Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Penjelasan Windi


__ADS_3

"Terima kasih selama 3 tahun ini kamu sudah hidup bersamaku, menjadi istri yang sangat baik sekaligus menjadi Ibu yang begitu menyayangi anakku. Untuk itu aku akan mence---"


"Tidak! Aku tidak mau berpisah denganmu, Sayang! Aku mohon jangan berkata lagi, aku melakukan semua ini karena aku di suruh oleh seseorang! Ini bukan keinginanku, Sayang. Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku enggak bisa hidup tanpamu. Please, maafkan aku Sayang. Hiks ...."


Windi berteriak sekeras mungkin, langsung mencari keberadaan suaminya yang entah dimana. Sampai akhirnya Windi yang sudah menangis kejar, membuat dia tidak tahu harus bagaimana lagi.


Sampai akhirnya seorang pria keluar dari sebuah tempat mendekati Windi, dimana Windi yang melihat itu langsung berlari berhambur memeluknya. Pecahlah isak tangis di dalam pelukan suaminya.


"Hiks, ma-maafkan aku, Sayang. Ma-maaf, aku terpaksa melakukan semua ini lantaran aku membutuhkan tawaran besar itu untuk kebutuhan anak kita dan juga modal untukmu usaha. Sekali maafkan aku, aku janji gak akan melakukan hal ceroboh ini. Please, maafkan aku Sayang, aku minta maaf, hiks ...."


Windi menangis sesegukan di dalam pelukan suaminya, yang mana suaminya hanya bisa meneteskan air matanya. Meskipun, apa yang dilakukan Windi bertujuan baik.


Hanya saja caranya yang salah, tanpa di sengaja dia telah menghancurkan kepercayaan suaminya dan juga telah menyakiti serta mengkhianati cinta mereka, yang selama ini berusaha di jaga oleh suaminya.


Perlahan suaminya melepaskan pelukan Windi, lalu dia memegang kedua bahunya sambil menatap manik mata Windi yang saat ini sedang menatapnya.


"Katakan pada semua orang, maksud dan tujuanmu melakukan ini semua! Bilang sama mereka siapa yang telah menyuruhmu, dan bersihkan nama Tuan Bram beserta semua kelurganya. Mengerti?" ucap suaminya, penuh ketegasan.


Windi menganggukan kepalanya, lalu dia menatap semua orang sambil menerima microfon yang di berikan oleh MC di sana.

__ADS_1


Perlahan Bram mulai menjelaskan bahwa pernikahan yang akan di adakan bersama Windi adalah suatu kebohongan. Windi bukanlah Alice yang para tamu undangan ketahui, melainkan ini suatu perangkap yang Bram berikan untuk Windi.


Panjang kali lebar Bram usaha jelaskan semuanya pada mereka, sampai akhirnya Windilah yang kembali menjelaskan menggunakan versinya.


Disana Windi mengatakan bahwa dia melakukan semua ini karena sebuah imbalan yang sangat besar sejumlah 500 juta.


Dengan tawaran menggiurkan itu Windi langsung menerima semuanya tanpa memikirkan efek sampingnya, karena menurutnya itu suatu pekerjaan yang mudah dan tidak akan memberatkan dirinya.


Akan tetapi, semua di luar dari ekspetasinya. Hampir saja dia menikahi Bram atas semua kebohongan yang di lakukan, serta berkat sandiwara ini membuat hubungan rumah tangganya mulai goyang.


Hampir kurang lebih sekitar15 menit, Windi menjelaskan pada mereka semua dan juga meminta maaf atas semua perbuatannya.


Sia-sia juga Bram dan Hans melakukan semua ini, karena permainan yang di mainkan oleh tikus itu sangatlah rapi. Tidak sedikitpun jejak yang dia tinggalkan, sampai akhirnya suami dari Windi meminta maaf atas kesalahan istrinya.


Kemudian dia berpamitan pergi dari acara tersebut bersama dengan istrinya, karena ada sesuatu yang harus dia selesaikan bersama Windi.


Untuk itu dia mengucapkan kata maaf sekaligus terima kasih, karena Bram dan Hans dia bisa mengetahui kebohongan mengenai istrinya.


Seperginya Windi dan suaminya, Hans langsung mengambil alih acara tersebut. Sedikit memberikan wejangan kepada semuanya, bahwa pernikahan yang sesunggunya akan segera diadakan.

__ADS_1


Benar saja, tanpa menunggu lama Hans menyerahkan semua susunan acara kepada MC. Agar dia bisa kembali memimpin acara pernikahan Bram dan Alice.


Hanya selang beberapa menit dari kelarnya masalah, akhirnya Alice keluar dari persembunyiannya bersama Meera.


Kedua kecantikan mereka terasa seimbang, tidak saling menonjol dan juga tidak saling terkalahnya. Benar-benar terlihat seperti ada 2 pernikahan yang akan di selenggarakan.


Bram dan juga Hans pun melihat 2 bidadari itu sangat terkagum-kagum atas ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. Mulut mereka yang terbuka hampir saja meneteskan air liur, jika sang MC tidk segera menyadarkan keduanya.


Hans dan Bram merasa sedikit malu, wajah mereka merona akibat salah tingkah ketika melihat kecantikan Meera serta Alice.


Tak menunggu lama, Meera membawa Alice ke hadapan Bram dan menyerahkannya dengan penuh hati.


Tak lupa, Meera memberikan sedikit pesan untuk Bram agar dia bisa selalu menjaga, mencintai dan juga menghargai wanita yang sebentar lagi akan menemani hidupnya.


Bram mengangguk, meskipun dia masih memiliki perasaan kepada Meera. Entah mengapa ketika tangan Alice sudah berada di dalam genggamannya semua perasaan itu hilang begitu saja.


Tidak lagi ada kata cemburu, marah ataupun kesal terhadap Meera. Bahkan saat melihat Hans merangkul pinggang Meera pun tidak berhasil membuat hati Bram menjadi panas.


Apakah kemungkinan dendam itu mulai sinar akibat rasa cinta Bram yang sudah sepenuhnya kepada Alice? Entahlah, kita lihat aja kelanjutannya. Apakah dendam itu akan hilang, atau selamanya menghantui Bram.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2