
Bab 104
.
Wiliam keluar, setelah dia puas membuat Melani bernafas tersenggal seperti dirinya.
"Tunggu beberapa hari lagi" bisik Wiliam bernafas tersenggal, mengusap bibir Melani merona kilat.
"Wiliam Lee....!!! Aku benci kamu" jerit Melani setelah suaminya keluar dari ruang kerja.
Melani mengusap kasar bibir dan lidah pakai tisu. Bibirnya yang baru libur satu hari tidak dicumbu Wiliam, kembali harus jadi korban mangsa mesum suaminya.
Padahal, Wiliam menolak jika dicumbu wanita lain. Atau mungkin dia merupakan salah satu pria naif?. Semua itu bisa ada kemungkinan terjadi.
Memasuki ruang CEO dengan perasaan puas, buat Wiliam seakan terecharge energinya. Rasa tidak sabaran untuk segera menelusuri setiap inci lekuk tubuh istrinya semakin membuat dirinya lupa untuk menaklukkan sang istri, atau dia yang telah ditaklukkan tanpa sadar.
Usai dengan pekerjaan, Wiliam menelusuri jejaring internet. Dia banyak belajar tentang hubungan intim suami istri. Video yang ditonton juga mengajarkan banyak teknik siap untuk dipraktekkan bukan sekedar teori belaka.
"Mmm... Sepertinya saya mesti sunatan dulu" mata natap ke arah senjata berdiam diri sehabis nonton video pembelajaran.
Untung si Otong tidak bangun begitu pemilik lagi banyak nambah wawasan dalam kamar tidur,eh bukan hanya di tempat itu. Tapi juga di banyak tempat yang merekomendasikan dirinya.
Secepatnya juga Wiliam menelpon dokter yang khusus menangani sunatan, untuk buat janji operasi kecil segera dilakukan.
"Oh,sore ini bisa?. Baik,jam 2 nanti saya akan ke sana" jawab Wiliam dapat schedule operasi untuk hari itu juga.
Siang itu Wiliam sengaja kembali mengacuhkan istrinya yang lagi perang dingin.
"Begini lebih baik" gumam Wiliam masuk mobil menuju rumah sakit.
.
...Rumah sakit...
.
Aneh jika orang seumur karatan Wiliam baru ingin sunatan. Tapi yang namanya karena lagi mood dan dapat stimulasi baru, tidak salah bagi dirinya untuk mencoba.
Ruang operasi telah disiapkan perawat. Dokter bedah pun telah memakai perlengkapan. Khusus pengoperasian Wiliam, suster tidak dibenarkan oleh dirinya untuk mengintip maupun melirik senjata miliknya.
Suntikan bius lokal sudah mengebaskan area yang akan di potong, kalau bisa dicincang jika diketahui Melani.😌
Wiliam melihat cara kerja dokter memegang beberapa alat secara bergantian. Dari pisau, gunting,alat hisap, penjepit tanpa tau entah apa yang dilakukan.
"Jaga mata anda!" bentak Wiliam pada suster yang ingin menoleh ke belakangnya.
"Anda tidak boleh marah Tuan" jawab dokter.
Dokter saja terkesima melihat benda habis di operasi olehnya.
"Operasi sudah selesai, tinggal proses pemulihan" ucap dokter.
__ADS_1
"Ingat!. Saya tidak ingin seorang pun tau hari ini saya lakukan operasi" ancam Wiliam ditengah posisi habis sunatan.
"Baik Tuan" jawab suster dan dokter.
Habis operasi itu selesai, Wiliam sengaja untuk melakukan perawatan sampai keadaan senjata miliknya kering dan dapat digunakan.
Dalam hal ini Melani untung, karena tidak perlu bertatap muka dan tinggal seatap.
.
...Mansion...
.
"Sudah empat hari tidak ketemu di rumah dan kantor. Atau sudah jadi suami insaf untuk menyiksaku" memikirkan orang posesif yang paling dibencinya tidak menelepon hanya untuk mengatur.
"Baguslah kalau begini. Aku bisa up kembali, mengembalikan keadaan" semangat untuk bangkit, ketika ada setitik cahaya.
Esok harinya,...
Ini adalah hari kelima mereka tidak bertemu maupun saling mendengar suara satu sama lainnya.
