
Bab 106
.
Masih tidak ikhlas rela hati Ronald melepaskan sang mantan. Bahkan sekedar lirik saat abang tidak ada duduk menikmati makan malam bersama.
"Tau begini rasa sakit hati. Sudah saya bawa kamu lari duluan" rutuk sesal batin, makan dengan lesuh.
Habis makan, Melani pun berpamitan pulang ke mansion tempat dirinya jadi tawanan berjalan.
Kali ini,ibu tua melarang Ronald mengantar sang mantan pulang. Dia tidak ingin kesalahan kecil membuat hubungan persaudaraan jadi hancur berantakan.
"Kamu nggak marah kan, Mel?" sungkan telah membiarkan mantunya pulang naik taxi online.
"Nggak kok,Bi" balas dengan senyum.
"Josh, kamu nginap tempat Mami jangan nakal ya" nasehat ibu tua, mengusap rambut si bocah.
"Ok, Grandma" memakai tas punggung berisi mainan,buku pelajaran,seragam dan tambahan beberapa potong stel baju.
"Besok sore, uncle jemput" sambung Ronald.
"Uncle... Kemari" Josh menarik paman tampan menjauh dari yang lain.
"Ada apa Josh?" mensejajarkan pandangan.
"Uncle,bisa bantu Josh bilang ke Daddy gak?" serius.
"Bilang apa?" dibuat penasaran.
"Bilang,izinkan Josh tinggal sama Mami. Kasian Mami tinggal sendiri di rumah. Kalau ada penjahat,kan Josh bisa pukul tuh penjahat" bersikap dewasa di umurnya yang terbilang masih butuh perlindungan.
"Tidak bisa. Pokoknya besok sore kamu Uncle pulang" tegasnya, melipat tangan.
"Ya Uncle ... Kita bukan best friend lagi donk" pura-pura merajuk.
"Kalau berani, kamu bilang sendiri sama Daddy. Uncle nggak mau ikut dihukum" pura-pura cuek.
"Josh, kamu jadi ikut Mami?" tanya Melani memanggil, menyamperi.
"Jadi,Mi" sahut Josh.
"Hengg.... Uncle sekarang bukan teman Josh,Wek.." mengejek kesal keinginan tidak di tolong.
"Joshh...." Ronald ikut kesal.
Melani membawa tas punggung yang ternyata berat isinya. Namun tidak ia tanyakan apa saja isi dalam tas itu.
Ibu dan anak itu pun masuk taxi online yang datang. Demi keamanan tetap terjaga, Ronald mengikuti mereka dari jauh sampai tiba dengan selamat di mansion.
"Mel, kami titip Josh. Semoga harimu bahagia selalu" ucap Ronald dalam mobil, lihat sang mantan bawa masuk Josh ke dalam mansion.
Satu hari terlewati lagi, sambil menunggu awal cerita baru esok harinya. Berharap awal besok lebih baik dari kemarin.
Melani dan Josh tidur di tempat tidur empuk bersama, tanpa gangguan seorang pun sehabis bermain game sebelum tidur.
"Night Mi" mengecup pipi cantik ibunya sesuka hati tanpa izin dari pemilik.
"Night too Josh" mengusap wajah tampan kecil.
Coba saja Wiliam ada di situ saat ini. Mungkin Josh sudah dianggap ancaman bagi kelangsungan membidik target 🤣🤣.
Masing-masing dari mereka memasuki pintu mimpi.
Begitu juga dengan orang yang jauh bersembunyi hampir sepekan.
"Beberapa hari lagi saya akan pulang" menatap langit-langit atap ruang rawat,sudah jenuh tinggal di sana selama masa pemulihan.Tanpa diketahui seorang pun anggota keluarga.
__ADS_1
Siapa suruh pakai acara rawat inap di rumah sakit. Kan aji mumpung sudah punya istri,nggak mau diurus. Dasar begok, siksa batin sendiri 🙊🤐.
.
Pagi malu-malu menampakkan sinarnya di antara kumpulan awan mendung.
Melani dan Josh yang masih tidur nyenyak saja sudah hampir melewati jam sarapan pagi mereka.
"Gawat!!. Aku ketiduran" beranjak pelan turun dari tempat tidur.
Melani mempercepat mandi agar sempat menyediakan sarapan sebagai seorang ibu.
Tanpa kosmetik dan dandan, Melani berlari pelan keluar dari kamar utama, agar anak sambung tidak terbangun oleh langkah kakinya.
"Jangan sampai ketahuan sama bapaknya. Bisa-bisa aku di hukum" tubuh merinding bayangkan hukuman aneh dari pria dingin.
Melani mencuci dan potong bahan masakan, lalu mengetuk 3 butir telur dan dikocok rata. Semua bumbu pun di mix beserta potongan bahan lain.
Sressss.....
