
Bab 49
.
Pandangan dokter muda sekitaran usia 28 tahun dengan tinggi lebih 180 cm itu, semakin lekat pada Melani. Dia seorang psikolog hipnoterapi, namun dia terkena hipnotis kecantikan wanita Asia.
Saat suami jutek berbalik ajak bicara, tampang dokter muda itu tidak sadar jika sedang diperhatikan.
"Sungguh berani anda memandang dia begitu" tatapan Wiliam penuh aura kemarahan.
(Belum juga tumbuh yang namanya Love, cemburu Wiliam tampak membara. Bagaimana saat jatuh cinta benaran, mungkin dunia bisa dibalik 😁).
Uhukk.... (Wiliam sengaja berbatuk )
"Oh sorry Mr Lee" dokter muda merapikan jas putih tugas(dalam bahasa Inggris)
"Biasanya, butuh waktu berapa lama dapat hilangkan depresi pasien ?" ucap dingin Wiliam (B. Inggris)
"Tergantung kerjasama keinginan pasien sembuh" dokter muda tidak sangka wanita secantik Melani mengalami depresi (b. inggris)
Dokter muda menganalisa secara garis kasar penyebab depresi wanita secantik Melani, kemungkinannya adalah kekerasan seksual yang sedang marak terjadi pada kaula muda.
Tahap awal pemeriksaan, dokter membaca biografi pasien terlebih dahulu, dilanjutkan dengan kesediaan pasien kerjasama membuka simpul penyebab depresi.
Setelah membaca secara seksama prosedur yang akan dijalani, baru Melani menandatangani surat pernyataan itu.
"Jangan takut Nona, sesi tahap awal hanya 20 menit" dokter muda berkata (b. inggris),berdiri menuntut pasien ke sofa besar untuk mulai hipnoterapi.
Melani melihat sekilas wajah dongkol Wiliam pada dokter muda.
"Sudah sana cepat. Waktuku tidak banyak" ketus Wiliam duduk menunggu.
Mulut Melani merat merot ngulangi ucapan Wiliam saat berbalik punggung.
"Silahkan duduk, dan rileks" dokter menarik kursi roda tepat di berhadapan sofa (B. Inggris) .
Melani duduk pada sofa panjang empuk, dengan posisi tegang.
"Rileks, dan ikuti arahan saya" merebahkan tubuh Melani pada sofa (B. Inggris) .
Dari jarak jauh, tangan Wiliam mengepal. Mengapa dokter itu asal sentuh tubuh istri kecilnya.
Sebuah bandul keluar dari jas putih, dengan arahan dokter, Melani menatap ikuti arah bandul bergerak sampai masuk dunia dimensi.
"Dalam hitungan ketiga, anda masuk jauh lebih dalam dan dalam. Jika sudah berada dititik terakhir penyebab beban berada, anda mengangguk" dokter memberhentikan bandul saat Melani sudah dalam posisi masuk dimensinya. (B. Inggris) .
Melani ngangguk dan melihat jelas waktu terakhir dia berada.
Dokter pun mulai dengan pertanyaan ringan. "Silahkan perkenalkan diri anda?" (B. Inggris).
"Nama saya Melani Wijaya, umur 35 tahun...." Melani mulai memperkenalkan diri dan bercerita.
Sungguh perbedaan jauh antara biodata asli dan ucapan orang terhipnotis. Diagnosa tahap kedua dokter muda adalah, kemungkinan cewek cantik mengalami gangguan jiwa akut. Soalnya, tidak ada yang namanya timetravel seperti cerita dalam karya karangan novelis maupun komikus.
__ADS_1
Sampai pada titik terakhir cerita Melani mengalami shock kejadian, wanita cantik itu sadar dari pengaruh hipnoterapi tanpa bantuan sadar kembali.
Melani langsung beranjak cepat dari sofa, berjalan hendak keluar dari ruang itu. Karena ia tidak ingin masalahnya terbongkar.
"Kamu kenapa, hum" Wiliam menahan tubuh Melani.
"Aku mau pulang" jawab dengan wajah sedih, cemas ketahuan, berkeringat jagung.
"Mr Lee, bisa kita bicara" ucap dokter muda dengan hasil diagnosa (B. Inggris) .
"Kamu tunggu di luar. Jangan kemana-mana" titah tegas Wiliam.
Melani keluar dengan wajah merutuk sesal. Tapi diantara kesadaran hampir pulih, ia juga bertanya, mengapa dirinya ada di sini dan bisa ada Wiliam bukan orang tuanya?.
Sementara itu, hanya tinggal dua pria dengan wajah masing-masing dengan pikiran mereka.
"Apa hasil hipnotis tadi?" Wiliam membenarkan posisi duduk (B. Inggris) .
