
Setelah selesai urusannya dengan Kuryuu Academy, Kuro pergi ke ibukota menggunakan pintu di rumahnya yang terhubung ke rumah di ibukota.
Ibukota saat ini cukup ramai karena besok akan dilakukan upacara penghargaan bagi para peserta Battle War.
Penghargaan sendiri terbagi menjadi beberapa kategori seperti pemenang Battle War, peserta dengan kemampuan terbaik, sihir terbaik, strategi terbaik, dan ada pula peserta yang memberikan kejutan terbaik. Pada akhirnya, itu hanyalah sebutan untuk menghargai usaha peserta Battle war agar bisa menjadi lebih kuat.
Tetapi, tetap saja dari semua penghargaan itu, penghargaan utama lah yang dinantikan para penduduk. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Battle War, ada peserta yang mampu menang selama 3 kali berturut-turut. Dan ada rumor yang mengatakan kalau kaisar Sei memberikan sebuah janji pada Victoria jika berhasil menang tiga kali berturut-turut.
Kuro adalah pelaku dari penyebaran rumor itu. Dia memang sedikit usil dengan putranya itu, tapi itu juga bisa dibilang sebuah kasih sayang.
Sudah 300 tahun lebih usia anak pertamanya itu, tapi dia begitu menyedihkan jika dibandingkan dengan dirinya yang mendapat gelar Harem King (meskipun itu bukan suatu yang pantas dibanggakan).
Maria sendiri hidup di zaman ini setelah bereinkarnasi menjadi Riana. Entah mengapa situasi begitu rumit.
Kuro tau pelaku dari balik semua ini pasti merencanakan sesuatu, sayang dia begitu tahu dan tak ingin tahu.
Tapi menyangkut hubungan selanjutnya dengan Riana, apa yang harus Kuro lakukan?
----###
"Acchooo!!! Sepertinya ada yang membicarakan ku."
"Kau kaisar negeri ini, siapa yang tak membicarakan mu."
"Aku hanya berharap mereka tak membicarakan hal buruk tentangku, ibu. Kembali ke masalah, sepertinya ada beberapa pihak yang menghubungi para peserta secara rahasia untuk merekrut mereka. Aku tahu hal ini terjadi sepanjang tahun, tapi kapan mereka akan berhenti?"
Riana yang berada di ruangan yang sama dengan Sei tersenyum kecil.
Karena ingatan masa lalu sebagai Maria sudah kembali sepenuhnya, Riana saat ini memiliki kepribadian lamanya sebagai seorang Holy Maiden, tapi kepribadian Riana yang begitu lemah lembut seperti orang suci juga belum menghilang.
Bisa dibilang saat ini Riana memiliki kepribadian ganda, tapi hal ini mungkin hanya sementara waktu.
Tentu saja sebagai seorang anak, mana mungkin Sei menganggap Riana seperti dulu. Meskipun kini memiliki tubuh dan wajah yang berbeda, jiwa masih sama seperti dulu.
Berkat pengetahuan Riana sebagai Maria dan tuan putri, Riana adalah satu satunya sosok yang bisa membantu Sei dalam mengurus negeri. Terutama dalam membuat kebijakan baru yang lebih berguna di masa sekarang ini.
"Itu mustahil. Jika itu tak ingin terjadi, cukup menyembunyikan seluruh kekuatan generasi muda, bukan menunjukkannya sebagai sebuah pertunjukan."
"Apakah Battle War adalah suatu yang salah?"
"Jika salah, seharusnya kau sudah menghentikannya dari dulu. Jangan bertingkah manja. Aku tahu kau sebenarnya sadar kalau apa yang diperlihatkan para murid sebenarnya juga sebuah tantangan dan sekaligus ancaman pada musuh."
Jika murid sekolah sihir saja bisa menggunakan sihir sekuat dan sehebat itu, bagaimana dengan para Knight yang sudah bisa menggunakan sihir lebih baik?
Para Knight adalah pasukan tempur dan pertahanan utama kekaisaran selama ratusan tahun. Selama itu pula para Knight berperan penting dalam menjaga keamanan negara dari musuh.
