
Sementara Diego hanya meresponnya dengan kedinginan tanpa ekpresi, bagi dia ini adalah hal kecil yang bisa diatasi sendiri. Akan tetapi, berbeda sama mereka semua. Sekecil apapun hal yang di lakukan Diego itu sangat berarti untuknya.
...*...
...*...
...*...
Beberapa hari berlalu kejadian itu kembali terulang, hingga akhirnya Bram dan Hans langsung mengambil tindakan untuk memindahkan Maura dan Diego ke sekolah yang baru. Dimana mereka bisa belajar tenang tanpa gangguan, ataupun kejahilan anak-anak yang ingin mencari masalah padanya.
Di sekolah yang baru ini Diego dan Maura memiliki banyak teman, hanya saja sifat Diego yang dingin membuat dia tidak banyak berbicara.
Seiring berjalannya waktu, Meera yang baru saja melahirkan membuat Maura merasa senang. Akan tetapi tidak dengan Diego, kok bisa? Ya, karena Meera melahirkan anak perempuan yang sangat cantik.
Maka dari itu, Maura senang bisa memiliki teman yang akan diajak main. Berbeda sama Diego yang memang hanya di takdirkan menjadi seorang Kakak yang akan menjaga mereka semua.
Kini, kehidupan mereka semua terasa sangat bahagia setelah kehadiran anak kedua dari Meera dan Hans. Tidak hanya itu, selang 2 bulan Meera melahirkan ternyata Alice mendapatkan kabar bahagia. Yaitu, dia sedang hamil anak kedua dengan usia kandungan kurang lebih 3 Minggu.
Kebahagiaan yang semakin hari semakin mereka rasakan, membuat mereka tidak henti-hentinya selalu bersyukur. Padahal dulu mereka selalu di hadapkan oleh masalah yang sangat besar, masalah yang tidak kunjung habis.
__ADS_1
Namun, sekarang mereka sudah menerima hasil dari jernih payah perjuangan mereka yang sama-sama mempertahankan rumah tangganya.
Hingga tidak terasa, anak-anak mereka telah tumbuh menjadi seorang remaja yang cantik dan juga tampan.
Meera dan Alice mendapatkan rezeki anak yang cantik serta tampan. Meera memiliki 4 anak, pertama Diego, kedua Shera, dan yang terakhir anak kembar Chio dan Chia. Sementara Alice memiliki 2 anak, yang pertama Maura dan yang terakhir Farrel.
Kehidupan mereka terus berjalan di penuhi oleh kebahagiaan. Seakan-akan semua kepahitan telah terbayar lunas ketika mereka masih muda. Sekarang mereka hanya menikmati masa-masa bahagia untuk menemani anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, penuh cinta kasih dan juga berprestasi.
Perusaha Hans yang setiap hari semakin berkembang pesat, membuat dia menempati Perusahaan terbesar di dunia. Begitu juga Bram, dia sudah memiliki Restoran dimana-mana. Dari mulai cabang kecil hingga yang paling besar.
Waktu yang terus berjalan maju, tidak terasa anak-anak Meera dan Alice sudah menjadi anak yang penuh dengan prestasi yang luar biasa. Mereka semua lulusan perbisnisan, kecantikan atau model, koki dan juga kedokteran.
"Tidak terasa ya, anak-anak sudah tumbuh besar. Pasti sebentar lagi mereka akan menemukan jodohnya masing-masing, kemudian menikah dan kita akan menimang cucu yang sangat menggemaskan." ucap Meera menatap semua anak-anaknya yang sudah lulus lulus S3.
Meera dan Alice memang tidak bisa melihat kebahagiaan, mereka terlalu cengeng saat melihat proses demi proses yang sudah di jalani bertahun-tahun.
Diego dan Maura pun ikut bahagia sambil merangkul Meera serta Alice, sebab mereka pun merasa bangga kepada adik-adiknya yang bisa membanggakan kedua orang tuanya.
"Mommy dan Mamah tenang aja, kami janji. Kami pasti akan membuat kalian merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kalian rasakan ketika kami masih ada di perut kalian." ucap Maura, dia kembali teringat dengan kisah silam kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kalian tenang aja, aku anak pertama. Jadi, aku yang akan pastikan kalau adik-adikku tidak akan ada yang mengecewakan kalian." ucap Diego dengan sikap tegas dan juga dinginnya.
Bram serta Hans yang menyaksikan semua itu merasa kagum. Mereka tidak menyangka semua kisah yang telah di lewati, kini menghasilkan sesuatu yang indah di hari tuanya.
"Terimakasih, Tuhan. Begitu banyak kebahagiaan yang aku terima, tetapi satu pintaku. Jika kelak kami tiada, tolong jaga anak-anakku dan jangan berikan cobaan kepada mereka yang akan mencerai beraikan tali persaudaraan diantara semuanya. Cukup aku dan Bram yang merasakan, bagaimana rasanya di benci oleh saudara sendiri." ucap Hans, tersenyum.
"Ya, Kak. Itu juga harapanku, aku tidak bisa melihat mereka bertengkar hanya karena kesalah pahaman. Maka dari itu, kita harus terus membuat mereka mengerti. Apa bila ada masalah, itu harus di selesaikan dengan kepala dingin bukan langsung menebak semua yang belum tentu faktanya." jawab Bram, menatap Hans.
Mereka berdua saling menoleh dan tersenyum. Sehingga tidak terasa air mata mereka menetes begitu saja. Kemudian Bram dn Hans saling berpelukan satu sama lain, lalu mereka meminta maaf bersama-sama atas semua perlakuan mereka yang saling menyakiti satu sama lain.
Akhirnya kehidupan mereka yang awalnya terasa menyakitkan, kini telah berubah menjadi sangat bahagia. Awaknya mereka tidak menyangka semua ini bisa terjadi, akan tetapi sekarang mereka baru sadar. Perjuangan yang sudah di lewati bukanlah tidak memiliki arti, melainkan itu satu langkah mereka menuju kebahagiaan. Dan sekarang mereka menikmati hasil dari apa yang sudah mereka tanam selama ini.
...-------TAMAT-------...
Terimakasih buat semua yang sudah mengikuti kisah Belenggu Hasrat Anak Tiri. Semoga kalian bisa terus menjadi pendukung setia author untuk kedepannya. Jangan lupa mampir ke karya author yang baru rilis ya, dan nantikan kisah-kisah selanjutnya.
Apa bila ada yang kurang berkenan, author meminta maaf dengan segala kekurangan. Dan author akan memperbaikinya di kisah-kisah berikutnya.
Sekian dan terima kasih, author tunggu kehadirannya di novel yang baru rilis. Apa bila ada dari kalian yang ingin memberikan ide untuk membuatkan novel genre apa saja, silakan komen ya. Insyaallah jika author sanggup kan author buatkan, tetapi tidak janji ya.
__ADS_1
Sampai bertemu di lain waktu kesayangan author, sekali lagi terimakasih. Semoga kalian semua sehat-sehat selalu dan tidak lupa untuk cek branda author setiap bulannya. Supaya kalian semua tahu karya baru apa saja yang akan author rilis.
Papay, reders baik hati. 🥰🙏🏻