen angin, maka dia paham apa yang direncanakan Chris.


Sayangnya..


"Ini tak cukup!!"


Dengan sekali tebas, tornado menghilang.


Charlmilia berniat langsung mengakhiri pertarungan dengan menebas Chris dengan salah satu sihir terkuatnya, tetapi dia tak menemukan sosok Chris.


"!?"


Insting Charlmilia berteriak keras memperingatkan dia dalam bahaya. Secara refleks Charlmilia menghindar. Ledakan keras terjadi di tempatnya semula.

__ADS_1


Dia lalu melirik ke arah atas. Di sana dia menemukan Chris terbang dengan menggunakan sayap angin.


Charlmilia menggigit bibir bawahnya. Dia tak pernah menyangka Chris akan menggunakan sihir terbang.


"Sudah aku duga. Aku akui kau bertambah kuat, tetapi sebagai ganti kekuatan itu kau juga kehilangan sesuatu yang lain, aku salah?"


"..."


Meskipun tak ingin mengakuinya, ekspresi Charlmilia sudah menjawab semuanya.


Sudah lama semua tahu kalau setiap elemen sihir memiliki karakteristik masing masing. Api adalah kekuatan, tanah adalah ketahanan, angin adalah kebebasan, air adalah ketenangan. Lalu dari semua itu, elemen petir adalah satu satunya elemen yang mewakili kecepatan, tetapi di saat yang sama ketidakteraturan.


Sebelum membuat kontrak dengan Lapis, Charlmilia sangat diuntungkan karena dia sanggup menggunakan tiga elemen, tapi karena sekarang dia hanya bisa menggunakan satu saja, maka dia tak bisa menggunakan sihir yang sebelumnya dia kuasai.


Salah satu sihir itu adalah sihir terbang. Sihir yang menjadi alasan kenapa keluarga Ven Cellvain dikenal oleh seluruh kekaisaran.


"Meskipun begitu, bukan berarti aku tak bisa mengalahkanmu."


Tekanan sihir Charlmilia semakin bertambah. Tubuhnya mengeluarkan percikan percikan kecil yang mempengaruhi udara di sekitarnya. Kilat yang memenuhi rapier miliknya juga semakin menggeliat.


Charlmilia memasang kuda kuda, lalu dia mengaktifkan sihir yang dia ciptakan untuk melawan pengguna sihir terbang.


"Lighting Leap"


Seperti berteleportasi, Charlmilia muncul di depan Chris. Sihir yang dia gunakan adalah versi sihir Leap yang dia modifikasi menggunakan sihir petir. Lalu ditambah dengan sihir membuat pijakan sihir di udara, Charlmilia bisa bergerak bebas di udara seperti yang biasa Kuro lakukan.


Charlmilia menyerang Chris dengan rapier yang dipenuhi oleh petir, tidak, lebih tepat jika disebut sebagai halilintar. Halilintar yang Charlmilia keluarkan memiliki efek tambahan berupa mampu mengejar target, jadi meskipun Chris terbang melarikan diri, dia tak akan bisa menghindar.


"Bagus sekali, ..sayangnya kau masih naif."


Untuk pertama kalinya Chris tersenyum. Itu adalah senyuman puas seperti harapan yang terkabul.


"Tempest Wall!!"


"!?"


Sebelum serangan Charlmilia mendarat, angin berhembus kencang menahan Charlmilia.


Charmilia menggunakan sihirnya untuk memaksa menembus, tetapi tiba tiba cahaya muncul membutakan pandangannya.


"Tempest Blast!!"


"Gah!"


Tanpa tahu apa yang terjadi, Charmilia menghantam daratan dengan keras. Sebegitu kerasnya hingga membuat kawah yang cukup besar di daratan.


Berkat efek sihir yang menyalurkan rasa sakit ke Doll, dia masih bisa sadar. Dia tahu serangan tadi cukup memberikan dampak, tetapi yang ingin dia tanyakan adalah kenapa dia bisa berada di dalam posisi seperti itu?


