
[Ini sungguh di luar dugaan. Di saat yang sama aku sama sekali tak mengerti apa yang terjadi. Chris itu sebenarnya penyihir tipe Contractor atau User?]
{Itu pertanyaan yang cukup sulit. Penyihir memang dibagi menjadi dua tipe tergantung wujud nama sihir mereka, tapi semua tahu saat penyihir menjadi tingkat Master, mereka akan bisa menggunakan magic beast dan magic arm. Lalu seorang Master yang sempurna akan bisa menggunakan Magic Gear. Melihat semua itu, tergantung peringkat penyihir itu, tipe Contractor atau User sama sekali tak ada bedanya.}
[Melihat yang terjadi, kasus Chris bisa dibilang sangat unik. Apa aku salah?]
{Benar sekali. Dia memiliki magic arm dengan wujud pelindung baja lengkap. Normalnya magic arm akan langsung menyatu dengan tubuh pemiliknya, tapi armor itu memisahkan diri dan bergerak sendiri seperti magic beast. Aku benar benar tak tahu trik apa yang dia gunakan, hanya saja aku bisa bilang dia adalah seorang pekerja keras.}
[Pekerja keras?]
Melihat ekspresi Chris yang selalu terlihat malas membuat apa yang dikatakan putri Norn tak begitu dipercaya.
Tetapi saat ini mereka melihat secara langsung bagaimana Chris bertarung menggunakan kekuatan luar biasa yang dia miliki. Tak peduli apakah dia putra seorang jendral, jenius atau tidak, semua itu tak akan tercapai tanpa adanya kerja keras.
{Aku ingin tahu apa yang dilakukan adik baruku untuk menghadapai Chris. Mantan kakaknya. Tetapi jangan lupa kalau kita tak hanya memiliki satu pertarungan.}
Karena pertarungan Chris dan Charlmilia begitu luar biasa, maka banyak yang melupakan eksistensi dua orang yang menjadi pasangan keduanya, Fila dan Roby.
Gambar proyeksi sihir berganti tempat menunjukan lokasi pertarungan Roby dan Fila. Pertarungan antara dua penyihir tipe Contractor dengan magic beast berwujud rubah.
Dari segi ukuran, Inari lebih besar daripada Pandora. Lalu Roby juga menggunakan senjata pedang besar yang dia ayunkan seolah bagai ranting. Ini membuktikan kalau Roby memiliki kekuatan fisik yang lebih unggul.
Sementara itu Fila tak memiliki senjata dan hanya menggunakan pasir besi yang dia ciptakan dari sihir.
Melihat perbandingan kekuatan keduanya, tak salah jika berpikir Roby akan mendesak Fila atau mengalahkannya.
Tetapi sekali lagi semuanya dibuat terkejut.
Berbeda dengan yang semua pikirkan, Roby adalah pihak yang terdesak. Dia mengalami luka di sekujur tubuh meskipun dampak sudah dialihkan pada Doll. Sebagai bukti hal itu, Doll miliknya mengalami kerusakan yang cukup besar.
[Apa yang sebenarnya terjadi? Karena tak memperhatikan pertarungan keduanya, aku sama sekali tak tahu.]
{Jika dipikirkan memang Roby lebih unggul dalam segi kekuatan dan teknik, tapi dia salah memilih lawan.}
[Apa putri Norn ingin mengatakan kalau Fila adalah lawan terburuk Roby?]
Norn menggelengkan kepalanya.
{Bukan seperti itu. Hanya saja aku bisa mengatakan kalau Fila adalah tipe petarung yang cukup licik. Kau bisa melihat sendiri kalau dia bisa memanipulasi pasir besi sesuka hatinya. Lalu ditambah dengan pengetahuannya sebagai seorang pandai besi, dia bisa menggunakan pasir besi itu sebagai senjata maupun sebagai pelindung.}
Selama pertarungan, Fila terus menahan serangan Roby dengan pasir besi. Tak peduli apakah serangan itu berupa teknik pedang maupun serangan sihir, semua itu berhasil ditahan.
Hal yang sama juga tak jauh berbeda dengan pertarungan Inari dan Pandora. Meskipun kalah ukuran, karena Pandora terbuat dari besi, maka serangan api tak berpengaruh padanya. Satu satunya pilihan adalah menyerang dengan serangan fisik, tetapi Pandora lebih kuat dan lincah sehingga pertarungan Inari dan Pandora cukup memakan waktu.
