
Bab 87
.
Dengan ikuti kursus kilat 3 bulan, Melani juga berlatih bicara pada cermin setiap conversation yang telah dipelajari.
"¿Hola como estas?" mengajak bayangan cermin ngomong. (Halo,apa kabar?)
"¿Bien y tú?" berbalas bayangan (Baik, bagaimana dengan anda?)
Percakapan serius itu mengundang ART yang lewat jadi penasaran. Dengan siapa pula Melani berbicara pakai bahasa asing dalam kamar.
"Kamu kok nguping?" tanya ART gemuk menepuk pundak ART kurus.
"Itu, Nyonya Melani sedang ajak orang ngomong,tapi siapa ya?" balasnya, menarik pintu kamar tamu yang renggang.
Keduanya jadi penasaran, tidak mungkin ada orang lain masuk rumah tanpa mereka ketahui.
"Mungkin lewat video call" tebak ART gemuk.
"Ya mungkin saja. Asal jangan ada orang nyelinap masuk. Bisa dipecat kita semua" jawab takut.
Untuk lebih pasti keamanan dan kenyamanan, mereka bertanya pada security yang berjaga.
Jawaban sama oleh security yang tidak lihat sosok tamu.
"Berarti memang benar sedang video call-an" ucap ART gemuk.
"Baguslah kalau begitu" masuk dan tutup pintu.
Satu kali pertemuan tidak disia-siakan Melani, karena ia ingin segera menguasai percakapan dasar.
Semua yang dipelajari,juga ia browsing dari internet.
"Lebih sukar belajar bahasa Spanyol dari pada bahasa Inggris" melemaskan otot lidah yang bengkok habis berkomat- kamit.
.
Jam makan malam, Melani dipanggil ART untuk makan.
Wajah lesunya yang ingin tidur setelah lelah seharian, harus tertahan menemani pemilik rumah untuk makan.
"Besok saya ada undangan,jadi tidak akan menemani kamu makan siang" ucap Wiliam.
"Bagus. Aku bisa bebas" seraya senang hati Melani, tapi tertahan.
"Atau kamu ingin ikut?" tanya Wiliam.
"Tidak usah Tuan. Lagian aku harus ke tempat privat" elak Melani secepat kilat.
Mata Wiliam menatap curiga, mengapa istrinya begitu senang,tapi tertutup.
"Oh ya?" tidak percaya.
Melani ngangguk cepat, karena alasan itu memang ada benarnya. Setiap Sabtu dan minggu, dirinya ke tempat privat untuk kursus bahasa Spanyol atas saran pria dingin.
"Besok kamu libur dulu. Mumpung ada banyak rekan saya dari benua Eropa, kamu temani saya pergi" ucap Wiliam ingin memastikan reaksi istrinya.
__ADS_1
"Jangan Tuan. Kalau ambil libur, berarti masa pendidikanku jadi kurang. Lagian, sudah ada asisten Geo" dalih Melani.
Kan benar, reaksi yang memang sudah ditebak. Wiliam curiga, apa istrinya itu punya akal untuk kabur saat ada celah.
Untuk menghindari kesalahan lalu, pria dingin sehabis makan menelepon guru privat bule itu.
"Apa Melani besok bisa belajar pagi hari?" tanya Wiliam pada guru privat (B.Inggris).
"Jika Tuan ada keperluan mendesak,akan saya usahakan" jawab guru privat (B.Inggris).
"Iya,kami ada pertemuan siang besok. Jadi izinkan Melani kali ini masuk pagi" ucap Wiliam (B.Inggris).
"Baiklah Tuan" setuju guru privat (B.Inggris).
Usai bertelepon,guru privat menelepon Melani memberikan perubahan jam jadwalnya besok yang diminta Wiliam.
"Thank you" lesu jawab Melani. Merasa kok kebetulan diantara ketidak mungkinan.
"Ya, aku besok cari alasan apa biar nggak ikut ya?" berputar otak cari alasan.
Mengingat ada senjata tameng , Melani tersenyum licik. Kemudian bersiap tidur masuk mimpi,sambil recharge energi.
.
Pagi hari sesuai perubahan jadwal,Melani sehabis sarapan pergi ke tempat kursus dengan dikawal dua bodyguard berjaga jauh.
Jam pembelajaran yang berdurasi 2 jam tidak terasa sudah selesai.
"Gracias" ucap Melani pada guru privat (Terima kasih).
"Te veo la proxima semana" jawab guru privat (sampai ketemu minggu depan).
"Pak,kita kok lawan arah?" tanya Melani.
"Tuan, minta saya bawa Nyonya kesuatu tempat" jawab supir ikuti perintah.
