Change Destiny

Change Destiny
Bab 55 101.000 dolar


__ADS_3

Bab 55


.


Hanya sekedar basa basi , akibat pengusaha dingin sering ditempelin para wanita bule cantik dan sexy , alhasil status Melani disamakan dengan cewek-cewek tersebut.


Dari arah depan yang jauh salah satu teman kuliah Melani mengenali dirinya meski sudah dipermak ketok magic.


"Permisi,saya kesana sebentar" ucap orang muda pada tamu undangan lain (B.Inggris).


"Melani Wijaya" panggil seseorang dari belakang.


Suara yang tidak asing nyangkut di telinga,suara seakan lembut tapi terkandung sindiran.


"Tidak mungkin dia.Yang penting jangan berbalik ,apalagi menyahut" ucap batin Melani menarik nafas dalam-dalam.


"Melani" ulang panggil orang tersebut berjalan ke arah depan.


"Mendingan aku berbalik" ucap batinnya menyampingkan tubuh ke arah lengan kekar Wiliam.


Nempel-nempellah dada besar Melani pada lengan kekar, asal tidak ketahuan wajahnya dan dijadikan bahan gosip.


"Kamu kenapa?" Wiliam menoleh kesamping, merasakan gundukan menempel erat.


"Apa kabar ,Tuan Lee" sapa orang itu dengan suara manja.


"Habis sudah, pasti bakal ketahuan" keluh batin Melani.


"Baik. Kamu siapa?" Wiliam bersalaman


"Saya Shella Wangraja, teman sekelas Melani saat kuliah" tebar senyuman memikat.


Wiliam kini mengerti mengapa dada montok itu menempel erat pada lengannya.


"Oo" datar jawab resepon Wiliam.


"Melani" panggil kembali orang tadi.


"Maaf,kami harus kesana" sela Wiliam, berjalan merangkul pinggang ramping Melani.


Kali ini demi terhindar gosip, Melani ikhlas dirangkul sampai tidak diikuti.


"Kamu mau modus?" tanya pelan Wiliam.


Melani melepaskan rangkulannya setelah merasa aman.


"Ihh... siapa pula mau modusin Tuan" ujar sewot Melani berdiri tegak percaya diri.


"Terus... Apa maksud kamu nempel erat seperti tadi" duduk pada bangku tersedia.


"Oh,itu...Emmm..." kaku malu kesal Melani. Ikut duduk.


"Ingat ya. Selama status hukum kita sebagai suami istri,kamu tidak boleh sembarang menempel seperti tadi. Saya tidak ingin reputasi saya jadi buruk" jelas Wiliam.


"Iya tau.Kalau tidak keadaan terdesak,juga malas" sewot Melani,muka nunduk malu.


"Maksud kamu,jika tadi bukan saya, kamu juga akan seperti tadi" menoleh kesal.

__ADS_1


Yang menoleh tambah kesal ,melihat Melani menjawab dengan anggukan kepala. Namun dia menahan kesal dalam batin.


"Lihat saja saat di rumah ,bagaimana saya akan memberi kamu pelajaran agar kamu tahu batasan" ucap kesal Wiliam dalam batin,lalu berpandang lurus ke atas panggung dengan tangan berlipat dada.


Acara lelang bazar amal pun dibuka ,setelah tamu undangan memenuhi kursi tamu gedung itu.


Sebuah pidato kata sambutan hangat oleh pihak penyelenggara, berlanjut pada inti undangan.


Benda yang ada dalam pelelangan bazar amal kali ini , kebanyakan hasil karya seni rakitan dari anak-anak cacat .Dari lukisan sampai kerajinan tangan mereka.


Harga dibandrol dari 100 dollar sampai harga tertinggi penawaran.


"Ini satu set perhiasan dari butiran manik yang dibentuk dengan cantik, oleh anak kita yang bercita-cita ingin jadi desainer perhiasan. Kita mulai dari harga 300 dolar" ucap penyelenggara (B.Inggris), sambil memperkenalkan pembuat perhiasan itu.


Hati Melani sudah tersentuh dari awal lelang di mulai, ingin rasanya dia membeli langsung salah satu hasil karya anak-anak itu.Namun gagal, karena dia tidak punya kesempatan untuk menawar lebih tinggi.


"1.700 dollar pertama.Ada penawaran lagi?" tanya penyelenggara sebelum ketuk palu (B.Inggris).


"2.200 dollar" teriak orang dari sudut pojok belakang. (B.Inggris).


