Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Ngidam Ayam Geprek


__ADS_3

Cup!


Lagi-lagi Hans begitu jahil kepada istrinya, dia malah mencium bibir Meera yang sangat bawel itu. Sampai Meera hanya bisa membolakan matanya, lalu memekik kesal sambil memukulinya.


Bram hanya bisa tertawa kecil ketika melihat wajah kesal istrinya terlihat sangat lucu. Bagaimana tidak lucu, orang saat ini wajah Meera sangat merah bagaikan udang rebus.


Setelah keadaan sudah kembali kondusif, satu persatu tamu undangan memberikan ucapan selamat dan juga juluran tangan sesekali sebuah pekukan sesama jenis.


Kenapa harus sesama jenis? Ya itu harus, jika sedikit saja Alice bersentuhan dengan pria lain. Sama saja pria itu seperti sedang membuka lubang kuburnya sendiri.


...*...


...*...


1 Bulan setelah pernikahan Bram dan Alice, kini kebahagiaan selalu menyelimuti mereka. Bram sudah mulai menikmati masa-masa Alice sedang bermanja-manjanya ketika mengidam.


Untungnya saat Alice mengidam tidak sampai memusingkannya ataupun mencekiknya dengan ngidam yang aneh-aneh layaknya Bumil lainnya.


Alice hanya bermanja kepada Bram layaknya anak kecil yang tidak mau di tinggal ataupun di cuekin, perasaan Alice sangatlah sensitif. Apapun yang dia lihat ketika Bram sedikit saja cuek, maka itu bisa membuat Alice menangis berjam-jam.


Hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk Hans, kenapa? Ya, karena hari ini merupakan hari dimana Hans akan bertemu oleh kolega bisnisnya yang paling penting.


Hans akan menghadapi meeting besar bersama dengan kolega itu untuk membahas proyek yang sangat besar, akan tetapi dibalik kebahagiaan itu terdapat sebuah rasa iri yang teramat mendalam bagi kedua pasangan yang selalu mengawasi gerak-gerik Hans.


Tepat di ruangan makan, semua orang sedang mengumpul untuk menikmati sarapan paginya. Semua terlihat baik-baik saja tanpa adanya sedikitpun pergerakan mencurigakan dari siapapun.


Di saat Meera, Hans dan juga Bram sedang menikmati sarapannya. Tiba-tiba Alice terlihat begitu sedih, dia hanya mengacak-acak makanannya tanpa mau menyuapnya ke dalam mulut.


Tingkahnya benar-benar seperti anak kecil, sehingga membuat mereka bertiga yang melihatnya menjadi heran dan juga bingung.


"Ada apa, Sayang? Kenapa makanannya cuman di mainin doang?" tanya Bram sambil menoleh ke arah samping.


"Makan yang banyak, Lis. Kasihan anakmu itu, pasti sudah sangat lapar. Jangan menyiksa dirimu seperti ini, karena anakmu masih butuh asupan gizi agar dia bisa tumbuh sehat di dalam perutmu," cicit Meera.


"Makan yang banyak. Aku tidak mau keponakanku kekurangan makanan di dalam sana!" sambung Hans, dingin.


Alice melepaskan sendoknya lalu menatap Meera, Hans dan Bram secara bergantian dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

__ADS_1


Mereka takut Alice kembali menangis, karena jika itu terjadi sudah di pastikan hari ini akan ada lagi drama yang sangat menyebalkan dari Bumil tersebut.


"A-aku enggak mau makan ini. A-aku cuman mau makan pakai ayam geprek yang sangat pedes, pedes dan pedes!" ucap Alice.


Bram mendengar itu langsung terbatuk-batuk dan langsung menelan paksa makanan yang ada di dalam mulutnya dengan bantuan air.


"Ekhem, astaga Alice! Kamu itu lagi hamil loh, mana mungkin kamu makan pedes seperti itu. Apa lagi ini masih sangat pagi, itu enggak akan baik untuk peru---"


"Ja-jadi a-aku enggak boleh makan itu? Artinya aku enggak akan makan selamanya dong?"


Mata Alice semakin berkaca-kaca mendengar penolakan dari Bram yang membuat hatinya terasa sesak.


"Huhh, mulai lagi dah dramanya!" gumam kecil Hans, ketika matanya melirik ke arah Alice.


"Ehh, e-enggak gitu Sayang ma-maksudku. Ya-ya sudah makan ayam gepreknya nanti siang aja ya. Sekarang makan ini dulu, hem? Soalnya ini masih pagi loh, nanti perutmu bisa kenapa-kenapa."


Bram mencoba untuk terus membuat Alice mengerti tetapi sayang. Namanya juga Bumil, apapun yang tidak kesampaian dia akan meraung-raung bagaikan anak kecil yang harus keturutan.


