Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Kisah Bella & Bram


__ADS_3

Meera memesan makan siang layaknya sedang berada di Korea, sedangkan Bella memesan makanan seakan-akan berada di Amerika.


Berbeda sama Bi Neng, dia memilih makanan asli Indonesia, lantaran dia belum pernah menikmati makanan luar negeri.


Bi Neng takut jika memakan makanan seperti kedua wanita cantik yang ada disamping dan juga didepanya, maka bisa-bisa mulut Bi Neng akan langsung sariawan.


Disela-sela mereka menikmati makan siangnya tiba-tiba Bella menyeletuk yang membuat Meera tersendat oleh makanannya sendiri.


“Ohya, Raa. Jika umur kita sama itu artinya umurmu dan Bram juga sama dong? Cuman kenapa kamu malah menikahi Daddynya, kenapa bukan sama Bram saja?” ucap Bella sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya yang baru saja masuk.


Uhuk, uhuk ...


Meera terbatuk dan langsung diberikan minuman ke tangannya oleh Bi Neng dalam keadaan cemas. “Aduhh, Non. Hati-hati makannya,”


“Kamu gapapa, Raa? Ma-maaf ya ji-jika ucapanku membuat kamu terkejut.” ucap Bella khawatir menatap Meera.


“Makannya Non, kalau lagi makan lebih baik habiskan dulu makanannya baru nanti bisa dilanjutkan mengobrolnya. Untungnya Non Meera tidak apa-apa, bagaimana jika berbahaya untuknya.” Jelas Bi Neng, sedikit kesal.


“Ma-maafkan aku, Bi. A-aku salah,” ucap Bella, matanya mulai berkaca-kaca hingga membuat Meera langsung menyudahi semuanya.


“Sudah Bi, aku tidak apa-apa kok. Ini semua salahku karena kurang berhati-hati, jadi jangan pada saling menyalahkan. Mending kita habisin dulu makannya, supaya kita bisa mengobrol.” Jelas Meera dengan segala kelembutan penuturan katanya sambil tersenyum.


Bi Neng mengangguk perlahan, dan kembali meneruskan makanannya. Berbeda dengan Bella, dia masih terlihat sangat sedih ketika dia hampir saja mencelakakan Meera.


Namun, Bella tetap berusaha tersenyum seolah-olah dia sudah tidak memikirkan kesalahannya pada Meera.


20 menit berlalu, akhirnya mereka bertiga sudah selesai makan siangnya hingga membuat perut mereka merasa begitu kenyang.


"Ya ampun, Non. Ini makanannya enak banget, bahkan Bibi sampai nambah hihi. Ma-maaf ya, Non kalau malu-maluin." ucap Bi Neng wajahnya terlihat begitu semringah.

__ADS_1


"Hehe, santai aja Bi. Aku malah senang Bibi bisa sebahagia ini, kan jarang-jarang kita bisa seperti ini.” Ucap Meera, tersenyum menatap wajah Bi Neng terlihat begitu berbeda.


Melihat kedekatan Meera dengan Bi Neng membuat Bella tersenyum lebar dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


“Kamu baik banget ya, Raa. Bahkan sampai pembantu saja bisa terlihat seakrab ini, pasti di luaran sana banyak pria yang mengejarmu. Apa lagi banyak yang bilang janda semakin di depan, hehe ....”


Perkataan Bella membuat Bi Neng langsung menoleh ke arah Meera dan menatapnya, sedangkan Meera hanya bisa tersenyum dan mengatakan yang sebenarnya.


“Maaf, Bel. Aku bukan janda, ya mungkin beberapa bulan lalu aku masih berstatus seperti itu. Cuman, sekarang aku sudah menjadi istri sah dari anak tiri pertamaku.” ucap Meera tanpa ragu.


“Se-serius, Raa? I-itu a-artinya kamu menikah dengan Kak Hans dong. Kakak kandung dari Bram?” tanya Bella, antusias.


“Ya benar, aku menikah dengannya 1 bulan yang lalu.” jawab Meera.


Meera yang belum bisa terbuka sepenuhnya dengan wanita yang ada di hadapannya ini, membuat Meera beberapa kali mengalihkan pertanyaan Bella mengenai dirinya.


