
Di saat itulah Bella dan semua sahabatnya pergi bergoyang di tempat khusus DJ, lantaran irama musik jedag-jedug berhasil menarik perhatian mereka untuk menggerakkan tubuhnya selihai mungkin.
Tak terasa alunan musik membawa semua orang lepas kendali ketika pikirannya sudah melambung tinggi, hingga tanpa disengaja Bram melihat Bella berciuman dengan sahabat kecilnya sendiri sambil bergoyang mengikuti irama musik.
Dari situlah Bram merasa kesal penuh dengan kecemburuan yang teramat mendalam, sehingga Bram memutuskan untuk break up (putus hubungan sementara).
Sehari, dua hari, bahkan seminggu, mereka lost kontek lantaran Bram meminta waktu pada Bella supaya mereka berdua bisa saling berintropeksi diri. Semenjak kejadian itu seperti membuat respon Bram terhadap Bella semakin memudar.
Cuman Bram berusaha untuk menanamkan kembali benih cinta terhadap Bella, apa lagi setelah mendengar penjelasan dari sahabat serta teman kecil Bella membuat Bram kembali mempercayainya.
Hingga hubungan mereka kembali membaik, dimana kemesraan terus menyelimuti pasangan muda-mudi tersebut.
Namun, ketika Daddynya telah meninggal dunia akibat serangan jantung secara mendadak, membuat Meera kehilangan sosok pelindung didalam hidupnya.
Dari situlah Bram merasa kasihan dan selalu mencoba menghibur Meera dengan tujuan, agar dia bisa kembali bangkit dan meneruskan hidupnya tanpa berlarut didalam masa lalu.
Perhatian Bram yang selalu dia berikan kepada Meera malah membuat, perasaan Bram sendiri menjadi tidak karuan. Debaran hati yang biasanya muncul bersama Bella, kini menjadi padam dan berganti ketika Bram selalu berada disamping Meera.
Disitulah benih-benih cinta mulai tumbuh didalam hati Bram, sehingga membuat Bram terpokus pada Meera dan membuat hubungannya dengan Bella menjadi renggang.
Sampai akhirnya Bram memutuskan hubungan secara sepihak dengan alasan dia mau fokus dengan kariernya yang baru dia rintis setelah Daddynya meninggal dunia.
__ADS_1
Awalnya Bella tidak terima dengan semua perlakuan Bram, karena dia sempat mencurigai bahwa Bram memiliki wanita lain. Cuman Bella tidak menemukan bukti yang kuat, jadi dia hanya berusaha untuk mempertahankan cintanya dengan semua perjuangannya.
Namun, semua gagal akibat Bram kekeh dengan pendiriannya untuk menyudahi kisah mereka yang kurang lebih selama 5 tahun ini.
Meera dan Bi Neng mendengar kisah Bella sama Bram berhasil menyentuh hati mereka. Apa lagi Meera, dia terlihat sangat bersalah ketika Bella menangis sambil mengingat kisah pedihnya bersama orang yang sangat dia cintai.
Bi Neng tidak menyangka jika keputusan Bram bersama Meera, ternyata telah menyakiti hati seorang wanita sebaik Bella yang mau memperjuangan cintanya meskipun sudah disakiti.
"Ma-maaf, maafkan aku Bel." ucap Meera reflek membuat Bella langsung menatapnya dengan air mata yang bercucuran.
"Ma-maaf? Ma-maaf kenapa, Raa? Memangnya kamu ada salah apa sama aku?" ucap Bella, wajahnya terlihat begitu bingung.
Sementara Meera, dia terdiam setelah menyadari perkataan maaf berhasil membuat Bella bertanya-tanya.
Meera takut jika Bella akan kembali terluka bahkan bisa lebih dari itu, mungkin jalan terbaik menurut Meera adalah diam menutup semua masa lalu serapat mungkin agar tidak kembali membuka luka.
"Eee ... I-itu ma-maksudku ...."
Meera terlihat begitu gugup hingga suaranya terdengar sangat terbata-bata, Bi Neng yang mengerti kondisi Meera saat ini langsung memecah suasana yang terasa menegangkan tersebut.
"Non, sepertinya hari sudah semakin sore. Lebih baik kita pulang ke rumah. Kasihan Den Hans dan Den Bram, jika mereka pulang dalam keadaan lapar lalu tidak menemukan makanan dimeja makan." ucap Bi Neng.
__ADS_1
"Ahya, be-benar Bi. Mari kita pulang sebelum mereka semua pulang lebih dulu." ucap Meera, tetap berusaha setenang mungkin agar tidak membuat Bella merasa curiga padanya.
"Mari, Non Bella. Saya pamit duluan ya, terima kasih atas waktunya dan juga teraktirannya. Semoga Non Bella bisa selalu bahagia ya, jangan sedih-sedih kasihan wajah cantiknya nanti akan longsor jika terus menangis hehe ...."
Bi Neng berusaha menghibur Bella supaya dia tidak merasa bersedih, setelah kembali mengingat kisahnya dengan Bram.
"Hehe, Bibi bisa saja. Ya sudah kalian hati-hati ya dijalannya, ohya. Bolehkah aku meminta kontakmu, Raa? Anggap saja kita sudah bersahabat, jadi saat kamu ada apa-apa bisa langsung menghubungiku. Begitu juga sebaliknya. Gimana?"
Bella memberikan ponselnya kepada Meera. Melihat reaksi Bella yang begitu antusias untuk berteman sama dia, membuat Meera malah semakin merasa bersalah.
Meera menganggap jika dia tidak cocok bersahabat dengan Bella, lantaran akibat ulahnya hubungan Bella dan Bram menjadi kandas ditengah jalan.
Namun, pada daya. Meera langsung menerima ponsel Bella dan mencatat nomornya, kemudian mengembalikannya hingga membuat Bella tersenyum.
Meera tidak menyangka jika Bella telah menganggapnya sebagai sahabat, padahal jelas-jelas Meera merupakan dalang dibalik hubungan mereka yang sudah hancur.
Meera serta Bi Neng langsung pergi keluar Restoran meninggalkan Bella yang masih berada disana. Bi Neng merasa sangat senang hari ini, berbeda dengan Meera.
Awalnya dia juga senang saat memiliki ide untuk mempersatukan Bram sama Hans kembali, tetapi kesenangan itu memudar setelah Meera tahu jika Bram memutuskan hubungannya sama Bella hanya demi dirinya.
Sementara Bella langsung membereskan ponselnya, dan membayar semuanya lalu setelah selesai Bella pun pergi dalam keadaan wajah yang sangat senang.
__ADS_1
Bella tidak menyangka keisengannya saat pergi seorang diri ke Mall untuk menghilangkan rasa jenuhnya, seketika malah mendapatkan hadiah besar yaitu seorang teman ataupun sahabat baru.
...***Bersambung****...