"Ja-jadi enggak boleh nih?" ucap Alice kembali, air matanya sudah tidak terbendung lagi dan akhirnya terjatuh membuat Bram semakin pusing.


"Huaa, Bram jahat sama Alice. Masa Alice mau makan aja enggak di bolehin, hiks ... Ba-bagaimana kalau Alice nanti kelaparan, terus mat--"


"Terus juga, mana ada jam segini pusat cabang ayam geprek buka Sayang. Kamu tuh jangan aneh-aneh kenapa sih!"


"Udahlah, sekarang kamu makan ini aja dulu nanti saat makan siang baru akan aku pesankan ayam geprek sepuasmu!"


Perkataan Bram bukan membuat Alice semakin tenang, kini malah bertambah meraung-raung sambil menangis kejer.


"Huaa, Bram jahat! Masa orang mau makan malah di tahan-tahan. Pokoknya aku mau makan ayam geprek sekarang, sekarang, sekarang! Hiks ...."


Bram semakin di buat pusing dengan tingkah Alice, begitu juga Hans yang rasanya ingin sekali melempar Alice menggunakan sendoknya. Semua ini karena jam makan Hans merasa terganggu akibat ulah Bumil yang selalu melakukan drama setiap harinya.


"Huhh, udah-udah jangan nangis lagi. Aku akan buatkan ayam geprek untukmu sekarang, tunggu 10 menit. Dan jangan nangis lagi!" titah Meera membuat wajah Alice langsung berubah ceria.


"Hahh? Ka-kak serius, 'kan. Mau buatkan aku ayam geprek? A-aku mau yang pedes banget ya, terus ayamnya 3. Bisa?" sahut Alice, bahagia.


Senyuman lebar mulai bermekaran di wajah Alice, matanya kembali berbinar saat apa yang dia inginkan akan keturutan.

__ADS_1


"Ba-bagaimana lu buat ayam geprek dalam waktu 10 menit?" tanya Bram, tak percaya.


"Honey, kamu apa-apaan sih. Mana bisa kamu buat ayam geprek dalam waktu sesingkat itu! Aku tidak mau ya kamu kelelahan cuman gara-gara dia!" tegas Hans, melirik tajam ke arah Alice.


"Jangan menatap istri gua seperti itu! Kalau lu mau marah, marah sama bini lu jangan sama bini gua. Toh gua juga bisa beli!" tegas Bram, menatap tajam ke arah Hans.


Alice hanya bisa menundukkan kepalanya, sambil memilin-milinkan baju sesekali memainkan jarinya sendiri. Persis seperti anak kecil yang melakukan kesalahan, lalu di marahin.


Hans dan Bram kembali beradu argumen membuat Meera pusing ketika menghadapi 2 pria yang sangat menyebalkan ini.


Meera berdiri, lalu menggebrak meja sampai membuat semuanya terdiam terkejut. "Cukup! Kalian bisa diam enggak sih, hah!"


Brakk!


"Di sini aku yang akan membuatkan makanan itu untuk adikku, tetapi kenapa kalian yang repot sih!"


"Lagi pula ini ada ayam crispy, 'kan? Ya sudah aku tinggal buat bumbunya saja kok repot!"


"Kalian tunggu sini! Sampai aku dengar kalian ribut lagi, aku akan gorok leher kalian secara bergantian!"


Degh!


Baru kali ini Meera marah semarah-marahnya saat menghadapi Tom & Jerry yang sangat mengesalkan, padahal tiap hari dia selalu terbiasa dengan suasana ini.


Namun, entah kenapa hari ini rasanya Meera ingin sekali memakan orang jika dia sendiri tidak ingat kalau dia adalah manusia.


Meera menatap tajam ke arah suami dqn adik iparnya itu, lalu membawa beberapa potong ayam yang ada di meja untuk ke dapur. Kemudian langsung berkutak dengan alat masak untuk membuatkan sambal ayam geprek.


.


...***Bersambung***...


...Hay guys, author bawa kabar bahagia nih buat kalian. Saat ini author sedang mengadakan Giveaway untuk 3 orang pembaca setia....


...Caranya mudah kok, kalian tinggal ikuti terus novel terbaru author yang berjudul Kemarau Biduk Cinta....


...Jangan lupa kasih dukungan sebanyak-banyaknya di sana dengan cara like, komen, fav, hadiah, rate bintang 5 pada novel dan juga vote setiap hari senin....

__ADS_1


...Pemenang akan author ambil dari poin terbanyak di rangking umum pada karya tersebut....


...Terima kasih, semoga kalian beruntung menjadi pemenangnya 🥰🙏🏻...


__ADS_2