Change Destiny

Change Destiny
Bab 27 Tongkat sapu lidi


__ADS_3

Bab 27


.


Saat gadis kota tengah menyelamatkan detik-detik nyawa ponsel genggam,pintu kamarnya diketuk seseorang.


"Siapa?" tanya gadis ,menghentikan ngelap layar ponsel.


"Saya Non, pemilik losmen" jawab orang dibalik pintu.


Untuk apa malam begini pemilik losmen ngetuk pintu kamarnya?.Gadis pun beranjak membuka pintu.


"Ada orang ingin bertemu dengan anda" ucap pemilik losmen,nunjuk arah ruang depan losmen.


"Siapa?" gadis tidak merasa kenal akrab sama penduduk sekitar.


"Tuan kota tampan yang tadi tiba" jawab pemilik losmen.


Lagi-lagi gadis itu dibuat kaget. Kali ini dia merasa diuntit dari kesialan.


"Baik. Anda duluan saja" lalu nutup pintu kamar, mondar mandir mikir ngurangi frekuensi kesialan.


Tidak disamperin akan berdampak pada bisnis. Disamperin berujung pada masa depan.


Dua pilihan berat yang harus dijalankan gadis itu dan akhirnya memutuskan jalan sesuai keadaan.


Langkahnya keluar menuju ruang depan losmen, tempat dimana pengusaha berdarah dingin sedang duduk menunggu.


"Selamat malam Tuan" sapanya santai.


"Malam" natap dingin.


"Ada apa Tuan mencari saya?" duduk berhadapan.


"Kamu ikuti lelang lahan itu juga?" to the point.


"Lahan pinggir laut itu, maksud Tuan?" memastikan.


Pria berdarah dingin menggangguk dan menunggu jawaban.


Sudah pasti gadis kota tidak akan membeli lahan bukan masa depan perusahaannya.


"Bagus kalau kamu tidak ada minat dengan lahan tersebut" ujar pria berdarah dingin.


Kini gadis kota bisa bernafas lega sesaat, tidak ada sangkut paut pertemuan tanpa sengaja mereka.


"Tuan, sekarang di luar sedang turun badai. Sebaiknya anda menginap di sini" ucap pemandu memberi saran keselamatan.


Pria berdarah dingin menoleh kebelakang dan samping, lihat para pegawai losmen sedang menutup pintu dan jendela losmen tersebut, akibat terjangan angin yang kencang.


Orang itu pun memutuskan untuk menginap di losmen, karena keadaan yang tidak memungkinkan dirinya memilih penginapan lain.Kamar pria itu tepat bersebelahan dengan kamar gadis.


Akibat tiupan angin kencang ,pihak pengelola listrik tenaga air mematikan generator pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

__ADS_1


Keadaan desa itu pun jadi gelap gulita,hanya bermandi cahaya lampu sentir dan lilin.


Dalam kamar, si gadis duduk memojok tepat di belakang pintu kamar memegang tekukan kaki, berharap segera listrik hidup menerangi kamarnya.


Kilatan cahaya petir beriring dentuman gemuruh masuk dalam jendela kamar bergorden tebal.


Sesekali gadis itu menutup telinga dan menahan teriak kaget. Hal yang paling menyebalkan jika saat hujan tiba,tanpa ada penerangan listrik seakan masuk gua labirin gelap penuh jebakan teka teki.


Tok....Tok....


Seseorang mengetuk pintu di tengah badai dan mati lampu, semakin tambah rasa takut gadis kota itu.


"Hei.. Pinjam ponsel boleh enggak?" tanya seseorang berdiri dibalik pintu.


"Ya Tuhan.Kenapa aku balik ke masa lalu ,makin banyak cobaan?" bertanya dalam ketakutan.


Tok....Tokk....


Ketukan semakin keras,dikira orang di dalam tidak dengar suara ketukannya.


"I-iya" coba berdiri dengan kaki gemetar ketakutan.


Cekrekk....


"Se-setan ....." teriak kencang,lihat wajah seram bercahaya lilin sambil nutup cepat pintu.


Bammm....


"Sial!!.Enak aja bilang saya setan. Setan kepalanya peyang!" dumal marah pria berdarah dingin.


Pria berdarah dingin awal hanya ingin pinjam hotspot ponsel guna percepat mentransfer dokumen penting,jadi merutuk sumpahin gadis yang berani ngatain dirinya 'SETAN'.


"Ku sumpahin, kalau dia punya suami yang mukanya kayak 'SETAN'" menarik kesal bantal dan guling.


