Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Kabar Baik Berubah Kabar Buruk


__ADS_3

Penjelasan Alice membuat Bram tersenyum kecil, sementara Deo terdiam memikirkan jawaban apa yang harus dia abil. Karena bagi Deo, Alice adalah sumber penghasilannya.


Semenjak Alice hadir, omset BAR-nya melonjak tinggi. Servisan yang dihasilkan Alice pun membuat para pelanggan ketagihan. Bahkan semenjak Alice bersama Bram, banyak sekali pelanggan yang kecewa karena tidak bisa merasakan surga dunia bersamanya.


Namun, mau bagaimana lagi. Masih ada beberapa wanita lainnya yang juga mendekati servisan seperti Alice, meskipun rasanya tidak sehot Alice.


"Maaf, untuk itu gua tidak bisa melepaskan Alice begitu saja. Karena dia salah satu sumber penghasilan gua saat ini!"


"Beberapa hari gua kehilangan jobs besar, demi Alice ikut bersama lu. Cuman sekarang tidak lagi, Alice harus selalu ada disaat semua pelanggang menginginkannya!"


"Tidak ada alasan dan tidak ada bantahan, karena gua sudah memberikannya uang yang cukup banyak, ketika Neneknya pertama kali masuk ke rumah sakit. Dan aku tidak mau uangku terbuang sia-sia!"


Alice mendengar perkataan Deo membuat hatinya tercubit, dia seperti terjebak di dunia yang tidak akan pernah membiarkannya lepas begitu saja. Bagaikan sebuah burung yang ada didalam sangkarnya.


Wajah bahagia yang terukir jelas di wajah Alice seketika menghilang, setelah kabar baik berubah menjadi kabar buruk.


Bram yang mendengar itu pun seketika mulai terbawa emosi, karena niat baiknya ingin menyelamatkan 1 kehidupan. Kini, telah kandas hanya karena keegoisan Deo yang lebih mementingkan uang dari pada kehidupan seseorang.


Padahal dia memiliki banyak wanita hiburan lainnya yang tidak kalah dari Alice. Jadi jika salah satu dari mereka keluar pun tidak akan membuat Deo seketika bangkrut.


"Berapa sih uang yang udah lu keluarkan buat beli Alice? Berapa, sebutin! Gua akan bayar 2 kali lipat agar lu puas!" tegas Bram yang mulai kebawa emosi.


"Tenang, Bram. Jangan emosi, ini memang sudah perjanjianku dengan Tuan Deo. Kalau aku akan mengabdi sama dia sampai kapan pun, karena berkat dia Nenek sampai detik ini masih bersamaku. Meskipun dalam keadaan koma, tetapi jika bukan karena Tuan Deo pasti Nenek sudah tiada."


Alice mencoba menenangkan Bram dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Melihat Alice seperti ini membuat Bram semakin tidak terima, karena Bram bisa merasakan apa yang saat ini Alice rasakan.


"Apa yang dikatakan Alice emang benar. Kalaupun lu membayar Alice itu bukanlah jumlah yang sedikit, bahkan sampai kapanpun lu enggak akan bisa membeli Alice dari gua!"

__ADS_1


"Kurang baik apa gua sama lu, Bram. Gua izinin kalian menikah. Hanya saja, gua enggak bisa membuat Alice harus berhenti bekerja sama gua!"


"Jadi percuma juga lu tahu nomonal harga Alice pun lu enggak akan sanggup membayarnya. Apa lagi hubungan lu dengan Kakak lu saat ini sedang tidak baik-baik saja, lantas gimana caranya lu bisa membebaskan Alice dari gua?"


Perkataan demi perkataan yang Deo ucapakan selalu memancing gejolak amarah didalam hatinya. Sampai akhirnya isak tangis Alice pun runtuh, semakin membuat Bram tidak bisa di kontrol.


Emosi dan amarah kini telah melanda hatinya, dan tanpa disangka Bram bangkit langsung memberikan bogeman cantik kepada Deo. Sementara Deo hanya bisa memegangi sudut bibirnya yang sedikit robek.


"Dasar ba*jingan! Gua kira lu sahabat gua, tapi nyatanya lu cuman seorang sampah. Rela mengambil kebahagiaan orang lain demi kepentingan lu sendiri!"


"Bram, hentikan!"


"Cukup, Bram. Cukup! Jangan pernah menyakiti dirimu sendiri demi aku, aku gapapa kok."


"Ini memang sudah perjanjian sejak awal. Aku akan menaruh hidupku bekerja untuk Tuan Deo, sampai Tuan Deo tidak membutuhkanku lagi!"


Alice menahan Bram dengan cara merangkul lengannya sambil menangis, wajah Bram terlihat begitu merah menahan sebuah emosi yang membara.


