Change Destiny

Change Destiny
149 Sekumpulan singa betina


__ADS_3

Bab 149


.


Habis mengantar Josh ke sekolah, supir mengantar majikan beserta istri ke bandara pesawat.


Pesawat komersial mengantar Wiliam dan Melani dari Indonesia ke Singapura. Dalam kabin VIP mereka juga duduk diam, dengan kesibukan sendiri-sendiri.


"Mau minum, Tuan,Nona?" tanya pramugari mendorong meja isi aneka minuman, dari air mineral sampai kopi.


"Kopi satu" jawab Wiliam yang tertutup dengan majalah bisnis.


"Baik" pramugari menyeduhkan kopi untuk Wiliam. "Ini Tuan, kopinya"


"Mmmm" dehem balasan.


"Anda mau minum apa,Nona?" tanya pramugari ke Melani yang fokus ke ponsel mode pesawat.


"Air putih saja" jawab Melani mendongak sebentar.


"Baik" pramugari mengambilkan botol air mineral di meja troller. "Ini airnya, Nona"


"Terima kasih" jawab Melani, ngulur tangan ambil botol air.


Pramugari pun pergi keliling menanyakan penumpang lain.


Tutup botol yang masih asli dari pabrik begitu erat tersegel,buat Melani sukar untuk membuka dengan tenaga yang tak seberapa.


"Ko, tolong bukain" ucap canggung Melani, menyodorkan perlahan botol air mineral.


Wiliam terusik membaca majalah sambil menyeruput kopinya. Matanya melirik sinis ke arah Melani.


"Tau tidak bisa buka, pesan yang langsung saja" cibir pedas Wiliam.


Meski kasar ucapan Wiliam,tapi tangan raih botol mineral yang ditarik Melani kembali.


"Jangan suka ngambek" sindir Wiliam.


"Siapa pula ngambek" jawab halus Melani, memanyunkan bibirnya.


Cukup lama Wiliam tidak melihat bibir ngambek orang disamping. Sedikit lucu, juga menggemaskan, terutama mimik wajah melani.


"Tuh, minum" ketus Wiliam menyerahkan botol terbuka.


"Terima kasih" menunduk ambil botol air.


Mereka kembali pada kegiatan sebelum, sambil nunggu tiba di tempat tujuan.


.


"Harap para penumpang kencangkan sabuk pengaman, sesaat lagi pesawat akan mendarat" seorang pramugari menginformasikan ketibaan mereka di Singapura.


Semua mengencangkan sabuk pengaman, setelah mengkonfirmasi informasi pramugari.


Sedikit guncangan tidak berarti saat pesawat mendarat dengan selamat membawa ratusan penumpang.


"Kamu kok bisa tenang, naik pesawat komersial begini" tanya Wiliam.


"Banyak orang" jawab santai Melani narik kopernya.


Mereka pun ikut berbaris rapi turun tangga bersama yang lain.


Supir yang menjemput mereka juga sudah menunggu di depan pintu penumpang datang.


Papan bertuliskan 'Welcome Mr. Lee' diangkat supir penjemput, setinggi kayu penyangga papan.


"Itu" tunjuk Melani lihat papan penyambutan.


Mereka pun berjalan menghampiri orang penjemput.


Untuk memastikan, Wiliam bertanya pada orang tersebut. Apakah benar orang itu utusan untuk menjemput dirinya.


Setelah memastikan, Wiliam pun ikut dengan orang tersebut untuk diantar ke tempat penginapan.


"Kita taruh koper kamu dulu ke kamar,baru cari makanan" ucap Wiliam,bawa kunci card kamar.


Sebuah kamar VIP room luas, lengkap dengan perabotan mini selayaknya di rumah sendiri. Dengan 1 tempat tidur extra big.


"Sudah?" tanya Wiliam nungggu di depan pintu.

__ADS_1


"Udah" berjalan menghampiri.


Mereka pun keluar kamar hotel pergi mencari makan siang, disambung pergi ke toko pakaian,cari pakaian untuk Wiliam.


.


...Toko baju...