{Lalu Fila sepertinya berusaha terus menjaga jarak dengan Roby dan menyerang dengan serangan jarak jauh. Dengan semua itu, Roby hanya bisa terus bertahan dan menjadi sasaran tembak Fila.}
[Inilah alasan kenapa Anda menyebut Fila adalah orang licik? Aku bisa mengerti maksud Anda, tapi licik atau bukan, dalam Battle War semua itu tak berarti. Hm..? Aku mendapat pemberitahuan kalau akhirnya kita menemukan posisi pasangan Kuro dan Laila.]
Proyeksi sihir berganti dengan pemandangan sebuah rumah kecil dari kayu yang berada di tengah hutan.
[Dia akan menjadi juara pembangunan dengan kemampuan seperti itu.]
{Ya. Bagaimana kalau kita mendekatkan Insectmera sehingga kita bisa tahu apa yang mereka lakukan}
Mereka akhirnya bisa mendengar percakapan dari dalam rumah.
"Tunggu Laila, tunggu. Aku bilang tunggu."
"Kenapa? Kita hampir setiap hari melakukannya. Tadi malam kau bahkan seperti binatang buas."
"Hey.. jangan melepaskan celanaku. Aku memang kadang seperti binatang buas, tapi tolong ingat ada yang bisa melihat. Aku mengerti kau sedang bergairah, tapi tahanlah..ah.."
"Hehe.. tapi tubuhmu tak bisa berbohong. Ini hari yang bagus untuk membuatkan Riku adik."
"Lai-"
Proyeksi sihir terputus.
{....Aku pikir mengawasi mereka untuk sementara waktu bukanlah hal yang baik.}
[....Aku setuju putri Norn, tapi apakah mereka tak bisa menahan diri mereka walau hanya untuk sesaat? Kau tahu kan, mereka memang suami istri, tapi apakah ini tindakan yang dilakukan dalam situasi seperti sekarang?]
{Jangan membahas ini lagi. Entah mengapa ini membuatku lelah.}
Bukan hanya komentator saja yang lelah dengan tingkah keduanya.
♦️♦️♦️
"Byakkura, kita serang bersama sama."
Dengan menggunakan Lighting Leap, Charlmilia sekali lagi terbang berhadapan dengan Chris dibantu oleh Byakkura.
Wujud Byakkura saat ini merupakan wujud paling sempurna yang mengandalkan elemen petir sebagai kekuatan utamanya. Tak mengherankan jika kecepatanya seimbang atau bahkan lebih tinggi dari Charlmilia. Lalu dari semua itu, Byakkura sanggup terbang di udara.
Dengan menggunakan teknik 2 belati yang luar biasa, Byakkura membantu bertarung dengan Chris. Percikan dari senjata yang saling beradu kini memenuhi langit Pulau Avalon.
Setiap serangan menghasilkan gelombang kejut dan halilintar yang membuat udara bergetar. Saat ini pertarungan ketiganya seperti sebuah badai kecil yang mematikan.
Meskipun menang jumlah, tetapi Charlmilia masih belum sanggup mendaratkan satu pun serangan. Setiap serangan selalu berhasil ditahan atau dihindari dengan gerakan minimal. Lalu meskipun kena, serangan itu tak memiliki dampak karena pelindung Chris yang begitu kuat.
Lalu setiap ada kesempatan Chris akan menyerang balik dengan kekuatan yang tak bisa diremehkan.
Beberapa kali sihir pertahanan Charlmilia dihancurkan. Bahkan Byakkura juga menerima serangan di berbagai tempat tubuhnya.
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Ini sangat tidak normal.
"Kenapa kau begitu terkejut? Semua orang bisa menjadi kuat selama mereka memiliki keinginan untuk menjadi kuat dan terbaik."
"..."
"Apakah hanya segini keinginan dan tekadmu? Kalau seperti itu kau tak akan pernah menang dariku, Tempest Blast!!"
Pedang Chris bercahaya lalu kilatan menyambar. Tanpa tahu apa yang terjadi, Byakkura sudah hancur terpotong jadi puluhan bagian.
Itu adalah sihir yang sama digunakan Chris untuk menumbangkan ke tanah. Tak heran jika Byakkura tak bisa berkutik.
