Belenggu Hasrat Anak Tiri

Belenggu Hasrat Anak Tiri
Induk Tikus Yang Masih Berkeliaran


__ADS_3

Sampai tidak terasa, kepergian Rara sudah memasuki 40 hari. Disitulah Atun dan Jaka mulai merencanakan semua bals dendamnya, demi mencari informasi tentang Hans. Pria yang mereka anggap sebagai dalang dibalik lenyapnya anak semata wayang mereka.


Saat informasi semua terkumpul, Atun dan Jaka mulai memasuki lingkuan rumah Hans melalui Meera, Ibu tiri Hans dan Bram yang belum lama menjadi seorang janda akibat Daddy mereka pergi begitu saja tanpa sebab yang jelas.


Atun dan Jaka yang terbilang sangat licik, mampu memanipulasi Meera beserta semua orang yang ada di lingkungan rumah kediaman Ivander. Hingga akhirnya perlahan balas dendam mereka berdua mulai terlaksana, dari hal kecil, sedang maupun kecelakaan yang membuat Hans sampai koma 1 atau 2 Minggu lamanya.


...Flashback Masa Lalu Off...


...*...


...*...


Hans mendengar kenyataan dari mulut Jaka serta Atun membuat dia langsung membantah semua itu, bahwasanya apa yang mereka simpulkan itu adalah kenyataan yang tidak benar.


Hans terus menerus mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak membuat kesalah pahaman serta balas dendam ini semakin berlarut. Hans takut, jika tidak di selesaikan maka semua akan berimbas ke keluarganya.


Jadi, Hans harus segara berbicara mengenai bukti dan sebagainya yang akan membuat Atun serta Jaka bisa percaya. Kalau apa yang di ceritakan oleh Hans, itulah kenyataan sebenarnya.


"Jika kalian masih tidak percaya dengan kenyataan yang sebenarnya, baiklah. Aku akan membawakan semua bukti yang ada, agar kalian bisa mengerti kalau apa yang kalian pikirkan itu, salah!"


"Kebenaran akan terbukti, tunggu saja nanti. Aku akan menyuruh pengacaraku untuk mengumpulkan semua bukti atas kejadian yang menimpa anak kalian. Sehingga kalian tidak lagi memiliki dendam padaku atau keluargaku kelak!"


"Dan ingat, sekali lagi aku tekan 'kan. Kalau aku bukan pembunuh dari anak kalian, melainkan aku adalah penolong anak kalian. Meskipun, anak kalian tidak bisa bertahan lebih lama lagi, tetapi aku sudah berusaha untuk menyelamatkannya apapun caranya!"


Hans berbicara dengan tegas dan juga lantang, membuat Atun serta Jaka hanya bisa menatapnya tanpa mengeluarkan sekata patah pun. Mereka berdua mulai kebingungan, layaknya seseorang yang sedang dilema.

__ADS_1


Semua yang Hans ceritakan berkesambungan dengan cerita yang mereka ucapkan, sampai akhirnya Bram yang sedari tadi terdiam mendengarkan ketiga orang ini berbicara. Tiba-tiba saja nyeletuk, membuat mereka langsung menoleh bersamaan kearah Bram.


"Tidak perlu bingung, jika memang semua yang dikatakan Kakakku benar. Maka, kami akan segera membawa bukti itu kesini, agar kalian bisa tahu apakah pemikiran yang selama ini kalian pegang adalah kenyataan atau hanya kesalah pahaman!"


"Hanya saja ada 1 pertanyaan yang harus aku tanyakan pada kalian. Aku harap kalian bisa jujur, sejujur-jujurnya untuk menjawab semua ini!"


"Apakah kalian berdua ada di balik kema*tian Daddy? Karena kecelakaan yang terjadi pada Daddy, membuatku dan Hans bertanya-tanya. Apakah itu murni kecelakaan karena Daddy terkena serangan jantung atas izin Tuhan, ataukah ada campur tangan manusia di balik semua itu!"


Dag, dig, dug!


Atun dan Jaka saling menatap satu sama lain, mereka terlihat bukan karena takut. Melainkan mereka tidak tahu sama sekali tentang masalah kema*tian yang terjadi pada orang tua Hans dan jugq Bram.


"Kalian tidak usah berlagak sok polos, aku yakin ada campur tangan kalian di dalam kejadian yang menimpa Daddy dan juga diriku bukan?"


"Pasti kalian juga 'kan, yang menjebakku dengan Meera sehingga membuat persaudaraanku sama Bram menjadi salah paham? Ngaku!"


"Aku yakin 100 persen, semua ini karena ulah kalian. Kalian sudah tidak bisa lagi mengelak semua itu, berbagai macam kejadian yang menimpaku semua adalah campur tangan kalian. Jadi apapun yang terjadi pada keluargaku, itu merupakan ulah manusia bia*dap seperti kalian!"


