Battle War ; Magic, Sword And Dragon

Battle War ; Magic, Sword And Dragon
Cursed Golden Dragon


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Riana, Victoria akhirnya memutuskan apa yang akan dia lakukan. Tetapi sebelum itu ada satu hal yang harus dia katakan pada Sei.


Dengan keras dia menendang pintu ruangan kerja hingga hancur. Sei tentu saja terkejut, tapi Victoria sama sekali tak peduli.


"Ayah, tidak. Sei. Aku akan memenangkan Battle War untuk ketiga kalinya. Karena itulah kau sebaiknya bersiap!!!"


Setelah mendeklarasikan itu, Victoria langsung pergi dan tanpa menoleh ke arah belakang.


Sei yang melihat itu mendesah dalam, tapi dia perlahan tersenyum karena tak menyangka Victoria bisa berbuat sejauh itu.


Sejak saat itu Victoria rajin berlatih dengan lebih keras daripada sebelumnya. Dia berlatih dengan Holy Knight dan berbagai macam orang dengan tipe kekuatan yang berbeda.


Pada momen inilah julukan Berserker Princess sangat sesuai dengannya.


Ada masa di mana dia dikejutkan oleh berbagai macam insiden dan orang yang terlibat dengan insiden itu. Dia merasa kagum dengan kekuatan yang mereka tunjukkan, tapi itu juga sebuah bukti nyata kalau dia masih belum apa apa.


Dia paham kalau Battle War yang ketiga kalinya ini akan jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dia tak akan mudah memenangkannya.


Tetapi itu bukan berarti dia akan begitu saja mengalah. Dia juga memiliki impian sama seperti mereka. Dan demi impian itu, dia akan mengerahkan semua yang dia miliki.


Meskipun itu menggunakan cara yang tidak terhormat.


Pada Battle War kali Victoria hanya menunggu kesempatan untuk mengalahkan musuh. Ini bisa dibilang cara yang tak biasa dia lakukan, tapi dia harus melakukan ini. Dia tak memiliki pilihan.


Setelah mengalahkan Juuno dan Franco memanfaatkan saat mereka kelelahan, Victoria dihadapkan dengan seorang anak kecil dari Shiryuu Academy.


Sekilas anak itu terlihat tak berbahaya. Sayangnya, itu salah besar. Dari semua peserta dari Shiryuu Academy, gadis kecil itulah yang paling diwaspadai Victoria.


Karena tak ingin membuang waktu dan membiarkan musuh bersiap, Victoria langsung saja menyerang. Yang mengejutkan, serangannya berhasil dihindari dengan mudah dengan gerakan bagaikan orang sirkus.


Victoria dengan cepat menganalisa lawan. Dari pengalamannya yang sudah sudah, banyak yang sudah berhasil menghindari serangan dengan menggunakan sihir penguatan tubuh.


Sederhana, tapi ini efektif. Dan tentu saja ini cukup rawan karena sihir itu akan langsung musnah jika terkena serangan Victoria meskipun itu hanya goresan. Alasan kenapa Merlin dengan mudah menghindar adalah ukuran tubuhnya yang kecil.


Arei memberikan tanda dengan tatapan mata untuk membantu, tapi Victoria menggelengkan kepalanya. Itu artinya ini masih di batas yang Victoria atasi sendirian.


Tetapi tentu saja Merlin tak berdiam diri saja.


"Tuan Putri sungguh agresif. Sebelum bertarung, bagaimana kalau kita mengobrol?"


Victoria mengabaikan percakapan dan sekali lagi menyerang. Kali ini juga menggunakan peluru sihir.


Serangan kembali dihindari. Dan yang lebih mengejutkan, serangan Victoria tiba tiba berbalik arah dan menyerang balik penggunanya.


"..."


Victoria sama sekali tak terkejut.


Kekuatan Soul milik Merlin adalah Reflection. Sebuah sihir khusus dengan kemampuan untuk membalik semua serangan yang mengandung sihir.