Charmilia hanya bisa melihat Byakkura jadi cahaya dan menghilang. Dia tak tahu apakah itu sebuah keberuntungan atau kesengajaan, tetapi dia sama sekali tak menerima serangan.
"..."
(Tidak, dia tak menyerangku)
Jika mau Chris bisa mengalahkannya dengan serangan tadi. Jika yang diinginkan adalah kemenangan, maka tak ada alasan untuk menahan diri.
Pertanyaannya adalah kenapa?
Tiba tiba Chris mendesah. Penutup kepalanya menghilang menunjukkan wajah Chris yang penuh dengan kebosanan.
"Kau sungguh bodoh ya?"
"Apa?!"
"Kau mengerti apa yang terjadi jika aku menyerangmu? Kau pasti sudah kalah dan tersingkir dalam pertarungan ini."
Sadar apa maksudnya wajah Charlmilia memerah.
"Tentu aku tahu. Aku sekarang bingung kenapa kau tak melakukannya. Mungkinkah karena aku adalah mantan adikmu?"
"Jika kau menganggapnya seperti itu, itu tidak masalah. Tapi aku tak menyangka kau sungguh bodoh. Aku sungguh kecewa kau dulu pernah menjadi adikku."
"Aku tidak bodoh!!"
Charmilia menciptakan tombak halilintar dan menyerang, tetapi semua itu dihancurkan dengan mudah oleh Chris.
"Kau sungguh tak tahu situasimu saat ini, karena itulah aku bilang kau bodoh."
"Apa kau ingin mengatakan sudah menang dariku karena bisa mengalahkanku kapan saja?"
"Itu salah satunya."
"Jangan sombong. Aku masih belum mengeluarkan semua kekuatanku."
"Apa kau serius mengatakan itu lagi? Jika iya, aku akan mengalahkanmu sekarang juga hingga kau bisa menutup mulutmu!"
"!?"
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Chris marah. Itu terlihat jelas dari tekanan yang meningkat tajam bersamaan dengan niat membunuh.
Ini tentu membuat dia kembali bertanya-tanya. Apakah dia mengatakan sesuatu yang salah?
Dia memang belum mengeluarkan seluruh kekuatannya. Apa salahnya mengatakan kenyataannya?
"Tidak. Sangat salah jika berpikir kau akan langsung mengerti. Lagi pula kau orang bodoh."
"Bisakah kau berhenti mengatakan aku orang bodoh? Meskipun begini, aku adalah salah satu murid dengan nilai terbaik."
Chris mendesah. Desahannya lebih berat dari semua desahan yang dia keluarkan sebelumnya.
"Sepertinya percuma mengatakan dengan kata kata saja. Aku merasa kasihan dengan pasanganmu yang harus bersabar dengan kebodohanmu."
"Aku tak bodoh!!!"
Charmilia menyerang dengan seluruh kecepatan yang bisa dia lakukan, tetapi Chris menghilang dan muncul di belakangnya dengan serangan balik.
"..."
Charmilia berhasil bertahan, tapi tubuhnya kalah kekuatan dan terlempar ke belakang dengan keras. Dengan cepat dia berusaha mengembalikan keseimbangan tubuhnya, tetapi Chris tak membiarkan hal itu dan menyerangnya lagi.
Lagi Charlmilia berhasil menahan. Dia kembali terlempar. Hal ini terus terjadi sehingga membuat Charlmilia menjadi bola pinball manusia.
Lalu setelah memainkan tubuh Charlmilia, akhirnya Chris berhenti dengan serangan paling kuat di antara semuanya.
Jika menghantam tanah, serangan Chris akan fatal, beruntung Charlmilia dihempaskan ke langit. Sayangnya, Charlmilia tak bisa senang karena udara begitu dingin dan kesulitan bernapas.
Kepalanya juga pusing dan karena serangan terus menerus Chris, dia menerima dampak mental yang cukup besar. Itu lebih buruk daripada menerima dampak serangan fisik.
(Ini buruk. Aku tak bisa berkonsentrasi)
Jika tak bisa berkonsentrasi, dia tak bisa menggunakan sihir dengan baik. Dia memang masih memiliki beberapa sihir penguatan yang aktif, tetapi jika terjatuh di ketinggian itu, dia akan menerima dampak besar dan akan kalah.
