Change Destiny

Change Destiny
86 Potong gaji


__ADS_3

Bab 86


.


Hasil keputusan menunjuk pihak perusahaan William sebagai vendor baru kali ini.


Melani terkagum-kagum cara suaminya itu dapat memenangkan projek yang sulit diduga. Sebagai pembelajaran baru baginya pula dalam dunia bisnis.


Sepak terjang Wiliam yang menggema puluhan tahun mendatang, memang patut diacungi pakai jempol kaki juga.


"Kamu jika jalani bisnis harus punya power menghipnotis pikiran mereka" bisik Wiliam, menyerahkan kontrak kerja sama.


"Oh, begitu rupanya. Pantas saja di juluki 'Asian murder businessman'" gumam halus Melani manggut-manggut.


"Apa kata kamu?" menoleh kesamping.


"Apa?.Yang mana?" pura-pura tidak bilang apa pun.


"Awas kalau kamu berani membantah perintah saya. Siap-siap terima hukuman" ancam Wiliam berwajah sinis.


"Ok.Paham" jawab nunduk, ikuti jejak pria dingin.


Sebagai bentuk wujud kesuksesan, Wiliam memberikan semua karyawan gaji tambahan. Khusus untuk Melani, diberi bonus voucher shopping.


"Aku ganti dengan yang lain boleh nggak?" ragu tanya.


"Apa?" menatap sejajar.


"Bonus voucher, diganti izinkan aku pulang ke rumah Papa, minggu ini" pinta ragu.


"Tidak bisa.Ingat tugas kamu sebagai asisten pribadi 24 jam yang siap kapan saya panggil!" tegasnya.


Kan pasti tidak punya kesempatan pulang ke rumah home sweet home. Meski sudah coba tetap tidak dapat izin.


Muka lesunya keluar dari ruang CEO, orang yang lihat pun jadi berprasangka buruk.


"Pasti habis dimarahin Tuan. Makanya, jangan suka cari perhatian, mentang-mentang berhasil buat satu karya, lalu sombong" cibir wanita tim kreatif.


"Ckck.... Sadar woi!!. Kacaan kalau perlu" sambung cibir wanita lain.


"Sabar Mel.Ingat!!, kamu ini busines woman. Hanya karena hinaan orang rendahan,masa langsung jatuh. Ini bukan dirimu banget!" bisik hati.


"Maaf, aku ada urusan lain" Melani jalan menyenggol kasar lengan yang menghalanginya.


"Cihh....!! Anak baru banyak belagu!. Lihat saja, dalam satu bulan,kami pastikan kau keluar!" ujar marah wanita tim kreatif.


"Bu Dewi,anda dipanggil Tuan" ucap sekretaris.


Dengan langkah gontai dan merapikan penampilanya, wanita itu menuju ruangan CEO .


"Anda memanggil saya, Tuan?" tanya wanita itu, dengan senyum memikat.


"Kamu lanjutkan tangani proyek ini. Dan harus selesai sebelum jatuh tempo" perintah dingin Wiliam.


"Baik, Tuan" jawabnya dengan senang hati.


Wiliam ngibaskan tangan mengusir wanita itu setelah memberi tugas.


"Kan apa gue bilang,pasti Tuan lebih senang dengan hasil kerja gue, dari pada asisten sok cantik itu" ujar sombong Dewi pada sekretaris.


"Bakal tidak lama dia di sini" sahut sekretaris yang juga tidak suka sama Melani.

__ADS_1


Persekongkolan antara penggemar CEO dan wakil CEO tampan mereka pun terbentuk, dalam persaingan ketat.


Siapa yang tidak ingin memiliki diantara salah satu abang beradik tampan yang penuh pesona meski bertampang jutek,arogan, galak .


Strategi segera mereka rencanakan,dari menunjukkan personnality yang lebih dari pada hari biasa. Jika berhasil menjadi wanita salah satu dari mereka,maka hasil kerja keras tidak akan percuma.


.


Seminggu berlalu cepat untuk mengejar cinta dua pria tertampan. Namun strategi mereka semakin buat dua pria menjauh.


Bagi yang ingin memasuki lubuk hati CEO sudah harus menunda dalam waktu tidak pasti.Yang ingin masuk lubuk hati wakil CEO masih punya kesempatan.


Siang itu, Wiliam memutuskan bertolak pergi ke Amerika untuk menyelesaikan pekerjaan di sana.


"Mana paspor kamu" Wiliam menadah tangan.


"Di rumah anda" jawab Melani.


"Pulang nanti segera berkemas" titah singkat.


"Aku boleh pulang,ya?" berharap.


Wiliam menyunggingkan bibir kecutnya, mengapa bisa punya istri bodoh banget.


Sesampainya mereka di rumah, Melani mengemasi pakaiannya dalam koper, terus berpamitan untuk pulang ke rumah orang tua.


