Change Destiny

Change Destiny
Bab 60 Apresiasi


__ADS_3

Bab 60


.


Jika ada salah satu alat medis di ruang itu, pasti dapat mendeteksi kecepatan debaran tiap detak jantung orang yang nunggu hasil keputusan.


"Setelah saya pertimbangkan dan seleksi sesuai topik,maka perusahaan kami akan menanda tangani kontrak kerjasama dengan perusahaan...." pria muda sengaja menghentikan penyampaian,dan memperhatikan tiap raut wajah yang ada(B.Inggris).


Ada yang memiliki raut wajah pesimis,ada juga over optimis.


"Dan saya memutuskan untuk memilih visi misi perusahaan Mr Lee" wajah pria muda melihat Melani yang duduk santai namun cuek (B.Inggris).


"Melani,saya tidak salah dengar kan?" tanya tak percaya sekretaris, menggoyangkan tangan Melani yang duduk santai cuek(B.Inggris).


"Selamat ya" jawab Melani dan angguk(B.Inggris).


"Oh my God, terima kasih telah menyelamatkan karir saya" ucap pelan sekretaris penuh rasa syukur pada pencipta alam semesta beserta isinya(B.Inggris).


Pria muda menghampiri perwakilan Wiliam dan mengucapkan selamat secara langsung. Tak lupa pria muda mengundang semua partisipan tiap perwakilan lain untuk makan siang bersama.


Pria muda yang mulai di tarik aura pesona Melani, berusaha untuk mencari informasi pribadi tentangnya.


Trik dasar biasa yang dilakukan orang untuk mencari informasi adalah saling berkenalan satu sama lain.


"Selamat ya" ucap pria muda mengulurkan tangan berjabat tangan(B.Inggris).


"Terima kasih" balas bersalaman(B.Inggris).


"Perkenalkan,nama saya Justin Scott.Nama kamu siapa?" pria muda(B.Inggris).


"Senang berkenalan dengan anda Mr Scott. Nama saya Melani Wijaya,dan nona ini Betty" tidak lupa perkenalkan perwakilan sesungguhnya (B.Inggris).


"Senang berkenalan" balas Betty mengulurkan tangannya(B.Inggris).


Pria muda membalas salaman sekretaris, tapi kembali ajak Melani berbincang.


"Anda berasal dari Indonesia?" tanya pria muda(B.Inggris).


"Yes"


"Apa kamu merantau bekerja disini,atau memang dapat rekomendasi?" ingin lebih tau(B.Inggris).


"Tidak.Saya hanya tugas dadakan, karena sedang holiday" jelas Melani(B.Inggris).


"Oh, ternyata liburan. Berarti sementara" pria muda terlihat kecewa(B.Inggris).


"Permisi, boleh kami gabung dengan mereka?" tanya Melani mulai risih(B.Inggris).


Pria muda mempersilahkan mereka bergabung dengan lainnya, sambil dari jauh memperhatikan pesona Melani yang tidak biasa itu.


Sehabis jamuan makan siang,Melani dan sekretaris balik ke perusahaan Wiliam.


Sesampainya, sekretaris menyampaikan kemenangan mereka memenangkan tender besar, berkat Melani yang mengubah suasana lebih baik.


"Kamu dapat ambil bonus dan cuti kamu, bulan ini, nanti sore" wujud apresiasi Wiliam atas kinerja bawahan(B.Inggris).

__ADS_1


"Thank you Mister" sekretaris senang,dan keluar.


Sementara itu,Melani yang duduk di mini kantin kantor sedang menikmati secangkir teh dengan sepotong cake blueberry, yang pasti pembayaran di bayar oleh pemilik perusahaan.


"Ckck...Enak ya" sindir Wiliam berdiri di belakang Melani.


"Enak lah.Mau!!" sahut Melani santai.


Tangan Wiliam melambai pada pelayan kantin,dan memesan secangkir coffee latte.


"Karena kamu telah berhasil memenangkan tender besar, saya akan kasih kamu libur satu hari" ucap Wiliam, menggeser kursi dihadapan Melani.


"Libur satu hari untuk apa?" gerutu pelan Melani, mengunyah kesal cake yang masuk mulut.


"Ya buat istirahat. Kalau tidak mau,ya sudah" jawab Wiliam dengar gerutu Melani yang pelan.


"Gimana kalau aku pulang Indonesia lebih cepat saja" nego Melani , menatap.