(Aku sungguh payah. Jika seperti ini terus aku akan kalah sebelum berhasil menyelamatkan Kuro.)
Dalam hatinya yang terdalam merasa kecewa dan marah kepada dirinya sendiri. Kenapa dia begitu lemah? Setelah semua yang dia lakukan, berlatih keras dengan Scarlet dan menerima semua pengetahuan yang Scarlet miliki sebagai seorang Queen dan seorang Paladin, dia masih belum bisa mengalahkan Chris.
Di saat itulah muncul sebuah penyesalan.
(Jika aku menggunakan Dragon Gear sejak awal, aku tak akan sepe-!?)
Akhirnya dia menyadari kesalahannya. Chris benar, dia sungguh bodoh.
--Kenapa dia tak menyadari hal ini sejak awal?
Dia sudah melewati banyak pertarungan dengan nyawanya sebagai taruhan. Dia berhasil selamat dari semua itu dan mendapatkan pengalaman dan pelajaran yang berharga.
Dari semua pelajaran itu, yang paling penting adalah tentang bahaya dari sebuah kelengahan.
Tak peduli sekuat apapun dirimu, kau akan mati jika lengah.
--Bukankah situasinya saat ini seperti itu?
Dia salah memperkirakan kekuatan lawannya sehingga dia terpojok dan hampir kalah.
(Bukan. Bukan seperti itu)
Dia kalah bukan karena tak bisa memperkirakan kekuatan lawannya.
Dia kalah karena menganggap lawannya lebih lemah daripada dirinya.
(Sejak kapan aku menjadi sombong dan meremehkan orang lain?)
Karena menjadi kuat, dia merasa lebih baik dari orang lain di sekitarnya. Dia juga menjadi seorang putri kekaisaran dan seorang Queen yang dipilih oleh Dragon King.
Eksistensinya memang spesial.
Tetapi dia lupa kalau dia tidak boleh terlena oleh semua yang dia miliki. Tak peduli apakah itu kekuatan maupun jabatan.
(Aku adalah yang terburuk)
Dia menyesal. Kenapa dia tak menyadari hal ini?
Jika diingat kembali, kekalahannya dari Kuro juga karena dia terlalu sombong dan merasa lebih kuat dari Kuro.
<>
Jika dibandingkan dengan dirinya, Fila puluhan kali lebih baik. Dia beruntung karena menjadikannya sebagai pasangan.
(...Benar. Ini bukan saatnya menyesali apa yang sudah terjadi.)
Charmilia hanya bisa menggunakan pelajaran ini agar di menjadi lebih baik.
Dia masih merasa pusing dan tidak bisa menggunakan sihir dengan baik. Dengan kondisi seperti itu, dia akan mendarat dengan keras kecuali mendapatkan bantuan dari Fila yang telah berhasil mengalahkan lawannya.
Jika Fila membantu, kemungkinan mereka akan menang melawan Chris.
Tetapi pertarungan ini adalah suatu yang harus dia selesaikan dengan tangannya sendiri.
Karena itulah...
"Kau yang mentertawakan segala aturan dunia. Hidup dalam aturan yang dibuat untuk diri sendiri. Keinginan untuk bebas dari segala rantai yang mengekang. Terwujudlah, keinginan yang murni dan bebas."
Bersamaan dengan senandung sihir yang diucapkan Charlmilia, tubuhnya mulai bercahaya dengan percikan keluar dari tubuhnya.
"Dragon Valkryie"
Di saat yang sama tubuh Charlmilia menghantam daratan dengan keras bersamaan dengan cahaya yang bersinar terang.
Perlahan cahaya menghilang dan menunjukkan sosok Charlmilia yang terlahir kembali.
Sebuah pelindung baja perak dengan simbol kilat emas terpasang di seluruh tubuhnya. Bagian perut dan paha terlihat, tetapi itu tak menunjukkan kesan erotis dan justru menujukkan kegagahan. Di kepalanya terdapat hiasan yang begitu indah. Tak diragukan lagi penampilannya kini adalah seorang gadis ksatria suci, sang Valkryie.
"Maaf membuatmu menunggu."
Valkyrie Arm, Raikami muncul di tangan kiri Charmilia. Kini dia menggunakan rapier dan cakram sebagai senjatanya.
Sosok Chris perlahan turun dan berhadapan dengannya. Berbeda dengan sebelumnya yang tak memiliki aura, kini aura kuat petarung memenuhi seluruh tubuh Chris.
