Change Destiny

Change Destiny
Bab 63 Duka cita


__ADS_3

Bab 63


.


Berbekal informasi dari pengusaha berdarah dingin, sekelompok orang yang bersiap menjemput kedatangan wanita yang dimaksud esok harinya telah berjaga di sekitaran bandara, yang akan akan tiba beberapa belasan jam lagi.


Belum sempat melihat sosok wanita dimaksud, sebuah kabar menggemparkan dunia penerbangan dari Amerika menuju Indonesia, dikabarkan pesawat tersebut mengalami lose contact di segitiga bermuda. Yang konon katanya, setiap penerbangan yang melintasi area tersebut akan terserap medan magnet gravitasi di laut tersebut, tanpa jejak bakal ditemukan.


Berita akan menghilangnya pesawat yang dinaiki, membuat pengusaha berdarah dingin panik ,dan meminta tim penyelamat dan kru pesawat memberi penjelasan secepatnya.


Hal tersebut juga tidak disembunyikan Wiliam pada keluarga istri kecilnya. Pihak keluarga sangat amat shock terpukul akan berita yang tersampaikan,terutama Nyonya Wijaya yang pingsan sebelum penjelasan usai.


Siang itu juga Wiliam bertolak dari Amerika menuju Indonesia dengan pesawat pribadi. Jika sudah pesawat menghilangkan di area mistik, maka setitik harapan menemukan bangkai mayat atau bahkan puing pesawat,jangan harap bisa didapatkan.


Biasanya Wiliam yang dingin dan selalu acuh dengan masalah orang lain, terlihat duduk gusar dalam kabinnya.


.


Sementara di Indonesia dari pihak keluarganya sendiri,juga terpukul dengan kepergian Melani. Pengantin baru yang masih harum penuh semerbak cinta dan harmonisasi,kini telah berpisah untuk selamanya.


Untuk kedua kalinya, pengusaha berdarah dingin tampan menyandang status duda dalam waktu teramat singkat dalam pernikahan mereka.


Upacara pelepasan pun dipersiapkan oleh pihak keluarga Wiliam. Sambil menunggu keputusan Wiliam, orang tua Melani tidak kuasa melihat upacara pelepasan yang akan mereka adakan, setelah suami dari korban tiba untuk melepaskan.


"Grandma,Mami jahat. Mami tinggalkan Josh" rengek bocah saat tau kabar duka meliputi rumah mereka.


"Josh ,kamu jangan begini. Kita harus melepaskan dengan ikhlas, biar Mami kamu tenang di surga" bujuk ibu tua, sembari usap air mata sendiri,harus menenangkan rengekan bocah.


"Nggak!!. Josh mau Mami pulang temani Josh" suara bocah melengking tak terkendali.


Ronald yang mendengar suara lengkingan tersebut juga ikut hancur, mantan gadis impian kini jadi mantan kakak ipar dalam keadaan tidur abadinya.


Tidak bisa dipungkiri bahwa hatinya jauh lebih sakit, harus mengantar mantan gadis impian tidur abadi tanpa melihat jenazah,dari pada melihat pesta pernikahan menjadi kakak iparnya beberapa minggu lalu.


"Coba saja ada dia menjadi istri ku, mungkin musibah ini tidak akan terjadi" rutuk sedih Ronald, menghapus kasar wajah tampan itu.


Rumah mereka yang dihias kain bela sungkawa hitam putih di setiap sudut ,telah usai terpasang. Bunga lili yang membingkai foto wajah cantik muda, juga telah terpampang menghadap pintu utama, menyambut tamu pelayat yang hanya dikhususkan bagi keluarga.


Di sisi benua lain, Agung yang dapat berita kepergian adik tercinta masih belum percaya akan berita tersebut. Meski membawa tiket kepulangan mendadak beserta keluarga kecilnya,ia juga mencari informasi terkait keabsahan hilangnya pesawat di area segitiga bermuda.

__ADS_1


"Beb, tenangkan dirimu. Jangan gegabah" ucap istri bule mengelus punggung penuh kegusaran (B.Inggris).


"Tidak bisa. Dia adik-ku satu-satunya" suara Agung berat dengan emosi tertahan (B.Inggris).


"Aku mengerti.Tapi kita juga harus rela melepaskan dia" bujuk istri bule, memeluk Agung yang kalut sedih (B.Inggris).


Seusai berkemas istri bule Agung, keluarga kecilnya menuju airport.


Di tempat lainnya pula, Wiliam berusaha tenang setelah beberapa jam duduk gusar. Ia tidak ingin kelihatan panik saat berhadapan dengan tamu pelayat setibanya nanti.