"Ada beberapa jawaban dari pertanyaan yang dia sendiri tidak ingin jawab. Saya rasa, traumanya tidak mudah di obati dalam waktu singkat. Selain itu, dia juga butuh teman curhat dan perhatian" jelas singkat padat dokter muda (B. Inggris) .
"Maksud anda?. Selain butuh penanganan khusus, dia juga butuh teman face to face yang bisa mengerti ?" memperjelas maksud dokter (B. Inggris) .
Dokter muda mengangguk, dan dengan sukarela dia bersedia untuk jadi teman curhat bagi pasien.
Muka Wiliam jadi dingin begitu dengar saran dokter. "Akan saya pertimbangankan. Kapan jadwal kontrol berikutnya ?" muka dingin berkata (B. Inggris) .
"Minggu depan" berikan jadwal kartu kunjungan berikut (B. Inggris) .
Wiliam jutek keluar dari ruang praktek dokter.
"Ayo pulang" perintah dingin, lalui Melani yang duduk gelisah.
"Saya mau ke toilet" jawabnya.
Langkah kaki pria dingin terhenti dan menunggu istri kecil yang ke toilet.
.
Beberapa menit sepulang dari hospital ternama, mereka tiba di rumah.
"Bawa Nyonya ke kamar tamu" titah Wiliam pada ART baru asal Indo.
"Baik Tuan. Silahkan Nyonya" memberi jalan di ke depan duluan.
Melani menarik koper menuju arah di tunjuk ART.
Cekrekk....
Pintu di buka, Melani melihat kamar tamu seukuran kamar miliknya.
.
Malam hari waktu jam makan malam tiba, Wiliam dan Melani duduk semeja menikmati menu masakan begitu banyak.
__ADS_1
Hidangan segitu banyak memang tidak bakal habis di makan berdua sampai habis.
"Kamu habiskan semua" titah Wiliam beranjak berdiri geser kursi.
"Haaa....!!!. Imposible" mulut ternganga.
"Kalian jaga Nyonya, jangan biarkan pergi sebelum habis" tegasnya pada ART.
"Baik, Tuan" jawab ART.
Mata Melani berputar lemas lihat makanan setumpuk, jatah 7 orang makan.
"Aha.... !!" Melani berseru tau, bagaimana cara menghabiskan makanan tersebut tanpa mubajir.
Dia meminta ART yang mengawasi dirinya untuk mengambil beberapa piring untuk dibagi pada ART lain, seperti yang kadang ia lakukan sewaktu di rumahnya.
"Tapi,Nyonya....Jika ketahuan Tuan, kami akan di pecat" ragu kepala ART menerima pembagian lauk pauk dan sayur mayur.
"Jangan takut. Kalian lempar kesalahan itu padaku" menepuk pundak yakinkan kepala ART.
"Baik, Nyonya" kepala ART menerima terpaksa.
"Dan kalian jadi saksi, bahwa makanan di meja habis tidak terbuang" tunjuk Melani pada semua ART.
ART menggangguk ngerti maksud Melani, dan membiarkan Nyonya muda masuk kamar tamu.
.
*DAPUR*
.
Arisan percakapan sesama pembokat di mulai. Dengan adanya topik baru, bahan arisan jadi lebih seru. Namun sayangnya mereka yang mayoritas ART baru kerja beberapa hari ,belum sempat tau sifat majikan besar mereka.
"Kalau kalian tebak, Nyonya itu siapa Tuan ?.Hayoo, tebak" ART kurus, pembuka arisan rumpi.
"Pasti adiknya yang sudah nikah dan sedang kabur dari rumah" jawab ART gemuk ,ngunyah makanan pemberian Melani.
"Kalau Bik Jum?" ART kurus menoleh ke samping.
"Mau saudara, adik,atau istri sekali pun, itu bukan urusan kita. Yang penting kita nurut sama perintah. Lagian lebih enak kerja sesama orang Indo dari pada bule mesum" jawab kepala ART.
"Iyo, Bik. Aku uwes trauma kerja sama bule. Pada genit, suka kelewatan" sambung Art kribo.
"Tapi kalau mau aja di gombal, lihat yang kece gak bakal nolak. Tapi merekanya saja gak tau kalau aku ini sexy" sambar ART gemuk dengan gaya centik memamerkan body penuh timbunan lemak.
Sontak ART lain tertawa dengan ucapan ART gemuk. Jika dia kurus,ada kemungkinan di gombal. Namun lihat kenyataan tubuh kayak gentong, itu jauh dari kata ' Mungkin '.
...****************...
.
Terima kasih atas dukungannya dalam bentuk apa pun.
__ADS_1
Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.