
Bab 150
.
"welcome Mr. Lee. Have a nice trip" penyelenggara jamuan menyapa tamu undangan spesial (Selamat datang Tuan Lee. Semoga perjalanan anda menyenangkan).
"Thank you" membalas uluran tangan.
"And she is ?" penyelenggara acara melihat wanita Asia cantik disamping Wiliam. (Dan dia adalah ?)
"My assistant"
"Oh. Nice to meet you" penyelenggara menyalami Melani.
"You're welcome" Melani balas salaman itu.
Selain bersalaman dengan penyelenggara, Wiliam juga di sapa beberapa pengusaha lain yang di undang.
Tiap pria yang menyapa, tidak luput pandangan mata mereka ke samping Wiliam. Lihat wanita Asia yang begitu muda,ikut bersama Wiliam dalam jamuan,itu jarang terjadi.
"Is she your sister? " tanya seorang pria muda .(Apakah dia adik anda?)
"No. She's my assistant" jawab dingin Wiliam (Bukan.Dia asisten saya).
Mendengar informasi yang akurat tentang status Melani,para pria memberanikan diri untuk menyapa, hingga ngajak berdansa.
Kelakuan mereka langsung buat Wiliam memandang sadis.
"Awas kalau kamu berani terima ajakkan mereka" ancam bisik Wiliam ke Melani.
"Oh" datar jawab Melani, ambil sirup dari nampan ob.
Wiliam bisa melarang Melani untuk dekat pada pria lain.Namun dirinya di kelilingi wanita cantik sexy, tidak jauh dari jarak 30 cm.
Sementara Melani duduk nikmati menu jamuan pilihan sendiri di meja makan, Wiliam sibuk berbincang dengan para tamu undangan lainnya, sambil di dampingi sekerumpun wanita.
"Coba ada Josh, pasti nggak boring" gumam Melani sambil makan dan nonton pertunjukan acara.
Lantunan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh artis, dan juga tamu penyumbang suara lah yang temani seorang Melani duduk menyendiri.
Hingga datang seseorang menghampiri dirinya yang menyendiri.
"Can I join ?" permisi seorang wanita (Boleh saya bergabung).
Melani menoleh kearah samping orang tersebut, dan persilahkan menempati kursi yang kosong kiri kanan depannya.
Wanita itu memperkenalkan dirinya, dia adalah salah satu wanita yang menaruh hati pada pria yang jadi rebutan dalam jamuan ini.
"Ternyata kamu orang Indonesia juga. Senangnya bisa berkenalan" ucap wanita yang bernama Rini Wangraja (29 tahun).
"Iya.Senang juga berkenalan dengan anda" sahut lurus Melani.
Saingan ada di depan mata, tidak dihiraukan Melani. Karena pria yang jadi rebutan wanita juga bukan orang tercinta, hanya bisa nyiksa lahir batin(dalam batinnya).
Banyak cuitan pujian dari Rini yang menatap Wiliam dari kejauhan, akan kharisma dan kehebatan Wiliam dalam bisnis.
Semua hanya di dengar sama Melani,masuk dari telinga kanan keluar kanan kembali.
"Tuan Wiliam memang calon idaman.Pasti kamu juga begitu kan?" pujinya dan mempertanyakan pendapat Melani.
"No" jawab datar Melani, seruput sirup.
"Masa tidak?. Apa ada pria lain yang melebihi Tuan Wiliam?" Rini memalingkan wajahnya agar bertatap Melani.
"Maybe" Melani mengangkat bahu dengan santai.
__ADS_1
Saat mereka saling berbincang,dua pria lebih muda dari Wiliam menghampiri Rini dan Melani.
"Will beautiful ladies dance with us ?" tanya salah seorang pria. (Maukah nona-nona cantik berdansa dengan kami ?)
"Sorry I can not" tolak Melani yang sudah diancam duluan. (Maaf,aku tidak bisa)
"Just a minute" ajak pria satu lagi (Hanya sebentar saja)
"I already have a dance partner" dalih Melani, asal nunjuk salah seorang pria lain yang menghadap mereka.(Aku sudah ada pasangan dansa)
"What a pity" (Sungguh disayangkan)
"Surely you are willing to dance with me right?" tanya seorang lagi ke Rini yang belum menjawab (Pasti nona bersedia dansa dengan saya kan?).
"Okay" jawab Rini menyetujui ajakan pria di depannya.
Tangan pria itu mengulur ke Rini, mendampingi Rini berjalan ke depan tempat lantai dansa berada.
Pria satunya lagi mencari pasangan yang bersedia dansa dengannya. Sedangkan Melani, memilih untuk intip tugas online hari itu.
Beberapa menit Melani duduk menyendiri fokus pada ponsel. Kehadiran Wiliam muncul di belakang mengintip apa yang dikerjakan saja,dia tidak sadar.
Cukup lama Wiliam berdiri mengintip apa yang jadi objek fokus istrinya, sampai panggilan video call Josh menyapa orang dibelakang Melani.
Wajah Melani begitu tegang untuk berbalik.
"Sudah berapa lama dia di belakang?. Pasti sudah tau usaha online ini" ucap batin Melani, sambil coba berbalik.
"PR kamu sudah selesai hmm?" tanya dingin Wiliam,ambil ahli ponsel Melani.
Ketika Wiliam mengawasi putranya dari jarak online, Melani duduk tegang meremas tangan gemetar ketakutan. Bahunya yang di tahan Wiliam untuk tidak kabur itulah yang buat semakin kaku tegang persis patung.
