Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Terbongkarnya Siapa Windi


__ADS_3

Atun dan Jaka memang sangat bersemangat dalam mencari sebuah informasi terbaru. Apa lagi Atun, dia yang sebenarnya menggebu-gebu ingin membalaskan dendam yang sudah di perbuat Hans pada keluarganya.


Sejak kejadian tadi, Atun tidak sengaja mendengar bahkan melihat dari kejauhan tentang kejadian Bram yang di fitnah oleh seorang wanita hamil. Sampai akhirnya dia penasaran, lalu mengikuti semua gerak-gerik majikannya hingga hampir saja dia ketahuan.


Atun menceritakan semuanya pada suaminya agar dia tahu apa saja berita terbaru yang Atun ketahui tadi.


Jaka hanya menyimak dan tersenyum ketika mendengar apa yang istrinya katakan. Meski mereka hanya mengincar Hans, tetapi saat Hans dan keluarganya menimpa masalah mereka terlihat begitu senang.


Hanya saja mereka harus lebih berkati-hati lagi, karena majikannya sudah mulai mencurigai jikalau ada seekor tikus yang berkeliaran di dalam rumah majikan.


...*...


...*...


Selang 2 hari, sikap Alice semakin dingin terhadap Bram. Meskipun dia ingin sekali merasakan usapan tangan Bram kembali di perutnya, cuman dia mengurungkan niat itu karena hatinya masih belum bisa sepenuhnya mempercayai Bram.


Ya, walau Bram sering kali menjelaskan padanya, tetapi Alice selalu diam dan tidak mau menanggapi. Mungkin ini karena mood Bumil juga kali ya, sehingga Alice seakan-akan bersikap bagaikan anak kecil yang sedang mengambek.


Alice malah sering mengajak ngobrol Meera dan juga Bi Neng, karena hanya mereka yang sedikit membuat perasaan Alice tenang. Meski berulang kali Alice harus mengalami dilema entah kenapa dia tetap tidak akan melepaskan Bram dari genggamannya.


...*...


...*...


Di jalan ketika Bram ingin berangkat kerja, tiba-tiba dia melihat seorang Ibu hamil dan suaminya sedang berdiri di tengah jalan dalam keadaan istrinya mulai mules.


Bram meminggirkan mobilnya, lalu menghentikannya. Kemudian dia keluar dalam keadaan sedikit cemas. "Tuan, Nyonya. Ada apa ini? Kenapa saya lihat Nyonya seperti ke sakitan?"

__ADS_1


"I-ini Tuan, istri saya sepertinya mau lahiran. Dari tadi saya nyari mobil tidak ketemu. Saya udah khawatir takut anak saya kenapa-kenapa nantinya, apa lagi saya tidak tega melihat istri saya seperti ini. Saya mohon Tuan, bantu saya dan istri saya untuk menyelamatkan buah hati kami, saya mohon hiks ...."


Suaminya terus menangis meminta bantuan kepada Bram yang saat ini terdiam meratapi Ibu hamil itu.


Bram tidak tega melihatnya, karena jika sudah tiba waktunya nanti. Dia akan merasakan apa yang dirasakan suaminya yang terlihat begitu khawatir pada istrinya.


"Tuan, saya mohon. Please, saya tidak mau kehilangan salah satu dari mereka. Aku siap mencium kaki Tuan, asalkan Tuan mau membantu saya!" ucap pria itu sambil bersujud menangis di depannya.


Dengan sigap Bram membuat pria itu berdiri, lalu dia mengatakan sesuatu yang akan membuat orang itu tersenyum bahagia sambil refleks memeluk Bram.


"Mari Tuan, saya bantu kalian ke rumah sakit. Kebetulan saya juga sebentar lagi akan memiliki anak, jadi saya tidak mau kalau suatu har nanti istri saya merasakan apa yang istri Tuan rasakan." ucap Bram.


"Terima kasih, Tuan. Saya akan berutang budi padamu, dan tidak akan melupakan semya jasa yang Tuan berikan sekarang!" ucapnya, sambil melepaskan pelukannya.


"Sudah jangan banyak berbicara. Mari bawa istrimu masuk ke dalam mobilku, karena rumah sakit tidak jauh dari sini." titah Bram.


Pria itu bergegas menggendong istrinya dan membawanya ke dalam mobil Bram, kemudian Bram segera melajukan mobilnya secara kilat sambil menyalakan lampu darurat dan membuka jendela mobilnya.


