Change Destiny

Change Destiny
Bab 62 Jenuh


__ADS_3

Bab 62


.


"Beb, bagaimana jika minggu depan aku ajak kamu dan anak-anak bertemu Oma Opa mereka, hum?" mengelus rambut pirang terurai (B.Inggris).


"Oke" memeluk erat tubuh pemilik separuh jiwa (B.Inggris).


Mereka berdua lelap berdekapan memasuki mimpi indah mereka.


.


Wiliam yang berada di kamar tamu masih menginterogasi istri kecilnya. Bak ahli spesialis hipnotis, dia banyak bertanya tentang masa lalu istrinya.


Krukk...Krukkkk.....


Terdengar suara konser tunggal dari perut salah satu mereka.


"Ini akibat kalau tidak makan malam" omel Wiliam berdiri menuju pintu.


Wiliam keluar meninggalkan istrinya yang lelap dalam konser solonya tanpa pendengar.


Kepala ART yang memeriksa seisi rumah sebelum beristirahat,di minta Wiliam membuatkan segelas susu hangat.


"Ini Tuan. Ada yang diperlukan lagi?" ucap kepala ART, memberikan segelas susu sesuai permintaan.


"Tidak.Kamu bisa istirahat" mengibaskan tangan.


Segelas susu hangat tersebut di bawa masuk Wiliam ke dalam kamar tamu, sebagai penenang yang berkonser.


"Hei, bangun" Wiliam menoel lengan istrinya yang tidur pulas memeluk guling.


"Mmm...Jangan berisik!. Aku sibuk!" oceh Melani dari alam bawah sadar ,yang sibuk dengan segudang rutinitas pekerjaan kantor.


"Wah...Wah...Sudah berani kamu ngatur,hum" berkacak pinggang, menggeleng kepala.


"Ayo bangun" titah Wiliam menarik tangan istrinya yang tidur untuk duduk.


"Ma,Mel sibuk.Please kapan-kapan saja baru kita bahas ulang,Ok" semakin lindur jika diajak ngomong.


Kening Wiliam berkerut tidak percaya,bahwa istrinya sulit dibangunkan dalam keadaan masuk dunia mimpi.


"Baik,kamu minum saja sambil tidur.Saya tidak mau dikatakan jahat,kalau penyakit kamu tambah banyak" ketus Wiliam meraih gelas isi susu panas dan menempelkan pada bibir istrinya.


"Ahhh.....Panas..." jerit melengking Melani bangun dari dunia imajinasi tidur.


Lidahnya terasa melepuh akibat menyeruput susu panas. Wajah ngantuknya melek lebar,lihat siapa yang duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


"Saya pikir kamu mati rasa" sindir sinis Wiliam, menyerahkan gelas untuk dipegang sendiri.


"Mengapa Tuan siksa aku pakai minuman panas?" marah Melani,sambil menjulur lidah merah melepuh.


"Hei!!.Kamu ini sungguh tidak tau terima kasih ya!. Sudah bagus saya berikan susu,biar cacing kamu tidak ribut!" debat Wiliam tidak terima.


"Siapa minta anda peduli sama cacing" maki Melani meletakkan kasar susu pada meja samping tempat tidurnya.


"Hohh.... Ternyata air susu di balas air tuba.Terserah kamu,jangan salahkan saya bila kamu keroncong tanpa di beri makan" keluar kesal dari kamar itu.


Bamm...


Wiliam marah menutup kuat pintu kamarnya,tanpa menoleh atau peduli dengan lidah melepuh.


"Siapa minta bantuan dia,hengg!!. Lagian aku tidak butuh perhatian dia. Sudah cukup bersabar aku mengalah" oceh Melani berdiri cari obat luka sariawan dalam laci meja.


Sambil ngolesin serbuk anti sariawan pada lidah,Melani terus ngoceh marah. Tindakan pembulian itu amat menjatuhkan harga dirinya, karena dilakukan saat ia dalam keadaan tidak sadar.


Dalam emosi yang menggebu membara ,Melani tidak kunjung sambung tidur lagi sepanjang malam. Rasanya ia ingin sekali detik itu juga pulang ke Indonesia.


"Siapa bilang aku takut.Akan akan buktikan,kalau aku bukan pecundang" terpikir mengeluarkan koper untuk berkemas.


