
Bab 162
.
Buahh.... Hahaha.....
Melani tertawa terpingkal-pingkal lihat Wiliam, dan disusul Josh setelah lihat tunjukkan tangan ibu cantik.
Bagaimana tidak ingin tertawa.Wajah Wiliam cemontengan dipenuhi noda hitam yang tidak mereka tau asalnya.
"Apa yang kalian tertawakan!" Wiliam berdiri berkacak pinggang, tidak sadar apa yang terjadi pada wajah tampan idola semua wanita.
"Sini ikut aku" ucap Melani tawa tertahan, menarik badut dadakan.
"Oh... Kamu ingin menggoda saya ?" selorohnya, ngikut.
"Idihh... Siapa pula yang mau goda" membuka pintu kamar mandi.
Aagghh....
Teriak kencang Wiliam lihat bayangan aneh muncul di cermin.
"Sssttt...Itu Koko" menutup mulut Wiliam.
"Kalian ?" menunjuk penyebab bahan tertawaan.
"Ememmm..." angguk Melani narik tisu toilet.
Tisu yang tertarik itu pelan menghapus corengan hitam di wajah tampan pacar sekaligus suami.
"Koko, cuci tangan dong" perintah lembut Melani yang bersihkan corengan.
"Kamu saja" sengaja ingin diperhatikan saat jauh dari pengacau kecil.
"Manja kayak Josh" menekan usapan.
"Asal bisa berduaan" menyunggingkan bibir.
"Dah siap" bergerak mundur.
"Masih ada" melihat cermin.
"Bersihkan sendiri,nih" memberikan tisu bersih.
"Bersihkan" memajukan wajahnya.
"Cuci muka sajalah" saran Melani.
"Nyonya Lee bantuin" mengikat pinggang Melani dengan tangan dikepal.
"Josh...." panggil Melani bersuara keras.
"Ngapain panggil dia" mencium lembut leher Melani.
Bammm.....
Orang yang diteriakin pun datang, mendorong pintu tidak terkunci, dan buat Melani terjepit tembok.
"Lihat. Josh mau kita berkuda" bisik Wiliam, dengan maksud mesum yang salah.
"Mami...." panggil Josh tidak temukan orang.
"Mami disini" sahut Melani mendorong tatapan orang pemburu dirinya.
Lihat Wiliam mendekap tubuh orang terkasih,Josh langsung narik mundur tubuh kekar yang belum tentu dapat dia geser.
"Apa?" menjulingkan mata kesal.
"Daddy kok timpa Mami?" menginterogasi.
"Nanti sudah besar pasti paham" menyeringai.
"Jangan dengarkan ucapan Daddy barusan.Lebih baik kita lanjutkan siapin BBQ kita" dalih Melani menyarankan hal positif.
Josh pun ikuti kata Melani untuk bantu siapkan makan malam mereka.
Sementara mereka sibuk dengan bahan BBQ, Wiliam membrowsing cari pengetahuan baru akan hubungan intim disaat masa datang bulan.
"Ada yang bilang boleh, dan tidak.Tidak akurat ilmu pengetahuan mereka" kesal Wiliam galau.
__ADS_1
Tring....
Notifikasi panggilan video call membuat Wiliam tambah sumpek.
"Ganggu saja" omel Wiliam geser tombol hijau.
"Hello Tuan" sapa centil seorang wanita.
"Mau apa?. Kalau tidak penting cepat tutup telepon" ketus pedas jawaban mulut Wiliam.
"Malam ini kita ke club,yuk" ajak wanita itu menarik turunkan baju depan agar Wiliam dapat lihat belahan dada menggoda.
Menggeram Wiliam dibuat wanita itu, seakan dirinya sedang diledekin tidak mendapatkan tempat salurkan hasrat hari itu.
"Mulai hari ini,saya tidak ingin melihat wajah kamu dan teman-teman murahan-mu lagi.Jadi ambil kompensasi dan jangan pernah cari saya" tegas Wiliam memberi ancaman.
"Ok,ok.Tapi Kalau Tuan butuh,kapan pun sa-...." perpisahan itu langsung ditutup Wiliam sepihak.
"Sial!!. Kurang ajar mereka" maki Wiliam meninju dinding beton kamar mandi.
Wanita-wanita yang dapat sejumlah uang kompensasi dari tarikan rekening yang masuk itu pun mencari mangsa tajir baru , pengganti Wiliam raja hutan yang telah mencampakkan mereka.
"Lu kalau punya Om tajir, jangan lupa cari gue.Gue siap dipanggil 24 jam" ucap wanita penjual sexx ke genk-nya.
"Siap...Beres" sahut teman seprofesi.
Kumpulan wanita itu berpesta minuman sambil bergoyang ikuti music putaran seorang DJ.
Jedag...Jedug....
Lampu disco berkelap kelip remang, dibalut music disco mengisi setiap ruangan.
"Lanjut Coi!!" seraya seorang wanita setengah mabuk,meliak liukkan tubuh.
Wanita lainnya bergoyang bebas dan membiarkan pria yang nyawer menyentuh bebas tiap inci tubuh mereka.
"Kamu belum diblocking kan?" tanya pria paruh baya, meremash payudara besar salah seorang wanita penghibur.
"Belum Om.Berani bayar berapa" nego sebelum deal.
"500 ribu perjam" jawab pria paruh baya.
.