Ketika bertemu Ronald, sebagai istri atau pun asisten pribadi, dirinya tidak menanyakan keberadaan musuhnya.
"Mel,siang ini kamu jemput Josh ya" titah Ronald pada Melani.
"Baik kak" ngangguk.
"Tapi...." bingung kasih izin.
"Kamu takut nggak dikasih izin?" paham maksud sang mantan dan diangguk mantan.
"Tadi saya sudah bilang, dan dibolehkan kok" lanjut jawab.
Mereka pun pergi menemui partner bisnis seperti susunan schedule sampai urusan mereka berakhir.
Sehabis dari situ, mereka berpisah arah dan tujuan.
Ronald masih harus menangani beberapa urusan di akhir minggu itu. Dan Melani pergi menjemput anak sambungnya yang sedang menunggu dirinya menjemput.
Josh sedang duduk menunggu jemputan. Dia telah mondar mandir ratusan kali kayak setrikaan,dan buat satpam sekolah bingung dengan tingkah bocah yang lain dari pada bocah lainnya.
"Kamu duduk saja. Nanti juga dijemput kok" ucap satpam menasehati Josh.
"Tidak bisa Pak. Karena saya sedang berdemo" celetuk Josh.
"Demo? Demo karena apa?" bingung penasaran.
"Sudah 1 minggu,saya tidak diizinkan ketemu Mami. Jadi jika tetap tidak dapat izin,saya akan nginap di sini" ucapnya menyuarakan isi hati dengan tegas penuh keyakinan.
"Josh, Mamaku sudah jemput. Aku pulang dulu ya" ucap teman sekelas, menunjuk wanita berpakaian seragam kerja toko berjalan terburu-buru dalam teduhnya payung.
__ADS_1
"Ya.Hati-hati" jawab Josh semakin ngiri pada temannya.
Sudah kayak orang besar saja cara komunikasi Josh pada teman seusianya. Tapi nasib mereka berbeda. Yang kaya jauh dari kata kehangatan keluarga. Yang miskin ada kehangatan tapi kurang di segi perekonomian. Yang sederhana jauh lebih tampak sempurna di mata seorang Joshep Lee.
Mobil mewah jemputan pun tiba meski telat. Supir yang menjemput saja kesusahan untuk membujuk majikan kecilnya untuk pulang. Akhirnya senjata ampuh di keluarkan oleh supir.
"Bapak nggak bohong kan?" menatap serius muka supir.
"Tentu saya tidak berani. Kalau tidak percaya, Tuan muda bisa lihat sendiri" ucap supir mengusap peluh keringat.
"Baik. Awas kalau bohong!" tegas Josh.
"Nah, kalau begitu kamu harus segera pulang. Jangan buat Mama kamu nunggu" sambung satpam membantu bujuk.
"Iya Pak. Hari ini Josh batal nginap di sini" jawab Josh, mengambil tas sekolah.
Supir tertegun dengar penuturan majikan kecil,dan satpam membalas dengan gelengan kepala dan bergedik bahu.
Maklum anak sultan, suka-suka hati aja kalau ngomong. Kalau yang dengar suka silahkan lanjutkan dengar, kalau bingung dan tidak suka, silahkan diacuhkan, tapi jangan sampai berurusan langsung dengan si sultannya langsung ya.
Josh membuka pintu mobil belakang, sosok yang amat di rindu memang benar sedang menanti dirinya.
Tidak ada yang tau bagaimana wajah ibu baru Josh yang jarang tampil meski keluar dari mobil.
"Mami....I miss you" langsung memeluk dan mencium wajah cantik ibu baru.
Nggak bapaknya, nggak anaknya sama-sama punya kebiasaan suka nyosor kayak bebek.
"Miss you too" untuk seukuran Josh,Melani bisa melembut.
"Mami, Josh ikut Mami pulang kan?. Tinggal sama Mami kan?. Terus... Tidur bareng kan?" menyerang dengan pertanyaan runtutan panjang yang hanya diangguk ibu barunya.
"Pak kita ke rumah" ucap Melani pada supir.
"Loh kok ke rumah. Josh mau ke tempat Mami sekarang tinggal" rengek Josh dengan muka
cemberut sedih.
"Maksud Mami itu ke mansion" jawab Melani.
"Oh.... Ok Mi. Pak kita ke rumah" ujar Josh kembali senang.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.
__ADS_1