Dengan api sedang, dia tuangkan sedikit demi sedikit kocokan telur dalam teflon anti lengket, sampai kelar.
Telur gulung buatan Melani pun selesai dan siap disantap panas atau pun dingin.
"Sekarang tinggal panggil anak sultan bangun" melepaskan celemek.
Saat masuk kamar,dia sudah melihat anak sultan duduk celingukan di atas tempat tidur.
"Kamu cari apa Josh?" tanya Melani ikut celingukan.
"Mami.... I miss you" lompat turun cepat memeluk tubuh ibu.
"Ehh... Kamu napa?" pegang kening anak sultan.
"Josh kira Mami hilang" jawab cengengesan.
"Bukan dong. Mami kan Mami Josh paling cantik dan keren" memberi pujian tertinggi.
"Kamu ini makin pintar gombal. Ya sudah, sana mandi, gosok gigi,terus keluar temani Mami sarapan" titah Melani, mencubit gemas wajah tampan imut itu yang dari dulu ingin ia lakukan. Mumpung tidak ada siapa pun bakal tau.
"Siap Mi" melepaskan pelukan.
Bocah nurut pada setiap perintah ibunya itu. Secepatnya dia mandi agar tidak buat sang ibu nunggu lama.
"Bangun tidur, ku langsung mandi, tidak lupa menggosok gigi" berkaca lihat gigi.
"Habis mandi,ku langsung cari Mami, tidak lupa sarapan pagi.Hehe..." senandung gembira lihat ibu baru sudah duduk menunggu.
"Mami.." panggilnya menghampiri.
Tidak ada hari sebebas ini sebelumnya bagi Josh. Tanpa ada pelayan, tanpa ada ibu tua dan nenek diantara hubungan ibu anak.
Sepiring telur dadar di makan lahap sama Josh. Entah karena pengaruh lapar atau doyan atau pengaruh masa pertumbuhan.
"Mi,..." cengengesan manggil.
"Ya ,ada apa?" menatap.
"Josh boleh nambah?" mengimutkan wajah.
Melani terdiam. Celaka dua belas kalau anak big bos masih lapar,tapi nggak bisa nambah.
"Mi..." panggil.
"Mami buatin roti panggang ya" jawab Melani gelagapan.
"Yaahhh.... Telurnya nggak ada lagi ya?" cemberut.
__ADS_1
"Nggak ada" menggeleng kepala.
"Nanti buat lagi ya,Mi" pinta manja.
"Apa nggak bosan?" di jawab bocah menggeleng kepala dengan wajah senyum.
"Ya sudah,nanti siang Mami buat lagi. Sekarang kamu lakukan saja kegiatanmu" ucap Melani lega.
"Kalau Mami mau ngapain?"
"Mami harus cuci piring,cuci baju, bersih-bersih rumah" membersihkan meja makan.
"Josh bantu ya" ujarnya.
"Tidak usah. Kamu masih kecil. Tunggu besar nanti, baru bantu Daddy-mu cari uang" jawab Melani membawa piring kotor ke dapur.
"Jadi kapan Josh bantu Mami?" mengekor.
"Kapan-kapan saja" membuka air kran cuci piring.
"Sekarang aja" berdiri disamping.
"Jangan Josh. Ini tugas perempuan" menatap.
"Tapi, Daddy juga kadang masak,cuci piring juga" ucap Josh.
Melani tau hal itu. Karena Wiliam menerapkan mansion tetap harus terjaga kerapian dan kebersihan.
"Boleh ya Mi" pintanya.
"Iya deh" pasrah
Josh membantu Melani cuci piring. Dia mengerikan setiap piring dan gelas habis dibilas bersih.
Prangg....
Yang namanya baru pertama kali praktekum cuci piring,wajar jika terjadi kecelakaan kerja.
"Josh kamu jangan bergerak" ucap Melani dengan nada tinggi panik.
Sontak Josh terpaku diam. Dia berdiri tegak tidak bergeming melihat ibu barunya jongkok memunggut pecahan beling piring.
Aww .... Teriak Melani, jarinya tergores pecahan beling piring.
"Mami are you ok!" Josh jadi panik.
"Josh, jangan bergerak!" jawab Melani lebih mencemaskan anak big bos,jika terluka saat berada dengannya.
"Mami....Hikss...Hiksss" menangis lihat darah mengalir netes di atas lantai.
Melani percepat kutip pecahan beling,lalu buang pecahan lebih besar ke tong sampah. Di ambil sapu dan pengki untuk membersihkan sisa serpihan kaca halus, agar tidak melukai kulit anak big bos.
Terasa perih kaki Melani saat terinjak serpihan halus, darah pun mengalir halus menjiplak telapak kakinya.
Josh terdiam lihat jejak itu, dia takut ibunya akan membentak dia kembali.
"Daddy, Uncle.... Tolong Mami" tangis batinJosh minta pertolongan.
.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya.
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.
__ADS_1