Change Destiny

Change Destiny
92 Kucing liar


__ADS_3

Bab 92


.


Aww.... Jerit Wiliam.


Benda keramat jati empuh pencipta generasi berikutnya, disikut lutut istrinya. Sontak pramugari yang hendak meninggalkan mereka berdua di dalam kabin menoleh ke belakang.


"What's wrong, Sir?" tanya pramugara melihat wajah big bos pucat.


Akan malu jika Wiliam menjawab sikap istrinya. Mendingan mengibas tangan usir semua keluar.


"Melani!!" ucap Wiliam dengan nada penuh emosi,mengepit paha.


Melani sadar akan perbuatannya, tapi spontan melakukan hal tadi untuk menjaga diri.


"Ma-maaf" gemetar, berjalan mundur.


Sebelum jauh jarak antara mereka, tangan Wiliam mencengkeram erat tangan istrinya yang hendak kabur.


"Kamu harus bertanggung jawab" hardik Wiliam menarik kencang tangan istri, sampai jatuh dalam pelukan.


"I-iya" gagap jawab.


Pikiran Melani melalang buana, masa dia harus mengobati benda keramat terbungkus celana. Lalu mengoles salep, bukan dirinya banget untuk melakukan pekerjaan tersebut. Teringat ada satu pramugara, jadi dia pun berinisiatif agar jangan sama-sama malu canggung untuk minta bantuan pramugara tersebut.


"Lebih baik kita juga minta bantuan pramugara" saran Melani canggung.


"Tidak!. Kamu yang buat saya sakit,maka kamu yang harus obatin" tegas Wiliam,mendekap erat tubuh istri, sembari nahan sakit.


"Ba-baik" canggung.


Wiliam mendorong maju tubuh istri perlahan sampai ke tempat tidur single, sambil mengurangi efek sakit.


"Awas kalau kamu berani melawan" ancam Wiliam menekan kedua tangan.


Jujur saja, Melani sekarang dalam posisi paling takut. Posisi yang amat tidak menguntungkan baginya. Harta yang paling berharga masa harus dirampas paksa sama orang?.


Tubuh Wiliam menindih lebih dekat,dan sedikit lagi tubuh mereka menempel erat.


Takk....


Wiliam menyentil jidat istri yang keringatan pucat takut.


"Kamu pikir saya aligator,hum?"


Melani menggeleng dan ngangguk jawab serba salah.


Meski Wiliam penasaran ingin menyentuh setiap inci kulit tubuh istrinya, tapi dengan kondisi psikologis yang akan mengundang trauma baru, niat itu pun diurungkan.


Selama perjalanan udara Wiliam menghukum Melani untuk melayani dirinya,mulai dari memijit, menyuapinya sampai nemani dia bekerja.


Huff... Meski capek lelah, batin merasa lega. Hukuman yang diterima masih masuk akal.


Hoammm.... Mata Melani terasa berat, sudah saatnya untuk tidur. Tapi hukuman belum boleh berakhir tanpa mandat.


"Sana kamu mandi" ujar Wiliam tau istrinya sudah ngantuk.

__ADS_1


Secepat kilat Melani bergegas menuju mini toilet untuk bersembunyi. Walaupun hanya bisa tidur dalam posisi duduk diatas kloset, itu setidaknya cukup hilangkan kantuk.


Sepuluh menit Melani bersembunyi dalam mini toilet, tanpa terdengar suara rintikan air shower.


"Disuruh mandi, pasti tidur" Wiliam bergeleng kepala.


Wajar bagi siapapun jika punya kesempatan untuk bisa curi tidur, meski itu di dalam toilet sekalipun.


Mengetahui kemungkinan itu, Wiliam memberikan waktu lima belas menit, agar istrinya tidak rewel dan sadar sendiri.


Dalam kesendirian duduk, Wiliam melukis wajah istri yang semakin tampak jelas dalam memori.


Guratan tebal dan tipis digores menyerupai bentuk asli wajah istri.


"Kamu kok jutek banget sama saya,hum?. Apa kamu tidak cemburu lihat wanita luaran sana dekati suami kamu yang tampan ini" monolog Wiliam mengelus wajah sketsa lukisan.


Krett...


Terdengar suara pintu toilet di buka, segera dilipat kertas sketsa berlukis wajah cantik, lalu diselipkan pada tas kerja.


"Kamu sudah mandi, hum?" tanya Wiliam yang sengaja.


"Su-sudah" gagap.


"Terus... Rambut kamu kok tidak basah?"


"Kan enggak keramas" menunduk takut ketahuan bohong.


Padahal sebelum dia keluar,dia hanya mencuci tangan dan muka dengan sabun yang banyak. Itu pun biar mengibuli penciuman Wiliam.


"Duduk sini,dan pijit saya" titah Wiliam.


.


Beberapa jam kemudian,....


Pesawat pribadi telah memasuki batas negara, dan beberapa menit lagi mereka sudah tiba di kota C.


