
Bab 54
.
Selain mencoba dress pilihan Mrs Heni, Melani juga coba pilihan Wiliam dress berlengan pendek menampilkan pundak yang mulus.
Warna apa pun yang dipakainya sangat kontras dengan warna kulit putih mulus itu. Ukuran pilihan Wiliam juga pas badan,dan sama-sama menonjolkan bagian sisi atas tubuh yang jadi expose. Bukan niat Wiliam memilih dress itu dipakai dalam acara amal bazar.
"Kok,pada milih yang pas badan ?.Apa mereka sengaja ingin memperolok diri ku?" Melani yang bercermin melihat sisi yang terexpose,lalu menyilang tangan tutupi bagian itu.
Pikiran negatif Melani menjadi kurang percaya diri.Meski tau sisi kelebihan jadi incaran kaum Adam ,bukan berarti harus sering di pertontonkan khalayak ramai.
"Permisi Nona. Bisa carikan selendang atau tank top yang senada?" tanya Melani pada pramuniaga yang berdiri di depan kamar ganti (B.Inggris).
"Bukannya ini sudah bagus?" jawab pramuniaga (B.Inggris).
"Ada apa?" tanya Mrs Heni menghampiri (B.Inggris).
Pramuniaga memberitahukan apa yang dikatakan Melani padanya tadi. Sontak Mrs Heni tertawa geli ,dan mengerti budaya tradisi Indonesia yang masih menjunjung kesopan santunan.
"Kamu ambilkan kain warna senada" Mrs Heni memerintahkan karyawannya ,dan menggeleng kepala (B.Inggris).
Dengan sedikit sentuhan kain penutup ,Melani keluar dari ruang ganti.
"Wanita anda masih polos" bisik Mrs Heni pada Wiliam tahan tertawa gelinya (B.Inggris).
Wiliam memandang wanita termaksud dengan pandangan jernih tanpa modus.
"Berapa semuanya?" tanya Wiliam menoleh kearah Mrs Heni, setelah selentingan melirik penampilan Melani (B.Inggris).
"Seribu dolar saja" mengedipkan mata pada Wiliam untuk mengombal cewek bawaannya (B.Inggris).
Wajah Wiliam berubah dari dingin santai jadi jutek.Dan keluar segera dari tempat itu.
"Sering-seringlah kemari" Mrs Heni melambaikan tangan mengantar tamu khusus keluar (B.Inggris).
Dalam mobil pikiran William berubah.Dia ingin membatalkan kepergian istri kecilnya bersama orang kepercayaan.
"Saya tidak mungkin biarkan dia pergi ketempat itu dengan Geo.Jika terjadi hal lain,maka akan menambah repot" bimbang hati Wiliam.
"Tuan,besok apa pertemuan dengan konsultan Mr Wakanabe perlu saya temani?" tanya pria tegap melajukan mobil dengan kecepatan stabil (B.Inggris).
"Sebaiknya,kamu saja yang pergi.Urusan bazar amal, akan saya pertimbangkan kembali" sahut Wiliam (B.Inggris).
"Baik.Saya mengerti" (B.Inggris).
Hari sudah gelap saat mobil tiba di rumah gedongan. Wajah capek Melani langsung menuju kamar tamunya untuk mandi, sebelum makan malam.
"Enaknya langsung tiduran" Melani membasuh badan dengan busa .
Sambil menggosok area lipatan tangan kaki leher dagu, Melani menikmati pula aromaterapi lilin pengharum di sudut kamar mandi.
__ADS_1
Guna lilin pengharum terpasang adalah ,jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik maka ia tidak akan histeris menjerit ketakutan.
Habis mandi, lilin itupun dipadamkan.Dengan pakaian kaos santai leher V-neck dan rambut lurus terurai,ia duduk di samping Wiliam berkelang satu kursi.
"Kamu,besok pagi akan di antar supir ke salon terlebih dahulu" ucapnya sambil ngunyah makanan yang masuk mulut .
"Baik"
"Jangan sampai telat ke salon juga" Wiliam ngingetin.
"Siap"
Seakan ucapan Wiliam terdengar seperti orang posesif,yang takut benda miliknya direbut orang lain .
.
Esok hari,sehabis supir mengantar Wiliam ke kantor. Supir kembali menjemput Melani yang akan ke salon untuk dipermak ketok magic.