Ya, memang mereka adalah sahabat disaat masih sekolah. Cuman kembali lagi, ada istrilah berkat uang semua hubungan yang terbilang sudah lama dibentuk akan hancur.


Uang merupakan penjahat terbesar didunia yang tidak bisa dihilangkan. Banyak peperangan antar teman, saudara bahkan keluarga bisa pecah hanya karena uang.


Nominal yang tidak seberapa tetapi bisa menghancurkan semua hubungan yang bertahun-tahun dibentuk.


"Tidak bisa, Lis. It's okay jika wanita penghibur lainnya menjalani tugas mereka karena kesenangan mereka, cuman kamu itu beda. Kamu harus terjebak didunia seperti ini hanya demi menyelamatkan 1 nyawa, sampai kamu melupakan masa depanmu sendiri!"


"Sama halnya sepertiku, aku sedang berusaha menjadi orang baik untuk menyelamatkan 2 kehidupan sekaligus. Supaya bisa menebus semua perlakuan burukku, agar terbayar lunas dengan 1 baikan yang sedang aku perjuangin!"

__ADS_1


Melihat tekat yang kuat dari Bram membuat Alice langsung memeluknya, dan mengucapkan beribu-ribu terima kasih karena sudah baik dengannya.


Bram hanya bisa membalas pelukan Alice, dengan mata menyorot tajam kearah Deo. Dimana Deo juga malah santai tersenyum seakan-akan terus menantangi Bram


"Lihat aja lu, De. Gua bakalan hancurin semua bisnis lu dengan tangan gua sendiri, sampai akhirnya lu akan memohon sama gua dengan mencium kaki gua! Tunggu tanggal mainnya, kawan!" gumam batin Bram dengan mengukir senyuman kecil.


"Gua akan melakukan apapun demi uang, meskipun gua harus kehilangan sahabat seperti lu. Bagi gua it's okay, no problem. Yang penting gua bisa punya banyak uang, maka hidup gua akan menjadi tenang. Haha ...." balas batin Deo dengan senyuman mengejek.


Beberapa menit, Bram melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Alice. Lalu dia meraup kedua rahang Alice sambil mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu.


"Kamu tenang aja, aku akan membebaskan kamu dari penjara ini. Yang penting kamu jaga diri kamu baik-baik, jangan sampai pelangganmu melakukan hal apapun padamu. Buatlah mereka merasa puas tidak dengan menggunakanmu, paham maksudku?"


"Dan jangan biarkan mereka mengatakan hal sesuatu pada Tuanmu itu, aku yakin ketika kamu melakukannya dengan hati-hati tidak ada satu pelayanpun yang akan memakai pun. Jikalau pun terpaksa harus menggunakanmu, maka gunakan pengaman dan obat secara teratur guna melindungimu!"


"Ingat, masa depanmu masih panjang. Jangan sampai salah satu dari mereka menghancurkannya. Aku akan usahakan semuanya untuk merebutmu kembali, sesuai dengan janjiku di awal. Paham?"


Perkatan Bram kali ini sepetti sebuah ketulusan seorang pasangan, yang akan menyelamatkan kekasih hatinya terbebas dari sebuah penjara yang sangat menyedihkan.


Alice hanya tersenyum nganggul, dia telah menaruh seluruh kepercayaannya pada Bram. Meskipun dia harus bertahan sedikit lagi ditempat ini, itu tidak akan menjadi masalah untuk Alice.


Alice yakin Bram akan membebaskan hidupnya, walaupun Alice lah yang menjebak dirinya masuk ke dunia hiburan.


Setelah selesai, Bram pun tanpa sengaja mencium bibir Alice sekilas. Entah itu perasaan apa, yang penting dia menciumnya sekilas lalu pergi dengan mata menatap tajam ke arah Deo, kemudian meninggalkan BAR.


Awal bahagia yang sebenarnya sudah berada didepan mata, seketika kandas cuman karena uang. Ternyata benar uang adalah segalanya bagi manusia, dia rela melakukan apapun asalkan memiliki uang yang banyak.


Berbeda jika uang tersebut digunakan sebaik mungkin, pasti akan bermanfaat untuk seseorang yang membutuhkannya. Seperti Alice, dia wanita yang sudah hilang arah. Ketika dia ingin putar arah, sesuatu berhasil menahannya untuk tetap berada di tempat tersebut.

__ADS_1


Alice meninggalkan ruangan Deo dalam keadaan Deo masih menatapnya dengan penuh kemenangan. Deo sangat percaya, jika Bram tidak akan pernah bisa merebut Alice dari tangannya dengan segala percobaan.


...***Bersambung***...


__ADS_2