Change Destiny

Change Destiny
Bab 12 Sungguh malang nasibmu


__ADS_3

Bab 12.


.


Mendengar alasan yang masuk akal Josh pun berhenti merenggek. Ia kembali ke kamar melanjutkan tugas home work(PR).


"Kamu mau sampai kapan membujang, hum?.Mana koko mu juga tidak ada kepikiran menikah lagi" keluh ibu tua membawa kopi hitam.


Ronald cengengesan, karena ia sedang mencoba mengejar seseorang tapi masih main rahasia.


Sruppp...


"Bi, kopinya kok pahit"


"Biar tau hidup itu pahit. Kalau mau manis cari gula" ketus ibu tua.


Ronald tau kemana topik pembicaraan bibi pengganti orang tua mereka.


"Bibiku yang cantik jangan marah donk. Lihat tuh, ada keriput tipis di mata" goda Ronald bergaya anak kecil membujuk mamanya.


"Hemph... Kalau sudah tua tentu ada keriput. Sudah tidak usah kamu terus cari alasan. Sudah bosan bibi lihat kalian" bentak ibu tua.


"Ya ampun bibi, masa bosan lihat ketampanan kami" Ronald memijit pundak bibi.


"Apa gunanya tampan kalau gak laku" oceh ibu tua yang lelah menasehati abang beradik jomblo.


Dimasa tuanya ia ingin sedikit berbagi beban ceria tawa sedih dengan seseorang. Semenjak anak menantu meninggal 8 tahun silam, ia tinggal bersama kedua jomblo membesarkan seorang bayi baru lahir.


"Jika koko mu tidak ingin menikah, setidaknya kamu. Apa perlu bibi minta bantuan biro jodoh, hum" ibu tua menghentikan pijitan tangan Ronald.


"Tidak usah repot, bi. Aku bisa cari sendiri, mending carikan Mama baru untuk Josh" saran pria tampan.


Ibu tua pun setuju dengan saran Ronald. Dari pada berbohong terus menerus dan kasihan lihat bocah kecil yang butuh kasih sayang seorang ibu.


"Besok bibi akan cari mak comblang untuk kalian" seraya bibi bangkit dari sofa.


"Ya, kok aku juga di tarik" rajuk Ronald bertingkah seperti Josh .


"Kamu juga butuh mama baru untuk rawat kamu" ibu tua menepis tangan Ronald minta belas kasihan.


"Kami sudah ada bibi, jadi tidak butuh mama baru.Lagian papa sudah di surga bareng mama" dalih Ronald.


Jika situasi sekarang yang bicara adalah Wiliam, tidak mungkin bisa berkongkow ceplas ceplos sesuka hati. Untuk seorang bibi saja mesti bicara sesuai kondisi.


....


2 minggu kemudian.

__ADS_1


Seperti niat ibu tua yang ingin mencarikan kedua keponakannya seorang istri, ibu tua itu pergi ke biro jodoh dengan membawa foto dan kelengkapan data lain.


Tidak sulit mencari kriteria yang di inginkan ibu tua. Pihak biro jodoh mengeluarkan semua foto wanita cantik yang telah tersaring sesuai kriteria.


Foto-foto wanita itu dibawa pulang ibu tua untuk diperlihatkan pada ponakannya.


"Tidak mungkin salah satu wanita ini tidak bisa memikat mata mereka" gumam senang ibu tua, masuk dalam mobil menuju rumah.


Malam hari sesudah makan malam, ibu tua mengeluarkan foto cewek cantik untuk diperlihatkan pada Ronald.


Josh yang ikut melihat tidak mengerti mengapa ada banyak foto tante cantik berbaris rapi di atas meja kerja.


"Grandma, ini foto aunty kok banyak?" Josh penasaran,melihat foto cewek berjejer.


Ibu tua dan Ronald berpandang untuk menjelaskan keadaan .


"Josh suka aunty yang mana?" tanya Ronald ingin mengorbankan sang kakak ,biar selamat dari niat ibu tua.


"Emang kenapa?" Josh menatap ibu tua dan paman tampan bergantian.


"Biar di rumah ada mama" ceplos Ronald.


Mata ibu tua menyipit dengan tingkah Ronald. Setelah di lihat seksama jejeran foto cewek oleh Josh, akhirnya bocah itu angkat bicara. "Gak ada yang Josh suka"


Ronald tertawa tipis dengan keputusan bocah kecil yang lihai memilih wanita..