Sampai akhirnya mereka sampai di rumah sakit tepat pada waktunya, wanita itu langsung dibawa ke ruang persalinan karena air ketubannya sudah pecah dan juga sudah memasuki pembukaan ke-8. Yang artinya tingga beberapa pembukaan lagi dia akan melahirkan secara normal.


Bram menguatkan suaminya dimana suaminya itu beribu-ribu terima kasih atas bantuan dari Bram, akhirnya istrinya bisa segera di tangani oleh dokter. Di tambah lagi Bram pula yang membayar semua biayanya, karena melihat mereka dari kalangan orang tak berada.


Bram hanya meminta kepada pria itu untuk membantu mendoakan agar dia bisa segera menyelesaikan masalahnya sama Alice, karena hanya tinggal menghitung hari dia akan menikah.


Pria tersebut dengan senang hati mendoakan kelancaran usaha Bram, lancarnya hari bahagia Bram dan juga segera di beri jalan untuk bisa menyelesaikan masalah.


Sehabis itu Bram minta izin untuk pulang lebih awal, karena dia harus pergi ke kantor untuk mengerjakan tugasnya yang cukup menumpuk.

__ADS_1


Selepas perginya Bram dari depan ruangan bersalin itu, ketika dia melangkahkan kakinya melewati beberapa ruangan. Tiba-tiba dia melihat seseorang yang sangat dia kenal.


Bram menghentikan kakinya, lalu segera mencari posisi untuk bersembunyi sambil memantau pergerakan orang yang sangat dia kenal itu.


"Bukannya itu wanita yang kemarin ke rumah dan membuat gempar keisi rumah? Hem, ternyata benar dugaanku. Dia adalah wanita suruhan yang diperalat untuk merusak hubunganku dengan Alice, lihat saja aku akan membuat rencana yang suatu saat nanti akan membuatmu menyesal Nona!" gumam batin Bram.


Bram merasa tidak menduga jika semua ini secepatnya akan terbongkar hari ini, padahal baru tadi dia meminta tolong pada pria itu untuk mendoakannya saja tidak perlu melakukan atau membalasnya. Yang Bram butuhkan hanyalah doa, dan ternyata semua itu terjadi dalam wakti singkat.


Mata Bram melihat bahwa Windi sedang berada di depan ruangan dokter kandungan, bersama dengan pria yang bisa di pastikan bahwa itu adalah suaminya sendiri.


Semua terlihat dari gerak-gerik mereka yang begitu mesra. Windi dan suaminya langsung memasuki ruangan tersebut ketika nama Windi di sebutkan oleh seorang suster.


Beberapa menit mereka keluar dalam wajah yang begitu senang dan bahagia, terlihat jelas bahwa mereka seperti sedang menunggu kelahiran buah hatinya.


Dari sini Bram paham, taktik seekor tikus yang mencoba untuk menghancurkanya.


Seperginya mereka, Bram bergegas mencari informasi semuanya melalui suster dan juga dokter. Meskipun awalnya susah, tetapi Bram berusaha dan memohon bagaimana caranya dia bisa mendapatkan nama serta alamat Windi.


Susah payah Bram berjuang untuk mendapatkan semua itu, akhirnya dia berhasil menemukannya.


Wajah senang terukir jelas di wajah Bram, lantaran sebentar lagi dia akan bisa membuktikan semuanya pada Alice bahwa Windi bukanlah siapa-siapa untuknya.


Setelah Bram memegang semua kunci, dia segera pergi ke kantor untuk membicarakan semua ini pada Hans.


Bram mulai terbiasa dengan semua masalah yang harus berbagi pada hans, terlihat bahwa Bram sudah mulai bisa menerima Hans kembali. Walaupun masih dalam tahap perlahan, tetapi setidaknya hubungan mereka sedikit lebih baik dari sebelumnya.


Sesampainya di kantor Bram segera ke ruangan Hans, memberitahukannya dan mereka berdua mencari solusi apa yang harus di lakukan, supaya bisa memberi pembalasan pada Windi atas apa yang sudah dia lakukan pada Alice.

__ADS_1


Setidaknya memberikan efek jera agar Windi tidak lagi mencoba menjadi pelakor di dalam hubungan seseorang, hanya demi uang. Itulah jahatnya uang, dia bisa merubah segalanya. Orang baik pun yang dibutakan oleh uang, bisa berubah menjadi orang jahat.


...***Bersambung***...


__ADS_2