"Kau akhirnya mengerti?"
"Ya. Ini bukan masalah apakah kau berhasil menang atau tidak. Apakah lawanmu lebih lemah atau tidak."
Chris menunjukkan senyuman puas.
"Ini adalah masalah apakah aku siap atau tidak menghadapi musuh yang lebih lemah atau lebih kuat. Dan dari semua itu, adalah aku harus tetap waspada setiap saat."
"...kau sadar kenapa aku bilang kau bodoh?"
"Ya. Aku bodoh. Karena itulah terima kasih karena mengajari orang bodoh ini sehingga menjadi lebih baik. Dan satu hal lagi, ...."
"..."
"Aku akan membuatmu menyesal karena memberikan pelajaran pada si bodoh ini."
"Ahaha.. kau salah. Aku tak mungkin menyesal."
Dua sayap muncul dan melayang di punggung belakang Charlmilia. Halilintar menyambar Charlmilia sehingga seluruh tubuhnya oleh halilintar.
Lalu dalam sekejap mata, Charlmilia muncul di depan mata Chris.
"Apa kau yakin?"
"Tentu saja."
Tiba tiba awan di atas langit pulau Avalon terbelah menjadi dua. Bersamaan dengan itu kilat menyambar ke berbagai arah dengan Charlmilia sebagai pusatnya.
Chris juga tak mau kalah. Dia beradu dengan Charlmilia dengan menggunakan seluruh kekuatannya.
Setiap mereka beradu, angin bercampur dengan halilintar menghancurkan apapun di sekitarnya. Keduanya menjadi pusat badai yang memecah keheningan pulau Avalon.
"Tempest Blast!"
"Lighting Flash!"
Kedua teknik beradu dan badai kembali menghancurkan apapun dalam radius 100 meter. Tak hanya beradu teknik di daratan, mereka juga beradu di udara dengan kecepatan yang tak bisa dilihat oleh mata.
__ADS_1
Insectmera yang merekam pertarungan keduanya hancur dan hanya bisa menggunakan Insectmera dari jarak jauh.
Penonton yang melihat pertarungan hanya bisa terdiam membisu. Tak ada yang ingin melewatkan pertarungan itu walau mereka tak bisa melihat pertarungan dengan jelas.
Tingkat pertarungan mereka sudah berada di dimensi yang berbeda.
Dalam pertarungan ini, kekuatan seorang Queen ditunjukkan pada semua orang. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah sosok Chris yang mampu bertarung seimbang dengan Queen.
Sayangnya, meskipun seimbang bukan berarti bisa menang. Lalu ada faktor yang membuat perbedaan kekuatan mereka semakin terlihat.
Penyihir biasa menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk bertarung. Lalu energi sihir yang mereka gunakan terbatas.
Sementara itu, seorang Queen tak hanya bertarung dengan kekuatannya saja, tapi juga bertarung menggunakan kekuatan tambahan dari Dragon King.
Tak butuh waktu lama hingga mengetahui siapa pemenangnya.
"Thunderbolt!!"
"Storm Breaker!!"
Kedua sihir kembali beradu. Awalnya keduanya seimbang, tetapi perlahan terlihat siapa yang lebih unggul.
"...ya ampun, aku yakin ini akan sakit."
Chris menerima serangan penuh Charlmilia. Tubuhnya tersambar halilintar dengan keras. Tak berapa lama kemudian, halilintar menghilang dan meninggalkan tubuh Chris yang mengeluarkan asap.
"Hey.. ini bohong kan?"
Yang terkejut adalah Charlmilia. Dia sudah menggunakan serangan yang cukup berbahaya bagi penyihir tingkat Master. Jika Chris masih bisa bertahan, Charlmilia terpaksa menggunakan serangan yang lebih kuat.
Meskipun dia tak begitu akrab dengan Chris bukan berarti dia adalah orang yang suka menghajar mantan saudaranya.
"...Tidak. Aku pikir serangan tadi cukup ampuh. Jujur saja aku sudah tak sanggup lagi. Ya ampun, sudah lama aku tak bertarung menggunakan semua kekuatanku seperti ini ahaha.."
Tak ada tanda kecewa atau marah dari Chris. Dia bahkan terlihat puas seperti seorang yang mendapatkan hadiah utama lotere.
