Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Meminta Penjelasan Keke


__ADS_3

Beginilah, bila orang yang sedang kacau pasti akan menjadi seorang pembala dadakan, ketika dia harus menyelesaikan masalahnya.


Selama di dalam mobil, mata Hans tidak terhenti untuk menatap semua mobil di dekatnya untuk memastikan keberadaan Meera. Tak lupa dia juga terus mencoba menghubungi istrinya, tetapi tetap saja tidak diangkat. Malah ponselnya sekarang tidak aktif, secara mendadak.


Hans menjadi curiga, kalau Meera memang sengaja menonaktifkan ponselnya agar Hans tidak terus meneleponnya. Karena Meera yakin pasti saat ini Hans sudah tahu kalau dia datang ke Perusahaannya.


...*...


...*...


Disaat Dzaky dan Bram sedang sibuk mencari keberadaan Meera yang tiba-tiba saja menghilang. Ternyata, tanpa sepengetahuan semuanya Meera malah menemui wanita yang tadi bersama suaminya.


Beberapa menit yang lalu, selepas Keke pergi dari Perusahaan. Di pertengahan jalan ternyata Meera sudah menghadang Keke, membuat dia sedikit bingung.


"Permisi, Nona. Maaf bisa meminta waktunya sebentar?" ucap Meera berusaha tersenyum, menahan air matanya.


"Maaf, Mbaknya siapa ya? Ada keperluan apa dengan saya? Ehh, tapi tunggu dulu. Sepertinya saya tidak asing dengan wajah ini, tapi siapa ya? Apa sebelumnya kita pernah ketemu?" sahut Keke, melihat Meera dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Setelah itu Keke menatap mobil Meera yang sangat mewah, membuat dia sedikit terkejut. Disitu Keke berpikir, awalnya dia menyangka kalau Meera adalah salah satu fansnya.


Namun, Keke langsung menyangkal semua itu ketika melihat mobil Meera. Bagi Keke tidak mungkin bila dia memiliki fans dari kalangan orang berada. Sebab, itu sangat jauh dari ekspetasinya selama ini. Malah Keke sedikit tertarik oleh penampilan Meera, yang dalam keadaan hamil besar tubuhnya masih terlihat sangat bagus dan juga indah.


"Perkenalkan nama saya, Meera. Saya istri sah dari Hans. Apakah Nona ingat, sama Hans yang tadi Nona temui di kantornya beberapa saat lalu." ucap Meera tersenyum, matanya mulai berkaca-kaca saat menatap wajah wanita yang berhasil membuatnya cemburu.

__ADS_1


Saat Keke sudah mengetahui siapa Meera, kini tatapannya langsung berubah. Dia langsung menatap Meera dengan penuh rasa sakit hati yang begitu mendalam.


Apa lagi ketika dia melihat perut Meera, disitulah hatinya benar-benar hancur. Harusnya yang ada diposisi Meera itu Keke, bukan dirinya. Cuman, apa daya. Semua sudah terjadi, bila harus dikembalikan seperti semua sedikit sulit. Sebab, Hans tidak ingin lagi kembali apapun alasannya.


Akan tetapi, ada satu cara supaya Keke bisa mengembalikan Hans di dalam pelukannya. Itulah yang saat ini akan Keke lakukan demi kembali merebut Hans dari tangan Meera.


"Oh, jadi ini wanita yang sudah merebut apa yang bukan menjadi haknya! Pantes, Hans bisa kepincut. Mungkin harganya murah, jadi tidak sebanding denganku yang mahal." sindir Keke, sorotan matanya benar-benar meremehkan Meera.


Meera hanya bisa tersenyum, meski rasanya sakit sekali mendengar perkataannya. Cuman, dibalik itu semua Meera harus berusaha kuat agar dia bisa mendapatkan informasi mengenai hubungan Keke dan juga Hans. Dan ada alasan apa Hans tidak pernah menceritakan tentang Keke padanya.


"Boleh kita berbicara?" ucap Meera lembut.


"Oh, tentu saja. Sekalian aku juga pengen tahu, kenapa bisa kamu menerima laki-laki menjadi suamimu padahal jelas-jelas masa lalu laki-laki itu belum sepenuhnya selesai," balas Keke, cuek.