Meskipun begitu, kekuatan ini tak berpengaruh pada serangan fisik. Karena itulah Victoria tak begitu ingin menggunakan sihir untuk melawan Merlin. Dia menggunakan sihir sebelumnya hanya untuk memastikan informasi yang dia terima ternyata benar.


"Putri Victoria, pernahkah kau berpikir kalau sihir di dunia ini begitu sederhana?"


"Kadang. Tapi itu tak penting."


Victoria sekali lagi melesat bagai peluru menerjang Merlin dengan tombaknya. Kali ini dengan teknik tusukan beruntun.


Merlin tak begitu takut dan hanya tersenyum. Jika menahan serangan, pasti akan terlambat.


Tetapi kejadian yang mengejutkan semua orang terjadi. Tak hanya berhasil menghindar, Merlin juga berhasil bertahan.


"Elemen suci memang bisa menetralkan semua sihir, tapi itu tak bisa menetralkan kekuatan yang berasal dari Soul. Khususnya Soul yang menggunakan sumber selain sihir."


Merlin menahan serangan Victoria hanya dengan menggunakan ujung jarinya dengan begitu santai.


"Reflect!!"


Tubuh Victoria terpental ke belakang dengan keras. Dia berhasil menyeimbangkan kembali tubuhnya dan berhasil berhenti setelah terseret 20 meter lebih.


Itu bukan karena kekuatan Merlin, tapi seberapa besar kekuatan yang dikeluarkan Victoria.


"Putri, kau tak apa apa?"


"Aku baik baik saja, Arei. Kau tahu ini masih belum seberapa."


Arei terlihat cemas, tapi dengan cepat dia kembali seperti biasa.


Victoria kembali menatap Merlin. Dia memutar Longinus dan kembali melesat maju.


Kali ini Victoria tanpa ragu melempar Longinus. Tentu saja serangan Victoria kembali dipantulkan. Victoria berhasil menghindari Longinus. Lalu menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Merlin hanya dengan kepalan tangan.


Merlin bersiap dengan Reflect sekali lagi, tapi tinju Victoria sama sekali tak terpengaruh dan akhirnya Merlin menerima pukulan tepat di wajah dan terbang ke belakang dan akhirnya tersungkur di salju.


"Jika kau pikir aku hanya bisa menggunakan teknik senjata dan sihir saja, kau salah besar. "


Melihat itu Arei tersenyum. Begitulah putri Victoria yang dia kenal.


(Penyihir biasa akan mengandalkan sihir untuk serangan maupun pertahanannya. Karena terlalu sering mengandalkan kekuatan itu, secara tak sadar penyihir akan tetap menggunakan sihir meskipun menggunakan teknik tangan kosong)


Karena itulah serangan penyihir biasa tetap akan dipantulkan oleh kekuatan Soul milik Merlin. Bisa dibilang Merlin adalah lawan terburuk untuk semua penyihir.


(Reflection memang merepotkan. Apalagi pengaktifannya tanpa menggunakan sihir sehingga putri Victoria tak bisa menggunakan kekuatan elemen suci.)


Kekuatan mereka bisa dikatakan mirip, hanya saja Arei tahu kalau Merlin terlalu naif jika Victoria hanya bisa menggunakan sihir.


Di dunia ini ada satu teknik yang dikenal sebagai Absolute Magic Control. Sebuah teknik yang membuat penggunanya bisa mengendalikan energi sihir dalam tubuh mereka sekehendak hati.


Teknik ini dikenal sebagai salah satu yang paling sulit dikuasai. Bahkan penggunanya bisa dihitung jari sampai saat ini dan dikatakan sebagai salah satau dari teknik yang dikuasai oleh pada Paladin.


Kekuatan Soul Merlin mungkin akan berpengaruh besar jika dia ikut Battle War tahun lalu, tapi semua itu tak berguna dengan Victoria yang sekarang.


