Change Destiny

Change Destiny
141 Mabuk


__ADS_3

Bab 141


.


Banyak ilmu kama sutra yang di dapat Santi dari teman cempreng, dan telah berhasil memproduksi 4 produk dengan 2 saset pasang.


"Lama-lama otakku rusak" ujar Santi tampak naif.


"Elehhh... Rusak kalau sudah ada teman sah itu enak, tau!. Nanti lu bakal ketagihan, sampai minta bonus" jawab Murni selalu blak-blakan apa adanya.


"Terserah kamu deh!" mengibaskan tangan, dan cari topik lain.


"But the way, ngapain kamu ke sini?.Mana enggak bawa bodyguard kecil kamu?" tanya Santi sambil nyindir.


"Rindu ya...??. Makanya cepat halalin,biar banyak yang gemes untuk lu lihat.Apa kagak bosen diejek melulu sama mantan" jawab Murni bergaya bebas senyaman mungkin.


"Di tanya,malah balik nanya" gerutu Santi.


"Gue kemari itu karena,mau tau perjodohan lu hari ini. Yang ke-2, gue kenalin lu sama temen lakik gue kalau lu nolak yang hari ini" Murni menjawab apa adanya pertanyaan Santi.


"Yang ketiga apa?" tanya Santi, tau banget jika tanya selalu ada 3 pertanyaan yang saling berkaitan.


Hehehe.... Murni terkekeh akan tau sifatnya yang pingin tau lebih detail.


"Yang ketiga, kalau mau kawin harus ijab kabul dulu ya,neng. Jangan mau diajak main, nanti kalau bunting yang habis dihajar bokap lu bukan hanya elu, gue juga bakal kena imbas. Kan seram bingit bokop lu marah.Wkwkwk.." sekilas peringatan Murni disela canda godanya.


Biar pun mereka beda agama,suku, sampai strata sosial, mereka sudah sangat lama menjalin tali pertemanan dari masa SMP.


Satu jam lebih Murni menggoda, tidak lupa memberi pelajaran dan nasehat penting. Meski menikah itu wajib, tapi juga harus mematuhi aturan agama yang berlaku.


"Udah capek dan habis minuman gue. Waktunya gue untuk berpelukan sama bodyguard kecil" pamit Murni, angkat bokong dari sofa empuk.


"Pulanglah.Kalau tidak,bisa ada yang nanggis" sahut Santi mengusir canda.


"Usir terus.... Tapi gue tetep tunggu tanggal main sepak bola elu.Jangan lupa undang pas kawinan aja. Hahaha.." balik sindir, tidak lupa bawa sebungkus cemilan pemberian Santi untuk anak-anaknya.


Murni punya hobi humoris yang lebih bersifat kedewasaan, tapi itu hanya pada beberapa orang dan saat keadaan cocok untuk bercanda.


.


Keadaan mansion mulai hening, karena aktivitas Josh dan Melani menerapkan sistem kerja jam kantor.


"Kamu mandi dulu Josh.Mami akan minta Mba hangatkan sayur kita" ucap Melani merapikan tempat tidur mereka.


"Siap bos"


Melani mengajarkan kebiasaan baru selama hanya tinggal bertiga di mansion.


Setiap mandi,Josh diwajibkan membawa satu set pakaian lengkap.Dan memakai di dalam kamar mandi.


Selain itu, Melani juga mengajarkan hal lain. Seperti melihat selimut sehabis dipakai.


Josh habis mandi dan terlihat rapi wangi pun menyusul ibu cantik di ruang makan.


Mereka selalu duduk bertiga tanpa ada perbedaan status sosial.


Sehabis makan, Melani dan Josh meninggalkan meja makan menuju halaman samping rumah untuk lihat bintang-bintang.


Pemandangan yang indah dapat melihat hujan meteor secara kasat mata tanpa di duga mereka.


"Mami,make a wish yuk" ajak Josh menangkupkan jari,mata terpejam sambil memohon.


Lihat kepolosan Josh,Melani pun ikut, sekedar buat hati anak sambungnya tetap happy.


"Make a wish Mami ,apa?" tanya Josh memandang gelapnya langit bertabur bintang kecil.


"Semoga usaha kita bisa berkembang pesat, tanpa diketahui Daddy-mu dan juga Uncle" mata memandang langit, tapi hati teringat akan kecebongnya yang sudah menjadi salah satu bintang kecil di langit gelap.


"Amin" jawab Josh.


