Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Kedatangan Seseorang


__ADS_3

Alice berjalan kesana-kemari untuk berusaha menenangkan Baby Diego yang masih terlihat syok. Hans mencoba menenangkannya, tetapi tidak mempan sama seperti Bi Neng. Jika Bram, dia masih setia menggendong anaknya.


Jadi mau tidak mau, Alice harus berusaha keras untuk membuat Baby Diego mengerti. Sampai akhirnya Baby Diego pun tertidur di dalam pelukan Alice sambil memberikan susu formula untuknya.


Beberapa saat akhirnya sang dokter keluar dari kamar Meera, kemudian memberikan senyuman yang cukup lebar kepada semua keluarganya.


"Dok, bagaimana istriku? Kenapa kau senyum-senyum, di saat istriku tidak sedang baik-baik saja!"


Hans terlihat kesal dengan wajah sang dokter yang seakan meledeknya, sehingga mampu membuat semua orang semakin menjadi bingung.


"Tenang, Tuan. Izinkan dokter berbicara, jangan menekannya seperti itu!" tegas sang suster, dokter pun mengangkat tangannya agar tidak semakin membuat suasana memanas.


"Maaf, Tuan. Bila senyuman saya ini sedikit membuatmu tidak nyaman. Sebab saya sangat senang, karena di balik tangisan Nyonya Meera yang seperti itu, kondisinya malah semakin ada kemajuan."


"Tangisan itu adalah tangisan terharu ketika Nyonya Meera mungkin mendengar sesuatu yang membuat hatinya tersentuh. Meski terlihat menakutkan, tetapi tenang saja. Nyonya Meera sudah aman, walau dia masih di dalam keadaan koma. Setidaknya sedikit demi sedikit dia sudah memberikan respon baiknya."


Penjelasan yang dokter membuat semuanya menatap satu sama lain dengan tatapan bahagia. Wajah khawatir berubah menjadi tersenyum. Tak masalah bila Meera masih koma, setidaknya dia sudah menunjukkan respon yang akan membuatnya sebentar lagi sadarkan diri.


Dari situ mereka langsung mengucapkan terimakasih dan juga kata maaf karena Hans sudah sedikit kasar kepadanya.


Dokter cuman mengangguk dan tersenyum, lalu dia kembali berpamitan untuk memeriksa pasien lainnya. Tanpa berlama-lama mereka pun masuk ke dalam menemui Meera yang keadaannya sudah mulai stabil.


Disaat semuanya lagi senang-senangnya mendengar kabar Meera, kini kembali di kejutkan oleh kedatangan seorang wanita yang tidak lain adalah masa lalu Hans.


"Permisi!" ucap Keke, yang masuk ke ruangan sambil tersenyum.


Hans berbalik lalu menatap wajah Keke, yang berhasil membuat emosi di dalam tubuhnya meluap. Rasanya dia ingin sekali menebas kepalanya, cuman di tahan oleh Bram.


Bram yang melihat biang kerok datang, langsung memberikan Baby Maura pada Alice di saat Baby Diego sudah berada di tempat tidurnya.


"Dia siapa? Kenapa Wajah Kak Hans, terlihat marah sama wanita itu?" tanya Alice, bingung.


"Oh kita belum kenalan ya, perkenalkan namaku Keke. Aku kekasih--"


"Mantan!" tegas Hans dengan suara penuh penekanan.


"Tapi--"

__ADS_1


"Ada apa kau ke sini, cepat keluar dari ruangan ini atau aku akan mengusirmu secara paksa!"


Perkataan Hans sama sekali tidak di gubris oleh Keke, dia malah berjalan mendekati Meera dan melihat keadaannya serta wajah anaknya.


"Wah, anakku tampan sekali. Aku mau gendong ***--"


Pletak!


Hans menangkis tangan itu lalu, sedikit menarik hingga menjauhkan Keke dari Meera dan juga Baby Diego. Tatapan Hans, benar-benar sangat tajam. Bagaikan seekor Raja hutan yang akan menelan mangsanya hidup-hidup.


"Sekali saja kau mendekati keluargaku, maka saat itu juga akan akan menghancurkanmu!"


"Sekarang aku minta pergi dari sini atau--"


"Atau apa, Hans? Atau apa! Kau lupa dengan janjimu? Kurang lebih 5 tahun aku pergi, lalu aku kembali dengan tujuan kita akan hidup bersama. Tapi, apa? Aku malah mengetahui bahwa kamu telah mengkhianati cinta kita dengan wanita murahan itu!"


"Hei, jaga ucapanmu Nona. Kakakku tidak semurahan itu!"


Alice langsung menatap tajam ke arah Keke, setelah memberikan Baby Maura pada Bi Neng untuk menjaganya sebentar.


Bram pun langsung menahan istrinya agar tidak sampai terjadi keributan di kamar ini, apa lagi kondisi Meera baru saja membaik.