Victoria tak hanya melatih menggunakan magic arm, sihir dan berbagai macam teknik lainnya, tapi juga menguasai Absolute Magic Control.


Merlin kembali bangkit.


"Ahaha.. ini menyakitkan. Tapi kau sungguh dingin karena dengan mudahnya memukul wajah perempuan. Apa kau ingin aku tak menikah?"


"Aku tak peduli dengan itu. Lagipula ketika mengikuti Battle War, kau seharusnya sudah siap kalau nyawamu menghilang."


Meskipun setiap Battle War menggunakan sistem yang aman, tapi bukan berarti tak ada sebuah kesalahan. Ada kasus di mana Battle War memakan korban jiwa karena masalah sepele.


Dengan adanya Doll, Victoria tak perlu takut dengan dampak yang dia berikan pada lawannya.


Dan ini tentu saja berlaku pada lawannya.


"Sebaiknya kita berhenti bermain. Aku tahu kau belum menggunakan kekuatan mu yang sesungguhnya."


"Kebetulan aku juga berpikiran hal yang sama denganmu, tuan putri."


Kemudian ledakan energi sihir meluap dari tubuh keduanya. Keduanya lalu beradu sama lain dengan pukulan mereka. Ya. Pukulan.


Victoria tak bisa menggunakan sihir untuk melawan Merlin karena akan dipantulkan. Dan Merlin tak bisa menggunakan sihir karena akan dihapuskan.


Keduanya sama sama tak memiliki pilihan. Tapi tak cukup sulit untuk melihat siapa yang lebih unggul.


"Guh!!"


Sekali lagi serangan Victoria mengenai kepala Merlin. Lalu dilanjutkan oleh dengan tendangan.


"Kau harus menggunakan ide lain untuk melawanku. Meskipun teknik bertarung tangan kosongmu cukup hebat, tapi ukuran tubuh kita berbeda."


Sekuat apapun Merlin, tubuhnya lebih kecil daripada Victoria. Serangannya tak bisa mencapai Victoria dan di saat yang sama dia sulit menahan serangan Victoria.

__ADS_1


"Kau tak ingin mengatakan kalau ukuran dadamu lebih besar daripada diriku kan?"


"..."


Victoria tak memiliki niat menyinggung masalah ukuran dada, tetapi melihat ukuran dada Merlin yang datar seperti papan, Victoria tak punya pilihan selain mulai memperhatikan masalah itu.


"S-sudah aku duga. Dada besar adalah musuh."


Tekanan sihir semakin meluap dari tubuh Merlin. Itu menjadi tanda kemarahan dan juga tekadnya.


"Hey.. tenanglah. Kau masih muda dan itu artinya kau memiliki kesempatan besar."


"Jangan banyak bicara dada sapi."


Merlin kembali menyerang. Dan tentu saja Victoria tak diam saja. Dalam hati dia mendesah karena bertarung dengan alasan aneh.


Hanya saja ukuran dadanya tak begitu besar hingga pantas dipanggil dada sapi. Bahkan baginya ukuran dada besar hanya akan mengganggu.


(Tunggu. Mungkinkah Sei penyuka dada besar?)


Entah mengapa akhir akhir ini dia selalu memikirkan hal seperti itu.


"Dragon Bite!!"


"Holy Fist!!"


Victoria dikejutkan oleh tindakan Merlin yang tiba tiba menggunakan serangan sihir, tapi dia dengan cepat menghapus sihir itu menjadi kosong.


Kemudian keduanya kembali beradu pukulan. Dan karena situasi kembali terulang, Merlin dipaksa mundur kembali.


"Tch!! Kau lebih pantas disebut sebagai monster daripada tuan putri."


"Arara.. terima kasih. Tetapi kau harusnya sadar ada hal di dunia ini yang pantas disebut dan tidak. Kau anak bermulut kotor."


"Aku tak peduli dengan semua itu. Jika kau ingin menghukumku, lakukan. Jika kau bisa."


"Jangan sombong dulu dada papan!!"