Sorotan mata Hans yang awalnya biasa saja, kini menjadi begitu menyeramkan ketika Bram mengingatkan tentang kejadian yang menimpa Daddynya.


"Aku akan pastikan hukuman kalian akan lebih berat dari apa yang akan kalian terima nantinya, bahkan kalau perlu aku akan meminta Hakim untuk menghukum ma*ti kalian dengan cara yang lebih menyakitkan. Supaya kalian bisa merasakan kesakitan yang Daddyku rasakan disaat-saat terakhir!"


Emosi di dalam hati Bram mulai keluar dengan tatapan yang begitu merah, seakan-akan kebencian mulai menyelimutinya untuk membalaskan rasa sakit yang Daddynya rasakan.


Namun, ketika Hans dan Bram ingin kembali menyuarakan isi hatinya yang selama ini mereka pendam malah terhalang oleh Atun dan Jaka yang langsung menyangkal semua itu.

__ADS_1


"Stop! Udah cukup kalian menuduh kami, karena tujuan kami membalaskan dendam hanya untuk dia. Bukan keluarganya!" Jaka menunjuk ke arah Hans dengan penuh ketegasan.


"Ya, benar apa yang dikatakan suamiku. Apapun kejadian yang menimpa Hans itu adalah ulah kami, entah itu dia batal kontrak akibat terlambat datang ke kantor, sakit, atau pun kecelakaan. Tetapi, jika masalah kema*tian Daddy kalian itu bukan campur tangan kami, ataupun kejadian yang menimpa kalian berdua!"


"Saya dan suami saya tidak mengenal Daddy kalian, bahkan kami tidak merencanakan untuk memisahkan Bram sama Meera dengan cara menjebak Hans. Maka dari itu, kami juga bingung ketika kejadian itu muncul secara bersamaan dengan balas dendam kami. Hanya saja kami senang, karena kejadian itu memudahkan kami untuk membalaskan dendam kami pada dirimu, Hans!"


"Jika kalian tidak percaya pada kami silakan, yang jelas kami tidak ada sangkut pautnya sama apa yang terjadi pada Daddy ataupun Meera kalian!"


Baru saja Atun dan Jaka menjelaskan, jika semua yang terjadi tidak semuanya ada campur tangan mereka. Tiba-tiba Hans dan Bram terdiam, mereka mencoba untuk berpikir keras kalau bukan mereka, itu tandanya masih ada tikus lainnya yang bersarang?


Disinilah Bram dan Hans langsung mewanti-wanti agar tidak terjadi sesuatu pada anak serta istri mereka. Jika Atun dan Jaka hanya mengincar Hans, itu berarti tikus lainnya yang mengincar keluarga mereka.


Sehingga, kejadian besar yang menimpa mereka itu memiliki dalang yang luar biasa. Sampai-sampai Hans dan Bram kecolongan, mereka pikir ini adalah ulah Atun serta Jaka. Akan tetapi, mereka salah. Masih ada tikus liar lainnya yang berada diluaran yang sedang mengincar keluarga mereka.


Entah motif tikus itu apa, yang jelas Bram dan Hans tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuh atau menyakiti istri serta anak mereka. Jika sampai itu terjadi, maka akan mereka pastikan hidup tikus itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan.


"Permisi Tuan, waktu kalian berkunjung sudah habis. Jadi silakan kembali keesokan harinya, jika masih ada yang harus di sampaikan."


Seorang polisi langsung meminta penjaga lapas untuk segera kembali membawa Atun dan Jaka ke sel tahanannya. Sementara Bram dan Hans pun perlahan mulai bangkit dan meninggalkan ruangan tersebut.


Dimana Hans harus memberikan penjelasan mengenai kecelakaan tersebut yang menimpa dirinya, lalu setelah selesai. Hans pun kembali ke rumah bersama Bram. Yang mana di dalam mobil, sepanjang jalan mereka terdiam memikirkan perkataan Atun dan Jaka.


Kalaupun memang ada tikus lainnya, maka siapa orang itu? Apakah mereka tinggal di dalam rumah seperti Atun dan Jaka? Ataukah tikut itu adalah orang yang berada di sekitaran Hans dan juga Bram? Entahlah, mereka berdua belum bisa menyimpulkan semua ini.


Mereka benar-benar syok, karena bukan hanya ada 2 tikus, melainkan masih ada lagi induk tikus yang berkeliaran bebas untuk bisa menyakiti keluarga mereka, sesuai dengan motifnya yang sama sekali tidak di ketahui oleh Hans dan juga Bram.

__ADS_1


...***Bersambung***...


__ADS_2