Resleting koper di buka, pakaian di dalam lemari juga dikeluarkan semua dari tiap rak,dan dimasukkan dalam kopernya.


Urusan packing memacking selesai dalam waktu tempo sesingkat-singkatnya. Diam-diam dia juga memesan tiket kepulangan dadakan via online malam itu,tanpa sepengetahuan tuan rumah.


Dia terduduk memandang jam dinding yang enggan bergerak cepat, mengabulkan keinginannya malam itu.


"Ayo cepat putar, dan segeralah terbit duhai matahari" mengatupkan tangan memohon.


Yang namanya matahari,bulan dan bumi tidak bisa berputar lebih cepat atau lambat.Jika hal tersebut terjadi, maka manusia akan semakin cepat menua,atau tidak menua sama sekali. Jika dikaitkan dengan ilmu sains, maka bumi dan satelit lain telah lari jalur dari poros peredaran orbit.


Menanti memang sesuatu yang selalu buat kita merasa jenuh tidak karuan karenanya. Karena sebuah penantian pula,kita sering dibuat gabut, pikiran mulai terhingapi bayangan negatif akan segala ketidak tenangan batin.


Untuk menghilangkan rasa jenuh membosankan, sebaiknya kita mencari sesuatu untuk di kerjakan, agar rasa penantian jenuh tersebut berfaedah.


Namun hal tersebut tidak terpikirkan Melani dengan rasa kesalnya tiada tara.


Jam sudah menunjukkan pukul 05.15 di benua Amerika. Melani yang sudah mandi dan tampak segar keluar mengerek kopernya.


Tentu saja hal tersebut tidak buat ART menaruh rasa curiga padanya.


"Mbak,Bik. Aku pamit ya.Jika selama tinggal di sini telah merepotkan,aku minta maaf. Terima kasih juga, kalian telah menjaga diriku" pamit Melani pada semua ART.


"Iya Nyonya.Kami juga minta maaf" ucap kepala ART di susul ART lain.


"Nyonya mau kemana?. Nanti kalau di tanya Tuan,kami kan harus jawab" tanya ART kurus.

__ADS_1


"Aku balik ke Indonesia.Tugas pekerjaan aku sudah banyak terbelengkalai" jawab jujur Melani.


"Kalau liburan, jangan lupa mampir balik ya,Nya" sambung ART gemuk.


"Hehe....Baik" tertawa sinis, mustahil mau balik.


Kemudian Melani yang sengaja tidak memakai fasilitas Wiliam, menaiki taksi online yang datang menjemput tepat waktu.


Tanpa menoleh kiri kanan belakang,Melani keluar dari rumah besar mewah menuju airport, menunggu jadwal keberangkatan sore harinya.


Satu jam kemudian....


William yang bangun segar dengan pakaian olahraga, berniat mengajak istri kecilnya untuk nge-gym bareng.


Langkah kakinya terhenti oleh ART kurus yang memberitahukan kepergian Melani sejam lalu.


Raut wajah tampan pemilik rumah yang dasarnya dingin, berubah jadi merah marah. Jari jemari mengepal erat itu memukul keras tembok dinding batu kamar.


"Kalian bersihkan kamar ini.Lalu kunci!" titah Wiliam penuh emosi.Langkahnya kembali menaiki anak tangga menuju lantai atas.


Tit,tit tit,tut....


Pegang ponsel saja penuh amarah. Untungnya ponsel tersebut tidak remuk dalam sekali genggaman.


"Begitu dia sampai, kalian segera kabari saya" titah Wiliam dengan suara bergelegar emosi pada orang diseberang benua.


"Baik,Tuan" sahut orang diseberang.


"Cepat segera ke bandara. Kita dapat tugas dari Tuan" ucap orang itu memberi perintah lanjutan pada teman-temannya.


Para pria berbaju preman warna hitam dengan tatto di lengan, bergegas menjalani perintah tanpa penundaan.


.


Melani duduk menunggu di cafe airport menanti jam keberangkatan menuju Indonesia yang masih terbilang lama.


Tanpa kabar akan kepulangan dirinya menuju tanah air, Melani memesan tiket lanjutan perjalanan lain menuju salah satu provinsi di tanah air.


Ia ingin refreshing tenangkan kegabutan yang menerpanya, sebelum memulai awal hari baru begitu tiba di rumah dengan segudang pekerjaan.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2