Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Penyesalan Hans & Meera


__ADS_3

Agra menebar senyum bersamaan dengan candaan kecil agar bisa membuat Meera kembali tersenyum. Benar saja Meera tersenyum kecil menatap Agra sambil mengangguk.


“Si-silakan, Tuan. ini 'kan memang kamarmu. Hanya saja ma-maaf kalau aku belum siap dengan keadaan ini” ucap Meera, gugup.


“Tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah membaginya bersamaku itu sudah lebih dari cukup, terima kasih.” Jawab Agra, tersenyum manis lalu menaiki ranjangnya dan tidur bersebelahan dengan Meera.


Mereka pun tertidur dalam keadaan saling membelakangi satu sama lain, dimana Meera masih merasa kaku dan juga gugup. Sedangkan Agra, dia sudah memasuki alam bawah sadarnya.


Beberapa bulan kemudian, Meera yang merasa semakin ke sini semakin di sayang oleh Agra membuat hatinya sedikit luluh. Dia mencoba untuk mempersiapkan semuanya yang seharusnya sudah Agra dapatkan sejak awal pernikahan.


Akan tetapi, Meera yang merasa belum siap memberikan hak suaminya membuat Agra pun tak masalah. Karena tujuan dia menikahi Meera bukan karena dia mencintainya, melainkan dia seperti dititipkan seorang anak putri yang seharusnya menjadi anaknya, kini malah menjadi istrinya.


Seiring berjalannya waktu, tidak terasa pernikahan sudah berjalan sekitar kurang lebih 1 tahun. Disinilah Meera sudah mulai memberikan perhatian lebih, layaknya seorang istri pada suaminya.


Tak terasa tepat di malam jum'at Meera sudah mempersiapkan semuanya, disaat suaminya baru saja pulang akibat lembur. Ternyata, Meera sudah meyakinkan dirinya untuk diserahkan pada suaminya.


Cuman, sayangnya. Semua itu gagal, akibat Agra memang tidak mau menyentuh istrinya. Baginya masa depan Meera itu masih sangat panjang, sementara dia sendiri merasa waktunya sudah semakin dekat dengan ajalnya.


Agra tidak ingin sampai Meera memiliki bekas darinya, menurutnya Meera berhak bahagia dengan suami pilihannya nanti. Apa lagi jika suaminya mengetahui bahwa Meera masih gadis, itu akan semakin membuat rumah tangga mereka kelak akan semakin erat.


Berbagai cara sudah Meera lakukan hanya untuk menarik suaminya, tetap saja selalu gagal. Entah itu karena Agra memang tidak tertarik atau karena ada hal lain?


Namun, tanpa Meera sadari Agra melakukan itu karena dia sebenarnya sudah berjanji dengan mendiang mantan istrinya. Kalau Agra tidak akan menikahi wanita lain ataupun menyentuhnya, baginya hanya mendiang mantan istrinyalah yang akan selalu menempati hatinya.


Ya, memang Meera sebenarnya sudah mengetahui itu semua. Cuman, akibat rasa penasarannya yang membuat cintanya berkobar, semakin membuat Meera terus memperjuangkan haknya.


Hingga akhirnya suatu kejadian terjadi, dimana tepat usia pernikahan mereka sekitar 2 tahun lamanya. Agra mengalami kecelakaan akibat serangan jantung secara mendadak ketika dia sedang berangkat kerja.


Disitulah Meera benar-benar terpukul, dia merasa kehilangan orang yang baru saja membuatnya merasakan getaran cinta.


Sayangnya, Meera belum sempat menyatakan perasaan itu. Sehingga kejadian itu benar-benar terpukul untuk Meera, dia sangat menyesali semua sikapnya yang terlalu menyia-nyiakan waktu yang ada.

__ADS_1


Padahal Agra merupakan pria yang sangat baik, walaupun sering kali dia di sindir keras oleh kedua anaknya yang menganggapnya sebagai pria tua haus akan sentuhan.


Akhirnya, Meera bertekat. Setelah meninggalnya suaminya dia akan berusaha untuk menjadi Ibu sambung yang baik dan adil kepada kedua anak tirinya. Terlepas suatu saat mereka menikah, atau Meera yang akan menikah. Dia akan tetap menjaga tali silaturahmi ini agar tidak sampai terputus.


...Flashback Off ...


Mendengar semua kisah antara Meera dan mendiang Daddynya, kini berhasil membuat Hans begitu merasa bersalah.


Bulir-bulir air mata telah menetes secara perlahan dalam keadaan Hans terdiam mematung menatap lurus ke arah depan.


Semua perkataan buruk tentang Daddynya berhasil mengetuk hati Hans, dia tidak percaya bahwa dulu pandangan terhadap Daddynya bisa seburuk itu.