"Chris..."
"Aku pikir kau sudah mengerti, Milia. Jika kau yakin jalan yang kau pilih itu benar, maka jangan ragu untuk menerjang segala rintangan yang menghadang. Tetapi bukan berarti kau melupakan orang di sekitarmu. Mereka mungkin lebih lemah darimu, tetapi menjadi lemah bukan berarti mereka lebih rendah."
Milia adalah panggilan Charlmilia waktu kecil. Hanya beberapa kali Chris memanggilnya dengan nama itu. Meskipun begitu, dia merasa begitu nyaman.
"Terima kasih. Aku memang sungguh bodoh karena melupakan hal sepenting itu."
Chris hanya tersenyum.
<>
Bersamaan dengan Doll yang rusak sepenuhnya, pengumuman terdengar.
Tubuh Chris perlahan menghilang menjadi partikel.
"Selama kau tak melupakan itu, kau akan bisa melampaui segala halangan yang ada."
Tubuh Chris akhirnya menghilang sepenuhnya. Dia kembali ke tempat teleportasi sebelum diteleportasi ke pulau Avalon.
"Aku tak akan lupa. Terima kasih, ....kakak."
Charmilia kembali mengingat siapa sosok kakaknya itu.
Seorang yang dikenal sebagai jenius yang tak kalah dari Arthuria. Keduanya bahkan sering dikatakan sebagai dua sisi koin yang sama dan suatu saat nanti akan menjadi orang besar di kekaisaran.
Karena alasan inilah Charlmilia begitu mengagumi sosok kakaknya itu. Meskipun dia terlihat seorang pemalas, tetapi Charlmilia kalau kakaknya itu adalah seorang pekerja keras.
Dia sering berlatih sampai larut malam peduli dengan kondisi tubuhnya. Tak mengherankan jika di sekolah dia selalu tertidur.
Entah sejak kapan dia berhenti mengagumi sosok kakaknya itu. Seiring berjalannya waktu, jarak di antara keduanya semakin menipis.
Jika diingat kembali alasan kenapa dia memilih untuk memakai pakaian laki laki adalah karena dia tak ingin menjadi sosok yang lemah. Pertemuannya dengan Kuro hanya menambah alasannya.
Charmilia tersenyum.
(Sekali lagi terima kasih)
Demi bagian kakaknya dia akan berjuang dan menjadi juara.
Sekali lagi Charlmilia membulatkan tekadnya.
♦️♦️♦️
"Kau sungguh saudara yang pengertian. Aku tak menyangka kau juga terkena virus siscon."
"Jangan samakan aku dengan orang itu. Aku melakukan ini hanya karena merasa setidaknya aku harus melakukan perbuatan sebagai seorang kakak."
"Iya iya."
Roby tersenyum karena sudah menduga jawaban Chris.
Lagipula tak ada alasan lain kenapa sahabat pemalasnya itu tiba tiba ingin ikut Battle War selain demi saudara tercinta.
(Mau bagaimana lagi, dia masih menyesal karena belum mengucapkan selamat pada adiknya yang diangkat menjadi tuan putri)
Penghargaan Charlmilia diangkat menjadi tuan putri sudah menjadi berita hangat sebelum pengangkatan resmi, tetapi Chris sama sekali tak tahu sebelum hari pengangkatan. Roby ingat betul wajah yang dibuat Chris saat tahu kabar itu.
Alasan kenapa dia tak tahu bukan karena dia seorang pemalas, tapi pada saat itu Chris dan teman temannya sedang melaksanakan misi penting.
Sama seperti petualang, murid sekolah sihir juga bisa menerima misi atau tugas dari peminta. Tergantung tingkat kesulitan permintaan, murid sekolah yang berhasil menyelesaikan misi akan mendapatkan nilai tambahan yang akan berguna di karirnya suatu saat nanti. Tak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan imbalan berupa uang.
Dengan berbagai macam alasan itu, tak heran jika menjalankan misi menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan murid sekolah sihir, terutama kelas tiga seperti Chris.
Tentu saja yang boleh menjalankan misi membutuhkan kriteria tertentu seperti peringkat penyihir atau setidaknya murid kelas 2.
Untuk Chris sendiri, dia sudah menjalankan misi sejak kelas satu karena dia memiliki kekuatan di atas rata rata.