Dia masih belum bangkit dari tempatnya. Dia bisa jika dia mau, tetapi matanya tak mau lepas dari hal yang terjadi di atas langit.


Di sana, sesosok ksatria dengan pelindung baja lengkap terbang dengan sayap yang terbuat dari angin. Di tangannya terdapat pedang yang begitu indah. Pemandangan itu membuatnya seperti seorang ksatria suci.


"Sacred Magic Art, Knight of Templar!!"


Dengan dikumandangkan sihir itu, itu menjadi tanda Chrish telah serius.


Sebagai mantan saudara, Charlmilia tahu kalau Chris memiliki sihir pamungkas yang sangat jarang dia keluarkan. Bahkan karena begitu jarang, sihir itu sampai menjadi rumor belaka yang dilebih-lebihkan.


Tetapi kali ini dia melihat sihir itu. Dan digunakan untuk melawan dirinya.


"Ahaha.. "


Entah mengapa Charlmilia merasa senang. Dia merasa diakui oleh orang yang sama sekali tak dia duga.


Byakkura tiba tiba muncul di dekatnya dan membantunya berdiri.


"Begitu rupanya... Sebenarnya kau bukan seorang Contractor, tapi seorang User?"


Ini suatu yang bahkan tak Charlmilia ketahui sebagai mantan saudara. Ini sungguh miris karena mengetahuinya saat keduanya bertarung sebagai musuh.


"Benar. Lancelot bukanlah magic beast, tapi magic arm."


Karena Lancelot berwujud ksatria yang mengenakan pelindung, maka banyak yang mengira kalau Lancelot memiliki tubuh yang tersembunyi, tetapi kenyataannya Lancelot tak lebih dari sebuah pelindung baja lengkap.


(Meskipun begitu, bagaimana bisa Lancelot bergerak?)


Salah satu yang membedakan magic beast dan magic arm adalah bagaimana mereka bergerak. Karena magic arm sebagian besar berwujud senjata, maka mereka harus dikendalikan oleh tubuh. Inilah kenapa penyihir yang memiliki magic arm disebut sebagai tipe User.


(Tunggu sebentar...)


Charmilia ingat kalau Lancelot memiliki teknik pedang yang luar biasa. Bahkan bisa dibilang tak kalah dari Kuro maupun Chris. Tetapi yang paling dia ingat adalah gaya teknik pedang Lancelot yang begitu mirip dengan Chris.


"..."


Apakah hanya kebetulan? Atau apakah karena Chris adalah pemilik Lancelot?


Charlmilia langsung berkeringat dingin. Jika dugaannya benar, maka kekuatan yang ditujukan Chris sampai sekarang ini tak lebih dari setengahnya saja.


"Dari ekspresimu sepertinya kau tahu sihir apa yang aku gunakan untuk mengendalikan Lancelot. Ya, benar.. Magic Clone."


Magic Clone adalah sihir yang menciptakan tubuh kedua menggunakan energi sihir. Sihir ini biasanya dimiliki oleh penyihir elemen tanah karena mereka bisa menciptakan tubuh menggunakan tanah (golem).


Tentu saja sihir ini tak mudah dan dikategorikan sebagai sihir tingkat tinggi. Lalu karena sihir ini terus menerus mengkonsumsi energi sihir penggunanya, maka sihir ini tak cocok dalam pertempuran nyata.


Inilah yang membuat kemampuan Chris begitu mengerikan. Charlmilia tak tahu trik apa yang digunakan Chris, tetapi tak diragukan lagi kekuatan Chris berbeda dengan sebelumnya.


(Apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya? Apakah aku harus menggunakan Dragon Gear?)


Masih mengendalikan Lancelot saja Chris bisa bertarung imbang dengan Byakkura dan Charlmilia di saat bersamaan. Karena Chris sudah tak membagi kekuatannya, maka kali ini dia berhadapan dengan kekuatan Chris yang sesungguhnya.


"Bagaimana kalau kita mulai babak ketiga kita, putri Charlmilia?"


"..."

__ADS_1


__ADS_2