Dengan penerbangan lebih 12 jam, akhirnya pesawat pribadi membawa Wiliam tiba. Langkah kakinya tampak tenang meninggalkan landasan pesawat, hingga tiba di rumah.


"Wiliam,kami turut berdukacita atas meninggalnya istri kamu" ucap wanita tua dari pihak keluarga ibunya.


"Iya.Semoga kamu dan Josh diberi ketabahan" pria tua menepuk pundak pria dingin itu.


Tidak ada satu kata jawaban keluar dari mulutnya. Seakan semua terkunci tidak ingin ada yang disampaikan waktu itu.


Foto istri dengan hiasan bunga lili dan dua lilin putih besar menyedihkan hati dalam kebisuan.


Hanya bisa sesekali memandang lekat foto wanita cantik, tanpa melihat jasad tubuh untuk terakhir kali pertemuan mereka.


Langkah kaki kecil berlari kencang menuruni anak tangga begitu tau sang Daddy sudah pulang.


Bukannya memberi pelukan hangat, bocah itu berulah memukuli tubuh kekar sang Daddy membabi-buta dihadapan tamu keluarga, sebagai aksi tidak terima kepergian Melani.


"Josh!!" bentak Wiliam bersuara tinggi.


Hanya dengan sekali bentakan singkat, bocah itu berhenti memukuli dirinya. Air mata yang dari tadi dibendung dalam hati pun keluar membasahi pipinya yang merah marah.


"Daddy jahat..!!." marah Josh, berlari membelakangi semua orang menuju kamar tamu yang pernah beberapa jam di tiduri ibu barunya.


Bammm...


Suara bantingan pintu terdengar oleh semua tamu.


"Kasihan anak itu.Baru saja dapat Mama baru ,eh kembali jadi anak piatu" ucap wanita tua duduk dengan wajah mengasihani.


"Benar. Padahal sedang bahagia-bahagianya,harus nangis mengantar kepergian" sahut wanita yang duduk disebelah.

__ADS_1


Pihak keluarga almarhumah memaklumi tiap perkataan dari tamu keluarga mereka.Tidak bisa memungkiri kenyataan yang sedang terjadi dan dialami saat ini.


"Bibi besan,saya mau istirahat dulu" ucap nenek menepuk punggung tangan ibu tua,tidak sanggup meratapi foto cucu menantu.


"Baik. Saya antar ke kamar" ibu tua memapah berdiri nenek masuk kamar.


Sementara itu, Ronald mendampingi sang kakak berdiri menyambut pelayat yang datang dari pihak keluarga mereka maupun keluarga mendiang.


Hanya baru beberapa saja pelayat dari pihak keluarga Melani yang datang memberi penghormatan terakhir, tak kuasa air mata mereka memandang foto cantik yang tidak bisa mereka lihat secara nyata.


Hikss... Hikss.....


Sambil memberi kata-kata perpisahan,air mata bercampur lelehan ingus keluar bersama.


"Tenanglah engkau tidur di surga. Suatu hari nanti kita akan bertemu di tempat yang sama pula" ucap sesenggukan sepupuh Melani mengelus wajah di foto.


"Kak Melani, kalau rindu jangan lupa datang ke mimpi Fitri,ya" sambung Fitri kecil, membungkuk hormat.


Tidak sanggup melepaskan kepergian, sejajaran sepupunya menyanyikan lagu-lagu pujian doa dan lagu dikala kebersamaan mereka.


Lagu yang berirama memiluhkan hati bukan hanya membanjiri hati keluarga Melani,tapi semua pelayat yang tersentuh dengan pujian tersebut.


Lengkap sudah wajah duka mengantar kepergian Melani tanpa memandang wajah aslinya terakhir kali. Tanpa mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir juga.


Esok harinya, Agung yang begitu tiba di Indonesia dengan keluarga kecilnya, bersama kedua dua orang tuanya melayat ke rumah Wiliam.


Isak tangis Nyonya Wijaya sudah terdengar ketika pintu mobil terbuka. Di tambah dengan sambutan foto Melani menghadap pintu utama yang terbuka.


Semakin histeris tangis Nyonya Wijaya,sangat amat tidak merelakan kepergian putrinya tanpa ada jejak bangkai mayat untuk dipeluk.


"Ma, sabar. Kalau Mama begini, Melani tidak akan tenang di surga" bujuk Agung, memapah Nyonya Wijaya menjauh dari bingkai foto.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2