"Sekarang giliran kamu" titah ibu tua menjewer telinga Ronald.


Ronald tidak melirik foto setiap cewek, karena hatinya sedang tertarik pada cewek pemberani yang sedang jadi incaran selama dua tahun.


"Gak ada bi" Ronald mengangkat bahu, tidak ada yang ia sukai sama sekali.


"Coba lihat yang ini. Umur masih 25 tahun, cantik, berpendidikan tinggi, lulusan universitas Korea" ibu tua memilih salah satu foto cewek yang ia suka.


"Sudah lah, bi. Tidak usah repot memilih. Mereka semua punya tujuan yang sama.Aku mau ajarin PR Josh dulu. Let's go man" Ronald berdiri mengendong bocah kecil sebagai alasan kabur.


"Kalian mau sampai kapan begini. Kalau punya istri,kan bibi tidak pusing mikirin kalian sendirian." keluh ibu tua menyusun setiap lembar foto.


.


Setiap manusia punya takdir, jodoh, pertemuan dan kemalangan tersendiri. Ada yang tidak bisa di tebak, ada pula yang harus pakai umpan agar bisa naik kepermukaan. Jika susah di tebak itu yang paling sulit, karena semakin dipaksa takdir hidup akan berubah statistiknya.


Beda dengan yang sudah mutlak, akan lebih gampang mengatur setiap rencana untuk kedepannya.


Ibu tua mulai lelah membantu memilih pasangan bagi kedua ponakan yang berstatus single, walau sudah punya segala materi berlebihan.


Satu bulan berlalu,...

__ADS_1


Perusahaan Lee yang dapat undangan grand opening dari salah satu rekan bisnis mereka di Indonesia, hari itu akan berkesempatan untuk bertemu langsung dengan CEO utama perusahaan itu.


"Uncle, Josh ikut ya?" pinta bocah kecil, menarik kemeja yang terselip rapi dengan celana.


"Jangan Josh. Ini bukan party birthday. Lain kali saja, ya" jelas Ronald.


Josh keluar dari kamar Ronald dengan muka manyun bertekuk, ia punya ide ikut dalam perjalanan paman tampan dan ayah dengan cara menyelinap masuk mobil tanpa ketahuan.


Beberapa menit kemudian...


"Bi, Josh mana?" tanya Wiliam mengancing jas.


"Di kamar sedang merajuk, karena kalian tidak kasih ikut" ibu tua membantu merapikan jas Wiliam.


"Oh. Saya titip dia ya, bi. Kami pergi dulu" pamit Wiliam.


"Bye bi" pamit Ronald nyusul.


Siapa tau bocah kecil telah menyelinap masuk mobil. Sedangkan di dalam kamar ia menyelimuti bantal guling memakai wig rambut, dengan memutar tape recorder mengelabui semua orang.


Sepanjang perjalanan yang dilalui masih mulus, jadi tidak ketahuan ada bocah bersembunyi di jok paling belakang.


Crittt...


Supir perlahan mengerem, merasa ban mobil bocor. Ia pun turun untuk periksa keadaan mobil. Dan benar dengan dugaan ban bocor ketusuk paku. Ia pun membuka pintu belakang dan melihat putra majikan sedang duduk meringkuk.


"Tuan muda kecil" kaget supir.


Spontan kedua pria yang duduk di tengah menoleh ke belakang.Mata mereka membulat melototi bocah kecil nakal.


Bocah itu pun menjulurkan tangan salam dua jari berbentuk V dengan senyum manis.


"Josh come here now!!" tegas Wiliam memandang lurus ke depan.


Bocah itu keluar dari jok belakang, pindah ke tengah. Dia tau sudah berbuat salah, dan siap akan terima hukuman dari sang papa.


"Kenapa kamu ikut!" tanya tegas Wiliam tidak panjang lebar.


Ronald tidak banyak berani membela bocah kecil yang memang telah melanggar peraturan, dia hanya duduk mendengar ceramah tingkat tinggi kakaknya pada bocah kecil.


"Ya ampun. Untung dulu, aku punya mama yang bela. Sungguh malang nasibmu Josh" kasihan Ronald dalam batin.


.


...****************...


.

__ADS_1


Terimakasih atas kesediaan membaca karya ini.


Semoga semua selalu sehat sejahtera 🙏


__ADS_2