Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Kisah Pilu Alice


__ADS_3

Alice yang awalnya terdiam tidak mau menceritakan kisahnya, perlahan dia mulai terbuka kepada Bram. Entah mengapa, Alice seperti menaruh kepercayaan yang besar terhadap Bram untuk mendengarkan semua kisah kelamnya.


Alice menceritakan awal mula kenapa dia bisa berpikir sejauh itu untuk berada di tempat seperti itu, walaupun Alice tahu jika tempat itu tidak layak untuk dirinya.


...***Flashback***...


3 tahun yang lalu disaat Alice berumur 20 tahun, dia memiliki seorang kekasih yang amat sangat dia cintai. Cuman, semua hubungan itu kandas disaat Alice harus kehilangan kekasihnya akibat kecelakaan tunggal.


Kehidupan Alice merasa begitu hancur lantaran dia sudah memberikan semua hidupnya hingga masa depannya kepada kekasihnya itu. Yang mana kurang lebih 4 bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


Namun, takdir berkata lain saat kejadian tragis itu menimpa kekasihnya. Alice berusaha untuk melepaskan semua kenangan indah bersama kekasihnya. Sampai disaat umurnya sudah menginjak 21 tahun lebih, Alice kembali mendapatkan kejutan jika Neneknya mengalami sakit yang cukup berat.


Sang Nenek ternyata selama ini telah menyembunyikan sebuah penyakitnya yang sudah dia derita bertahun-tahun lamanya dari sang cucu.


Penyakit ginjal yang di derita sang Nenek telah membawanya masuk kealam bawah sadar.


Saat ini sang Nenek harus mendapatkan perawatan intens supaya bisa bertahan hidup sampai dia menemukan pendonor ginjal yang cocok untuknya.


Apa lagi salah satu ginjal sang Nenek telah hancur dan tidak bisa berfungsi sama sekali, sedangkan satunya masih bisa berfungi tetapi tidak senormal ginjal yang sehat.


Alice tidak keberatan jika Neneknya harus dirawat dengan jangka waktu yang sangat lama di rumah sakit. Hanya saja yang membuat Alice keberatan cuman masalah biaya, pengobatan sang Nenek bukanlah suatu lenyakit yang ringan. Sehingga dia memerlukan biaya yang tidak sedikit.


Hampir semua harta benda Alice jual demi pengobatan sang Nenek, bahkan dia pun telah menjual rumah Neneknya meskipun itu rumah peninggalan sang Kakek.


Mau bagaimana lagi, bagi Alice saat ini nyawa sang Nenek jauh lebih berharga dari rumah itu. Jikalau pun sang Nenek sudah sembuh, maka Alice bisa bekerja lebih keras lagi untuk menebus rumah tersebut agar kembali menjadi milik sang Nenek.


Sementara kedua orang tua Alice sudah lama tiada akibat suatu kejadian bencana yang mengharuskan Alice kehilangan kedua orang tuanya ketika dia berusia 5 tahun.


Pada saat itu hujan begitu lebat dan juga deras, sehingga Alice dan kedua orang tuanya yang hidup di sebuah pedesaan mengalami sebuah musibah.


Rumah mereka tertibun tanah longsor dengan kedalaman kurang lebih 3 meter, untungnya Alice masih bisa diselamatkan karena tubuhnya tidak terlalu tertibun tanah. Berbeda dengan kedua orang tuanya yang hilang ditelan tanah merah. Sampai akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.


Saat ini keluarga satu-satunya yang Alice punya adalah sang Nenek. Akan tetapi, sang Nenek malah menyembunyikan penyakitnya hingga membuat Alice semakin hancur. Dia tidak mau merasakan kehilangan untuk kesekian kalinya, Alice cuman mau jika sang Nenek kembali sehat.

__ADS_1


Apapun akan Alice lakukan demi kesembuhan sang Nenek, sampai dia rela untuk menjadi wanita penghibur di salah satu Bar milik sahabat Bram.


Hampir 6 bulan lebih Alice bekerja disana dengan semua tuntutan para pelanggan yang terkadang membuatnya lelah dan terkadang juga membuatnya senang dengan semua bonus yang dia dapatkan.


Dengan hasil menjadi seorang penghibur membuat Alice bisa membiayai pengobatan sang Nenek, meskipun beberapa kali dia masih saja kekurangan biaya.


Alice bisa saja bekerja seperti layaknya orang pada umumnya, hanya saja penghasilan yang dia dapatkan kali ini jauh berkali-kali lipat dibanding dia bekerja sebagai wanita biasa.


Dari sini Alice sudah mulai nyaman dengan semua pekerjaannya sampai akhirnya dia bertemu Bram, pelanggan yang sama sekali tidak pernah menuntut lebih, tetapi dia selalu memberikan yang lebih untuk Alice.


...***Flashback off***...


Mendengar kisah singkat tentang masa lalu Alice, membuat Bram sedikit tersentuh. Ternyata apa yang dia duga adalah benar, jika Alice bukanlah wanita penghibur seperti yang lainnya.


Dia hanya terjebak didalam dunia hitam yang mengharuskannya memasuki zona terlarang, hanya demi kesembuhan sang Nenek.


