Change Destiny

Change Destiny
Bab 38 Hancur, hancur hatiku


__ADS_3

Bab 38


.


Tamu dan Melani pun pergi, tapi pakai kendaraan masing-masing.


Selama perjalanan, Melani selalu mengumpat banyak umpatan bagi tamu.


Begitu sampai pada tempat yang sama, Melani kembali diam kaku. Membangun tembok besar Berlin sepanjang tembok China ,agar tidak perlu ada kata atau pun tatapan mata.


"Nona silahkan masuk" ucap pelayan toko.


"Hemm..." dehem malas ,amat terpaksa wajib ikut.


Sesaat kemudian, Melani keluar dari ruang ganti di paksa pelayan.


"Tuan" panggil pelayan pada pria tamu Melani.


Pria itu menoleh ke belakang,di lihatnya Melani dengan pakaian gaun putih pilihan rancangannya.


Semua lekuk tubuh,warna kulit Melani terpampang jelas dalam balutan gaun putih. Saat Melani di putar di atas piringan lantai,tampak belakang gaun yang menampilkan punggung putih mulus Melani dari leher hingga bagian pinggang ramping.


"Bagaimana Tuan?. Nona ini sungguh sangat cantik dengan gaun ini kan?" tanya pelayan akan pendapat tamu spesial.


Pria itu ngangguk dan minta pelayan untuk coba gaun lain.


"Ihh....Ribet banget sih nih orang. Kalau mau putar, coba sendiri aja sekalian pakai gaun runyam ini" gerutu Melani masuk kamar ganti.


Tidak seperti pakai baju biasa atau gaun pesta. Gaun pesta selayar tentu lebih sulit jika dipakai sendiri,wajib perlu bantuan orang agar lebih rapi dan kencang di beberapa bagian lekukan.


Setelah pakai gaun kedua,Melani di dorong keluar lagi. Dengan gaun warna merah cabe tidak terlampau kebuka bagian belakang punggung.


"Bagaimana dengan yang ini Tuan" pelayan menekan tombol putar piringan lantai.


Pria itu mengibaskan tangan tanda suka ,lalu beranjak berdiri pergi setelah dia menukar hasil coba jasnya.


"Syukurlah cepat perginya tuh orang. Bikin kesal aja lama-lama lihat mukanya" omel Melani menukar baju.


"Nona wanita paling beruntung bisa di nikahi Tuan Lee" ucap pelayan toko.


Hehe.... Melani tertawa kesal.


"Apanya beruntung,heng!!. Yang ada buntung. Kalian saja yang nikah sama tuh orang" oceh batin Melani dapat pujian gak tepat,saat bantu lepaskan gaun pengantin rumyem.


Habis ganti pakaian,Melani keluar dari butik itu. Tidak jauh dari mobil berhenti, seseorang sedang menunggu.


"Apa lagi sih maunya" marah Melani di suruh turun oleh supir si pria.


"Nona, silahkan pindah ke mobil Tuan" supir membukakan pintu.


Langkah kaki Melani kesal naik sampai ubun-ubun.


Orang yang paling dibencinya saat kembali masa lalu adalah bertemu dengan orang tidak tepat.


"Jalan" titah Wiliam pada supir saat Melani sudah duduk disampingnya.

__ADS_1


"Aku mau dibawa kemana,hum?" kesalnya bertanya.


"Ikut saja.Jangan banyak tanya" jawab dingin Wiliam.


Wajah mereka berdua saling cuek dan jutek sampai mobil tiba di tempat tujuan.


"Ayo turun" titah Wiliam pada Melani.


"Ngapain aku kemari?" tolak Melani enggan turun dari mobil,lihat sebuah kantor pemerintahan.


"Cepat!!. Waktuku tidak banyak" ketus Wiliam.


"Enggak!!" bantah Melani.


"Bawa dia keluar!!" titah Wiliam pada bodyguard yang ngikutin Wiliam dari belakang kemana pun pergi.


Melani geser duduk sampai pojokkan sudut,siapa sangka bahwa kunci pintu mobil di buka supir,dan berhasil buat bodyguard menangkap dirinya untuk keluar.


Kayak berhadapan sama anggota mafia , Melani terpaksa kembali nurut ikut masuk dalam gedung pemerintahan, karena di kawal ketat sama bodyguard.


Di dalam gedung itu sudah ada orang penting yang akan bantu urus kedatangan mereka.


"Lewat sini Tuan dan Nyonya" menunjukkan arah pada kliennya.