"Ma-maaf, bila aku merahasiakan semua ini darimu. Itu karena Daddymu yang menyuruhku untuk tetap diam, dan tidak menceritakan semua ini,"


"Dia tidak mau jika kalian akan semakin berpikir yang jelek kepadaku, baginya cukup dia saja yang dianggap jelek oleh kalian. Sedangkan aku, dia tidak mau mendengar bahwa harga diriku akan semakin rendah dimata kalian."


"Jujur, pada saat itu aku terlambat mengatakan kalau aku sudah mulai mencintainya. Maka dari itu, aku tidak mau lagi melakukan penyesalan kedua kalinya."


"Yang terpenting bagiku saat ini, aku tidak lagi terlambat untuk menyadari dan juga mengatakan kalau aku sangat mencintaimu, Hans. Sangat, sangat dan sangat. Bahkan cinta ini pun tumbuh melebihi rasa cintaku kepada Daddymu ataupun Adikkmu sendiri."


Meera meneteskan air matanya dari mulai dia kembali mengingat kisah itu, sampai akhirnya dia menyadari atas penyesalan yang tidak bisa dia dijelaskan.


Maka dari itu, Meera tidak mau kejadian itu kembali terulang dan dia memutuskan menurunkan egonya demi kelangsungan rumah tangganya yang akan membawa segala kebahagiaan mendekat.


Dan benar saja bukan, tepat dimalam ini Meera bisa mendengar bahwa suaminya juga sudah mencintainya dan mereka pun sudah melakukan hubungan suami-istri yang sesungguhnya.


Hans terdiam tak berkutik, membuat perasaan Meera semakin tegang. Rasa panik dan juga gelisah yang dia rasakan behasil mengukir kecemasan di wajahnya.


Meera takut jika cerita yang dia sampaikan akan memicu permasalahan dihubungan mereka yang baru saja melangkah untuk menjemput kebahagiaan.


"Hans, ma-maafkan aku. A-aku telah membohongimu, aku tahu kamu pasti marah sama aku, 'kan? Ya, gapapa aku tidak masalah. Asalkan, please. Jangan diam, aku tidak bisa melihatmu membisu seperti ini."

__ADS_1


"Aku lebih suka kamu marahin aku dengan semua ucapan kasarmu itu, atau juga bentakan keras serta apapun itu aku siap! Karena rasanya itu tidak akan sesakit ketika marahmu hanya bisa terdiam membisu seperti ini."


"Aku mohon, Hans. Aku mohon, jangan diam seperti ini. Aku tidak mau kamu menjadi diam, aku tahu aku salah sudah meyembunyikan semua ini. Cuman aku minta maaf, Hans. Ma-maaf, hiks ...."


Meera menangis sejadi-jadinya sambil memeluk suaminya dari samping, sementara Hans dia sebenarnya tidak marah. Malahan dia sangat berterima kasih, karena istrinya sudah ingin mengungkap semua kesalah pahamannya yang terjadi selama ini.


Hanya saja, Hans masih terlihat syok dengan kisah yang Meera ceritakan. Jika Meera merasa menyesal tidak bisa mengungkapkan perasaanya lebih cepat pada mendiang mantan suaminya, sama halnya seperti Hans.


Dia telah menyesal, dan sangat menyesal ketika bayang-bayang akan ucapannya yang kasar terhadap Daddynya kembali terngiang di isi kepalanya.


Suara isak tangis Meera perlahan mulai menyadarkan Hans, dia langsung mengusap punggung istrinya perlahan sambil mencium pucuk kepala Meera.


"Suut, udah malam. Enggak baik menangis seperti ini, hari ini kamu sudah banyak mengeluarkan air mata. Kasihan matamu nanti bisa sembab, apa lagi kondismu masih sangat sakit, bukan?"


"Jadi, sekarang kamu rebahan. Kemudian tidurlah, aku mau pergi ke kamar mandi dulu sebentar. Perutku sangat mules, kayanya aku salah makan."


"Lebih baik, kamu istirahat biar besok keadanmu bisa jauh lebih fress. Apa lagi, besok pagi kita akan ke dokter untuk memeriksakan kondisi milikmu itu, aku takut menjadi iritasi atau yang lainnya."


Perlahan Hans melepaskan pelukan istrinya sedikit memberikan senyuman, sambil berusaha untuk membuat istrinya merebahkan tubuhnya secara perlahan.


"Tapi, Hans---"


"Kamu sudah banyak berbicara dan menangis hari ini, jadi sekarang waktunya istirahat. Okay?"


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, kemudian Meera mengangguk perlahan dan kembali mendaoat senyuman dari suaminya.


Setelah itu Hans mencium kening istrinya serta mengucapkan selamat malam dan selamat. beristirahat.


Hans mulai melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Sementara Meera mulai menatap kepergian suaminya dan perlahan memejamkan kedua matanya memasuki alam bawah sadarnya.


Rasanya hari ini badan Meera benar-benar remuk dan juga hancur akibat pergulatan bersama suaminya diatas ranjang, terbilang cukup mengejutkan.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2