"!?"


"Ah.. Arei, mungkinkah aku mengatakan sesuatu yang tak pantas disebut?"


Arei hanya menatap ke arah lain sebagai tanda 'ya'.


Keduanya lalu dikejutkan oleh tekanan sihir yang meluap dari Merlin. Lebih tepatnya meledak hingga membuat gelombang yang hampir membuat keduanya hampir terlempar.


Merlin memang dikenal sebagai seorang jenius, tapi dia juga dikenal sebagai seorang yang memiliki energi sihir hampir tak terbatas seperti Laila.


Tetapi dari semua itu, dia dikenal sebagai seorang penyihir dengan tipe unik dan spesial.


"Tunjukkan kemarahanmu pada dunia ini, Fafnir!!!"


Cahaya mulai berkumpul menjadi satu titik dan membentuk sebuah wujud. Memiliki taring yang mampu menembus besi dengan mudah. Memiliki cakar melebihi tajamnya pedang. Sisik berwarna emas menyilaukan melebihi pertahanan terbaik penyihir manapun. Semua itu menyatu menjadi sebuah sosok naga sebesar 10 meter dari kepala sampai ekor.


Roaaaar!!! Naga itu meraung menunjukkan kekuatan dan dominasinya dalam pertempuran.


"Jadi itulah sosok wujud magic beast milikmu?"


Tak mau kalah, Longinus muncul di tangan Victoria. Tak ada keraguan atau ketakutan terpancar darinya meskipun berhadapan dengan salah satu naga dalam legenda


"Semacam itulah. Sayangnya, sebagai penyihir elemen suci, aku rasa Fafnir tak begitu berarti di matamu karena dia merupakan perwujudan sihir."


Tak peduli apapun selama terbuat dari sihir, Victoria tak akan kenal takut. Hanya saja akan berbeda jika kekuatan Reflection juga berlaku pada tubuh Fafnir.


Sejauh ini tak ada tanda kekuatan itu terdapat pada Fafnir. Tetapi bukan berarti tak salah untuk waspada.


"Tapi, pernahkah kau berpikir apa perbedaan dengan magic beast biasa dengan magic beast yang memiliki nama sosok dalam legenda?"


"...Apa yang kau maksud dengan Origin Name? Aku rasa hal itu tak perlu dipikirkan lagi."


Pertanyaannya, jika seperti itu, kenapa tak memberi nama wujud itu seperti nama sosok dalam legenda?


Jawabannya sederhana. Nama sihir terwujud dari jiwa penyihir itu sendiri. Karena itulah tak ada nama sihir yang sama.


Tentu saja itu menimbulkan pertanyaan baru. Bagaimana dengan nama sihir yang sama dengan sosok dalam legenda?


Apakah perwujudan sihir itu benar benar sosok yang ada dalam legenda tersebut?


Jawabannya Ya dan Tidak.


"Longinus dikenal sebagai senjata yang mampu membunuh dewa. Tapi apakah Longinus milikmu benar benar bisa melakukannya?"


"..."


Victoria tak tahu karena dia belum pernah bertemu dengan dewa. Apalagi membunuhnya dengan Longinus.


"Lalu bagaimana dengan Fafnir? Apakah magic beast milikku ini adalah sosok yang sama dengan naga yang pernah menjadi bawahan Demon King dan menghancurkan sebuah negara dalam satu malam?"


Fafnir memang bukanlah Dragon King, tapi dia terkenal karena dianggap memiliki kekuatan yang setara dengan Dragon King. Bahkan ada legenda yang menyebutkan kalau Fafnir pernah menghancurkan negara atas perintah Demon King Shiroyasha.


Hanya saja, Fafnir hanya muncul sekali dan tak pernah muncul lagi sampai sekarang. Tetapi legenda itu tak pernah menghilang dari catatan sejarah.


"Kita berdua tak tahu apakah perwujudan sihir kita memang sosok dalam legenda itu."


Merlin tersenyum.