Bella pun tidak merasa keberatan, karena dia paham jika setiap orang pasti memiliki privasi tersendiri. Mungkin saat ini Meera belum sepenuhnya bisa percaya dengan orang yang batu dia kenal, tetapi Bella yakin suatu saat nanti mereka akan membagi kisahnya.


“Aku dan Bram menjalani hubungan di saat kami baru naik ke kelas 3 SMA. Bisa dibilang sih, kurang lebih 5 tahun. Cuman setelah Bram mulai merintis kariernya, sikapnya semakin berubah.”


“Sampai akhirnya dia memutuskanku, hanya dengan alasan dia mau fokus mengurus kariernya yang sedang naik daun.”


“Pada saat itu aku marah, kecewa bahkan juga aku tetap bertahan berusaha mencegah Bram agar tetap berada di sampingku,”


“Namun, semua itu gagal. Bram tetap pada pendiriannya kalau dia mau fokus dengan kariernya, sampai akhirnya aku berusaha menerima semua itu. Mungkin aku dan Bram tidak berjodoh, hehe ....”


Bella terkekeh sendiri sambil matanya terlihat berkaca-kaca, Meera yang melihat ekspresi wajah Bella menjadi paham sama apa yang dia rasakan.


Bella terus menceritakan kenangan indah bersama Bram dimana, pada saat itu Bram susah payah mendapatkan hati Bella yang terbilang cukup sulit ditaklukkan.

__ADS_1


Bram sampai mengambil alih acara perpisahan Kakak kelasnya, hanya demi ingin menyatakan cintanya kepada Bella dengan cara menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis.





Kemudian Bram bertekuk lutut di hadapan Bella dengan memberikan sebuah buket yang berisikan bunga mawar, coklat, dan juga sebuah cincin manis yang sangat cantik.


Sementara Bella yang melihat adegan itu refleks terkejut bukan main, ternyata pria yang selama ini dia jauhi akibat sikapnya yang sedikit nakal pada wanita. Ternyata bisa membuktikan jika dia benar-benar serius dengannya.


Teriakan hingga sorakan terdengar begitu ricuh dengan adegan romantis tersebut, sampai akhirnya Bella menerima cinta Bram di depan semua orang dan berhasil membuat Bram melompat tinggi ke udara dengan perasaan yang sangat bahagia.


Seiring berjalannya waktu, ikatan cinta mereka semakin kuat sampai mereka lulus sekolah pun, mereka tetap bersama meneruskan pendidikannya di satu Universitas.


Meskipun jurusan yang mereka pilih berbeda, tetapi tidak membuat cinta mereka memudar. Bella yang semakin hari semakin terlihat manja membuat Bram bertambah bahagia.


Hanya saja ada satu kesalahan Bella yang membuat Bram hilang respek padanya, yaitu Bella pernah ketahuan sedang party di sebuah BAR yang mana itu adalah tempat Bram menumpahkan rasa lelahnya setiap hari.


Sebenarnya Bram tahu jika Bella itu merupakan wanita baik, hanya saja dia salah bergaul dengan temannya. Sehingga kebaikan sosok Bella dirusak oleh sahabat dan teman kecilnya.


Bella mencoba menjelaskan kalau pada saat itu mereka sedang merayakan ulang tahun teman masa kecilnya, cuman tempatnya yang salah.


Di tambah Bella tidak sengaja meminum minuman yang sudah ditukar oleh temannya dari minuman Es Lemon Tea menjadi Wine, membuatnya langsung oleng.


Di saat itulah Bella dan semua sahabatnya pergi bergoyang di tempat khusus DJ, lantaran irama musik jedag-jedug berhasil menarik perhatian mereka untuk menggerakkan tubuhnya selihai mungkin.


Tak terasa alunan musik membawa semua orang lepas kendali ketika pikirannya sudah melambung tinggi, hingga tanpa disengaja Bram melihat Bella berciuman dengan sahabat kecilnya sendiri sambil bergoyang mengikuti irama musik.

__ADS_1


...***Bersambung****...


__ADS_2