Tetapi mengingat sifat Chris, dia bukanlah orang yang akan menjalankan misi tanpa adanya alasan kuat seperti sebuah keharusan. Dalam misinya yang terakhir, dia memperoleh misi yang membutuhkan kekuatannya. Tak punya pilihan lain, dia akhirnya terpaksa ikut.
Hasil dari misi itu adalah dia melewatkan banyak hal seperti kekacauan di ibukota yang disebabkan oleh Maria, dan juga pengangkatan adiknya menjadi tuan putri.
Meskipun dalam hati dia sedikit kecewa karena dengan diangkatnya Charlmilia membuat jarak mereka semakin jauh. Tidak, lebih tepat jika ikatan tipis mereka kini telah terputus sepenuhnya.
Tetapi pengangkatan tak akan terjadi tanpa adanya persetujuan dari pihak keluarga. Dia mengerti kalau ini bukan hanya demi kekuasaan, tapi demi alasan yang lebih penting.
Hanya saja, tak bisa melakukan apapun sampai mereka berpisah membuat hati Chris tak nyaman.
Lalu dia akhirnya memutuskan untuk setidaknya memberikan salam perpisahan sebagai keluarga untuk yang terakhir kalinya dalam Battle War meskipun menyeret orang lain dalam keinginan egoisnya itu.
"Tapi sungguh, aku rasa kau masih terlalu lembut padanya. Aku tahu, dengan kekuatanmu seharusnya kau bisa memaksanya bertarung lebih keras lagi."
Arm of Destruction membuat Chris bisa menghancurkan apapun yang terbuat dari sihir selama dia bisa mencengkeramnya. Kekuatan khusus ini memiliki banyak keterbatasan seperti dia harus memegang benda yang ingin dihancurkan, tetapi selain hal itu, kekuatan itu sanggup menghancurkan apapun tanpa terkecuali selama memiliki sihir.
Dengan kata lain, benda seperti senjata sihir tak akan ada apa apanya dihadapan Chris, apalagi magic arm dan magic beast yang terbuat dari sihir murni.
"Kau salah, bukannya aku terlalu lembut padanya, hanya saja dia melebihi perkiraanku, jadi cukup sulit untuk menahan diri. Lagipula kau seharusnya tahu apa artinya jika aku menggunakan Lancelot kan?"
Ada alasan lain kenapa Chris tak menggunakan Lancelot sebagai pelindung. Selain untuk mengecoh lawan, itu juga karena kekuatan khusus yang dia miliki.
Arm of Destruction membutuhkan kontak langsung dengan benda yang dihancurkan. Mengenakan Lancelot akan membuat kemampuan itu tersegel.
Sebagai ganti kekuatan itu tersegel, dia mendapatkan kekuatan dua kali lipat, jadi bisa dibilang minus dan plus cukup seimbang.
"Oh iya, saat dia tahu kau menghancurkan Byakko, dia langsung berpindah melawanmu. Keputusannya untuk membuat rencana cukup cepat."
"Karena itulah aku tak punya pilihan selain menggunakan Lancelot lebih awal. Lalu rapier miliknya hanyalah rapier biasa yang terbuat dari Orichalcum, jadi aku juga tak bisa menghancurkannya."
Akan lain jika rapier Charlmilia merupakan alat sihir, tetapi rapier Charlmilia hanyalah senjata yang sanggup menghantarkan sihir Charlmilia. Lalu Charlmilia juga tak sembarangan menyalurkan sihirnya, itu membuat kesempatan Chris menggunakan kekuatan khususnya semakin berkurang.
"Begitu rupanya... Kesimpulan dari semua ini, dia cukup kuat untuk mendapatkan pengakuanmu, hanya saja dia masih kekurangan dalam tekad."
"Sifat buruknya sama sekali tak berubah. Jadi ini kesempatan yang sangat bagus. Ngomong ngomong, bagaimana dengan lawanmu?"
Tiba tiba Roby menjadi pucat pasi.
"Roby?"
"...jujur saja, untuk alasan apapun, aku tak ingin melawannya lagi."
"Eh? Sekuat itukah dia?"
__ADS_1
Karena tahu kekuatan Roby, maka Chris bisa menduga kalau Fila lebih kuat, tetapi Roby tak mengatakan hal seperti itu.
"Saat aku melawannya, aku merasa seperti bertarung dengan iblis."