"Tapi bukan berarti semua itu tak memiliki alasan. ...Salah satu alasan itu adalah perwujudan sihir kita sebenarnya memiliki sebuah Link pada sosok pemilik nama aslinya."


"!?"


"Dengan kata lain... "


Tiba tiba daratan bercahaya. Cahaya itu menunjukkan sosoknya berupa formasi lingkaran sihir raksasa dengan Fafnir sebagai pusatnya.


Formasi sihir itu begitu besar hingga membuat bertanya bagaimana caranya Merlin membuatnya. Tetapi semua itu tak penting sekarang ini.


Victoria merasakan firasat buruk saat menyadari semua itu. Dia langsung saja menancapkan Longinus pada formasi lingkaran sihir untuk menghancurkannya atau setidaknya mengganggu.


Tetapi semua itu percuma.


Arei juga tak mau kalah dan mencoba menyerang Merlin dengan serangan sihir jarak jauh, tapi semua itu dipantulkan oleh dinding tak terlihat.


"Hentikan usaha kalian. Percuma saja. Kelemahan elemen suci lainnya ...elemen suci tak bisa menghapuskan sesuatu yang abadi. Pulau Avalon sendiri terletak pada pertemuan tujuh Dragon Vein. Formasi sihir yang kami gunakan menghubungkan semua energi itu pada satu buah formasi sihir. Tuan putri, bisakah kau menebak untuk apa formasi sihir ini?"


"Tch!!"


"Ping Pong!! Dengan menggunakan Link yang ada pada Fafnir, kami menciptakan sebuah formasi sihir yang membuat kami bisa memanggil perwujudan dari sosok Origin Name."


Cahaya kembali berkumpul pada Fafnir. Tubuhnya mulai membesar dan sisiknya mulai berubah menjadi lebih kokoh dan keras. Cakar dan taringnya juga berubah menjadi lebih tajam dan mengancam.


Tetapi dari semua itu, yang paling terlihat adalah ekspresi Fafnir yang semula seperti boneka kini mulai terlihat hidup dan memiliki jiwa sendiri.


Dengan raungan keras yang menggema di seluruh pulau, sosok magic beast Fafnir terlahir kembali menjadi sosok Fafnir yang sesungguhnya.


"Perkenalkan, Cursed Golden Dragon, Fafnir."


Bersamaan dengan itu, cahaya mulai berkumpul pada satu titik di depan mulut Fafnir. Cahaya itu merupakan energi sihir tinggi yang diubah menjadi sebuah kekuatan penghancur. Sebuah Anti Particle Breath ditembakkan seperti sebuah meriam besar membelah daratan dan langit pulau Avalon menghancurkan daratan bahkan dimensi ruang.


"........bukankah ini berlebihan?"


Berkat adanya Doll serangan sedahsyat apapun tak akan berpengaruh pada peserta, tetapi melihat dampak serangan Fafnir, mungkin saja ada kemungkinan kalau Victoria menjadi debu tak tersisa.


Sayangnya, semua tahu Victoria bukanlah seorang yang mudah dikalahkan hanya dengan serangan semacam itu.

__ADS_1


Roooarrrrr!!!! Fafnir tiba tiba meraung dengan keras. Bukan karena mengumandangkan dia telah menang, tapi teriakan kesakitan oleh sebuah tombak yang menusuk punggungnya.


Sosok yang melakukan itu kemudian muncul di tengah udara dengan begitu tenangnya. Meskipun begitu, aura yang dikeluarkan Victoria benar benar berbeda dari sebelumnya.


"....kau akhirnya mulai serius? Kebetulan. Aku juga."


Sebuah pengumuman terdengar sebagai tanda pasangan Victoria, Arei tersingkir dalam Battle War.


Kemudian, ...yang pertama kali bergerak adalah Victoria. Dia menendang udara dan melesat ke arah Fafnir dengan bergerak lincah di udara. Teknik yang dia gunakan saat ini adalah teknik yang dia tiru dari teknik Kuro. Dan tak hanya itu, dia bahkan sudah memperbaiki teknik itu sehingga Victoria bisa berjalan di atas udara.


