Change Destiny

Change Destiny
115


__ADS_3

Bab 115


.


Hap...


Tangan Wiliam bergerak cepat menangkap tubuh kecil yang terhuyung.


"Karena tidak mau makan sendiri,maka saya yang akan menyuapi" menduduk sandarkan tubuh kecil pada kepala tempat tidur.


Puyeng,lemas,perih semua bercampur jadi satu.


Satu suapan maju menuju bibir kecil. Dengan sikap kasar, Wiliam mencengkeram mulut agar terbuka.


"Makan,terus minum obat" tegasnya,menutup rapat mulut istri pakai tangan.


Hidup berasa di neraka, hanya saja masih berpijak di bumi.


Gak semua orang memiliki hari-hari indah dan buruk sepanjang hidup mereka. Itu semua tergantung pada pilihan masing-masing.


Sama halnya dengan Melani yang terjebak dalam kemelut, mungkin di akhir akan berbunga indah.


Usai menyuapi paksa, Wiliam keluar untuk membereskan pekerjaan istrinya yang tidak dilakukan.


Kebersihan baginya merupakan salah satu poin penting. Karena di sana dapat tercermin bagaimana cara orang tersebut mendisiplinkan hidup sendiri.


Usai berberes rumah, pria dingin itu pun lanjutkan tidur.


.


Telah 4 hari mereka perang dingin. Memang sudah terbiasa pula untuk saling cuek bebek.


Pagi itu,entah mengapa Wiliam memberi izin pada Melani yang bertampang manyun cemberut beberapa hari untuk bisa bebas keluar rumah.


Respon itu sudah tidak usah dipertanyakan. Tentu saja Melani garcep untuk keluar rumah,pergi syuting.


Tanpa sepengetahuan Melani yang di buntuti diam-diam oleh orang suruhan,dia masih tampak enjoy nikmati kebebasan.


"Capek enggak?" tanya wanita perias.


"Tidak" jawab Melani merenggangkan otot leher yang kaku setelah ikuti instruksi berpose.


"Bagus hasil kerja hari ini. Besok datang lagi untuk pemotretan lanjutan" sambung fotografer.


"Besok lagi,ya?. Aku usahakan bisa datang" jawab Melani ragu bisa bebas seperti hari ini.


Habis berganti pakaian dan bersihkan sisa make up tebal, dirinya pun pulang. Tapi pulang ke rumah sewa, bukan mansion milik big bos .


"Emm...Aku harus kasih laporan ke bos" ucap mata-mata.


Sebuah foto Melani memasuki rumah itu turut terlampir bersama isi pesan chat.


Untuk sementara, tanpa ada perintah lanjutan dia hanya bertugas ngikutin dan ngawasin kemana saja Melani pergi ketika dikasih kebebasan.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Waktunya bagi Melani pulang ke mansion untuk menyiapkan makan malam, dan beberes rumah.


Semua terlihat aman terkendali. Meski saling acuh, setidaknya enggak ada perdebatan.


Kegiatan foto shoot Melani pun jadi berarti hanya dengan upah kecil.

__ADS_1


1 bulan kemudian....


Melani semakin terkenal setelah menjadi duta suatu produk fashion. Namanya juga mulai meroket ke atas.


Atas keberhasilan dirinya untuk meningkatkan omzet penjualan, pihak perusahaan itu mengadakan pesta kecil-kecilan.


"Hari ini aku mau pulang malam. Nanti makan malam anda akan aku pesan via online" ucap dingin Melani minta izin.


"Mmmm.." dehem Wiliam tau mau kemana istrinya pergi diam-diam.


Sore hari, Melani sudah keluar dari mansion menuju rumah sewa untuk berdandan cantik.


Dalam 1 jam kemudian,dia juga telah berada di tempat lokasi pertemuan.


Siapa sangka dirinya akan bertemu beberapa model terkenal, dan juga beberapa teman kuliah dulu.


"Hai Mel. Kamu kok bisa ada di acara ini?" tanya sinis salah satu geng Shella.


"Aku di undang" jawab dingin.


"Gue peringatkan agar tidak mengejar job yang bukan profesi kamu. Karena kamu tetap tidak cocok untuk profesi ini" ancam wanita tersebut.


"Oh ya!. Kalau kamu punya kemampuan kenapa harus takut!" balas Melani.


Mengeram wajah wanita itu, merasa karirnya akan tersaingi.


Pikiran kotor pun datang merusak pikiran yang awalnya jahat.


Sedikit rumor disebarkan melalui bisik-bisik bagi kaum sekutu.


"Oh ternyata dia jadi terkenal, tak jauh beda dengan model lain" ujar seorang model dengan muka sinis mengarah pada Melani yang berjabat tangan memberi sapaan.


"OMG... Ternyata sedari belia sudah terjun dunia malam. Tampangnya saja alim,eh ternyata liar kayak kupu-kupu malam. Hehehe..." menertawakan kejelekan rumor akan Melani.


Rasa cemburu semakin nambah pada diri Amanda yang di acuhkan beberapa pihak produser.