.


Wiliam memilih beberapa kemeja lengan panjang, lengkap dengan celana panjang dan jas.


"Kamu juga pilih" ujar Wiliam ke Melani, ingin ke ruang ganti coba pakaian.


"Aku ada bawa baju sendiri" sahutnya duduk pegang ponsel yang melakukan kegiatan online.


"Sudah,sana pilih" ucap Wiliam.


Melani terpaku tegang.Orang yang tadi berjarak jauh, sejak kapan sudah berdiri di hadapannya.


"Jangan lihat ponsel terus. Bukan biasanya wanita suka shopping?" coba rebut ponsel yang begitu mencurigakan.


"Ok.Aku akan pilih" terpaksa nurut untuk ikut milih baju, dan masukkan ponsel ke dalam handbag.


Beberapa baju kaos dan kemeja pilihan Melani di pulangkan kembali oleh Wiliam ke pelayan toko.


Wiliam memilih 2 gaun senada dengan pakaian miliknya.


"Coba sana" titah Wiliam serahkan gaun pilihan untuk dicoba Melani.


"Suruh milih, tapi alhasil dipilihkan" oceh pelan Melani bawa gaun untuk dicoba.


Melani dan Wiliam sama-sama masuk ruang ganti terpisah, mencoba pakaian yang dipilih.


Resleting gaun yang begitu bawah,buat Melani sulit untuk gapainya. Mau tidak mau Melani harus membuka pintu ruang ganti mencari pelayan toko untuk membantu.


"Kok jadi rame?. Minta bantuan siapa ya?" celingukan tidak ada yang bisa dipanggil.


"Kamu cari apa?" tanya Wiliam nonggol tiba-tiba disamping.


"Cari pelayan toko"


"Mau minta tolong tarikan resleting"


"Sini,saya saja" mendorong Melani masuk.


Meski sudah pernah mempertunjukkan keseluruhan tubuh, Melani kembali malu untuk memperlihatkan samar-samar kulitnya, setelah beberapa bulan tertutup, tidak terlihat Wiliam.


"Sudah" ucap dingin Wiliam, menarik resleting sampai atas gaun.


"Terima kasih" jawab Melani nunduk.


Wiliam langsung mutar tubuh Melani, melihat gaun hasil pilihan dirinya.


"Bagus. Coba yang itu juga" ujar Wiliam, nunjuk satu gaun yang tergantung.


"Em,oh" mata berputar harus bagaimana mengganti gaun, sementara Wiliam tidak kasih ruang untuk berganti.


"Apa?" mendelik, lihat Melani masih berdiri kaku.


"Koko keluar dulu" canggung jawabnya.


Wiliam paham maksud Melani,dan keluar. Dengan hubungan mereka yang sekarang sedang berjarak tapi dekat, Wiliam juga tidak tau apa yang harus ia lakukan.


"Sudah,belum?" tanya Wiliam berdiri nunggu di luar ruang ganti.


"Bisa tolong lagi, nggak?" memunculkan kepala dari balik pintu.


"Mm" dehem sambil ngangguk.


Ketika Wiliam ingin nyelonong masuk seizin Melani,dia tertangkap pelayan toko yang narik keluar.


"Excuse me sir, you can't enter while there are people inside " ucap pelayan toko menjelaskan peraturan. (Permisi Tuan,anda tidak boleh masuk selama di dalam ada orang).


"Sorry, but the one inside is my wife" jawab Wiliam.(Maaf,tapi yang di dalam adalah istri saya)


Pelayan toko tidak percaya begitu langsung. Dia mempertanyakan jawaban Wiliam ke Melani,dan diakui Melani.


"But, can you help me pull this zipper?" tanya Melani. (Tapi, bisakah kamu bantu aku tarik resleting ini?)

__ADS_1


"Of course" jawab pelayan toko menarik resleting dari bagian tugas.


(Hilang satu kesempatan bagi Wiliam ngintip kulit putih mulus Melani 🤣🤣).


Melani keluar menunjukkan gaun kedua pilihan Wiliam.