Angin malam mulai bertiup kencang.Pemandang langit malam juga mulai berubah tertutup awan gelap.


"Josh,ayo kita masuk" ajak Melani.


Sebelum diguyur hujan, mereka memilih bersembunyi aman dalam rumah.


Duarr!!!


Dentuman gemuruh berbunyi keras, kagetin Melani dan Josh yang baru melangkah masuk rumah.


"Untung saja kita sudah masuk" ujar Melani mengelus dada kaget.


"Iya" sahut kaget Josh tercengang sambil elus dada.

__ADS_1


Hahaha..... Keduanya pun kembali tertawa lucu habis dikagetkan gemuruh. Belum lagi jika usaha rahasia mereka diketahui pemilik rumah.


"Lebih baik kita istirahat saja Josh" ucap Melani.


"Ok" manggut ikut.


Ibu dan anak sambung merebahkan tubuh mereka. Beberapa cerita tentang kejadian di sekolah yang lalu di ulang Josh.


Melani menyikapi cerita dengan santai sampai akhir cerita selesai.


"Kalau begitu, orang tua mereka tau siapa Daddy-mu?" tanya Melani nanggapi cerita.


"Tau, Mi. Tapi, mereka bilang Daddy playboy" sahut Josh kesal.


Melani tersenyum, karena tau abang beradik Lee memang playboy. Ingin membela juga tidak bisa, karena sama halnya dengan nutupin kebenaran.


"Kalau begitu, kamu tanya uncle saja" saran Melani main aman.


"Kira-kira uncle marah enggak ya, kalau Josh tanya" ragunya.


Duarr...


Gemuruh kembali menggelegar keras disertai angin dan kilat.


"Kayaknya marah" kaget Melani.


"Iya.Josh enggak bakal tanya lagi kok.Suwerr!!" sahut ikut terkaget,alam menjawab pertanyaan.


Mereka menarik selimut bersamaan,dan bersiap masuk mimpi.


.


Usaha online rahasia yang dirintis dari awal oleh Josh dan Melani mulai banyak menarik customer. Josh yang liburan semester akhir banyak belajar pengalaman bisnis, lebih kurang seperti usaha milik Daddy-nya.


"Mi,ini ada yang order" ucap Josh mencatat orderan customer baru.


"Ok.Mami kan cari" sahut Melani mengambil catatan kecil.


Melani mencari produk sesuai permintaan customer.


Tidak hanya itu saja. Melani juga menambahkan ke dalam daftar produk untuk disalurkan ke customer berikut.


Sekarang daftar produk online jadi lebih banyak.Berkat kerja sama juga dengan beberapa perusahaan kecil yang membutuhkan jasa mereka.


Kesibukan mereka tiap hari selama liburan, buat Josh lupa untuk pergi berlibur, dan juga berhenti rewel untuk di temani bapak super sibuk.


"Wahh... Bisa banyak juga ya,Mi.Kalau begini,Josh sudah mirip Daddy kan, Mi?" bangga akan kemampuan dirinya.


"Hahaha.... Iya. Mirip banget" tawa Melani pada tingkah Josh yang meniru gagal gaya pemilik rumah.


"Ya sudah. Mami ajarkan cara menarik peminat customer, karena kamu sudah tau cara hitung laba rugi" ucap Melani usai nunjukin perhitungan neraca otomatis yang telah diprogramkan.


Melani pun mengajarkan basic untuk mengait hati pelanggan. Selain keramah tamahan, juga diperlukan pelayanan serta kepercayaan, kenyamanan bagi customer.


"Ingat ya. Bukan hanya dibutuhkan kwalitas dan kwantitas produk, kita juga harus buat pelanggan percaya agar tetap setia berlangganan dengan kita" nasehat Melani.


Josh manggut dan catat dalam memo setiap nasehat penting Melani.


.


Tempat beda dengan waktu berbeda pula. Wiliam sedang pergi ke diskotik untuk buang suntuk.


Jedag jedug...


DJ memutar piringan music, menghibur para tamu yang have fun, dan berdisco di bawah panggung DJ yang jadi pemimpin disco malam itu.


"Hai Mister" sapa seorang wanita bule, mengelus pundak Wiliam yang sedang minum wine.


Wiliam menoleh, menggoyangkan cangkir bening wine-nya.


"Can I sit with you ?" tanya wanita bule, dengan tingkah menggoda.(Boleh saya duduk denganmu?)


"Get out!!" bentak tolak Wiliam terasa terusik.


