Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Keke Karlina Aprilia


__ADS_3

"Ya itulah kenyataannya, jadi lebih baik sekarang kau keluar dari kantor saya. Dan kembalilah ke Australia!" ujar Hans, tatapannya menyorot tajam penuh kekecewaan yang cukup berat.


Entah ada kejadian apa dengan mereka, sampai-sampai hubungan mereka benar-benar sangat tertutup dari media.


Cuman jangan salah, meskipun dibelakang layar. Ketika dulu, hubungan mereka benar-benar serasi. Sehingga membuat mahasiswa/i di kampusnya menjadi iri dengan keromantisan pasangan ini. Hanya saja, karena keadaan yang membuat mereka harus berpisah. Salah satunya, adalah ego yang cukup besar dari keduanya.



Keke Karlina Aprilia, seorang wanita yang berusia 25 tahun. Keke baru saja menjadi model majalah yang cukup terkenal di negara Autralia.


Awalnya Keke satu kuliah bersama Hans di Jakarta, akan tetapi s2 dia mendapatkan beasiswa ke Australia dan meneruskan karirnya disana. Meski banyak model-model yang berasal dari Paris, cuman karir Keke belum masuk di berita dunia. Hanya sekedar selewatan di majalah-majalah orang dewasa, di beberapa negara.


"Kamu tega sama aku, Hans? Kenapa kamu bisa menikah dengan wanita lain, sementara aku sedang meneruskan impianku agar suatu saat nanti aku pantas bila bersanding denganmu!" pekik Keke, langsung membanting bingkai foto sampai hancur tak tersisa.


Hans menoleh dan melihat ke arah pecahan kaca tersebut, membuat dia kembali tersenyum kecil dengan tatapan penuh arti.


"Kenapa? Kok kamu marah? Bukannya aku pernah bilang, batalkan beasiswa itu dan kuliahlah disini bersamaku. Apapun yang kamu minta akan aku turuti, tanpa terkecuali. Nyatanya? Kamu tetap kekeh dengan semua itu, ya sudah. Itu tandanya kau yang telah meninggalkanku lebih dulu, bukan aku!" ucap Hans tegas, diselingi senyuman kecil.


"Kamu jahat, Hans! Kamu sudah mengkhianati cinta kita, di saat aku sedang berjuang untuk menitis karir diluar sana. Tapi, nyatanya? Kamu malah menikah dengan wanita lain. Lalu, apa alasanmu menikahinya? Padahal kisahbkita bekum sepenuhnya usai? Katakan!"


Keke berjalan mendekati Hans, dengan tatapan berkaca-kaca. Terlihat jelas, bila sorotan matanya di penuhi oleh rasa sakit hati yang cukup mendalam. Ketika Keke tahu bila kekasihnya yang sudah dia tinggal beberapa tahun lalu, ternyata telah menikah tanpa sepengetahuannya.


"Alasannya cuman satu, di saat kamu melangkah pergi disitulah hubungan kita telah berakhir!" sahut Hans, cuek.


"Bukannya aku pernah bilang, aku akan kembali beberapa tahun lagi. Setelah aku selesai menuntaskan beasiswaku di Autralia. Terus kenapa kamu tidak menungguku?"


"Apa kamu lupa, kamu pernah berjanji sama aku. Kalau kita akan selalu bersama apapun rintangannya, lantas kenapa kamu tidak setuju bila aku maju?"


"Harusnya kamu sebagai kekasihku, senang sama penampilanku yang sekarang. Dengan begini, aku tidak akan malu lagi, bila bertemu dengan media yang akan meliput hubungan kita. Cuman kenapa? Kenapa kamu malah menghancurkan semuanya Hans. Kenapa!"

__ADS_1


Keke yang terlihat sangat hancur, kecewa dan juga dipenuhi rasa marah langsung menarik-narik kerah baju Hans sambil memukul dadanya berulang kali.


Teriakan yang sangat pilu, sebenarnya membuat hati Hans sedikit sakit. Rasanya dia ingin sekali memeluk Keke, akan tetapi dia kembali teringat sama kejadian yang tidak akan pernah dia lupakan.


"Jangan pernah sentuh diriku!"


Hans berbicara penuh ketegasan sambil menekankan kata-katanya menatap tajam ke arah wajah Bella. Kemudian tangannya berusaha melepaskan kedua tangan Keke di kerah bajunya, hingga tubuh Keke terlempar tepat di atas kasur.


Bugh!


"Arrghh, Hans! Kenapa kamu kasar sama aku? Apa salah aku? Selama ini aku kenal kamu, tidak pernah sedikitpun kamu kasar sama aku. Baru kali ini kamu kasar, ada apa hahh!"