"Terlalu longgar.Ganti yang lain saja" ucap jutek Wiliam, merapikan jas.


"Oh.." datar jawab Melani, padahal sudah pas badan.


1 jam lebih Melani dan Wiliam habiskan waktu mencari pakaian yang cocok.


Lalu mereka ke toko sepatu untuk pilih sepatu yang cocok pula dengan padanan pakaian.


Tidak sampai di situ. Wiliam berlanjut ke salon memfresskan wajah sebelum hadiri jamuan.


Seperti biasanya, Wiliam akan memerintahkan pelayan salon untuk ketok magic muka Melani.


2 jam mereka ada di dalam salon menyempurnakan kecerahan wajah. Dari cuci rambut sampai pijat wajah dan berakhir pada ketok magic.


Hasil memuaskan Wiliam lihat Melani selalu makin cantik sempurna habis di ketok magic.


Tidak tanggung-tanggung pula tips yang diberikan Wiliam pada anggota salon, yang kasih servis memuaskan.


"Sekarang kita ke tempat undangan" ucap Wiliam nunggu jemputan.


"Tapi aku jangan di publikasikan" sahut Melani, menarik turun gaun yang pendek saat diajak jalan.


"Mmm" angguk Wiliam.


Baru disadari Wiliam gaun pilihannya buat Melani gelisah, setelah duduk dalam mobil jemputan.


"Jangan ditarik terus" Wiliam melepaskan jas yang dipakainya.


Melani berhenti narik ujung bawah gaun, dan tutup dengan tangan.


"Pakai ini" Wiliam menutup setengah paha mulus Melani yang terekspose dengan jas.


Sampai juga mereka di tempat undangan perjamuan yang mewah. Saat Wiliam baru keluar dari mobil, dirinya dapat sambutan wanita-wanita **** yang sengaja menunggu kedatangannya, setelah dapat kabar akan kehadirannya.


Bukan hanya wanita Singapura saja yang menyambut,tapi ada juga wanita Indonesia yang menyempatkan hadir dalam undangan jauh dengan nota bene"Dimana acara ada Wiliam, mereka akan hadir".


"Sudah banyak cewek, masih aja pakai acara ngajak" gumam pelan Melani, tidak bisa keluar selagi pintu mobil tertutup bokong wanita yang merebutkan suaminya.


Dan seperti biasa pula, Wiliam tidak terlalu merespon sikap para cewek yang berkoak-koak mempromosikan diri.


"Please step aside" Wiliam ngusir wanita yang menghalanginya jalan keluar orang di dalam mobil. (Tolong minggir)


"Sir, can I dance with you later?" celetuk seorang wanita berparas artis hasil oplas.(Tuan, bisakah nanti aku berdansa dengan anda?)


"I don't have time" jawab ketus, membantu orang di dalam mobil keluar.(Saya tidak punya waktu)


Krakkk....


Kalau ada cermin, mungkin cermin mereka retak, menggambarkan hati mereka yang retak lihat orang dalam mobil keluar.


"She must be his sister" bisik seorang wanita pada wanita lainnya.(Dia pasti saudarinya).


Mereka mengsugesti pikiran dengan pikiran positif. Karena lihat Melani tidak lebih **** berpenampilan, selain itu wajahnya yang terlalu tampil muda tidak pantas bersanding dengan orang berwibawa seperti pria idaman mereka.


"Ayo masuk" ajak Wiliam mengulurkan tangan.


Melani merasa harus mawas diri, pada sekumpulan singa betina yang mengintimidasi dari lirikan mata.


"Aku jalan sendiri" jawab Melani nunduk tidak berani buat singa betina ngamuk.


Namun Wiliam juga bersi keras mengandeng tangan istrinya, karena tidak ingin dipermalukan di hadapan para fans.


Dengan ego dan pikiran mereka masing-masing. Mereka beradu pandangan pemikiran tidak sejalan.


Sekelompok wanita mengikuti Wiliam dari belakang sambil gigit jari kesal pada Melani, yang melingkar tangan di siku tangan Wiliam.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungan nya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2