"Tentu saja keberadaan Paladin juga berpengaruh, tapi Paladin jumlahnya terbatas. Satu orang tak bisa menyelamatkan semua orang. Pada akhirnya, perang adalah tentang jumlah. Sayang itu tak berlaku pada ayahmu."
"Jangan bahas dia. Aku tahu apa yang dia perbuat di balik bayangan."
Penghargaan biasanya diberikan secara tertutup mengingat keinginan sering kali berhubungan dengan privasi pemenang.
Tapi karena adanya rumor mengenai penghargaan spesial dengan hadiah spesial, maka penghargaan akan diperlihatkan pada seluruh negeri. Jika pemerintah tiba tiba mengatakan kalau rumor itu tidak benar, kepercayaan terhadap pemerintah akan menurun.
Tak aneh jika Sei merasa jengkel dengan ayah paling merepotkan di dunia itu.
"Apa yang dia lakukan bukanlah suatu yang buruk. Mungkin aku kembali ke dunia ini di masa ini adalah untuk melihat momen paling membahagiakan putraku. Kau tak akan mengecewakan ibumu ini kan?"
"Mengatakan itu sebagai Riana sungguh membuatku merasa rumit. Apakah ini sebuah hukuman atau sebuah berkah?"
"Aku pikir kau hanya takut."
"Ibu, apa kau serius mengatakan itu?"
"Jika salah, kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk membuktikannya."
"..."
Sei tak bisa membalas. Dia tahu apa yang dimaksud oleh Riana.
Di saat itulah seseorang memasuki ruangan dan memberitahukan sesuatu pada Sei dengan cara berbisik.
Tak berapa lama kemudian Sei tersenyum lebar sebagai tanda dia senang.
Riana melihat itu mendesah kecil. Itu senyuman yang sama dengan Kuro saat rencana liciknya telah sukses.
"Baiklah, apa yang kau lakukan kali ini, Sei?"
###-
__ADS_1
Di bawah tanah istana kekaisaran, terdapat penjara yang khusus digunakan untuk tahanan penting. Riana menuju salah satu penjara itu dan melihat sosok yang tertidur pulas dengan begitu santainya.
"Apakah penjara begitu nyaman untukmu,... Kuro?"
Kuro membuka matanya dan melihat ke arah Riana dengan mata putihnya.
"Tempat ini memberikan sedikit kebebasan dari mereka berdua. Yah.. meskipun aku tak mengerti kenapa putraku sendiri memikirkan hal bodoh seperti ini."
Kuro pergi ke istana berniat menemui Sei, tapi dia dihadang Knight dan mereka menangkap Kuro atas dasar perintah kaisar.
Apakah ini ulah iseng Sei, atau karena Sei sudah tahu apa yang dia perbuat?
Pada akhirnya Kuro mengikuti alur permainan Sei dan berakhir di penjara. Kuro awalnya mengira Sei yang akan menemuinya, tapi ternyata Riana.
"Itu akibat karena kau terlalu iseng. Berbeda denganmu, dia masih butuh waktu."
"Aku pikir ini momen yang paling tepat."
"Aku juga sependapat. tapi melihatmu di tempat seperti ini, ini membuatku ingat saat pertama kali kita bertemu."
"Ya. Meskipun kita berada di dalam posisi terbalik."
Setelah kematian Aliciana (Laila), Kuro dan Q melanjutkan perjalanan. Di saat itulah Kuro menemukan Maria yang saat itu menjadi sebuah dagangan sebagai seorang budak.
Seorang anak kecil yang kurus, mata yang kosong sebagai tanda menyerah pada hidup, keputusasaan yang begitu jelas dari sosoknya.
Mengingat itu adalah sosok sebenarnya seorang yang disebut sebagai pahlawan dunia, itu adalah sosok yang tak akan diduga oleh siapapun.
Tapi karena saat itu Kuro berniat menggunakan kekuatan Maria untuk tujuannya (untuk mati), Kuro mengubah hidup Maria menjadi sosok penyelamat dunia.
Meskipun tujuan Kuro berakhir dengan kegagalan karena ulah seseorang.
"Itu masa masa terindah dalam hidupku."