"Sudah aku duga, ternyata benar. Kamu melakukan pekerjaan ini karena sesuatu yang memaksakan agar kamu memasuki zona itu."


"Baiklah, untuk itu. Kamu harus meninggalkan dunia malam itu dan menjadi kekasihku seperti perjanjian kita kemarin."


Dengan cepat Alice menolak semua itu, karena dia tidak mau kehilangan sang Nenek satu-satunya keluarga yang dia miliki.


"Tidak, Bram! Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu, karena disitu sumber penghasilan terbesarku untuk membiayai rumah sakit Nenek."


"It's Okay, jika aku berpura-pura menjadi kekasihmu dengan bayaran yang besar aku terima. Aku malah senang bisa mendapatkan uang yang berkali-kali lipat, dengan begitu aku bisa segera membawa Nenek ke luar negeri."


"Aku udah menunggu saat-saat bahagia itu tiba Bram, dimana Nenek akan kembali membuka matanya dan telah dinyatakan sembuh dari penyakitnya."


"Jikalau pun aku harus meninggalkan pekerjaan itu, aku akan meninggalkannya ketika Nenek sudah sembuh 100 persen!"


Alice berbicara dengan nada yang sedikit meninggi, terlihat jelas bahwa Alice sangat berat untuk meninggalkan pekerjaannya untuk saat ini.


Sebenarnya maksud Bram itu baik, hanya saja Alice salah dalam menanggapinya membuat Alice kembali merasa kesal kepadanya.

__ADS_1


"Maksudku bukan seperti itu, kamu hanya meninggalkan pekerja itu karena aku---"


"Stop, Bram. Stop! Aku sudah tidak mau mendengar semua omonganmu, aku tidak mau keluar dari tempat itu sebelum Nenekku sembuh. Paham!"


Alice berteriak sambil menutup kedua telinganya dengan menggelengkan kepalanya, karena Alice sudah tidak mau mendengar semua itu. Jika dia terhasut dengan ucapan Bram, maka keselamatan Neneknya akan berada diujung tanduk dan Alice tidak mau semua itu terjadi.


"Tapi---"


"Kalau kamu masih mau meneruskan pembicaraan soal itu atau aku akan turun dari mobilmu ini!" ancam Alice, dengan kedua bola matanya menatap tajam kearahnya.


Bram yang mendapati semua itu langsung terdiam, dia tidak lagi meneruskan ucapannya. Meskipun sebenarnya Bram ingin sekali mengatakan bahwa semua biaya hidup Alice akan dia tanggung sepenuhnya sampai Neneknya sembuh.


Apa lagi ketika mendengar kisah pilu kehidupan Alice berhasil menyentuh hati Bram, dia tidak tega jika Alice harus memperjual belikan tubuhnya sendiri hanya demi pengobatan Neneknya.


Namun, Bram juga tidak bisa ikut campur terlalu dalam karena dia bukanlah siapa-siapa didalam kehidupan Alice.


Harapan Bram semoga ada suatu keajaiban yang akan mengetuk hati Alice agar dia mau meninggalkan pekerjaan kotor itu dan memilih bekerja dengan cara yang baik.


Tanpa berlama-lama lagi Bram segera melajukan mobilnya meninggalkan Apotik menuju rumah sakit. Dimana Alice setiap hari harus menengoki Neneknya dan mengecek keadaannya, untuk memastikan agar Neneknya dalam kondisi baik-baik saja.


Sesampainya dirumah sakit, Bram selalu membututi kemanapun Alice pergi. Bahkan untuk pertama kalinya Bram bisa bertemu dan melihat langsung keadaan Neneknya Alice yang memang sangat memprihatinkan.


Banyak alat medis terpasang ditubuhnya, hingga terdengar suara cukup bising yang dihasilkan dari mesin tersebut.


Alice tersenyum menatap sang Nenek sampai air matanya menetes, ketika dia harus selalu menyapa Neneknya setiap hari.


Alice melakukan semua itu lantaran sang dokter menyuruhnya untuk selalu mengajak Neneknya berinteraksi, karena cuman itulah cara satu-satunya supaya sang Nenek tidak terlalu nyaman di alam bawah sadarnya.


Disini Bram bisa melihat betapa sayangnya Alice kepada sang Nenek. Belum lagi Alice rela untuk mengajak ngobrol sampai berjam-jam tanpa henti, meskipun Neneknya tidak merespon ucapannya.


Pengorbanan seperti ini membuat Bram kembali mengingat dimana dia dan Hans, sang Kakak selalu kompak dalam hal apapun. Akan tetapi kekompakan mereka memudar setelah kejadian itu terjadi.


Semua ini membuat Bram sedikit tersentuh, bagaimana jika yang ada diposisi Neneknya Alice adalah Kakaknya, Hans.

__ADS_1


Apakah Bram akan melakukan hal yang sama seperti Alice ataukah Bram tidak akan peduli? Entahlah, Bram masih belum bisa menerima semua kejadian itu, yang membuat hatinya masih terasa sangat menyakitkan.


...***Bersambung***...


__ADS_2