Hujan semakin turun lebat dan tiupan angin juga kencang. Bukan hanya suara gemuruh yang ngisi kesunyian tiap malam. Malam itu suara tiupan angin yang kencang buat pohon-pohon melambai kencang,ditambah suara atap rumah dari seng.


Klentang.... Klenteng....Treng...Treng....Wiusss....


Suara atap seng saling bersahutan sama pohon, karena seng sudah tidak menyatu erat sama paku dan balok kayu penyangga.


Andai semakin kencang lagi frekuensi kekencangan angin, bisa mengakibatkan seng terbang lepas bebas bersama hembusan angin yang besar.


Biarlah alam mengerjakan tugas amanah sampai kelar, dan gadis duduk meringkuk membungkus tubuh dengan selimut di atas kasur kasar.


Hingga subuh tiba, alam pun mereda dengan damai dalam sambutan sinar mentari yang perlahan menderang.


Timbunan ranting pohon, daun berserakan dan banyak gubuk reyok jadi korban amukan alam malam itu, meski tidak ada korban jiwa.


Srekk.... Srokk.....


Sejumlah warga telah bangun subuh untuk membersihkan sampah timbunan di pekarangan dan belakang rumah mereka,dengan mengunakan skop, pengki, pacul atau alat lain yang bisa merapikan keadaan sebelum.


Akibat kurang tidur menunggu alam kembali damai, mata gadis kota berlingkar hitam panda.

__ADS_1


Ia keluar melihat mengapa banyak suara ribut berisik saat ia mulai hendak tidur.


Matanya yang semula sudah berat untuk ngatup, jadi melek lebar ibah sama keadaan.


"Sini saya bantu, Kang" mencari sapu atau alat lain.


"Tidak usah atuh Neng. Neng kan tamu, biar Akang yang urus kerja ginian mah" sahut karyawan losmen


"Tidak apa Kang. Anggap senam pagi" dapat sapu lidi.


Biar tidak diusir, gadis kota langsung menyapu lumpur di tehel teras losmen. Baru kali ini ia memegang sapu dan menyapu. Dulu waktu KKN( Kuliah Kerja Nyata) tidak pernah ia lakukan, bahkan waktu selagi tinggal di Amrik ia sudah menggunakan vacum clener, jadi tidak menguras tenaga dan capek.


Bila menyapu kotoran debu dan sampah ringan, pasti tidak buat capek dan susah. Tapi sekarang yang di sapu adalah lumpur air dan tanah, pasti sangat susah dan ribet tiga kali lipat. Karena lumpur tidak akan bersih dalam satu kali sapuan saja.


Sudah lima belas menit Melani membantu nyapu lumpur di teras belum kelar juga. Tangan mulusnya sudah memerah perih pegang tongkat sapu lidi.


"Sudah atuh Non, biar Akang aja lanjut" merebut sapu lidi.


Kali ini Melani tidak lagi menolak setelah merasa perih kulit tangannya.


Memang kulit anak orang kaya tidak bisa di banding sama kulit gadis desa yang tak kalah lembut, tapi bisa melakukan segala rutinitas pekerjaan kasar lumrah.


Sebagai pengalaman pertama selama hidup, sudah buat gadis itu semakin ngerti kehidupan orang di bawah taraf hidup mewahnya.


"Ternyata aku jauh lebih beruntung. Jadi selama ini kesialanku tidak ada apa-apanya" gumam Melani menuju balik kamar untuk mandi.


Satu jam kemudian....


Keadaan yang tadi sudah normal kembali, waktu pemberian sarapan sebagai fasilitas juga tidak telat dilakukan manajemen losmen.


Sehabis sarapan, gadis yang ingin lihat keadaan terbaru keluar kamar.


Tanpa segaja ia berhadapan sama pria berdarah dingin yang hendak masuk kamar.


Mata mereka beradu pandang dengan tatapan kekesalan mereka yang belum kelar kemarin malam.


"Apa maksudmu mengatai saya Setan,haa!" bentaknya bertanya, melipat tangan dengan wajah kesal.


"Ngak ada" cuek membuang muka.


"Kalau begitu, kamu raja Setan" masuk kamar membanting pintu.


"Anda yang Setan !!" teriak marah,nunjuk pintu kamar pria itu.


.


...****************...


.


Akankah kegaduhan itu berlanjut ?.Dan akan jadi apa hubungan bisnis mereka ?.


.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita 🙏


__ADS_2