Tidak tinggal diam,Amanda menghasut para produser dengan rumor yang telah ia sebarkan.


"Baik.Kalau kamu bisa buat dia menemani saya malam ini,saya akan kasih kamu job" jawab pria dewasa gembul, karena tadi di tolak Melani untuk bekerja sama.


"Deal" Amanda dan pria gembul setuju.


Selagi Amanda membuat jalan agar Melani masuk dalam jebakan, pria gembul juga menyiapkan tempat untuk berpesta berduaan mereka.


Amanda pura-pura baik,dan memberikan segelas jus pada rival seprofesi.


"Mel, karena kita sudah ada dalam bidang yang sama. Ada baiknya kalau kita TOS" menyerahkan jus.


"Baiklah" berfikir positif.


Amanda tersenyum bahagia dengan bibir menyeringai setiap Melani menegak jus pemberiannya.


"Aneh, mengapa dia terlalu sungkan. Ahh... Pasti dia sedang merencanakan sesuatu seperti dulu. Dasar enggak pernah berubah" gerutu batin Melani,baru negatif thinking setelah gerak gerik Amanda semakin mencurigakan.


Terlambat sudah baru disadari, Minuman yang telah diberi obat perangsang mulai bereaksi. Sekujur tubuh mulai terasa gerah, dan sedikit pusing mabuk.


Namun hal tersebut masih dianggap sebagai obat tidur oleh Melani, yang berjalan terhuyung-huyung keluar dari pesta.


Pria gembul yang sedang menanti di depan pintu itu pun menyambut bahagia kedatangan Melani pada dirinya.

__ADS_1


"Kamu sudah mau pulang?. Mari saya antar pulang" pura-pura berbuat baik.


"Tidak usah. Aku bisa pulang naik taksi" tolak Melani mendorong pria gembul yang sudah berani kurang ajar sembarangan menoel tubuh.


Flash back....


Beberapa menit lalu setelah kesepakatan antara pria gembul dan Amanda, dirinya memberikan sebungkus serbuk yang selalu di kantongi kemanapun pria itu pergi.


Serbuk yang selalu bisa buat wanita yang ia inginkan, untuk memuaskan hasrat b!rahinya sepanjang malam.


"Kamu taburkan dua bungkus serbuk ini.Karena saya ingin bermain lama dengan dia" bisik pria gembul serahkan bungkusan kecil.


"Baik.Anda pasti di jamin terpuaskan. Hanya saja dia suka malu-malu kucing. Sekarang silahkan bermain sepuasnya" sahut Amanda, terima bungkusan tersebut.


Pria gembul sudah tak sabar untuk bermain dengan mainan baru yang tampak alim dan lugu.


Flash On...


"Ayolah. Saya antar kamu pulang dan bermain sampai puas" menarik paksa Melani masuk dalam mobilnya.


"Enggak!!" menyikut burung pria gembul dalam sangkar segitiga pengaman, pakai dengkul.


Argghhh.... Jerit pria gembul itu, yang burungnya pasti jatuh pingsan disikut demikian.


Masih dalam keadaan setengah sadar saja Melani bisa melawan, dan buat semua orang tak dikenal mengerumuni. Termasuk mata-mata utusan pengusaha berdarah dingin.


Perkelahian antara bodyguard pria gembul dan mata-mata pun berbanding tak seimbang. 1 lawan 6 orang bertubuh tegap.


Melani dengan setengah kesadaran dan kegerahan, ikut memukul para musuh dengan batu bata yang ia dapat.


Baghhh... Bughhh....


Beberapa menit setelah setengah pertarungan, bala bantuan pun datang. Pria gembul yang lihat siapa ketua bala bantuan, langsung berlari terkocar kacir menyelamatkan dirinya.


"Kalian rapikan tempat ini tanpa jejak" titah Wiliam pada bodyguard.


"Siap Tuan" serentak berpencar rapikan kerusuhan.


"Tuan, Nona itu telah diberi sesuatu dalam minumannya sama seorang wanita, oleh perintah bos mereka" mata-mata melapor, sambil nahan sakit bonyoknya di wajah.


"Em,saya mengerti.Sekarang kamu lakukan hal sama,dan jangan lupa kirim para orang tadi sebagai kado pengganti" memberi perintah, sambil nepuk pundak mata-mata.


Silap mata,maka hilang lagi istrinya. Untungnya kali ini hilang karena tertahan supir yang bawa Melani masuk mobil.


"Tuan, Nyonya muda ada di dalam" ucap supir, agar majikan tidak usah kalang kabut mencari orang yang sudah bisa ditebak.


"Baik. Sekarang kita ke rumah ini saja" titah Wiliam menunjukkan alamat rumah sewa istrinya.


"Baik" supir cepat susul masuk mobil.


Mobil pun keluar dari kerumunan yang di bubar paksa.


.


...****************...


.


Terima kasih atas dukungannya.

__ADS_1


Sehat sejahtera selalu untuk kita semua.


__ADS_2