Melani beberapa kali coba cari celah untuk lolos diri, namun gak berhasil.


"Silahkan duduk untuk foto dulu" ucap fotografer.


Cekrekk....


Dua kali pengambilan foto selesai,lalu pindah keruang lain.


Orang tuanya sudah duduk manis di ruang lain menunggu dirinya.


"Mel,sini" ibu suri melambai bahagia.


"Apa-apaan ini Mama dan Papa kemari. Coba pikirkan, kan enaknya jam segini nyantai" oceh batin Melani kesal dan lebih kesal.


"Mel, kemari" panggil lembut Tuan Wijaya dengan wajah datar.


"Papa sama Mama ngapain kemari?" bisik Melani dengan intonasi tekan.


"Kan mau nikahkan kamu. Soalnya biar kamu bisa ikut segera suamimu ke Amerika" Tuan Wijaya nepuk pelan punggung tangan si tuan putri.


"Haaa...." mulut Melani ternganga. Bukan lubang buaya atau harimau sedang dihadapi. Melainkan lubang kematian sadis selam hidup.


Dari samping Melani tiba-tiba muncul tangan besar menutup mulut ternganganya.


"Jaga sikapmu di publik" ujar dingin Wiliam melepas tangan dari mulut gadis.


Rrrrggg......


Gigi Melani mengertak, tangannya mengepal keras.


"Tuhan. Tolong pinjamkan hambamu kekuatan super woman untuk nonjok muka pria culas arogan" monolog Melani berdoa.

__ADS_1


"Tuan ,Nyonya,saksi serta wali sudah hadir semuanya kan?" tanya wakil pengurus kantor pemerintahan.


"Sudah" jawab pengacara mewakili semua yang ada.


Tidak butuh proses lama, semua yang bersangkutan dapat langsung menandatangani kertas bersemut hitam plus gambar perangko.


"Selamat ya Tuan, Nyonya" pihak kantor pemerintahan menjabat tangan pengantin baru ,lalu lanjut ke wali dan saksi.


"Sudahkan!. Sekarang aku mau urus kerja kantor" ketus jutek Melani pada William.


Wiliam ngangguk, membiarkan istrinya itu kembali beraktivitas.


Hati Ronald sangat perih lihat gadis impian kini sudah jadi sah kakak iparnya. Mana dia hadir sebagai saksi.


Hancur.... Hancur...Hatiku....


Hancur.... Hancur....Hatiku...


(lagu ALM. Olga Syahputra,lirik lanjutan lihat di YouTube 🌝).


"Memang ada manusia adikuasa yang mau semua orang jadi budaknya. But, It's not for me. Sampai kapan pun jangan harap aku akuin sebagai suami,ckck..." sambil jalan keluar ninggalin kantor pemerintahan terus ngomel. Karena anggota mafia tidak ditugaskan mengawal dirinya keluar.(Habis manis sepah dibuang)


Kabar pernikahan resmi secara hukum tidak diketahui khalayak ramai,semua disembunyikan sampai waktu tepat untuk di ungkapkan.


Namanya sudah menikah resmi secara hukum,tapi mereka tetap masih tinggal pisah di rumah masing-masing.


Setidaknya ada hari-hari bagi Melani menghirup sedikit udara bebas dari tanggung jawabnya.


Malam hari itu Melani seperti biasanya pulang hampir larut malam. Tapi kali ini ibu suri tidak lagi duduk menunggunya pulang.


"Tuhan oh Tuhan. Hari ini terlalu sulit,sampai aku lupa janji untuk berkonsultasi sama dokter. Besok apa lagi yang akan terjadi?" lesu membuka pintu kamar, bingung mengapa lampu kamar hidup redup.


Whatt!!!!.....


Telinganya mendengar seseorang sedang tidur mendengkur di spring bed empuknya.


Bergegas cepat kakinya jalan, ingin narik selimut menutupi setengah bagian kepala tamu gak diundang.


"Mommy" tersentak bangun bocah kecil akibat tarikan selimut terlalu kencang.


"Mommy baru pulang?" tanya Josh ngucek mata penuh belekan.


"Tunggu. Aku sedang delusi" Melani mencubit tangan dan menampar pipinya.


"Mommy, jangan" Josh lompat berdiri, tangkap tangan ibu baru yang ingin nampar wajah sendiri.


"Josh janji gak nakal. Asal Mommy jangan pukul diri sendiri" ucap bocah ,mata berkaca-kaca.


Shock jatuh ,tamat riwayat hidup Melani mungkin kali ini.


.


...****************...


.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2