"Kemarilah, Longinus!!"


Menerima panggilan tuannya, Longinus terbang ke arah Victoria.


Merlin tak mau kalah. Dia mulai memerintahkan Fafnir untuk bertarung.


"Fafnir, serang!!!"


Fafnir kembali menyerang dengan semburan api ke arah Victoria. Tetapi dengan satu tebasan, nafas api itu terbelah menjadi dua.


Fafnir menahan serangan dengan kibasan ekornya. Longinus dan sisik Fafnir beradu hingga membuat percikan api.


Dari segi kekuatan terlihat mereka seimbang, tapi terlihat jelas siapa yang lebih unggul. Victoria tak bisa menahan kekuatan dan terpental beberapa puluhan meter.


Fafnir mulai mengembangkan sayapnya dan terbang ke udara dengan Merlin di atas kepalanya. Merlin saat ini seperti seorang Dragon Knight dari kerajaan Dragonia.


Ini adalah kesempatan, tak mungkin Merlin menyia-nyiakan momen ini.


"Fafnir, jangan beri ampun!!"


Fafnir kembali membuka mulutnya tanda bersiap menggunakan serangan Anti Particle Breath.


--tetapi tak ada apapun yang terjadi.


[Bodoh. Kenapa aku harus menerima perintah dari manusia rendahan sepertimu?]


"Eh?"


Merlin terkejut. Dia tak menyangka Fafnir mulai berbicara padanya.


Tiba tiba tangan Fafnir menangkap Merlin dan membawanya ke depan mulutnya.


"....aku memang menduga ini akan terjadi, tapi tak menyangka akan secepat ini."


Tepat di depan mulut naga yang penuh taring yang sanggup mengunyahnya dengan sekali gigitan, Merlin tetap begitu tenang.


[Jujur saja aku cukup senang karena sudah lama tak dipanggil ke dunia ini... Ngomong ngomong di mana orang itu? Aku bisa merasakan keberadaannya di dekat sini]


"Daripada mencari orang tak jelas. Sekarang kenapa kau tak katakan saja apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin memakanku?"


[...]


"Kenapa kau diam?"


[Meskipun aku memakanmu, aku tak akan senang dengan tubuh tak bergizi milikmu]


"Kau tak ingin membahas ukuran dadaku kan? Jika kau melakukannya, kau akan mati!!"


Fafnir tersenyum. Itu senyuman yang aneh dan menakutkan karena dilakukan oleh naga sebesar 15 meter lebih.


[Haha.. sepertinya kita harus meluruskan beberapa hal di sini. Pertama, meskipun kau menggunakan tiruan sihir sebagai wadah ku untuk dipanggil ke dunia ini, bukan berarti kau menjadi tuanku. Jadi jangan memberi perintah seenaknya. Kedua, jika kau memanggilku ke dunia ini tanpa alasan yang jelas, aku akan langsung melumatmu menjadi bakso. Mengerti, gadis papan?!]


"K-kenapa semua orang membahas ukuran dadaku? Sudah aku bilang kau akan mati!!!"


Merlin meronta dan mencoba keluar dari cengkraman Fafnir, tapi dia sama sekali tak berdaya.


[Sepertinya kau terlalu meremehkanku, gadis papan.]


Fafnir mengangkat salah satu kaki Merlin dan mengangkatnya terbalik. Itu membuat cel#na dal#m Merlin terlihat jelas, dan tentu saja Merlin langsung saja mencoba menutupnya.


[Tch!! Membosankan. Sudah aku duga kau hanyalah anak kecil. Cobalah memakai yang tak bergambar beruang.]


Wajah Merlin memerah. Tak hanya karena malu, tapi juga karena marah.