"Tapi di saat yang sama itu adalah masa yang paling sulit dan menyedihkan." lanjut Kuro.
Keduanya saling menatap satu sama lain penuh dengan nostalgia.
"Yang terpenting saat ini adalah masa sekarang. Masa lalu tak lebih dari sebuah sejarah. Sebaiknya kau cepat keluar, Laila dan Arisa pasti sedang mencarimu saat ini."
"Tidak akan."
###-
Penghargaan pertama diberikan pada Franco dan Junno sebagai peserta dengan kerja sama terbaik. Lalu dilanjutkan pada Merlin dan seluruh peserta dari Shiryuu Academy sebagai peserta dengan sihir paling unik dan mengejutkan.
Penghargaan terus dilanjutkan, tapi nama Laila, Kuro dan Arisa sama sekali tak disebutkan.
Ini sedikit mengejutkan, tapi hampir tak ada yang menyadari kejanggalan itu.
Sebagai True Queen, Arisa dan Laila bisa dibilang sebagai dewi dengan wujud manusia. Hal yang sama juga berlaku pada Kuro. Berkat status mereka itu, eksistensi mereka bertiga mulai mengikuti aturan yang mengikat para dewa dewi.
Mereka akan ada jika percaya, dan mereka akan menghilang jika dilupakan.
Pada akhirnya, ketidakhadiran nama mereka bertiga bukanlah suatu yang aneh.
Upacara penghargaan akhirnya memasuki puncak. Dan Victoria akhirnya naik ke panggung utama.
"Victoria, kau telah menunjukkan kekuatan dan kemampuan dalam menghadapi segala pertarungan. Kau pantas mendapatkan hadiah dari usaha kerasmu. Di mata semua penduduk kekaisaran, sebutkan permintaanmu."
"..."
Victoria sama sekali tak menjawab. Ekspresinya menunjukkan rasa sedih berkebalikan dengan suasana penghargaan yang meriah dan membahagiakan
"Victoria, apa kau tak berani menyebutkan permintaanmu? Aku sudah berjanji akan mengabulkan permintaan apapun darimu selama kau berhasil memenangkan Battle War tiga kali. Sebagai kaisar, aku tak akan mengingkari janji yang aku buat."
"Apakah kau memenuhi permintaanku sebagai seorang kaisar dan berlandaskan janji?"
"..."
Sei tak menjawab. Apa yang Victoria katakan adalah kebenaran.
Sebesar apapun perasaan Victoria pada Sei sebagai seorang wanita, akan sulit mengubah perasaan Sei yang melihat Victoria sebagai putrinya sendiri meskipun tak memiliki hubungan darah.
Tapi sebagai seorang kaisar dan pria, mana mungkin dia mengingkari janji yang sudah dia buat.
"Jika kau mengabulkan permintaanku hanya berlandaskan itu, aku sama sekali tak membutuhkannya. Kau bisa melupakan semuanya seolah itu tak pernah terjadi."
"..."
__ADS_1
Victoria mengerti alasan Sei. Dan dis juga mengerti buruh waktu untuk Sei mengubah pandangan pada dirinya.
Sejak dia menyebutkan permintaan untuk pertama kalinya, Victoria berharap kalau Sei mulai mengubah pandangan dan perasaannya.
Victoria bersabar dan terus menanti selama tiga tahun ini. Tapi akhirnya dia melihat kenyataan.
Keinginan dan perasaannya tak lebih dari seorang yang ingin menggapai bulan. Itu adalah tujuan yang tak akan pernah tercapai.
Karena itulah, upacara penghargaan kali ini adalah sebuah kesempatan, dan di saat yang sama sebuah mendapatkan jawaban dari pertanyaan.
Apakah kau akan menganggapku sebagai seorang wanita?
"..."
Jawaban Sei sudah Victoria terima. Karena itulah dia memutuskan untuk menutup pintu hatinya pada Sei dan akan memilih untuk mengabdikan seluruh tubuh dan jiwanya pada kekaisaran selama dia masih bernafas.
Sebagai seorang penyihir, mungkin dia hanya akan bisa mendampingi Sei selama 200 tahun, tapi itu sudah cukup.
