Change Destiny

Change Destiny
Bab 10. Upacara kelulusan


__ADS_3

Bab 10.


.


Wiliam membagi motivasi tanpa bantuan asisten dosen di sesi kedua. Begitu juga tidak ada asisten pengganti di kantor hari itu.


Sesudah jam berbagi ilmu bisnis usai untuk minggu itu, Wiliam balik ke kantor. Ia menelpon asistennya untuk masuk kantor seperti sediakala.


"Ko, kenapa Bety diminta datang?" tanya Ronald menyerahkan hasil rapat bareng karyawan saat pemimpin pergi.


"Ada insiden di kampus, jadi Bety wajib kembali" membuka laporan hasil rapat karyawan.


"Maksudnya ?.Melani?"


Wiliam ngangguk tapi tidak banyak bicara yang sesuai dengan sifatnya banyak diam.


Ronald ingin tau insiden terjadi, tapi tau sifat sang kakak yang bakal acuh, ia pun keluar ke ruang kerjanya lagi.


"Ada insiden apa, ya?" Ronald buka ponsel, searching berita publis sekitar universitas.


Ia teringat, kalau ada bodyguard yang ikut sang kakak dari kejauhan .Biar lebih cepat dapat info, Ronald menelpon bodyguard tersebut.


Nah kan, lebih cepat info yang di dapat biarpun sama-sama kurang akurat info yang diketahui.


"Ternyata bar-bar juga cewek Indo kalau ada di negara orang" Ronald tertegun dengar kabar insiden itu.


Esok harinya, Ronald datang ke rumah Melani untuk memberikan upah kerja selama jadi asisten pengganti paksa.


Ting tong....


Bel berbunyi, Melani mengira delivery man mengantar pesanan secepat kilat.


"Mister Ronald?" Melani berdiri dengan wajah pakai masker kesehatan menutupi lebam wajah.


"Wajahmu?" Ronald menahan pintu dengan ujung jari kaki.


"Tidak apa. Kenapa Mister kemari ?" Melani tetap cegah pria luar masuk tanpa alasan jelas.


"Mau kasih ini" menyerahkan amplop coklat.


"Apa ini?" binggung untuk menerima, tapi lebih takut sama isi dalam amplop yang mungkin berisi tentang surat scors dari kampus.


"Gaji selama beberapa hari" ngintip isi dalam rumah Melani yang rapi bersih.


"Tidak perlu. Saya.... " tubuh Melani terhuyung karena Ronald menerobos masuk rumah.

__ADS_1


Niat ingin menolak gaji tidak seberapa karena dia tidak butuh uang itu, tapi kecolongan Ronald yang berhasil masuk paksa ke dalam.


"Mister, harap jaga etitude" marah Melani, ada orang tanpa izin nyelonong masuk.


Ronald tidak mengubris. Ia melihat keadaan rumah sederhana itu terawat baik tanpa banyak perlengkapan, serta aroma semerbak tanaman bunga lavender di ruang tengah.


"Kamu suka lavender ?" Ronald berjalan lihat pot hias kecil bertanam bunga lavender.


Sekarang giliran Melani yang acuh akibat dongkol ada yang masuk tanpa izin darinya.


Melani mengambil sutil penggorengan untuk mengusir tamu tidak diundang keluar sebelum ia ngamuk.


"Gimana cara rawat tanaman ini di dalam rumah, hum?" Ronald penasaran ingin tau. Karena asal ia merawat lavender dalam ruangan selalu mati layu.


"Tanya mbah google" ketus Melani menjawab, pertanyaan yang bisa temukan solusi masalahnya pakai aplikasi top dunia.


"Kamu jual saja tanaman ini ke saya. Saya akan membayar dua kali lipat" mengangkat pot hias kecil.


"Ambil saja. Dan mister boleh keluar sekarang,now!!" Melani mengusir secara terang-terangan.


Seorang Ronald Lee adik dari pebisnis terkenal di usir oleh anak ingusan, membuat pria itu merasa tertantang. Tidak ada seorang wanita dari klaster manapun begitu berani mengusir dirinya.


"Seperti kamu tidak tau kekuasaan saya, hum" Ronald menegaskan posisinya yang cukup membuat para wanita terkeplek keplek mengemis cinta.


