
Seandainya Bram bisa meminta, maka dia akan meminta semoga Bella bisa datang setiap hari ke rumah, supaya semakin membuat Alice bersikap romantis padanya seperti saat ini.
Kemudian, mereka berjalan ke arah ruangan tamu. Lalu Bella pun yang tadinya duduk menunggu, kini langsung berdiri dan bersalaman serta memeluk Meera. Sudah lama mereka tidak bertemu, bahkan terakhir berkomunikasi ketika Bella memberitahukannya akan pergi ke Singapur.
Dan sekarang, mereka telah kembali bertemu meskipun sedikit membuat Hans dan Bram bingung. Akan tetapi, mereka masa bodo.
Selagi teman istrinya wanita maka mereka tidak akan mempermasalahkan semua itu, asalkan jangan teman pria saja. Bisa-bisa kedua singa jantan ini langsung meraung, sambil mencabik-cabik daging segarnya milik pria yang sudah berani menyentuh istri mereka.
Setelah selesai berpelukan sama Meera, Bella beralih ke arah Alice melompati Hans. Disitu Alice hanya terdiam sambil tersenyum di dalam pelukan Bella. Dimana tangan Alice satunya terus menggenggam tangan suaminya.
Namun, saat Bella sudah melepaskannya dan ingin memeluk Bram. Dia malah memeluk Alice membuatnya sedikit terkejut, atas sikap Alice yang sangat aneh.
"Maaf ya, dia sudah menjadi suamiku. Jadi cukup salaman saja. Itu pun jangan terlalu lama, karena aku tidak suka dia berdekatan dengan wanita lain. Pasti kamu paham 'kan maksudku ini, karena kita sama-sama wanita."
Alice berbicara sambil melepaskan pelukan Bella dan tersenyum menatapnya. Untungnya Bella tidak marah karena perkataan Alice yang cukup sensitif.
"Hehe, ma-maafkan aku ya. Aku lupa, kalau kalian sudah menikah." ucap Bella tertawa kecil.
"Tidak apa-apa, makasih sudah ngertiin aku." jawab Alice, tersenyum.
"Ya sudah ayo duduk, masa iya ngobrolnya sambil berdiri sih. Kasihan juga dong, masa tamu berdiri udah kaya di kereta aja hehe ...." sahut Meera, membuat semuanya pun segera menduduki kursinya masing-masing.
"Ehhh tunggu, kalian seriusan lagi hamil?" tanya Bella, antusias menatap perut Meera dan Alice secara bergantian.
"Iya, kami hamil bareng." jawab Alice langsung diangguki oleh Meera.
"Astaga, lucu banget sih bisa hamil kembar begini. Akhh, aku jadi pengen cepat-cepat nikah deh. Biar bisa merasakan seperti kalian rasakan saat ini, jadi nanti anak kita bisa main bareng ya. Huaaa, aku tidak sabar menunggu momen itu tiba."
__ADS_1
"Ohya, usia kandungan kalian beda berapa minggu?" ucap Bella, kembali.
"Aku dan Alice beda sekitar 1 bulan, cuman bisa jadi hampir 2 bulan gitu. Cuman yang lebih dulu Alice, baru aku menyusul." jelas Meera, tersenyum.
"Aahhh, cute banget sih. Aku jadi enggak sabar deh mau lihat bayi kalian, pasti lucu banget. Secara Ibu sama Ayahnya tampan dan cantik, jadi pasti anak kalian terlihat gemoy." ujar Bella, yang terlihat gemas.
"Ada apa datang ke sini?" ucap Hans, cuek.
"Astaga aku lupa, ini loh aku ada oleh-oleh buat kalian. Aku belikan pakaian couple, niatnya sih tadi mau belikan warna cerah. Cuman karena suami kalian sepertinya suka warna yang gelap-gelap gitu, akhirnya aku samakan sama semuanya hitam. Gapapa 'kan?"
Bella langsung memberikan paper bag kepada Meera, dan juga Alice secara bergantian di penuhi senyuman.
Mereka berdua membuka serta mengecek isi paper bag tersebut sambil menunjukkannya.
Semua itu mereka lakukan untuk menghargai pemberian dari Bella. Sebenarnya sih bagus, bahkan dari brand pakaiannya pun sangat mahal. Cuman dari motifnya yang polos membuat mereka kurang menyukai saja.