"Jangan bilang, kamu bisa seperti ini karena didikan istrimu. Iya? Ingat! Hans yang aku kenal dulu, adalah pria yang lemah-lembut. Bahkan dia tidak pernah tega melihat seorang wanita di sakiti, walau sedikitpun. Namun, kenapa sekarang kamu malah menjadi liar seperti sekarang, Hans. Kenapa!"


Keke berteriak dalam keadaan posisi masih tertidur di atas ranjang. Air mata yang berusaha dia tahan, akhirnya tumpah juga.


Brakk!


Brakk!


Brukk!


Semua barang-barang hancur tak tersisa, membuat Keke ketakutan sampai berteriak menutup kedua telinganya. Baru pertama kali dia melihat Hans semarah ini, karena yang Keke tahu Hans itu tipe pria yang kalem serta tidak pernah menghadapi masalah dengan emosi.


Jadi, kejadian ini cukup membuat Keke sedikit syok atas perubahan Hans yang tidak dia sangka-sangka.


Cuman kali ini berbeda, Keke bisa merasakan amarah Hans yang cukup menggebu-gebu. Seakan Hans telah menahan semua itu, dan kemungkinan sekaranglah puncak amarah itu telah meluap melebur menjadi satu.


Melihat Hans sudah tidak bisa di kontrol lagi, Keke segera bangkit dan menahan tubuh Hans dengan cara memeluk erat tubuhnya dari arah belakang. Hans terdiam terkejut, atas perlakuan Keke yang sangat lancang padanya.

__ADS_1


Rasanya pelukan ini masih benar-benar sama dengan pelukan yang dulu selalu Hans rindukan, setiap harinya. Hanya pelukan ini, sudah mulai berbeda. Dimana status mereka tidak lagi sama.


"Cukup, Hans. Cukup! Aku mohon jangan sakiti dirimu seperti ini, aku tidak tahu kamu marah karena apa. Cuman aku ngerti, pasti kamu kesepian tanpa aku 'kan? Aku tahu, aku minta maaf. Tapi, sekarang aku udah kembali, Sayang. Aku udah disini, jadi kita bisa kembali meneruskan kisah kita dan kamu bisa menyudahi pernikahan palsu itu!"


Hans masih terdiam mendengar semua perkataan yang Keke lontarkan, sampai di saat Keke mengatakan pernikahannya dengan Meera palsu disitulah mulai terjadi percekcokan diantara mereka.


Yang mana Hans sangat membela istrinya, kalau Meera bukan wanita yang seperti Keke kira. Bahkan Pernikahan mereka bukanlah pernikahan palsu, melainkan pernikahan resmi. Walau awalnya di dasari dengan keterpaksaan, cuman lama kelamaan menumbuhkan rasa cinta diantara keduanya.


Keke yang mendengar kebaikan tentang Meera semakin dibuat panas, hatinya lagi-lagi terbakar api cemburu yang luar biasa.


Sampai pada akhirnya entah bagaimana, Hans yang ingin mendorong Keke untuk menjuh dari tubuhnya malah membuat mereka terjatuh diatas kasur dalam keadaan Hans berada diatas Keke.


Tatapan keduanya benar-benar sangat dalam, hanya berbeda pandangan. Dimana Hans menatap Keke penuh kekecewaan, sedangkan Keke menatap Hans penuh cinta.


Namun, tanpa mereka sadari ada seorang Bumil cantik telah berada di sana sejak 10 menit yang lalu tanpa sepengetahuan siapapun. Siapa lagi jika bukan Meera, istrinya Hans.


Ternyata diam-diam tanpa sepengetahuan Bram ataupun Alice, Meera pergi ke kantor bertujuan ingin membawakan Hans makanan. Meera tahu bila saat ini Hans berada di kantor, karena itulah pirasatnya.


Setelah di telusuri, benar bila Hans berada di kantor karena salah satu security mengatakan kalau Hans ada di ruangan kerjanya untuk menemui seorang wanita yang memaksa masuk ke sana.


Disitulah, hati Meera terasa teriris. Pikiran jelek mulai menyelimuti isi kepalanya, tanpa berpikir panjang lagi Meera masuk ke dalam Perusahaan menuju ruangan kerja suaminya.


Dan, betapa terkejutnya dia saat mengetahui bila Hans tidak bertemu dengan rekan kerjanya. Melainka masa lalunya yang sama sekali tidak pernah Meera ketahui.


Perasaan Meera benar-benar hancur dan dia pun memilih untuk pergi meninggalkan Perusahaan dalam keadaan menangis penuh kekecewaan.


Sementara mereka berdua tidak mengetahui itu, dan Hans langsung bangkit serta menangkis semua perasaannya yang masih tersisa untuk Keke agar dia bisa melupakan semuanya dengan tuntas.


...***Bersambung***...

__ADS_1


__ADS_2