"Kalau untuk itu, saya tidak pernah tahu. Maka dari itu saya ingin mencari informasi melalui Nona. Ya sudah, mari ikut saya. Kita ngobrol di tempat yang lebih aman saja ya."


Kurang lebih 15 menit, mereka telah menemukan sebuah Caffe yang cukup mewah dan juga aman. Meera serta Keke langsung turun dari mobil, tak lupa Meera menasihati sang supir untuk menonaktifkan ponselnya agar tidak ada yang menghubunginya.


Tidak hanya itu, Meera juga meminta supirnya agar memakirkan mobilnya di tempat yang aman. Supaya tidak bisa di lihat oleh siapapun, karena Meera tahu saat ini Hans dan yang lainnya pasti sedang mencari dirinya.


Saat di pastikan semuanya aman, Meera pun berjalan memasuki Caffe bersama Keke yang suda lebih dulu masuk. Tanpa rasa bersalah, Keke langsung memilih tempat tersendiri. Kemudian memanggil pelayan untuk membawakan menu yang akan Keke pesan nantinya.


"Mbak, saya pesen ini, ini, ini, dan ini. Jangan pakai lama, saya udah laper banget!" ucap Keke, sambil mengibaskan rambut panjangnya.

__ADS_1


"Nyonya sendiri, mau pesan apa?" tanya pelayan itu, menatap Meera.


"Dia mah butuhnya minuman bir, jadi bawakan saja sebotol untuknya!" sahut Keke, berhasil membuat Meera dan pelayan itu pun terkejut.


"Nyo-nyonya serius? Bu-bukan minuman itu tidak dianjurkan untuk Ibu hamil?" tanya pelayan itu, sedikit cemas.


"Hehe ... maafkan sahabat saya, Mbak. Dia memang suka bercanda, kok. Jadi saya pesan minuman juice orange sama roti bakarnya 1 ya, Mbak." jawab Meera tetap tersenyum.


Susah payah Meera berusaha menahan perasaan kesalnya terhadap perlakuan Keke, yang seakan-akan ingin sekali mencelakakan anak yang ada di dalam kandungannya.


Pelayan itu pun segera berpamitan pergi meninggalkan mereka berdua. Dimana tatapan Keke kepada Meera benar-benar sangat sinis. Berbeda sama Meera yang selalu berusaha tersenyum dan berpikir positif mengenai Keke.


"Sekarang apa yang mau kamu tanyakan padaku, tentang suamimu itu?" ucap Keke, to the point.


"Sebelumnya aku mau minta maaf bila kehadiranku ini merusak hubungan kalian, cuman aku pengen tahu. Sebenarnya apa yang terjadi sama kalian, kenapa di saat aku menjadi Ibu tiri dari Bram dan Hans. Sama sekali aku tidak tahu mengenai hubungan Hans dengan wanita manapun. Aku hanya tahu, kalau Hans itu tipe pria yang gila dengan dunia pekerjaan. Hidupnya benar-benar ciman di penuhi oleh kerjaan, bisnis dan juga kesuksesan."


"Lantas, kenapa kalian tidak pernah pernah datang ke rumah untuk meminta restu? Apa ada yang kalian sembunyikan tentang hubungan kalian, atau---"


"Tu-tungggu, tadi kamu bilang apa? I-ibu tiri? Ma-maksudnya bagaimana? Aku tidak ngerti, apa yang kamu omongin barusan!"


Keke langsung memotong perkataan Meera, lantaran dia benar-benar bingung sama apa yang Meera jelaskan. Beberapa tahun Keke menjalanin hubungan bersama Hans, dia sama sekali tidak tahu tentang Meera yang pernah menjadi Ibu tirinya mantan kekaksihnya itu.


Meera menjeda penjelasannya terlebih dahulu, saat pelayan membawakan pesanan mereka semua. Setelah selesai, Meera mulai menjelaskan singkat bagaimana kejadian yang sudah terjadi padanya. Lalu, di sambung dengan kejadian penjebakan yang dilakukan oleh Bella.

__ADS_1


Disitulah, hati Keke sedikit tersentuh sama jalan cerita Meera. Cuman balik lagi, dia tidak terima dengan semua ini. Seharusnya sekarang waktunya Keke dan Hans menata impian mereka ke jenjang lebih serius, tetapi Keke malah di kejutkan sama kabar mengenai Hans dan Meera.


...***Bersambung***...


__ADS_2