Cinta dan hasrat tak harus terpenuhi. Victoria cukup dewasa untuk mengerti hal ini.
Karena itulah, Victoria akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah permintaan baru.
"Ya ampun.. karena inilah aku tak pernah mengerti perasaan seorang wanita."
Sei mendesah dan melangkahkan kakinya mendekati Victoria.
Setiap kali melangkah, wujud Sei bersinar dan mulai memperlihatkan wujud seorang pemuda tampan dengan rambut putih berwarna biru. Tak lupa dengan telinga runcing sebagai tanda dia setengah elf.
Wujud Sei yang sebenarnya kini berada di depan Victoria. Dan mungkin sedikit lucu, karena tubuh Sei lebih rendah daripada Victoria, Sei langsung berhadapan dengan gunung kembar dengan ukuran yang cukup menggoda.
Tapi mata Sei langsung menatap ke arah mata Victoria sehingga tatapan mesumnya tak ada yang menyadari.
"Sei.."
"Jangan bertanya kenapa. Anggap saja aku memutuskan untuk berhenti berbohong pada dirimu dan pada seluruh negeri ini. Dan aku ingin meminta maaf pada orang yang ingin melihat kematianku. Sayang sekali, aku masih muda. Mungkin aku akan masih hidup sehat 3000 tahun lagi. Tapi siapa yang akan tahu itu."
Sei menunjukkan senyuman licik.
Pernyataan itu tak hanya ditujukan pada Victoria, tapi juga ditujukan pada negeri lain yang ingin mencari kesempatan saat Sei sudah tua. Sayang, mereka sama sekali tak tahu kalau wujud orang tua Sei tak lebih dari ilusi.
Dengan ini, kemungkinan kekaisaran Houou akan bertahan sampai 1000 tahun bukanlah hal yang mustahil.
"Victoria, maaf. Bukannya aku tak bisa melihatmu sebagai seorang wanita, tapi ada banyak alasan kenapa aku sulit melihatmu dengan pandangan seperti itu.... Tapi bukan berarti aku tak akan mencoba."
"!?"
Mata Victoria melebar karena terkejut.
"Selama tiga tahun kau bekerja keras. Dan sesuai janji, aku akan mengabulkan permohonan apapun darimu, tapi permohonanmu bukanlah suatu hal yang akan terkabul jika perasaan bertepuk sebelah tangan. Karena itulah, aku akan memberikanmu waktu tiga tahun."
"..."
"Selama tiga tahun aku akan melihatmu sebagai seorang wanita. Dan jika kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu, aku akan mengabulkan permohonan terbesarmu, yaitu menjadi pengantinku."
"..."
Tak ada kata yang keluar dari Victoria. Yang ada adalah sebuah air mata kebahagiaan.
Perjuangannya selama tiga tahun ini akhirnya membuahkan hasil.
Battle War memang telah selesai, tapi bagi Victoria. Pertarungan baru telah menantinya.
Pada hari itu, seluruh penduduk kekaisaran, tidak. Seluruh dunia melihat salah satu kebenaran dari kaisar negara terbesar dan juga kisah romantis yang akan menjadi legenda hingga beberapa generasi ke depan.
***++
Satu bulan kemudian, pihak kekaisaran mengumumkan kaisar Sei dan putri Victoria akan menikah tahun depan.
Banyak yang berpikir ini terlalu cepat. Apakah terjadi sesuatu atau Victoria memang ahli menaklukkan hati lawan jenis?
Sebagian itu benar.
Victoria bukanlah tipe orang yang berpikir dengan matang matang. Dia bagaikan pedang yang akan menyerang secara langsung tanpa trik murahan.
Pada akhirnya, berkat pengaruh beberapa orang dan sedikit ramuan cinta dari Demon King, suatu hari Sei dan Victoria berakhir dalam satu kamar yang sama.
Dan noda merah darah menjadi sebuah bukti ikatan baru mereka berdua.
"Aku bersumpah akan membalasmu, Ayah!!"
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Sei untuk membalas perbuatan sang Demon King akan menarik untuk dilihat, tapi itu lain waktu.