Hans membentak Keke, membuatnya semakin tidak terima hingga dia pun membalas semua perkataannya guna membela diri.


"Tidak, aku tidak akan keluar. Karena aku akan tetap disini, sampai kamu mau kembali denganku!"


"Jangan mimpi, Keke! Aku sudah tidak sudi bersamamu, cintaku padamu telah ma*ti bersama kenangannya!"


Degh!


Mendnegar itu, membuat hati Keke semakin sakit, dia bela-belain kembali ke Indonesia demi menemui masa depannya.


Namun, yang dia dapat hanya rasa sakit yang sangat mendalam. Disaat dia sudah merasa pantas untuk Hans, kini impiannya bersamanya harus kandas karena Hans lebih memilih wanita lain dari pada dirinya.


"Apa semua itu karena wanita koma itu, iya? Bukalah matamu Hans, dia itu sebentar lagi akan ma*ti. Jadi lebih baik kamu dan putramu ikut bersamaku, kita akan hidup bahagia. Aku jamin itu!" ucap Keke, langsung merangkul lengan Hans.


Alice yang benar-benar kepalang emosi mau menarik wanita itu, tetapi di hentikan oleh suaminya. Sebab, bagi Bram ini adalah masalah Hans dan Keke yang belum sepenuhnya selesai. Jadi biarkan mereka menyelesakannya, agar tidak menimbulkan masalah kedepannya.

__ADS_1


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh tubuhku!"


Bugh!


Keke terjatuh di lantai dengan keadaan meringis kesakitan, akibat bokongnya jatuh lebih dulu. Keke menatap wajah datar Hans yang semakin merasa bila ada sesuatu dengannya, sehingga dia bisa sebenci ini padanya.


"Kamu itu kenapa sih, Hans? Aku jauh-jauh datang ke sini, tapi apa balasmu? Kamu malah mengkhianatiku dengan wanita itu, kalau begitu biarkan saja dia mam*pus sekalian!"


Teriakan Keke semakin menjadi, dan berhasil membuat da*rah Hans semakin mendidih mendengar semua perkataan buruknya.


"Sudah cukup kau berbicara, Nona Keke yang terhormat. Hentikan semua sandiwaramu itu!"


"Aku sudah tahu semua sifat busukmu selama kau berada di luar negeri. Jangan kau kira aku ini laki-laki bo*doh yang tidak tahu apa-apa!"


Keke langsung terkejut saat mendengar semuanya, dia tidak menyangka kalau Hans bisa tahu apa saja yang dia lakukan di sana.


Namun Keke mencoba untuk bangkit dan mengelaknya sebisa mungkin. Hans yang berbicara sesuai dengan bukti, langsung memperlihatkan pada Bulan dan semua yang ada di sana.


Degh!


Sebuah adegan hot terpampang jelas di rekaman video tersebut, dimana Keke sangat menikmati goyangan seorang pria yang di duga adalah sahabat Hans. Dia merupakan seorang produser yang memperkerjakan Keke di salah satu majalah model.


Semua keberhasilan itu berkaitan dengan Hans, diam-diam dia yang merencanakan agar sahabatnya itu bisa memilih Keke sebagai salah satu model majalah.


Kenyataannya, itu semua malah buat Hans sakit hati. Ketika dia tahu bila mereka berdua ada main. Padahal Hans meminta sahabatnya untuk mencoba memberikan ujian kepada Keke untuk mengetes kesetiaannya.


Akan tetapi, kedua sejoli itu malah terbawa suasana dan Keke pun tidak menolaknya. Bagi dia demi karir serta namanya yang akan di pandang oleh orang membuat Keke rela menjual tubuhnya sendiri.


Semua Keke lakukan demi kesuksesan agar setelah pulang dari meniti karir, Hans akan bangga kepadanya. Akan tetapi nyatanya dia salah. Itu hanyalah penjebakan yang akhirnya Keke pun masuk ke dalam perangkapnya.


Hans begini bukan karena dia rela memberikan wanitanya, cuman dia pernah melihat Keke jalan bersama seorang pria kaya ke Hotel. Tepat di saat Hans sampai di luar negeri untuk bertemu dengannya.


Sehingga dari situlah muncul ide yang membuat Hans sangat penasaran. Apa lagi dia tahu bila Keke adalah ambasador di majalah yang di produseri oleh sahabatnya.


Awalnya sahabatnya tidak tahu, bila itu kekasih Hans. Dia pun berusaha tetap bersikap prosesional. Hanya berkat ide gila Hans akhirnya dia melakukan dan kebetulan posisi Keke memang suka merayu beberapa produser agar terus mempertahankan dia untuk beberapa kontrak.


Maka, terjadilah semua kejadian besar itu yang berhasil menghapus semua rasa di dalam hati Hans. Kemudian menanamkan sebuah luka yang teramat mendalam. Sampai akhirnya dia tidak akan pernah lupakan, bahwa cinta pertama tidak semuanya indah. Banyak yang membawa luka, seperti dirinya.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2