"I can accompany you to have fun" goda nekat wanita bule, sengaja menemplokkan gundukan montok di punggung Wiliam.(Aku bisa temani kamu bersenang-senang.


Wiliam meremas erat cangkir kaca yang dipegang.


Krakkk.....


Cangkir kaca yang tidak bersalah, menjadi korban kemarahan Wiliam setengah mabuk.


"Come here now!!" hardik Wiliam pada seseorang.

__ADS_1


Wanita bule masih saja berani dekati Wiliam, yang dikira tertantang untuk menyentuh gundukan montok.


Dalam 3 menit orang yang di telepon menghampiri Wiliam duduk menenangkan diri.


Dilihatnya wanita bule yang belum sadar masa kehancuran jika tidak lekas pergi.


"Mrs,please you go" ucap sopan orang yang ditelepon pada wanita bule, sebelum terlambat menyesal.(Nyonya, tolong anda pergi)


"Oh...Do you also want to be accompanied ?" goda wanita bule menoel lengan tangan pria tampan.(Oh.... Apa anda juga mau ditemani)


Sekali toel masih bisa dimaklumi. Tapi,toelan kedua ditangkap asisten tampan.


"Awww.... you hurt me!" rintih wanita bule genit kesakitan jari tangan diremas.(Awww....Kamu menyakiti aku)


Asisten tampan menghempas jari wanita bule genit. Lalu mengusir sebelum dia juga hilang kendali.


"Fine!!" ujar wanita bule gagal tangkap target pancingan.


Wanita bule meninggalkan dua pria, pergi mencari target baru.


"Sir, we better go home ?" saran asisten lihat telapak tangan big bos terluka akibat pecahan cangkir.(Tuan, lebih baik kita pulang)


Wiliam ngibaskan tangan, karena dia masih ingin minum buang stres.


Hufff....


Asisten berhela nafas, pasrah nurut. Sambil temani dari jarak jauh,Geo menelepon orang untuk membawakan peralatan P3K.


P3K yang dibawa orang pun digunakan untuk mengobati luka telapak tangan big bos.


"Sir, you have to take care of your health" George mengingatkan untuk jaga kesehatan.(Tuan,anda harus jaga kesehatan)


Wiliam sudah lebih mabuk ngoceh tidak jelas, dan kurang dipahami Geo.


Setelah membayar biaya kerusakan dan minuman yang di minum,Geo membopong tubuh kekar berat untuk pulang ke rumah mewah tanpa anggota keluarga.


Memang jarang Wiliam mabuk-mabukan tanpa alasan tidak jelas.Namun untuk hari itu, suasana Wiliam sedari pagi sudah badmood. Banyak karyawan yang lakukan kesalahan kecil saja, sudah dimarahin.


Usai bantu lepaskan sepatu dan selimuti tubuh kekar yang mabuk,Geo pun mencari kepala ART untuk menjaga majikan mereka yang mabuk.


"Ok" jawab Mbok Jum paham.


Geo pun pulang ke apartemen setelah berpesan.


Wiliam yang ada dalam kamar terus melindur merutuki diri sendiri.


Rasa penyesalan yang sudah 2 bulan masih membekas jelas dalam hati. Hal ini tidak diketahui Melani yang juga sedang ingin menjaga jarak jauh.


"Mel, maaf" sesal Wiliam merancau mabuk.


Benda yang ada disampingnya pun terhempas jauh.


.


Pagi hari di benua Amerika....


Mbok Jum membawakan segelas air lemon dan bubur hangat, sesuai saran asisten tampan ke kamar utama.


"Tuan,anda minum ini dulu" ucap kepala ART meletakkan nampan isi sarapan dan segelas air lemon.


"Jam berapa saya pulang?" tanya Wiliam masih pusing berat kepalanya.


"Hampir jam 12 malam, Tuan" jawab kepala ART.


"Mmmm...." ngangguk paham,mengkode agar pelayan keluar.


Wiliam minum air asem kecut itu,lalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum ke kantor.


Dilihatnya pisang mengkel yang 2 bulan tidak merespon sentuhan tangan.


"Kamu juga nyesal kan?" tanya Wiliam mengangkat naik pisang mengkelnya.


Hufff... Wiliam menghembuskan nafas kasar, lepaskan tangan megang senjata kramat tidak berfungsi seperti dulu.


Haruskah hubungan mereka diperbaiki?. Atau biarkan semakin parah.


Untuk ini, Wiliam pasrahkan takdir menentukan jodoh antara mereka.


.


...****************...


.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya.


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2