"3.500" ucap Wiliam mengangkat papan (B.Inggris).


"Tuan,anda?" tanya pelan Melani, namun diacuhkan.


Tidak percaya Wiliam ingin ikut merebut perhiasan itu dengannya.


"5.000" Melani angkat bicara (B.Inggris).


"5.000 pertama,ada lagi?. Jika tidak, perhiasan cantik ini jadi milik Nona tadi?" tanya penyelenggara menatap tamu (B.Inggris) .


"5.100" ucap Shella (B.Inggris).


"5.150" ujar Melani mengangkat plang papan (B.Inggris).


"5.200" sambung Shella.


Hanya mereka berdua yang beradu merebut makin tinggi.Tapi tidak usai ,sampai Shella menawar pada harga 10.000 dollar.


Wajah Melani menunduk sedih, tidak mampu lanjut dengan harga lebih.


"10.000 dollar pertama,kedua...Ada lagi?" penyelenggara bersiap ketuk palu tanda jadi sold out (B.Inggris).


"101.000 dollar" teriak seseorang dengan harga sepuluh kali lipat,dan tertinggi sepanjang lelang (B.Inggris).


"101.000 dollar pertama,kedua,....ketiga?.Ya , terjual pada Tuan di barisan terakhir.Tok...Tok...Tokk..." penyelenggara mengetuk palu (B.Inggris).


Tambah manyun bibir Melani,tapi setidaknya baik Shella atau dia, sama-sama tidak mendapatkan.


Lelang selanjutnya Melani tidak ikut setelah minder. Ia duduk diam mematung nunduk.


1 jam kemudian.....


Lelang amal tersebut selesai,dan benda yang terjual sedang diproses cepat agar dapat dibawa pulang pemilik barunya.


"Terima kasih Tuan Lee telah ikut bersumbangsih,dan membeli beberapa karya mereka" ucap penyelenggara, memberikan tanda bukti sumbangan dan pembelian (B.Inggris).


"Tidak masalah. Saya hanya berbagi kebahagiaan dengan mereka" jawab Wiliam rendah hati (B.Inggris).

__ADS_1


"Jika berkenan, mari gabung untuk acara makan bersama" basa basi ketua penyelenggara ,mata juga terarah pada Melani (B.Inggris).


"Maaf, mungkin dilain hari" sahut Wiliam (B.Inggris).


Kecantikan Melani setara artis papan kelas atas, namun kecantikan inner beauty menarik perhatian lawan jenis.


Lihat pandangan pria mesum hidung belang terarah ke Melani, Wiliam merangkul pinggang ramping gadis itu.


"Kamu tidak usah protes" ucap Wiliam berjalan penuh posesif.


"Tapi Tuan tidak usah begini juga" menarik lepaskan jemari Wiliam.


"Sebaiknya kamu tidak usah negatif thinking. Apa kamu mau dilihat mereka,hum?" sahut jutek Wiliam.


Mata lentik ujung sipit itu melirik ke kiri dan kanan. Memang benar banyak mata buaya darat playboy sedang mempergunjingkan mereka.


"Huhh...Tau begini,mending di rumah" keluh pelan Melani harus terima nasib.


Mobil mewah yang sudah terparkir dan siap jalan begitu dapat instruksi, menunggu dengan sabar setia kedua orang yang diambil fotonya.


Cekrekkk.... Cekrekkk....


Beberapa foto kedekatan mereka diambil oleh paparazi majalah bisnis internasional dan majalah gosip. Untungnya, Melani segera menutupi wajah dengan kain selendang,dan berjalan cepat masuk mobil.


"Jalan" perintah Wiliam pada supir.


Hikss...Hikss....


Melani menangis tanpa sebab diketahui Wiliam.


"Kenapa lagi,hum?" tanya dinginnya.


"Besok pasti fotoku tersebar" sahut Melani sesenggukan.


"Oo" datar jawabnya.


Jika masalah mengenai foto itu Wiliam tau apa yang harus diperbuatnya.


Ketika ia ingin memberikan sapu tangan basuh air mata, ia melihat punggung tangan Melani tergores berdarah.


"Tangan kamu ini?" membersihkan luka perlahan.


"Hiks...Hikss... Tergoreslah" tangis kesal ,tapi tidak mengatakan apa penyebabnya.


"Tergores apa?" membalut luka.


"Gak tau" bahu berkedik,bibir manyun.


Tampak menggemaskan cara Melani menjawab. Seakan dia sedang bertanya pada gadis kecil.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2