Wiliam menggoyangkan jari telunjuk,menolak permintaan Melani yang satu ini.


Bibir Melani mengerucut runcing,aksi protesnya yang biasa ampuh hadapi sang papa di rumah.


Lihat tingkah kekanakan Melani yang merajuk, membuat Wiliam merindukan bocah peramai suasana rumah.


"Kamu mau pulang?" tanya Wiliam serius.


Melani menoleh dan angguk cepat pertanyaan Wiliam.


"Boleh saja,tapi..."


"Tapi,apa?"


"Tiga hari aja gimana?"


"Nggak.! Atau mau saya tambah!" tegas.


"Haa...Masak di tambah" keluh Melani mewek.


"Kamu gantikan Betty yang ambil cuti seminggu mulai besok. Atau jadwal kepulangan kamu terpending" ancam Wiliam.


"Mana ada orang main ancam. Seharusnya permintaan aku dapat terkabul" keluhnya dengan bibir manyun.


Jika bukan ditempat umum,wajah menggemaskan itu pasti sudah di cubit Wiliam.


"Cepat habiskan teh dan cake" titah Wiliam.


"Iya" ketus Melani, memotong cake.


Selain memberikan cuti sebagai wujud motivasi pendorong semangat bagi karyawan lain. Diam-diam Wiliam menganti apresiasinya untuk Melani dengan bentuk lain.


Dia mengajak Melani ke salon dan candle light dinner.


"Ngapain suruh aku ke salon?" ketus Melani.


"Biar kamu fress, kerutan kamu tidak tambah. Saya tidak mau dibilang siksa kamu sama orang tua kamu" sahut Wiliam narik masuk Melani untuk di relaksasi.

__ADS_1


"Mana ada kerut muka aku" memajukan dan menarik wajahnya yang masih kencang kenyal.


"Ada,ini" tunjuk Wiliam ,di garis bibir istri kecil.


"Ihh...." kesal Melani di modusin.


Wiliam menyunggingkan bibir yang senyum tipis pada tingkah gelagat istri kecilnya.


"Helo Mr Wiliam,ada yang dapat saya bantu" sapa asisten salon(B.Inggris).


"Saya ingin kalian memberikan perawatan lengkap pada dia" ucap pelan Wiliam, nunjuk Melani duduk menunggu(B.Inggris).


"Baik" asisten salon(B.Inggris).


Prokk...Prokk....


Asisten salon memanggil beberapa tenaga ahli profesional untuk menangani orang yang di bawa Wiliam.


Dari bagian pijat,sampai padicure lengkap bersiap pada posisi masing-masing, menunggu Melani siap setiap proses. Begitu juga dengan Wiliam yang sedang melakukan perawatan rutin sebulan sekali.


Wajah Melani yang terawat baik tiap hari dengan produk mahal,tidak butuh perawatan lama. Dia pun melanjutkan dengan proses pemeliharaan dan pengecatan jemari kuku.


"Anda mau dikasih gambar apa?" tanya ahli lukis cat kuku(B.Inggris).


"Polkadot" menikmati nyalon(B.Inggris).


Bentuk yang simpel, mudah dibuat dalam waktu singkat oleh ahli lukis.


Saat dilukis jari jemari tangan sampai kaki,Melani memejamkan mata yang tidak tau harus ngapain.


Sementara itu, Wiliam yang telah siap dipangkas dan pijat ,menghampiri Melani yang sudah sampai mana.


"Kamu lukis gambar bunga dessi" titah Wiliam bersuara pelan (B.Inggris).


Ahli lukis ngangguk,meski harus mengubah bentuk polkadot jadi bunga. Untungnya yang di minta tidak kedua puluh jari, hanya bagian jari kaki saja.


Dalam waktu satu jam,hasil yang diminta telah siap. Melani tanpa sadar, melanjutkan treatment pijatan dan potong rambut.


"Sudah siap?" tanya Wiliam pada asisten salon(B.Inggris).


"Sebentar lagi"(B.Inggris).


Wiliam kembali duduk menunggu sampai istri kecil siap nyalon lengkap.


"Mmm...Nyaman, lumayan hilangkan stress" Melani berdiri dengan tubuh fress.


"Sudah kan?" tanya Wiliam sambil membayar biaya perawatan lengkap mereka.


"Mmm...." dehem jutek Melani.


.


...****************...


.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2