"Aduh, bagus banget bajunya. Makasih ya, Bel. Kamu sudah repot-repot membelikan ini semua pada kami. Sedangkan kami saja tidak pernah memberikan apapun pada kamu." ucap Meera, tersenyum untuk menutupi sedikit ketidak sukaannya pada motif baju tersebut.
"Betul banget tuh, lain kali enggak usah belikan kami apapun ya. Kasihan kamu harus repot-repot begini, kami juga nanti bisa beli sendiri kok. Ya, 'kan Sayang?"
Alice menoleh ke arah suaminya, sambil mengelus lengan suaminya yang terus menempel di lengannya tanpa mau melepaskannya.
"Ya, apa yang istriku bilang itu benar. Kalau kamu mau main ke sini, main saja tanpa harus membawa buah tangan seperti it ... Awsshh, Sayang. Kenapa aku di cubit sih?"
Bram terkejut saat merasakan pahanya di cubit oleh istrinya cukup keras sambil tersenyum. Disitu semua mata tertuju pada Bram dan juga Alice.
__ADS_1
"Hehe, maaf Sayang. Tadi ada binatang di pahamu jadi aku coba ambil, eh malah kecubit kulitmu. Jadi, maaf ya aku enggak sengaja." jawab Alice tersenyum menatap Bram, dimana matanya seperti memberikan sorot yang tajam padanya.
"Alamak, pasti tadi aku salah berbicara. Makannya Alice mencubit pahaku, mana sakit banget lagi!"
"*Semoga aja enggak sampai biru, kalau biru itu tandanya memang benar. Alice mencubitnya bukan karena tidak sengaja, akan tetapi di penuhi oleh dendam tersumbat akibat aku malah menyuruh Bella untuk datang ke sini lagi."
"Hahhh, dasar Bram, Bram. Mendingan sekarang diam aja deh kaya Hans, pasti jatah malamku akan aman sentosa tanpa di ganggu gugat*."
Kurang lebih seperti itulah hati Bram, yang terlihat sedikit kesal dan ketakutan akibat istrinya selalu menatapnya dengan tatapan penuh penyelidikan
"Terus aja ya, terusin! Jangan harap selama 1 Minggu kedepan akan mendapatkan jatah!" bisik Alice yang sedikit mendekat ke arahnya.
Degh!
"Nahkan, benar dugaanku barusan. Huaaa, dasar mulut tidak bisa di jaga. Sekarang abislah riwayatmu, kau harus berpuasa 1 Minggu kedepan. Jadi nikmatilah, penderitaanmu ini Bram!" gumam hati Bram, yang mulai pasrah.
Mereka mulai berbincang bersama, lebih tepatnya Meera dan Bella yang lebih banyak berbicara begitu juga Alice ikut nimbrung. Sementara Bram dan Hans mereka hanya sekedar berbicara sesekali saja, guna untuk menjaga perasaan istrinya agar tidak kembali menjadi salah paham.
Tujuan Bella datang ke sini hanya sekedar untuk main atau bersilaturahmi kepada mereka semua yang sudah dia anggap sebagai sahabatnya, sambil memberikan oleh-oleh tersebut.
Setelah beberapa jam, akhirnya Bella pun pamit pulang kerumah saat dia tahu kalau mereka semua akan segera pergi ke Mall untuk menyegarkan diri. Bella tidak mau mengganggu, karena dia juga ada urusan yang sangat mendadak.
Jadi, dia pun tidak bisa ikut meskipun tanpa disengaja Meera mengajaknya untuk pergi berjalan-jalan. Cuman tanpa di sadari, Alice seakan menolak itu semua karena dia tidak mau harinya yang akan quality time couple terganggu adanya Bella.
Untungnya Bella tidak merasakan kesal atas perkataan Alice, dia sangat memaklumi Alice karena mungkin bawaan bayi. Apa lagi Bella juga berasal dari masa lalu Bram, jadi pasti akan sangat sensitif jika dipersatukan antara masa depan dan masa lalu.
Seperginya Bella, mereka berempat pun segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian supaya bisa segera pergi berjalan-jalan sesuai dengan permintaan Alice.
__ADS_1
...***Bersambung***...