Di saat itulah tiba tiba kilatan cahaya terjadi. Cahaya itu berasal dari Longinus yang kembali dilempar oleh Victoria. Target lemparan itu adalah tangan Fafnir.


Berbeda dari ukurannya yang besar, Fafnir dengan mudahnya menghindari serangan. Tetapi kesempatan itu tak disia-siakan oleh Merlin untuk meloloskan diri.


Tidak, lebih tepat jika Fafnir sengaja melepaskan Merlin.


Merlin dengan mudahnya mendarat. Kemudian Victoria mendekatinya.


"Kau yang membuat masalah ini, sebaiknya kau memiliki cara untuk menyelesaikannya."


Berbeda dengan sebelumnya, tak ada tanda permusuhan dari Victoria. Tidak. Justru aneh bermusuhan di saat seperti ini.


Merlin juga paham kalau ini bukan saatnya untuk bertengkar.


Fafnir dalam legenda kini berada di depan mereka. Tak ada yang tahu apakah semua isi legenda itu benar atau tidak. Satu hal yang pasti, kekuatan Fafnir adalah nyata. Jika dia menggunakan kekuatan itu untuk menghancurkan, bukan hanya mereka saja yang dalam bahaya.


Victoria tahu kalau ada tim khusus yang bertugas untuk mengatasi masalah yang tak diinginkan. Tetapi tampaknya tim itu belum dikerahkan karena alasan yang tak jelas.


"Itu mudah. Jika energi sihirku habis, Fafnir akan kembali ke tempat asalnya. Lagipula begitulah seharusnya kami mendesain formasi sihir kuno itu."


"...lalu masalahnya?"


Jika semuanya baik baik saja, tak mungkin Merlin menjadi pucat.


"Sihir kuno merupakan sesuatu yang sangat rumit. Jika ada satu masalah saja, biasanya tak akan berfungsi atau bahkan gagal. Tetapi, berhasil juga bukan berarti itu sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Misalnya, saat menghubungkan magic beast milikku dan menggunakan Dragon Vein sebagai energi pemanggil. Tetapi hasilnya adalah Dragon Vein kini menjadi sumber energi keberadaan Fafnir di dunia ini."


"..."


Itu sungguh kabar buruk. Sangat.


[Apa kalian sudah selesai berdiskusi?]


Sosok Fafnir mendarat dengan keras tak jauh dari mereka.


[Jika sudah, bagaimana kalau kita mulai?]


Rooooaaarrrr!!!! Dengan raungan keras, pertarungan antara Victoria dan Fafnir segera dimulai.


"Yeah, bagaimana kalau kita mulai?"


""!!??""


Merlin dan Victoria tak punya pilihan selain terkejut. Sosok yang tak diduga tiba tiba muncul di antara Fafnir dan mereka.


Tentu saja ini membuat suasana yang berat tiba tiba menjadi kacau oleh kehadiran sosok yang tak terduga.


Tetapi yang paling terkejut bukanlah mereka berdua, tapi Fafnir.


[Ka-kau....]


"Hey Faf. Apa kau sudah lupa dengan siapa majikanmu?"


Fafnir melangkah mundur. Dia ketakutan dan pucat pasi hingga kewibawaan dan aura yang dikeluarkannya seolah tak pernah ada.


Sosok itu menatap Fafnir dengan tatapan tajam dan penuh dengan intimidasi. Lalu tak berapa lama kemudian Fafnir menundukkan kepalanya ke tanah seperti berlutut pada sosok yang lebih tinggi darinya.


Kejadian itu tentu saja membuat Victoria dan Merlin bertanya tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?


Tetapi mereka tak cukup bodoh untuk tak mengerti apa arti dari semua ini.

__ADS_1


"Ah.. mungkin kalian sudah mengenalku, tapi izinkan aku memperkenalkan diriku sekali lagi. Namaku adalah Kuro Kagami. Seorang yang dulu pernah dipanggil sebagai Shiroyasha sang Demon King."


Kemudian, kepala keduanya terpenggal.


__ADS_2