"Pulang nanti, jelaskan!" hardik Wiliam dengan suara pelan di sertakan penekanan.
"Temani saya dansa" ucap dingin Wiliam.
"I-itu?" ujung mata menunjuk ke wanita yang ada di belakang Wiliam sedang mengancam dirinya.
"Ayo" langsung narik Melani berdiri.
Sudah takut ketahuan, sekarang di tambah bumbu takut dengan singa betina yang siap menyergap dirinya, begitu keluar dari pengamanan Wiliam.
Satu putaran lagu romantis permintaan Wiliam sedang diputar untuk nemani tarian santai itu.
Tangan Melani mengalung di leher Wiliam, dan tangan Wiliam melingkar ke pinggang ramping berbentuk biola Spanyol.
"Auu ahh...Mata mereka sadis banget" ucap Melani habis dapat sengatan mematikan, dan milih menundukkan kepala di dada bidang Wiliam.
Wiliam kian merapatkan tubuh mereka, hingga Melani salah tingkah dibuat Wiliam.
"Ko, jangan terlalu dekat" ucap Melani ngintip dari celah tangan menggantung, apa ada yang lihat kedekatan mereka.
"Diam saja!" jawab jutek Wiliam menyandarkan dagu di kepala Melani.
"Kepala Koko berat,tau" ketus Melani tersiksa,mana salah tingkah.
"Ehmm"
Putaran lagu selesai, saatnya untuk berganti pasangan dansa.
Setiap wanita tengah menunggu antrian berdansa dengan Wiliam, dan begitu juga pria muda yang ngantri untuk dansa bareng Melani.
"Tuan, berdansalah dengan saya" ucap seorang wanita asal Indonesia ke Wiliam.
"No" tolak Wiliam, meninggalkan Melani yang berdiri dihimpit wanita.
__ADS_1
"Miss, will you dance with me?" tangan seorang pemuda tegap menarik Melani keluar dari lingkaran wanita (Nona, maukah berdansa dengan aku?).
"Sorry, I'm tired" dalih Melani (Maaf,aku lelah)
"Hey, you!!!. What do you say to make a William Lee want to dance with you, haa!!!" 2 wanita bule menyergap Melani tiba-tiba.(Hei,kau!!!. Apa yang kau ucapkan hingga seorang Wiliam Lee mau dansa dengan kau,haaa! )
"Nothing, if you want to dance with him, just say it right away" jawab Melani (Tidak ada, kalau mau menari sama dia,ya bilang langsung).
2 wanita mengkode isyarat wajah tertentu, untuk bawa Melani keluar dari acara perjamuan.
Melani tidak bisa melawan, karena 2 wanita bule mengancam dengan menodong garpu di kiri kanan pinggang bersamaan.
"Kalian ingin menyiksaku?. Jangan harap!!" gerutu Melani ikuti sampai ada celah bebas,maka akan bertindak.
Sampai juga mereka bertiga di ujung tempat jamuan yang gelap gulita.
Dalam situasi ini, Melani sudah tidak mungkin untuk membalas perbuatan 2 wanita penggoda suaminya.
"Don't try to touch me, if you don't want to deal with Mr. William" Melani hanya bisa ngancam dengan nama Wiliam, dalam ketakutan gelap gulita. (Jangan coba-coba menyentuh aku,jika kalian tidak ingin berurusan dengan Tuan Wiliam)
Plakk.....
Pipi mulus cantik Melani dapat tamparan dari salah seorang bule. Dia tidak percaya dengan ancaman Melani yang begitu narsis bakal diselamatkan Wiliam.
"It's better if we just tie it and throw it in the pool" saran seorang bule malas berurusan lama sama Melani.(Lebih baik kita ikat saja dan ceburkan ke dalam kolam)
Bule satunya setuju. Mereka mendorong Melani ke dalam kolam,guna tidak menampakkan wajah selama acara berlangsung.
Byurr....
Tubuh gemetar ketakutan Melani di dorong nyungsep ke dalam kolam bersuhu rendah minus 16 derajat Celcius, tanpa pikir anak orang bisa berenang atau tidak.
Pemilik tubuh sambungan yang ingin meninggalkan acara terlihat bingung, kemana orang yang dicari menghilang begitu cepat.
"Sial!!. Bisa-bisanya dia lolos dalam acara ini" umpat Wiliam hubungi Josh lacak keberadaan Melani.
Josh yang tidak ingin orang terkasih hilang,maka dia cepat lacak GPS Melani yang aktif.
"Dad, Mami masih di tempat yang sama dengan Daddy" ucap Josh bantu ngarahin kemana arah Wiliam harus mencari.
Susah untuk Wiliam dengar arahan Josh yang panik minta dia bawa pulang Melani.
"Ok,ok. Daddy akan bawa pulang Mami.Sekarang kamu tidur" Wiliam memberi titah dengan wajah kesal.
Wiliam menghampiri penyelenggara acara untuk minta bantuan pengawas acara, mencari wanita yang datang bersamanya, secara rahasia.
Seluruh pengawas berpencar mencari orang dalam foto ponsel mereka, yang dikirim melalui bluetooth.
Tiap ujung dari luar sampai dalam rumah, mereka periksa.
"How?" seorang pengawas bertanya pada temannya dari sisi lain acara.(Bagaimana?)
Satu persatu menggeleng kepala dan angkat bahu.
Keadaan Melani di dalam kolam, sudah setengah membeku berbalut ketakutan. Dia duduk memeluk lutut di pinggiran kolam, dengan tangan bebas dari ikatan longgar setelah berhasil naik ke darat.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.
__ADS_1