"Sebentar lagi kita sampai. Jangan lupa pasang sabuk kamu" ucap Wiliam menarik sabuk.


Melani berjalan ke kursi,dan memasang sabuk sesuai perintah. Pramugari pun memberitahukan kabar mereka yang akan segera mendarat.


Dalam tiga puluh menit, mereka sudah mendarat dengan selamat sampai tujuan. Mobil Jeep yang menjemput pun sudah sedari tadi menunggu.


Sementara big bos dan wanitanya melakukan perjalanan darat, pilot mengisi bahan bakar pesawat (Avtur) sebelum kehabisan, juga memeriksa keadaan pesawat sebelum melakukan perjalanan udara.


"Tuan,ini hotel yang tempo hari kan?" tanya Melani lihat perbedaan hotel sebelum dan sesudah renovasi.


"Mm..." dehemnya,tau istrinya penasaran.


"Kalau begitu,aku nginap di sini saja,ya?" pinta Melani menghadap.


"Kamu sengaja ingin test kesabaran saya,atau kurang dengan hukuman ringan tadi!" ucap Wiliam dengan penekanan setiap kata.


"Hehe.... Aku ikut kemana Tuan nginap saja deh" terpaksa ikhlas meski dongkol.


Wiliam menahan senyumnya yang puas membuat istri nurut terpaksa. Karena dia juga terus menahan gejolak hasrat, saat wajah istri yang terkadang menantang hasratnya sebagai pria tulen.

__ADS_1


"Melani Wijaya, saya akan membuat kamu jatuh cinta pada saya,dan memberikan benda berharga milikmu untuk saya lindungi" ucap Wiliam, percaya diri meluluhkan hati seorang Melani Wijaya.


Pinggul Melani berjalan geal geol, tampak begitu menggoda bagi pria manapun. Dengan langkah panjang cepat, Wiliam segera menutupi pinggang itu dengan jasnya,lalu merangkul pinggang tanpa menunggu persetujuan sang pemilik.


"Tuan. Tolong jaga tangan anda. Sangat tidak enak dipandang orang desa" ucap pelan Melani,malu jadi tontonan.


"Kalau begitu,bisa tidak pinggul kamu untuk tidak goda buaya darat lapar, di belakang" bisik Wiliam.


Melani menoleh ke belakang, dan benar banyak pria sedang lihat dirinya. Tapi apa mungkin seperti yang dikatakan suami yang hanya memodusin.


"Lebih baik saya gendong kamu"


"Jangan" tolak Melani.


"Kalau begitu, tidak ada masalah dengan tangan saya, kan?" wajah dingin melihat orang desa yang menatap kemesraan mereka.


"I-iya" canggung beriringan risih.


Sampai juga mereka di hotel reservasi, dengan pemandangan terkepung pemandangan indah. Di depan kamar itu ada gunung hijau terbalut kabut embun sore hari. Di belakang, disajikan pemandangan kolam renang berbaur alam.


"Bilangi orang-orang tadi buaya darat, eh ternyata dia raja buaya" oceh Melani melihat banyak turis cewek mancanegara sedang berendam dengan pakaian bikini.


"Kamu lihat apa,hm?" berdiri di belakang istrinya yang ngoceh tak jelas dengan expresi gak jelas pula.


Tirai tipis itu di tutup Melani, tanpa menggubris perkataan Wiliam.


"Sudah cendana, gaharu pula" sindir singkat Melani.


"Kamu jealous?" senyum sinis.


"Haa....Me...No...No... And never to jealous" jawab Melani percaya diri, sambil goyang jari telunjuk ke kiri dan kanan.


"Oh ya?. Are you sure?" mendekat dan menatap.


"Really sure" berwajah sombong.


"Kamu memang kucing liar. Lihat saja bagaimana seorang Wiliam Lee akan menjadikan dirimu untuh menjadi kuncing jinak sepanjang masa. Cukup dalam satu minggu, saya akan buat kamu menjadikan pernikahan kita lebih sempurna" ucap batin Wiliam, dengan simpul bibir yang yakin.


Sekarang Melani dibiarkan untuk happy heart setelah perjalanan panjang. Akan tetapi, mulai besok, dengan keyakinan penuh Wiliam akan melancarkan aksi buat istrinya tidak bisa hidup dan makan tanpa dirinya.


Makan malam yang sederhana dan cepat istirahat dengan beralas beda tempat. Cukup malam ini sebagai akhir jarak antara mereka,dan misi esok hari akan lebih mendekatkan status hubungan.


Dewa malaikat pencabut nyawa datang diantara dua insan yang mulai pertandingan.


"Misi kali ini, harus buat ego mereka sama-sama hilang" ucap malaikat baju hitam.


"Sabar, lagian kita sudah menunggu bertahun-tahun,jadi tidak salah untuk menanti beberapa bulan" jawab malaikat baju putih,mencatat hasil misi kembalinya Melani.


Keduanya pun hilang setelah melihat kedua insan, dengan simpulan senyum di sudut bibir pasangan sulit diatur.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2