Acara untuk siang,namun harus dari pagi melakukan permak ketok magic. Karena Wiliam tau berapa lama seorang cewek untuk didandani sampai selesai.
Sementara Melani melakukan permak ketok magic,Wiliam memfokuskan pada pekerjaan kantor.
"Bety,masuk keruangan saya sekarang" memanggil panggilan pada sekretaris yang di luar (B.Inggris).
Tok...tok....
"Masuk" (B.Inggris).
"Anda memanggil saya ?" berdiri lurus tegak (B.Inggris).
"Baik , Tuan" mengambil laporan,dan keluar (B.Inggris).
Jam sudah menunjukkan pukul 10.45. Wiliam mengambil jas dan berjalan cepat keluar dari gedung besar.
Tak lupa ia menelpon supir, menanyakan titik keberadaan mereka.
"Dasar wanita,kalau tidak 3 jam berdandan tidak selesai" gerutu Wiliam harus menunggu supir menjemput.
Seorang CEO tampan harus menunggu demi seorang cewek?. Tidak seperti biasanya, dirinya yang ditunggu para cewek sexy cantik bahenol.
Selang beberapa menit,mobil jemputan datang. Orang yang duduk dibelakang kemudi sudah beda penampilan, aroma parfum rose lembut menyeruak saat pintu mobil di buka.
"Loh, bukannya sama ...." ucap Melani terhenti oleh jari telunjuk Wiliam menutup bibir berwarna merah delima .
"Jalan" titah Wiliam pada supir.
"Baik.Tuan" supir memutar stir kemudi dan injak pedal gas .
Amat jauh memukau penampilan Melani dengan pakaian pilihan Wiliam.Bahkan lebih menggoda dibandingkan memakai pakaian pengantin. Mungkin suasana hati juga mempengaruhi penampilan dia.
Bibir merah delima Melani buat saliva Wiliam susah di telan. "Sadar Wiliam, semua wanita sama" mendoktrin pikiran.
__ADS_1
Tidak lama mobil sampai pada sebuah gedung, tempat para seniman sering mempertunjukkan maha karya mereka.
"Tuan,kita sudah sampai" ucap supir.
Sebelum turun, Wiliam merapikan penampilanya terlebih dahulu. Sedangkan tangan Melani sudah pegang hold pintu untuk keluar.
"Kamu jangan keluar dulu" Wiliam hentikan Melani dorong pintu.
"Oh" kembali duduk manis, berfikir bahwa tidak jadi masuk.
Wiliam turun, membukakan pintu untuk Melani.
"Eh,jadi turun ya?" tanya pelan Melani keluar.
"Taruh di sini tangan kamu" titah Wiliam dengan tangan menyikut.
"Kayak mereka ,ya?" tanya geli Melani, lihat tamu lain bawa pasangan.
"Cepat!" suara Wiliam menekan kesal.
Tangan Melani segera masuk menggantung pada lekukan sikut lengan Wiliam.
Cekrekkk....
Dari kejauhan paparazi pencari kabar berita mengambil foto terbaik mereka, untuk dijadikan topik.
"Kamu kenapa,hum?" tanya Wiliam,lihat Melani berjalan kikuk menutupi wajah pakai dompet.
"Tadi kita habis di foto. Aku tidak mau jadi bahan gosip berjalan dengan anda" jawab jujur Melani ,coba lepaskan tangan yang sudah menggantung di sikut lengan Wiliam.
Biasanya Wiliam yang tidak ingin dijadikan bahan gosip paparazi saat pergi dengan wanita lain.Ini dia dapat merasakan bagaimana berada pada posisi para wanita sexy, yang berjalan dengan pede.
"Kamu gak usah ge'er " lanjut jalan tidak peduli.
"Hello Mr Lee" sapa seseorang dari samping (B.Inggris).
"Hello,apa kabar" balas Wiliam bersalaman (B.Inggris).
"Baik. Ini pacar anda ya?" orang itu bertanya dengan mata jelalatan (B.Inggris).
"Tuh kan !. Gosip dech.." celetuk Melani dengan senyum kecut kesal.
"Bukan,tapi saudari saya" dalih Wiliam, dengar celetuk pelan Melani (B.Inggris).
Apa jadinya jika status hukum mereka diketahui publik?. Sampai kapan pula status harus tertutup?.
.
...****************...
.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.