Merasa dikibuli, Melani menelpon orang bersangkutan minta penjelasan.
"Halo, Tuan. Aku mau di bawa kemana?" tanya Melani bernada ketus.
"Kamu ikutin saja" jawab Wiliam,lalu matikan percakapan sepihak.
"Di tanya,kok gak jawab" kesal Melani , memasukkan ponselnya dalam tas.
Wajah manyun itu duduk sambil komat-kamit tidak jelas.Yang pasti sedang ngumpat. Lalu teringat untuk menelpon senjata tameng yang pasti siap untuk menolong dirinya.
"Halo,Josh" sapa lembut Melani.
"Mami....Mami kok pergi tidak bilang Josh" marah bocah dengan suara cempreng ngerocos.
"Maafkan Mami,tapi jujur saja itu bukan keinginan Mami,tapi Daddy-mu" jawab Melani dengan suara minta dikasihani.
"Ihh.... Daddy kok jahat!. Terus, kapan Mami pulang ke rumah?"
"Nggak tau Josh. Ini saja,Mami diam-diam teleponan. Kalau ketahuan, Mami pasti dihukum. Padahal,Mami masih mau ngobrol" adunya pada senjata andalan, dengan suara ibah.
"Ok Mami. Sekarang Josh telepon Daddy dulu, ya" termakan umpan.
__ADS_1
Melani menutup percakapan dengan senyum jahat sambil nunggu hasil mujarab.
Saat sampai mobil ditempat tujuan, ponsel kembali berdering.
"Halo Josh" sapa Melani berpura-pura sedih.
"Mami jangan sedih. Josh tadi sudah tanya Daddy. Kata Daddy hanya mau ajak Mami keluar sebentar. Daddy bilang, kita video call-an pagi nanti saja. Sekarang Josh lanjut tidur dulu ya,Mi" bujuk bocah termakan umpan penguasa.
"Hikss...Hikss..Iya" jawab Melani jadi nangis benaran, karena senjata tidak selamanya bisa berguna.
Mau tidak mau, kakinya harus keluar dari mobil. Beberapa orang berdiri menyambut dirinya,lalu melakukan permak express sesuai permintaan penguasa.
Dalam waktu tiga puluh menit,Melani sudah siap dipermak, siap pula hadiri jamuan bersama Wiliam dengan pakaian formal namun santai.
Mobil kembali melaju, menjemput Wiliam yang tengah menunggu. Dalam balutan style rapi, rambut juga rapi, Wiliam memasuki mobil yang menjemput.
Tatapan dingin kedua orang yang duduk bersebelahan di belakang, menakuti supir yang mengemudi. Seakan terjadi badai hujan salju dalam mobil itu.
.
Sebagai asisten pribadi, Melani berjalan sejajar dengan asisten pria mengikuti jejak Wiliam.
Saat orang bersalaman dengan Wiliam, ada juga orang usil ingin berkenalan dengan istrinya. Dengan sigap dan tangkas, asisten pria menepis tangan para pria yang mengulur pada Melani yang nota bene wanita big bos.
Lihat kemampuan asisten pria dalam menjaga Melani, Wiliam amat merasa puas. Selain dapat menyimpan identitas status ,juga bisa melindungi tanpa diperintah.
"Thank you" ucap Melani pada asisten pria.
"No problem.Please" mempersilahkan Melani jalan di depannya.
Matahari mulai berada di puncak menyinari belahan benua ini. Hidangan yang sudah tersajikan siap untuk disantap oleh tamu kapan saja.
Sementara Wiliam sedang asik ngobrol dengan pengusaha lain,Melani dan asisten pria mencicipi beberapa hidangan.
Sambil mengawas dari kejauhan, asisten pria juga terus melindungi istri big bos yang jadi incaran pria hidung belang.
"Mr, sebaiknya aku tunggu di mobil saja" ucap Melani serba salah,dan menyulitkan asisten tampan itu bertindak (B.Inggris).
"Akan saya bilang ke Tuan" jawab asisten pria.
Asisten itu meminta Melani untuk menunggu selagi dia minta izin.
Memang dengan status rahasia begitu, pasti Melani bakal jadi banyak incaran kaum Adam. Penampilan yang masih fress, cekatan saat berdialog, inner beauty yang menggoda, semua itu merupakan kegemaran pria hidung belang untuk melalang buana.
Setelah dapat izin, asisten pria mengantar Melani untuk menunggu mereka di dalam mobil.
Sia-sia saja hasil permak express jika hanya menunggu dalam mobil.
"Mendingan aku main game sajalah" monolog Melani hilangkan bosan menunggu sampai kapan baru kelar.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
__ADS_1
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.