"Apa peduli saya!.Jika anda tidak ada etitude maka saya juga tidak akan sungkan" Melani berkacak pinggang, dengan sutil penggorengan mengarah pada tamu.


"Tidak akan. Nih, sekalian bawa uang ini. Saya tidak perlu" Melani mengembalikan langsung amplop di tangan Ronald.


Ronald amat tertantang sama sikap cewek seperti Melani .Biasanya wanita bakal nempel kayak perangko dan suka cari info tentang dirinya dari siapapun yang tau akan dia.


Hufff.... Melani bernafas berat.


Mengusir anggota keluarga Lee keluar secara tidak terhormat di sadari Melani yang reda emosi. Hatinya galau jika suatu saat akan jadi musuh dalam bisnisnya.


"Ah sudahlah. Siapa suruh main masuk tanpa izin. Mesti kaya raya sejagad, tapi jika tidak ada aturan sopan tetap Nol... " Melani makin pasrah sama takdir kedepannya.


.


2 Tahun kemudian .....


Acara kelulusan di hadiri keluarga Melani dan keluarga lainnya juga.


Gang Shella baru mengetahui identitas asli Melani yang merupakan putri kesayangan Tuan Wijaya. Bukan identitas dari nama belakang yang dianggap numpang jiplak doank.


"Sorry, saya kira kamu ingin ambil keuntungan dari nama keluarga yang sama" Amanda menunduk minta maaf.

__ADS_1


"Iya. Kami salah" sambung Shella menahan malu, begitu tau kalau perusahaan ayahnya memakai bantuan saham keluarga Wijaya.


"No problem. Lagian sekarang sudah tidak ada lagi guna ungkit yang lama" Melani menepuk pundak cewek jadi rival tidak masuk akal demi pamor.


Melani berjalan anggun meninggalkan gang Shella, menyambut masa depan yang sudah waktunya ia pimpin.


Usai foto dan upacara toga kelulusan, keluarga Wijaya bersiap kembali ke Indonesia siang itu juga dengan penerbangan elite.


Masa depan yang ditunggu Melani datang, setelah banyak cobaan yang membuat dirinya ikut banyak berubah dalam setiap langkah kehidupan.


Di waktu sama tempat lain, Ronald yang tau info akan Melani segera minta sang kakak menugaskan dirinya untuk meneruskan bisnis mereka di Indonesia.


"Baik. Sekalian kamu bawa bibi dan Josh pulang ke Indo untuk sekolah di sana" titah Wiliam.


"Bukannya lebih baik di sini saja, ko" dalih Ronald tidak ingin repot ngurus keponakan.


Mata Wiliam mendelik, tanda tidak ingin dengar komentar.


Terperangkap sudah Ronald di buat ayah dan anak. Waktu santai pupus dibuat keputusan sepihak.


.


Esok siang harinya Ronald dan rombongan berangkat menuju tanah kelahiran tercinta. Perjalanan panjang dan melelahkan masih harus buat Ronald memilih sekolah terbaik untuk keponakan semata wayang,keesokan paginya.


"Bi, aku pergi daftarin sekolah untuk Josh dulu" pamitnya pada ibu tua.


"Baik" ibu tua menutup pintu.


"Grandma, uncle pergi cari school buat Josh?" bocah kecil girang bisa masuk sekolah bertemu teman banyak. Tidak seperti waktu di Amerika yang tidak punya teman bermain, karena tidak di izinkan berbaur oleh sang ayah.


"Iya. Sekarang sudah SD, dan pelajaran pasti sudah tertinggal jauh" sahut ibu tua menuang segelas susu.


"Tidak apa. Josh bisa lebih giat mengejar ketertinggalan" senang bocah kecil bisa berbaur, tanpa ada batu sandungan.


Polos pikiran Josh mengukir senyum di raut wajah ibu tua. Semangat yang menuruni watak Wiliam begitu lekat pada bocah kecil itu.


Siang hari, setelah proses pendaftaran sekolah baru, Ronald ke kantor pusat yang ada di Indonesia. Ia mulai kerja dengan jabatan tinggi sebagai wakil CEO.


Tidak ada sambutan, karena memang sengaja balik untuk blusukan selain ada tujuan utama Ronald ingin balik ke tanah air tercinta.


.


...****************...


.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan semua 🙏


__ADS_2