Untuk memutuskan mata rantai wanita penghibur yang mengganggu dirinya beberapa tahun,maka dari itu Wiliam memblokir semua nomor wanita itu.
"Sekarang kalian tidak bisa lagi mengganggu" marahnya menghapus serentak kontak orang yang menggangu.
Dengan wajah bersih tertekan, dia menghampiri keluarga kecilnya yang mulai memanggang bahan masakan.
"Sini biar Daddy kipas" mengambil ahli mengipas masakan.
"Daddy kamu kenapa?" bisik pelan Melani, merasa aneh pada sikap Wiliam yang tiba-tiba berubah.
"Mungkin lapar" jawab pelan Josh.
Melani dan Josh lebih waspada terhadap sikap Wiliam yang berubah tanpa awan atau asap.
"Jangan banyak bicara" bisik Melani untuk hati-hati.
"Ok" mengedipkan mata paham.
Begitu juga dengan Wiliam,merasa aneh pada sikap kedua bocah yang berbisik halus, dan terlihat mulai jaga jarak darinya.
"Kenapa kalian,hengg!. Apa lihat hantu" ujar Wiliam, berhenti mengipas makanan.
Melani dan Josh ngangguk,lalu geleng-geleng kepala.
"Awas kalau kalian merencanakan hal buruk!" menatap tajam kedua bocah.
Merinding ngeri bahu ibu dan anak.Mereka pun milih untuk mengupas kulit jagung untuk dipanggang.
Tusukan sate sayur dan daging sudah matang,siap untuk dimakan sambil menunggu sate lainnya masak.
Huufff.... Huufff.... Melani meniup tusukan sate daging milik Josh, agar bisa cepat dimakan saat hangat.
"Nih, untuk kamu" dan Wiliam pun melakukan hal sama untuk wanitanya.
"Thank you,ko" kaku menerima.
__ADS_1
Lirikan mata Melani mengarah ke pria dingin yang sedang mengipas tusukan sate, ternyata tertangkap oleh Wiliam yang berbalik.
"Kemari" tegasnya memanggil.
"Aku ??" tunjuk dirinya sendiri.
"Mmm" angguk.
"Josh, doakan Daddy kamu tidak jadi angry bird bawa ketapel,ya" pamitnya pada sekutu.
"Iya, Mami" tidak berani membela dengan atmosfir tipis.
Melani berjalan pelan mendekat pria dingin sedingin udara dingin di luar villa.
"Ya" tanya ragunya masih jaga jarak aman.
"Suapin saya" perintah tegas dengan wajah dingin.
"Su-apin?" ragu dengan pendengaran.
"Mau lihat saya mati kelaparan,hmm!" ketus dengan tatapan dingin.
"Ba-ik" cepat ambil tusukan sate daging ayam.
Melani menyuapi sesuai arahan Wiliam. Daging kotak-kotak kecil dicabut dari lidi yang menancap. Setelah ditiup hingga hangat, potongan daging itu dimasukkan ke mulut pria dingin yang sedang membalikkan panggangan.
Modus Wiliam untuk lebih dekat, tepatnya menjauhkan dari sekutu, terlihat berjalan mulus.
Aksi saling memberi perhatian tidak dapat dikacaukan pengacau yang membayangkan bentuk Wiliam seperti angry bird, menaiki ketapel bersiap membidik.
"Usapkan keringat saya" perintahnya tetap dengan sikap dingin.
"Ok" mengusap keringat yang muncul dengan punggung tangannya.
Glekk....
Air liur Wiliam tersendat di kerongkongan, dirinya yang terpancing dengan belahan dada Melani,mulai merasa panas sekujur tubuh. Padahal, malam itu suhu temperatur udara 10 derajat Celcius,setara berada di ruangan ber-AC 3 buah.
"Koko kenapa?" bingung sama wajah Wiliam yang susah ditebak.
"Haus" coba mengalihkan pikiran dengan ingatan masa keadaan buruan.
"Aku ambilkan minum" pergi ambil minum.
"Daddy kenapa,Mi?" penasaran ingin tau keadaan jarak jauh
"Haus.Karena dekat bara arang" jelas Melani,nuang segelas jus jeruk.
"Kalau begitu, Mami jangan disitu lagi" tidak ingin orang terkasih merasa panas.
"Ok" mengedipkan mata, sambil jalan bawa jus jeruk.
Coba saja respon Melani cepat terhadap reaksi biologis Wiliam, mungkin dia tidak akan nekat dekatin singa buas yang haus dan lapar .
"Ini minumnya" menyuapi dengan tulus.
Tangan Wiliam tiba-tiba menyentuh bibir tipis yang dapat menghilangkan rasa dahaga.
"Koko jangan aneh-aneh" tepis Melani masih tau malu ada orang lain.
"Ini yang bisa hilangkan haus" mengusap bibir Melani.
Dan akhirnya pikiran Melani memberi signal dangerous.
Melani menyerahkan gelas isi jus, dan meninggalkan pria dingin yang berubah jadi mesum.
"Kenapa,Mi?" tanya Josh lihat Melani jalan komat kamit.
"Yuk tinggalkan Daddy-mu" ajak Melani narik masuk Josh, tanpa kasih penjelasan.
Tanpa banyak tanya pula, Josh yang pegang piring isi makan malam mereka,masuk ke dalam villa yang jauh lebih hangat.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya dalam bentuk apa pun.
__ADS_1
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.