Kedua wanita tua jadi bingung. Selama seminggu ini tidak ada perselisihan antara dua pasangan baru,lalu kenapa harus memulangkan menantu mereka ke rumah orang tuanya?.


"Wil,kamu serius mau pulangkan istri kamu ke rumah orang tuanya?" tanya cemas nenek.


"Siapa bilang. Justru dia harus ikuti kemanapun saya pergi" jawab Wiliam melihat wajah istri berubah murung.


"Kalau begitu kamu jaga Melani baik-baik, jangan buat dia stress" nasehat ibu tua.


"Omah titip Wiliam untuk kamu urus, ya Mel" nenek mengelus tangan cucu menantu.


Buliran air mata mulai tumpah membasahi wajah cantik Melani, yang gagal pulang rumah.


"Jangan sedih. Nanti setelah sampai bisa video call" ibu tua mengusap air mata menantu tersayang.


"Aku bukan sedih karena ini. Aku mau pulang" ujar batin Melani ingin jujur,tapi tertahan.


"Bi, Omah kami harus pergi sekarang" lihat jam tangan.


Dia tidak ingin kepergian mereka tertahan oleh satu orang lagi penguntit kecil, yang susah dibujuk.


Supir menarik masuk koper bawaan Melani,lalu menuju landasan pesawat pribadi.


"Kenapa kita pergi tiba-tiba?. Lagian di sana sudah ada asisten anda" tanya Melani menahan kesedihannya.


"Siapa atasan kamu,hmm?. Saya mau pakai dua asisten sekaligus juga tidak merugikan gaji kamu kan?" balas tanya.


Pertanyaan berbalas pertanyaan, inilah pemikiran orang yang lebih pintar dan memiliki kekuasaan.


Dalam pesawat, Melani duduk diam. Saat ngantuk tiba,dia menekan tombol geser kursi untuk membentuk kursi lebih nyaman untuk di tiduri.


Tidak ada perasaan naik pesawat pribadi, karena sama halnya naik kelas VIP. Hanya yang beda jumlah penumpang dalam kabin.


Perjalanan yang banyak makan waktu itu, tidak banyak mengubah kesedihan Melani. Keinginan untuk pulang satu hari saja pun tidak diizinkan, semenjak jadi asisten pribadi.


.

__ADS_1


Puluhan jam kemudian...


Setiba di benua Amerika,mobil hitam mewah menjemput mereka.


"Welcome,Sir" ucap pria berpakaian serba hitam.


"Kita langsung ke tempat meeting" titah Wiliam (B.Inggris).


"Baik,Sir" (B.Inggris).


Mobil langsung menuju tempat tujuan. Dengan penjelasan pria yang nyetir, Wiliam jadi paham.


"Kamu bisa bahasa Spanyol?" tanya Wiliam pada istri sekaligus asisten.


"Tidak" menggeleng.


"Kamu gimana sih. Pulang dari rapat, saya kursuskan" ujar Wiliam.


Belajar bahasa Spanyol di usia belia lebih baik, karena tidak akan kaku berbicara saat mulai bisa. Untuk hal satu ini Melani tidak menolak, karena mungkin suatu saat masa mendatang akan bermanfaat.


Saat rapat untuk mendengarkan pembahasan, Melani memakai alat bantu penerjemahan di telinga.


Alangkah baiknya jika bisa langsung berbaur. Tapi jangan khawatir, dengan tingkat kepintaran dalam belajar bahasa baru, Melani hanya perlu waktu 3 bulan belajar.


Sesuai janji, Wiliam meminta pada asisten pria untuk mencari tempat kursus bahasa Spanyol bagi istrinya.


"Kamu pilih waktu sabtu dan minggu" ujar Wiliam.


"Iya" kesal jawab.


Melani mencentang kolom jadwal yang bisa ia ikuti. Kelas express yang dipilih pun akan segera di mulai esok hari.


"Ingat!. Kursus ini akan saya potong dari gaji kamu" ucap dingin Wiliam.


"Haaa..... Masa potong gaji" menganga tidak percaya, suaminya tega begitu.


"Kalau tidak mau potong gaji juga bisa. Asal kerja lebih keras" berjalan ninggalin istrinya yang senewot dibuatnya.


Sama saja jadinya, yang untung Wiliam.Dan yang rugi melulu Melani.


.


...Rumah...


.


Wajah senewot Melani memasuki kamar tamunya. ART yang bisa bertemu kembali dengan dia tampak bahagia.


"Kalian lebih awasi Nyonya. Jangan terjadi kesalahan yang sama" hardik Wiliam dengan ancaman serius pada ART rumah.


"Baik Tuan" serentak jawab ketakutan.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.

__ADS_1


__ADS_2